Penulis: idmas

Hit Man adalah film Korea yang dibintangi oleh Kwon Sang-Woo. Film action comedy yang disutradarai oleh Choi Won-Sub ini ditayangkan 22 Januari 2020. Berikut sinopsis dan review film Korea Hit Man.

Sinopsis singkat film Hit Man

Joon (diperankan oleh Kwon Sang-Woo) dulunya adalah agen pembunuh bayaran legendaris untuk NIS. Namun, gairah sejatinya adalah menulis webcomics. 😀

Nah, untuk mengejar mimpinya, Joon berhenti dari pekerjaannya bersama NIS. Sekarang, Joon menulis webcomics, tetapi tulisannya tidak populer. Dia kesulitan menulis materi baru. Suatu malam setelah minum, Joon menulis tentang masa lalunya sebagai agen NIS. Dia memposting cerita online, tetapi ceritanya berisi materi rahasia untuk NIS. Akhirnya Joon berada dalam banyak masalah.

Detail film Korea Hit Man

Sinopsis dan Review Film Korea Hit Man (2020)

  • Judul : Hit Man
  • Revised romanization : Hit Man
  • Hangul : 히트맨
  • Sutradara : Choi Won-Sub
  • Penulis : Choi Won-Sub
  • Produser :
  • Cinematografer :
  • Tanggal Rilis : 22 Januari 2020
  • Durasi :
  • Genre : Action, Comedy

Para pemain film Hit Man

  • Kwon Sang-Woo sebagai Joon
  • Jung Joon-Ho sebagai Duk-Gyoo
  • Hwang Woo Seul Hye sebagai Mi-Na
  • Lee Yi-Kyung sebagai Chul
  • Lee Ji-Won sebagai Ka-Young
  • Heo Sung-Tae sebagai Hyung-Do
  • Lee Joon-Hyuk
Read Full Article

Secret Zoo adalah film Korea yang dibintangi oleh Ahn Jae-Hong dan Kang So-Ra. Film yang disutradarai oleh Son Jae-Gon ini diadaptasi dari serial webcomic berjudul Haechijiana karya Hun. Komik ini dipublikasikan dari 20 September 2011 hingga 27 April 2012 di Daum Webtoon Company. Secret Zoo ditayangkan mulai 15 Januari 2020. Berikut Sinopsis dan Review Film Korea Secret Zoo.

Sinopsis singkat film Secret Zoo

Pengacara Tae-Soo (diperankan oleh Ahn Jae-Hong) mengambil pekerjaan sebagai direktur kebun binatang. Kebun binatang itu menghadapi kebangkrutan. Semua binatang di kebun binatang telah dijual dan tidak ada binatang yang tersisa di kebun binatang.

Nah, untuk membalikkan keadaan kebun binatang seperti semula, sebuah proyek luar biasa dibuat. Pekerja diharuskan mengenakan pakaian binatang dan bertindak seperti binatang. Karena hal inilah kebun binatang ini menjadi viral di media sosial.

Detail film Korea Secret Zoo

  • Judul : Secret Zoo
  • Revised romanization : Haechijianha
  • Hangul : 해치지않아
  • Sutradara : Son Jae-Gon
  • Penulis : Son Jae-Gon
  • Produser :
  • Cinematografer :
  • Tanggal Rilis : 15 Januari 2020
  • Durasi :
  • Genre : Drama, Comedy
  • Distributor : Acemaker Movie Works

Para pemain film Secret Zoo

  • Ahn Jae-Hong sebagai Tae-Soo
  • Kang So-Ra sebagai So-Won
  • Park Young-Gyu
  • Kim Sung-Oh
  • Jeon Yeo-Bin
  • Park Hyuk-Kwon sebagai CEO Hwang
  • Yoon Sung-Woo
  • Jeon Woon-Jong
Read Full Article

Kali ini, kami bagikan sinopsis Drama Korea Psychopath Diary Episode 10. Dong-sik mulai panik setelah diminta untuk membawa 1 juta dollar. Sementara Bo-kyung menerima pesan dari orang yang sama dengan mengaku sebagai informan predator atau siapa pembunuh berantai tersebut. Bo-kyung menemui Jae-jun yang mengaku sebagai informan sehingga Jae-jun meminta kepada Bo-kyung untuk bekerja sama dengannya. Dong-sik kesulitan untuk mendapatkan uang satu juta dollar dan kemudian Chil-sung membawanya ke rentenir kenalannya.

 

Namun dalam kesepakatan rentenir bahwa dia akan memberikan uang satu juta dollar asalkan ada jaminan dari Dong-sik yaitu mungkin restoran milik ayahnya. Dong-sik mulai dilemma dia pun mengunjungi restoran ayahnya dan berbicara dengan keluarganya mengenai asal usul restoran namun justru Dong-sik diceritakan masa lalu cinta ayahnya dengan ibu tirinya. Dong-sik kembali dilemma dan pusing hingga malam hari, dia ragu untuk menghubungi In-woo.

 

Dong-sik menemui In-woo di bar. In-woo mengetahui Dong-sik ingin meminjam uang namun Dong-sik berusaha keras untuk tidak membicarakan itu. Dong-sik keluar dari kafe dan menerima pesan untuk datang ke 340-12 Dosu dong Kota Seoin Gyeonggi-do. Sementara itu Bo-kyung juga menerima informasi yang mengaku informan untuk datang di tempat yang sama. Bo-kyung menemui Dong-sik menunjukkan pesan tersebut yang membuat Dong-sik yang amnesia mengaku dirinya si predator semakin panic dan gelisah.

 

Di gudang 340-12 Dosu-dong Mu-seok berusaha untuk membebaskan diri namun In-woo berada disana dan menyuntiknya hingga membuat Mu-seok pingsan. Dong-sik bersiap untuk pergi menuju Dosu-dong dimana Chil-sung ingin ikut tetapi Dong-sik memintanya untuk ikut bersamanya. Dong-sik menuju gudang dan melihat pria (Mu-seok) duduk di kursi. Ternyata kejadian ini telah direkam oleh In-woo.

 

In-woo mengamati lewat CCTV yang telah dipasang di gudang untuk menjebak Dong-sik membunuh Mu-seok. Namun Dong-sik yang memang bukan pembunuh, gagal melakukannya setelah Mu-seok sadar. Mu-seok membanting Dong-sik dan kemudian kabur menuju mobilnya tetapi disana dia telah ditunggu In-woo yang kesal. Dong-sik kemudian keluar melihat mobil menabrak sesuatu yang membuat Mu-seok pingsan di dalamnya dengan cedera di bagian kepalanya. Membawa Mu-seok kembali ke dalam gudang.

 

Di gudang, Mu-seok dalam kondisi terikat dengan mengatakan Dong-sik bahwa pembunuh berantai itu adalah In-woo bukan dia (Dong-sik). Tetap saja Dong-sik yang amnesia tidak mempercayai itu dan mengeluarkan pisau dari tasnya bersiap untuk membunuh Mu-seok. Namun Dong-sik yang memang jiwanya bukan pembunuh merasa ragu dan ketakutan. Sementara In-woo yang melihat di CCTV kembali kesal dengan Dong-sik. Dimana In-woo menginginkan Dong-sik membunuhnya dan menjebak Dong-sik sebagai pembunuh berantai.

 

Tidak lama Dong-sik dihubungi In-woo untuk bertemu di bar. Dong-sik menemui In-woo dimana In-woo memberikan uang satu cover kepada Dong-sik untuk diberikan kepada informan. Dong-sik tidak mengetahui bahwa dalang dari semua ini adalah In-woo. Setelah Dong-sik pergi, In-woo mengaku informan mengirim pesan kepada Bo-kyung bahwa dia telah melakukan pemerasan kepada “predator”.

 

Dong-sik kembali ke gudang dengan membawa koper berisikan uang. Di saat yang sama Bo-kyung dan polisi lainnya berada di luar gedung di mana detektif Jae-joon menemukan mobil dan mendapati dompet yang merupakan dompet milik Mu-seok. Sementara di dalam gedung, Dong-sik bertarung dengan Mu-seok hingga mereka tergelincir jatuh dari tangga yang membuat Mu-seok dan Dong-sik jatuh tidak sadarkan diri. Saat Dong-sik bangun dia mendapati lumuran darah.  Dong-sik ketakutan dan menganggap dirinya telah membunuh Mu-seok.

 

Bo-kyung dan Jae-joon tiba mendapati tubuh Mu-seok tidak sadarkan diri. Jae-joon melaporkan bahwa Mu-seok yang dianggap oleh mereka adalah Informan telah tewas. Sementara pembunuhnya telah kabur. Di dalam mobil, Dong-sik menangis dan tangannya gemetar melihat nodah darah di tangannya. Bo-kyung dan Jae-joon melaporkan kepada atasannya mengenai kejadian ini.

 

Di lorong, Jae-jun menghubungi Pak Seo ayah dari In-woo mengatakan “sudah lama, aku detektif Jae-jun yang menangani kasus 8 tahun lalu di Gwangju 8 tahun lalu”. Jae-jun kemudian meminta kepada Pak Seo untuk dapat memlakukan pertemuan. Sementara itu, Bo-kyung mengirim pesan kepada Dong-sik untuk bertemu. Namun Dong sik tidak membalasnya sebab dia merasa ketakutan.

 

Di kantor, para pekerja merasa khawatir dengan Dong-sik yang tidak ada kabar. Bo-kyung kemudian berkunjung ke kantor Dong-sik untuk berbicara dengan karyawan lain mengenai keberadaan Dong-sik namun dia tidak mendapati kabar dari Dong-sik. In-woo melihat Bo-kyung dan berbicara dengannya. In-woo memberi tahu Bo-kyung bahwa Dong-sik nampak gugup saat dia bertemu dengannya sepertinya Dong-sik sedang diperas. Bo-kyung bergegas pergi sementara In-woo tertawa jahat.

 

Bo-kyung menuju apartemen Dong-sik dia meminta Dong-sik untuk keluar. Dong-sik kemudian keluar dengan wajah pucat. Bo-kyung kemudian merawat Dong-sik yang nampak lemas. Dong-sik pergi ke kamar mandi dan Bo-kyung melihat koper berisikan uang begitu banyak. Bo-kyung mulai berpikir, seketika Dong-sik keluar dari kamar mandi menatap Bo-kyung.

Read Full Article

Kali ini kami bagikan sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 5. Di Hankuk University saat ke-4 guru berkumpul kembali untuk mendiskusikan rencana mereka di hari tersebut dengan melibatkan penyajian dan membandingkan catatan siswa dan juga mengajukan banyak pertanyaan. Di sini Ibu Park menjelaskan bahwa dia dekat dengan kepala kantor penerimaan Hankuk yaitu Jang Suk-jun yang seharusnya mereka temui. Namun Suk-jun memutuskan mengirim petuga administrasi lain yang berama Song Chan-hui.

 

Saat mereka memulai pertemuan dengannya dimana mereka mengajukan pertanyaan, namun Chan-hui menolak memberikan mereka perincian standard evaluasi mereka. Sementara itu mereka beristirahat setelah Ha-neul meminta waktu. Ha-neul menuju toilet dan tidak sengaja mendengar Chan-hui memberi tahu rekannya bahwa dirinya membuat para guru Daechi kesulitan sebab dulu Chan-hui diperlakukan tidak adil saat dia dulu bekerja di sana sebagai guru sementara.

 

Sementara itu para guru mengingat Chan-hui dulunya merupakan guru sementara di Daechi yang sayangnya gagal dalam tes untuk posisi tetap. Flash back, saat Chan-hui tidak diperpanjang meskipun sudah 3 tahun mengajar, semua orang di sekolah Daechi dalam kekacauan sebab para guru harus menandai ujian senior lagi sebab kesalahan di dalam salah satu pertanyaan. Ini merupakan berita buruk untuk sekolah sebab akan merusak reputasi mereka lebih jauh dan juga merusak penerimaan di perguruan tinggi.

 

Waktu sekarang, hal ini rupanya memberi tekanan lebih terhadap ke-4 guru yang perlu membawa kabar baik untuk konferensi kampus selanjutnya. Usai pertemuan berakhir, Ha-neul memutuskan untuk mengikuti Chan-hui di dalam lift. Chan-hui menjelaskan kepada Ha-neul bahwa dia merupakan guru sementara dulunya. Chan-hui menjelaskan alasan universitas tidak mengambil banyak siswa dari sekolah Daechi sebab karena data yang mereka kumpulkan pada sistem sekolah dan juga guru yang menjadi tempat masalah utama.

 

Esok hari, kepala sekolah marah besar terhadap Ibu Park mengenai pertemuannya yang sia-sia. Ibu Park kemudian pergi ke pertemuan di mana semua kepala seksi hadir untuk membahas masalah terbaru. Pak Song menyarankan membuat kelas lanjutan bagi siswa terbaik namun Ibu Park tidak setuju mengingat itu akan terlihat seperti favoritisme. Ha-neul dan Yeon-woo mengetahui kepala sekolah mengatakan terhadap orang tua yang mengeluh mengenai penyesuaian nilai bahwa kelompok penasihat perguruan tinggi akan mempunyai informasi tingkat atas mengenai Hankuk University selama konferensi penerimaan perguruan tinggi.

 

Mengingat ucapan Chan-hui, Ha-neul selanjutnya memutuskan memeriksa data penerimaan dan berkas aplication. Pak Song mengusulkan Ha-neul bertanggung jawab terhadap kelas lanjutan baru. Sementara itu guru sementara lain Hae-won bertanya pada Song apakah dia bisa menjadi orang yang memipin kelas lanjutan. Namun Song mengatakan dia sudah memilih Ha-neul kecuali Ha-neul menolak tawaran tersebut.

 

Ki-boon berusaha meyakinkan Ha-neul untuk menerima sebab dia yakin itu akan terlihat bagus untuk Ha-neul yang mungkin saja membantunya mendapati posisi guru tetap. Episode ini ditutp dimana Ibu Park ternyata telah menunggu Ha-neul menyelesaikan pekerjaannya, dimana Ibu Park yang memahami Ha-neul, memberi nasehat kepada Ha-neul untuk mengambil kelas lanjutan.

Read Full Article

Lanjut kita sekarang dengan sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 4. Adegan diawali dengan adanya  flash back saat Ms. Park menjadi siswa SMA yang mengambil tes CSAT sebelum kembali ke masa sekarang dimana 4 guru ke hotel untuk mengikuti konferensi penerimaan perguruan tinggi. Ibu Park memberi tahu ketiganya mengenai dia galam dalam ujian CSAT, namun bagaimana dia saat SMA masih berhasil masuk ke University terbaik sebab tidak banyak orang yang daftar tahun tersebut akibat CSAT.

 

Presentasi berlangsung dan giliran pihak Daechi untuk berpromosi, Hae-won berada di atas panggung. Namun sayangnya sebagian besar tamu memutuskan pergi saat mereka menyadari sekolah Daechi tidak terkenal. Yeon-woo menjelaskan alasan mereka berada di konferensi sementara itu Hae-won berjuang dengan beberapa pertanyaan yang diterimanya dari beberapa audience.

 

Ibu Park selanjutnya mengambil mikrofon dimana dia menjelaskan bagaimana mereka secara pribadi menuju Hangkuk Universitsy untuk mengundang petugas penerimaan menuju sekolah mereka. Esok hari, Ji-sun sengaja mendengar salah satu guru sementara akan mempunyai kontrak 5 bulan, bukan satu tahun sebab seorang guru akan kembali dari liburannya. Dia menyampakan terhadap guru sementara yang lainnya yang membahas ini dan meyakini itu adalah Ha-neul ketika dia diterima yang terakhir.

 

Pak Moon mendengar hal ini, dia berhadapan Seung-taek yang mengatakna kepadanya dia tidak memiliki pilihan lain selain menghindari tersebut sebab rumor mengenai korupsi. Ibu Park mendapati sekolah berencana memberikan Ha-neul kontrak 5 bulan. Hal ini mendorongnya begitu ketat, memberinya bacaan mengenai penerimaan perguruan tinggi untuk Ha-neul untuk belajar sebab dia akan pergi bersama dengan mereka menuju universitas.

 

Ji-sun mendapati Ha-neul dan mengatakan kepadanya bahwa pelajaran usai kelas yang dia ajukan untuk tahun depan terlalu sulit bagi guru tetap apalagi mereka meyakini mungkin Ha-neul tidak ada disekolah tahun depan, guru lain pun khawatir mereka harus mengambil alih pelajaran. Guru-guru lain membahas mengenai pelajaran setelah sekolah dan juga sementara itu sebagian besar dari mereka enggan, yeon-woo kemudian memutuskan dia akan membantu mengajarinya.

 

Usai mengetahui berita buruk mengeai kontrak 5 bulan, Ha-neul menuju kelas. Selama pelajaran, Song memutuskan membuat pengumuman mengenai pembicara sekolah dan meminta supaya semua guru sementara segera melapor ke kantor administrasi. Hal ini mengejutkan semua orang sebab itu berarti akan mengungkap bahwa mereka guru sementara dihadapan semua siswa. Saat para guru menuju untuk menandantangani kontrak, Jin-sun tidak hadir dan ternyata Ha-neul yang menerima kontrak 5 bulan.

 

Sementara itu Ha-neul menerima kontrak satu tahun dan kepergian Jin-sun sangat mempengaruhi Ha-neul sebab dia memutuskan tidak berbicara atau memberikan pendapat selama pertemuan dirinya dengan kelompok penasihat perguruan tinggi. Ibu Park selanjutnya memarahi Ha-neul dan mengatakan kepadanya dia tidak boleh ikut dengan mereka dalam perjalanan mereka apabila dia memutuskan untuk tetap diam.

 

Hal ini membangkitkan Ha-neul yang selanjutnya berbicara kepada Ibu Park bahwa dia bersikeras dia ingin membantu. Sementara Pak Moon masih berusaha mencari tahu identitass orang yang telah memposting gosip di situs web guru sementara. Pak Moon berusaha masuk ke laptop Hae-won sebab dia curiga dia mungkin orang tersebut. Episode diakhiri dengan keempat guru senang hati menuju ke universitas dan saat mereka tiba, Ibu Park mengatakan kepada Ha-neul bahwa “berkaitan dengan para siswa, mereka berdua sama”.

Read Full Article

Lanjut kita kali ini dengan sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3. Ha-neul mengingat kenangan lama ketika ia mengunjungi toko hewan peliharaan bersama kakeknya. Toko itu dipenuhi anak-anak anjing putih, tetapi perhatiannya tertuju pada satu-satunya yang hitam. Terlepas dari minatnya pada anak anjing, Haneul memilih yang putih untuk dibawa pulang karena Kakek mengatakan kepadanya bahwa anak anjing hitam adalah nasib buruk.

 

Haneul bertanya-tanya bagaimana perasaan anak anjing hitam yang kesepian itu, selalu mengibas-ngibaskan ekornya untuk menarik perhatian seseorang, karena sebagai “anjing hitam” sendiri, ia memahami kerinduannya untuk diterima. Namun, ketika Yeon-woo menawarkan untuk membantu Haneul dengan situasi Yi-boon-nya, dia merenung bahwa anjing hitam mungkin akan bertindak seperti dia jika pernah mendapat perhatian — dengan skeptisisme.

 

Yeon-woo memperhatikan ekspresi keraguannya dan membaca Haneul seperti buku terbuka (bahkan melafalkan apa yang dia pikirkan kata demi kata). Dia menjelaskan bahwa dia membalas budi sejak dia menawarkan untuk beralih kelas, jadi dia seharusnya tidak waspada dengan bantuannya. Dia memberinya USB untuk digunakan sebagai referensi untuk rencana pelajarannya, tetapi Haneul bertanya-tanya dalam hati bagaimana ini seharusnya membantunya.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Sung-Soon menelpon Kepala Sekolah Byun untuk memverifikasi pertemuan kepala departemen besok, tetapi tujuan sebenarnya adalah untuk mengetahui rencana malamnya. Setelah mengetahui bahwa dia bertemu kepala sekolah lingkungan untuk makan malam, dia memberi tahu guru-guru lain di bar. Mereka semua menghela nafas atas berita itu karena Kepala Sekolah Byun tidak pernah meninggalkan pertemuan itu dengan suasana hati yang baik yang menjamin kuliah pagi hari berikutnya.

 

Di tempat lain, Yeon-woo selesai merekam program EBC-nya, tetapi berakhir dengan nada masam saat sutradara menyuruhnya untuk lebih banyak tersenyum. Dengan kritik yang membebani dia, Yeon-woo menerima teks dan gambar dari Myung-soo, mengatakan kepadanya bahwa mereka bersamanya dalam roh. Haneul mengirimi Yeon-woo teks juga, mendukungnya, dan Yeon-woo mulai mengirim sms kembali sebelum memutuskan untuk tidak melakukannya.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Di rumah, Haneul melihat PowerPoint yang diberikan Yeon-woo padanya, tetapi slide-slide diisi dengan gambar acak karakter sageuk. Dia berasumsi bahwa dia tidak berusaha membantu, tetapi ketika dia membuka rekaman video pelajarannya, itu menarik minatnya.

 

Selama makan malam, Kepala Sekolah Byun mencoba makan sepotong daging tetapi terus-menerus terganggu dengan orang-orang yang bersorak atau memulai percakapan. Di antara sekolah-sekolah, Daechi High dikenal sebagai “anjing hitam,” dan kepala sekolah lainnya sudah tahu tentang tubuh siswa SMA Daechi yang semakin berkurang. Sedangkan untuk sekolah populer, kepala sekolah diam saja ketika ditanya tentang rahasia kesuksesan mereka atau mengungkapkan kesopanan palsu.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Kepala Sekolah Byun mengolok-olok kepala sekolah lain di rapat fakultas keesokan paginya dan gagal memerhatikan bahwa para guru menahan kukunya sementara dia melanjutkan kata-katanya. Dia menekankan tujuan sekolah untuk meningkatkan penerimaan di perguruan tinggi, dan di sepanjang garis itu, dia berbagi sesuatu yang aneh yang dia dengar tadi malam: seorang petugas penerimaan dari Universitas Yeonhee sedang berkeliling di semua sekolah di lingkungan mereka kecuali untuk mereka.

 

Saat keluar dari kantor, kepala departemen berbicara tentang informasi baru, dan Song Guru menggosoknya di wajah Sung Soon, mengomentari dampak yang mungkin terjadi di sekolah mereka. Sung-Soon dengan datar mengatakan kepadanya bahwa popularitas sekolah akan menurun, dan ketika Guru Song mengkritiknya karena begitu langsung dan melukai perasaannya, Sung-segera mengoreksi dia, “Itulah sebabnya saya mengatakannya dengan wajah yang sangat sedih.” Pwahahaha!

 

Meskipun Sung-Soon bertindak seperti itu terhadap Guru Song, dia terlihat khawatir ketika sendirian dan membuat panggilan untuk menetapkan tanggal untuk pertemuan semua penasihat kepala di daerah tersebut.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Dalam perjalanannya ke kantor, Haneul menatap USB Yeon-woo — masih memperdebatkan apakah akan menggunakan taktiknya atau tidak — ketika kereta bawah tanah tiba-tiba menemui masalah. Sekarang terlambat untuk bekerja, Haneul berlari ke sekolah tetapi tertangkap di lampu merah. Sementara dia menunggu di penyeberangan, Yi-boon menyapanya dari belakang taksi, dan Haneul bertanya-tanya mengapa dia bersikap sangat ramah.

 

Yi-boon menunjukkan kepeduliannya terhadap Haneul dan bahkan bergerak kembali di kursinya seolah memberi isyarat baginya untuk masuk. Setelah mempertimbangkan pro dan kontra, Haneul memutuskan untuk menerima perjalanan itu, tetapi ketika dia mencapai pintu, taksi tersebut berangkat. Yi-boon bersorak untuk Haneul yang balas menatapnya dengan tercengang.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Myung-soo mengeluh tentang kelas terbuka yang akan datang untuk orang tua ketika Haneul berlari ke kantor tampak kuyu dari kecelakaan pagi. Bahkan sebelum dia dapat menarik napas, email massal dari Kepala Sekolah Byun tiba di semua kotak masuk fakultas, dan tentu saja, itu ditulis dalam font yang biasanya digunakan untuk sertifikat dan dokumen resmi lainnya.

 

Dia memulai email dengan grand opening (menggunakan karakter Cina untuk “hebat” untuk menggambarkan sekolah mereka) dan mengoceh tentang prestasi sekolah-sekolah lain di daerah mereka. Para guru menghela nafas tentang agenda penetapan tujuan kepala sekolah yang samar-samar, tetapi email tidak berhenti untuk Haneul saat dia mendapatkan satu lagi dari Yi-boon yang meminta slide-nya. Meskipun dia ragu-ragu sejenak, Haneul akhirnya mengirimkan presentasinya ke Yi-boon.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Teacher Moon menerima pengarahan tentang kelas terbuka mendatang yang mengikuti format yang sama seperti tahun lalu: guru jangka pendek akan memimpin sementara kepala mata pelajaran yang dipilih akan mengajar satu kelas. Tahun ini adalah bahasa Korea, yang berarti Yi-boon akan menjadi perwakilan untuk guru tetap.

 

Yeon-woo melihat Haneul menonton Yi-boon dengan penuh kegembiraan memasuki kelasnya, dan dia bertanya padanya bagaimana rencana pelajarannya berjalan karena dia khawatir metodenya mungkin telah menyinggung perasaannya. Haneul memahami keprihatinannya dan berterima kasih atas bantuannya sebelum pergi untuk mengajar kelasnya. Sementara itu, Yi-boon membuka slide Haneul dan menuliskan namanya sendiri tanpa memeriksa materi.

 

Setelah melihat Yeon-woo berbicara dengan Haneul, Myung-soo bertanya kepadanya apa rahasianya untuk melawan Yi-boon, yang Sung-soon juga ingin tahu. Dia berharap untuk menggunakannya melawan Guru Song yang menatap mereka seolah-olah merasakan gangguan di udara, dan Sung-Soon gulungan kembali dengan jijik. Heh.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Taktik Yeon-woo adalah membuat rencana pelajaran yang sepenuhnya milik Anda, dan Haneul menjelaskan dalam sulih suara bahwa kecuali orang lain melihat pelajaran dengan mata kepala sendiri, tidak mungkin untuk memahami tujuan materi sepenuhnya. Dengan demikian, Yi-boon membalik-balik slide dan dibuat bingung oleh foto-foto idola yang tampaknya acak, sementara Haneul mengajar kelas tanpa hambatan dan melibatkan murid-muridnya dengan contoh-contoh yang berhubungan. Saat tawa melayang dari kelas Haneul, Yeon-woo lewat dengan senyum di wajahnya.

 

Pada rehat kopi mereka, Myung-soo mengagumi rencana brilian Yeon-woo, dan Guru Sohn juga setuju bahwa Yi-boon mungkin kalah kali ini. Sung-soon tidak setuju dengan pandangan positif mereka dan menunjukkan perbedaan kritis antara kedua situasi: Yeon-woo dan Yi-boon mungkin sama tetapi Haneul tidak. Sayangnya, tampaknya Sung-Soon mungkin benar ketika Yi-boon tegas memanggil Haneul ke kantornya setelah makan siang.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Teacher Moon masih merasa terganggu dengan postingan forum tentang nepotisme di sekolah mereka dan memutuskan untuk mengirim pesan secara langsung. Dia begitu sibuk dengan tugasnya sehingga dia gagal memperhatikan Hae-won dan guru-guru lain memintanya untuk makan siang. Guru Moon dengan cepat menutup laptopnya untuk menyembunyikan layarnya, tetapi Hae-won sudah melihat segalanya dan terlihat bermasalah.

 

Di kafetaria, guru lain bertanya pada Hae-won apa yang dilakukan Teacher Moon, dan Hae-won dengan acuh tak acuh mengatakan kepadanya bahwa ia sedang mencari forum untuk guru jangka pendek. Terlepas dari respon apatisnya, Hae-won jelas merasa sadar akan Guru Moon dan duduk sendirian, jauh dari yang lain.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Duduk di belakang Hae-won, guru baru khawatir tentang kontrak mereka yang belum mereka terima, dan guru laki-laki itu menghela nafas karena keterlambatan karena mereka mungkin berakhir dengan kontrak berjangka 5 bulan yang tidak menguntungkan. Hae-won menyela untuk mengatakan kepada mereka untuk tidak khawatir tentang hal-hal seperti itu karena sekolah biasanya membuat kontrak selarut ini.

 

Daripada meredakan kekhawatiran guru baru, komentar Hae-won mengurangi suasana hati, dan guru baru meninggalkan kafetaria. Mereka bertanya-tanya siapa dia, dan Ji-sun yang menempatkan semua petunjuk dan menebak dengan tepat bahwa Hae-won adalah guru jangka pendek keenam yang dikabarkan. Setelah Hae-won selesai makan, dia berhenti sejenak untuk melihat Haneul makan di sudut sendirian, tidak menyadari Guru Moon menonton seluruh situasi.

 

Dalam perjalanannya ke kantor Yi-boon, Haneul sengaja mendengar beberapa siswa mengeluh tentang kelas Yi-boon hari ini, dan untuk pertama kalinya, dia memperhatikan sekelilingnya dan menyadari betapa rajinnya para siswa bekerja. Dia bertemu Yi-boon dengan hati yang berat, dan ketika Yi-boon menegurnya karena tidak membagikan materi dengan benar, Haneul berhenti membela tindakannya dan menghasilkan: mulai sekarang, dia akan berbagi semua rencana pengajarannya.

 

Di belakang, Yeon-woo menyaksikan seluruh pertukaran dan pergi dengan frustrasi sementara Ji-sun menonton Haneul dengan ekspresi prihatin. Ketika Haneul kembali ke kantornya, Yeon-woo berhadapan dengannya, menanyakan apakah dia penurut, tetapi Haneul mengatakan kepadanya bahwa dia juga marah. Namun, sekolah adalah organisasi, dan untuk bisa berhasil, dia perlu tahu cara bekerja dengan baik dengan rekan-rekannya.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Sung-soon bertemu dengan semua penasihat kepala di area terdekat untuk minum, dan meskipun salah satu penasihat memuji keterampilannya untuk meringankan suasana, Sung-Soon menurunkannya dengan segera: “Apa gunanya semua itu ketika sekolah kita tidak populer sama sekali. ”Anggota terakhir grup ini adalah seorang pria berpakaian bagus yang membawa tas desainer, dan tidak seperti yang lain, ia bekerja untuk hagwon (alias, akademi swasta nirlaba).

 

Saat malam berlangsung, mabuk-mabuk Sung-soon menyebut penasihat pribadi pengkhianat untuk tujuan mereka, tetapi dia menuduhnya cemburu dan berpendapat bahwa tidak satu pun dari mereka memilih profesi ini untuk beberapa cita-cita besar. Kata-katanya membuat marah Sung-soon, dan dia bangkit dari tempat duduknya, berteriak pada penasihat bahwa dia melakukan pekerjaannya untuk memenuhi kebutuhan para siswa dan orang tua.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Meskipun terlambat, Haneul tetap di sekolah dan bekerja dengan Yi-boon di kelas terbuka mendatang. Pada saat yang sama, Sung-Soon meninggalkan pertemuannya dan menerima panggilan dari suaminya (yang diselamatkan sebagai “pihak lain” yang merupakan permainan kata umum pada kata suami).

 

Dia mencaci makinya karena tidak memberikan perhatian lebih pada putra mereka, tetapi Sung-Soon mengabaikan pertanyaannya dan bertanya di mana dia membeli tasnya. Ini adalah tiruan dari tas penasihat pribadi, dan Sung-soon mengomel tentang garis keempat kecil pada logo tas ketika seharusnya hanya ada tiga. Hahahaha.

 

Dia menutup teleponnya tanpa menjawab, tetapi pemandangan putranya di wallpaper ponselnya dengan mudah menenangkan Sung-soon. Sebuah akademi swasta tiba-tiba mengirim pesan kepada Sung-Soon tentang tawaran pekerjaan dengan gaji bagus, dan dia menghela napas panjang.

 

Haneul membakar minyak tengah malam untuk menyelesaikan selebaran untuk kelas terbuka, dan ketika hari itu tiba, sekolah dipenuhi para guru yang sibuk. Wakil Kepala Sekolah Lee mengeluh kepada Teacher Moon tentang keseluruhan acara, tetapi Teacher Moon melihat sisi baiknya dan mengatakan bahwa mereka dapat menggunakan evaluasi orang tua ketika merekrut salah satu guru baru untuk posisi permanen.

 

Ketika Wakil Kepala Sekolah Lee mengetahui bahwa Yi-boon juga mengadakan kelas terbuka, dia menjawab dengan tidak percaya seperti setiap guru lainnya di sekolah. Kebiasaan Yi-boon untuk mengambil keuntungan dari orang lain adalah pengetahuan umum di antara staf, dan sementara sekelompok guru berbicara tentang korban terbaru Yi-boon, Hae-won dengan tak sengaja berkomentar tentang Haneul menjadi guru baru yang membuatnya melirik aneh dari Yeon-woo dan Myung-soo.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Saat Yi-boon bersiap-siap untuk kelas terbuka, laptopnya tidak terhubung dari podium, sehingga Haneul menawarkan untuk membalikkan slide ketika dia mengajar. Di Departemen Penasihat Perguruan Tinggi, Myung-soo ditinggalkan di kantor sebagai satu-satunya guru non-Korea, jadi ketika telepon Sung-Soon berbunyi dengan pesan baru, ia memeriksa untuknya dan melihat teks dari akademi swasta.

 

Satu per satu, para guru Korea memasuki kelas Yi-boon, tetapi pemandangan Haneul membagikan handout mengganggu Sung-soon. Perilakunya juga mengecewakan Yeon-woo yang berpikir bahwa pendekatan pasifisnya salah. Haneul mengatakan kepadanya bahwa prioritas pertamanya adalah siswa, dan meskipun dia mungkin khawatir tentang Yi-boon yang tidak menghormatinya, dia akan memastikan Yi-boon tidak memandang rendah dirinya.

 

Sementara selebaran Haneul yang menyeluruh dan rencana pelajaran yang menawan jelas mengesankan para guru lainnya, mereka masih melihat tindakannya sebagai terlalu bersemangat. Sedangkan untuk orang tua, mereka hanya memuji Yi-boon, tetapi untungnya bagi Haneul, setidaknya Kepala Sekolah Byun tampaknya mengakui kontribusinya dan mengundang kedua guru ke kantornya.

 

Begitu Sung-soon dan Yeon-woo kembali, Myung-soo bertanya kepada mereka bagaimana kelas terbuka pergi, dan Sung-segera dengan enggan mengakui bahwa pelajaran itu baik-meskipun Haneul adalah peran gopher. Yeon-woo menambahkan bahwa Haneul adalah penurut total, dan keduanya bolak-balik memanggil Haneul karena bertindak sangat tunduk. Myung-soo bertanya apakah mereka benar-benar memihak Haneul sekarang, dan keduanya dengan keras menyangkalnya.

 

Di kantornya, Kepala Sekolah Byun bertanya siapa yang menyiapkan materi kelas, dan semua mata tertuju pada Haneul untuk mendapat jawaban. Dia mengatakan kepadanya bahwa mereka berdua bekerja di sana dan memberikan kredit Yi-boon untuk ide-ide inti dari pelajaran ini. Setelah mengusir Haneul dari kamar, Kepala Sekolah Byun meminta Yi-boon untuk pendapatnya tentang Haneul.

 

Dalam sulih suara, Haneul mengatakan bahwa sesuatu yang tidak terduga terjadi setelah hari itu, dan para guru berhenti di jalur mereka saat melihat Yi-boon bekerja dengan Haneul. Bahkan Guru Moon tersenyum kecil melihat keponakannya membuat sekutu dari Yi-boon, tetapi wajahnya jatuh ketika dia melihat Hae-won menatap kedua guru dari jendela.

 

Sekarang penggemar lengkap Haneul, Yi-boon mengirimkan makanan ringan ke Departemen Penasihat Perguruan Tinggi dan datang ke kantor mereka untuk mencarinya. Dia mengatakan kepada yang lain untuk tidak makan makanan ringan Haneul ketika dia pergi, dan untuk kekecewaan Myung-soo, Sung-soon menikmati kunjungan Yi-boon yang sering karena dia membawakan mereka makanan tidak seperti orang tertentu. Guru Sohn menerima pesan itu dan berjanji untuk membawa seluruh kulkasnya lain kali saat ia bangun dengan terengah-engah (tidak lupa mencuri beberapa keripik saat keluar, heh).

 

Saat makan siang, Yi-boon duduk bersama Haneul di kafetaria dan memberikan potongan semangka lagi. Dia kemudian memelototi para guru baru karena mengucilkan Haneul, dan mereka segera mengalihkan pandangan mereka dari guru yang menakutkan itu. Melihat Haneul membuktikannya salah, Yeon-woo membiarkan senyum kecil menyebar di wajahnya.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Guru Moon meninggalkan kantor larut malam dan menghela nafas atas kurangnya tanggapan dari poster forum. Namun, ketika dia keluar dari tempat parkir, dia menerima pesan dari poster. Berpura-pura berada di pasar, Teacher Moon meminta informasi lebih lanjut, tetapi poster itu menahan diri untuk tidak mengungkapkan sesuatu yang bersifat pribadi dan hanya mengatakan kepadanya untuk tidak mendaftar.

 

Ketika poster itu memberitahunya bahwa mereka masih di sekolah, Teacher Moon berlari kembali dan melihat ada satu ruangan berlampu di sebuah gedung kosong. Dia mengirim pesan ke poster itu, menanyakan apakah mereka ada di ruang fakultas, tetapi pertanyaan anehnya sudah cukup untuk mengingatkan poster itu untuk pergi. Pada saat Teacher Moon tiba, poster itu hilang, tetapi sesuatu yang lain menarik perhatian Guru Moon.

 

Haneul bersepeda ke restoran Young-sook dan melihatnya berjongkok di tanah. Dia berbalik untuk pergi, tetapi Young-sook memanggilnya untuk datang makan. Dia membuat semangkuk mie untuk Haneul, dan yang mengejutkan Haneul, dia meminta bayaran untuk makanannya.

 

Bingung, Haneul menyerahkan uang itu, dan Young-sook menyembunyikan senyumnya saat ia menerima pembayaran, jelas-jelas mengacaukannya. Haneul memberitahu Young-sook untuk berdiri dan merokok jika dia tidak akan berhenti, tetapi Young-sook bertanya apakah dia memata-matai dia karena dia selalu mampir di restoran. Menyerahkan kembali uang Haneul, Young-sook memberitahunya untuk mencuci piring sebelum dia pergi, dan Haneul tersenyum, mengetahui arti sebenarnya di balik tindakannya.

 

Sung-soon menyapa Guru Yoon di pagi hari, dan guru yang lebih tua memuji tas baru Sung-soon (tiruan dari sebelumnya). Merasa malu, Sung-Soon dengan marah mendorong tas di bawah mejanya, tetapi begitu dia melihat catatan dari kelasnya (pada stiker Stray Kids), Sung-Soon kembali ke suasana ceria.

 

Myung-soo tiba di kantor berikutnya, tetapi ketika dia melihat Sung-soon di teleponnya, dia berpikir kembali ke pesan yang dia lihat tentang tawaran pekerjaan. Ketika Sung-soon meminta untuk berbicara dengannya, dia menganggap itu tentang akademi swasta dan memohon padanya untuk tidak melakukannya. Dia berlutut, tapi Sung-Soon mendorongnya pergi dan menunjukkan kepadanya pesan teks tentang petugas penerimaan yang mengunjungi sekolah mereka hari ini. Menyadari kesalahannya, Myung-soo kembali ke mejanya dengan malu.

 

Selama pertemuan departemen mereka, para penasihat membahas kunjungan yang akan datang, tetapi Haneul mengangkatnya untuk mengajukan pertanyaan: dia tidak tahu apa itu “petugas penerimaan”. Meskipun dia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa tidak ada rasa malu dalam menanyakan sesuatu yang tidak Anda ketahui, dia menurunkan tangannya karena malu.

 

Setelah Myung-soo menjelaskan apa yang dilakukan petugas penerimaan, Sung-soon berbagi dengan tim dua tujuan mereka. Pertama, mereka harus menang atas petugas penerimaan dan belajar mengapa siswa mereka tidak diterima, dan kedua, mereka harus bersahabat dengan petugas penerimaan dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membujuk mereka untuk menghadiri sesi informasi penerimaan mereka.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Myung-soo bertanya bagaimana Sung-soon berhasil mendapatkan petugas penerimaan untuk mengunjungi sepanjang tahun ini, tetapi Sung-soon menghindari menjawab. Yeon-woo menebak bahwa dia menggunakan modal sosialnya, dan tiga penasihat melanjutkan percakapan mereka sambil mengambil makanan ringan untuk petugas.

 

Ketika mereka berbicara tentang koneksi, Myung-soo bertanya Haneul di mana dia pergi ke sekolah, dan dia mengatakan kepada mereka bahwa dia menghadiri sekolah di kota asalnya. Secara kebetulan, Myung-soo pergi ke distrik yang sama, dan mereka mengetahui bahwa mereka lulus dari sekolah dasar yang sama — meskipun berpuluh-puluh tahun terpisah. Sekarang Haneul adalah alumni junior, Myung-soo memperlakukannya lebih ramah dan menjawab pertanyaannya sebelum Yeon-woo bisa.

 

Di lift, Yeon-woo berharap agar petugas penerimaan untuk mengalami saat ini karena yang terakhir adalah karyawan jangka pendek. Mendengar kata “jangka pendek” membuat Haneul merasa sadar diri, tetapi Myung-soo mengatakan kepadanya untuk tidak khawatir karena dia terampil.

 

Sinopsis Drama Korea Black Dog Episode 3

 

Beruntung untuk memutuskan apakah petugas penerimaan akan sangat membantu kali ini, tetapi ketika Sung-segera memperkenalkan petugas yang lebih muda ke tim, mereka menyadari itu tak berguna. Petugas membaca pedoman aplikasi sekolah di sekolah mereka dan memanggil orang lain untuk bertanya tentang kebijakan universitas.

 

Melihat petugas itu tidak akan menawarkan banyak bantuan, Sung-soon mengumpulkan kelompok itu dengan tenang dan memberi tahu mereka bahwa mereka akan menggunakan rencana itu. Myung-soo menentang gagasan itu karena sekolah-sekolah di sekitarnya tidak akan menyukai tindakan mereka, tetapi Sung-soon memberitahu mereka untuk hanya memikirkan para siswa.

 

Myung-soo menunggu Haneul kembali dari kelasnya dan menariknya dari Yi-boon untuk berbicara. Ketika mereka berjalan di luar, Myung-soo mengatakan kepadanya bahwa mereka bertiga mengajukan permintaan perjalanan bisnis untuk Kamis depan, dan Haneul menggantung kepalanya di berita. Myung-soo bertanya apakah dia ingin bergabung dengan mereka, dan Haneul tunjangan langsung. Tidak dapat menahan senyumnya, Haneul bertanya apa yang akan mereka lakukan, dan Myung-soo mengatakan bahwa itu penjualan. Haneul menatapnya bingung, dan Myung-soo bertanya lagi, “Kamu mau ikut dengan kami atau tidak?”

Read Full Article

Tempat Nonton Drama Korea – Baru saja saya ingin membagikan tempat nonton drama Korea terbaik di website ini, salah satu penghuni list yang saya buat malah akan menghilang di Januari 2020 mendatang. Ya benar, salah satu yang akan saya ulas adalah situs nonton streaming online IndoXXI. Layanan ini akan resmi ditutup sesuai dengan informasi yang saya dapatkan dari laman situs websitenya. Ini merupakan imbas dari keputusan pemerintah yang akan memberangus situs-situs ilegal. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan pemblokiran terhadap situs menonton film ilegal, seperti IndoXXI dan lainnya sejak Juli 2019 lalu.

Menghilangnya situs IndoXXI dari list yang saya buat, tentu saja akan berimbas terhadap situs-situs lainnya yang akan saya bagikan juga. Saya yakin, situs-situs itu akan diblokir juga, bahkan mungkin sudah terkena blokir. Kenapa? Karena menurut saya, mereka “tidak sekuat” IndoXXI. Terakhir muncul dengan alamat IDTube.me dan akhirnya menggunakan alamat IP, akhirnya IndoXXI harus menyerah dan tutup.

Kalimat Perpisahan IndoXXI, yang pernah menjadi tempat nonton drama Korea terbaik

Sangat berat tapi harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di website ini demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air, semoga ke depannya akan menjadi lebih baik.
Salam, INDOXXI.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate buka-bukaan soal rencana pemerintah untuk memblokir situs streaming film IndoXXI pada awal tahun depan. Johnny menjelaskan posisi pemerintah adalah tidak ingin Indonesia marak dengan pembajakan dan penjiplakan. “Emang negara ini bisa maju kalau bajak-bajakan, sarjana pakai bajakan bisa gak?” kata Johnny, awal pekan ini.

Ia menegaskan, keinginan kementerian adalah untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam negeri. “Kalau bajak terus, negara kita masuk daftar negatif negara lain,” lanjutnya.

Pertimbangan lainnya adalah ia tidak ingin Indonesia seperti salah satu negara, yang tidak mau ia sebut, yang sedang dituntut karena maraknya pembajakan.

Soal pemblokiran, menurutnya pemerintah tak bisa sembarangan memblokir situs streaming tersebut. Perlu dipastikan dulu, apakah betul situs tersebut membajak atau bukan.

“Perlu dilihat dulu, tidak bisa kominfo saja. Dia harus kerja sama dengan yang lain, apakah kepolisian, BSSN, memastikan apa melanggar hukum dan diblokir?” tegasnya.

Kominfo mengaku masih melakukan pembicaraan intensif agar tak salah ambil keputusan. Namun, Jhonny memastikan semua demi membangun iklim investasi yang baik dan kepastian usaha yang baik.

“Membuat semarak ekonomi kita, jangan sampai mengganggu ekonomi kita jadi tidak baik,” ujarnya.

Dilematis memang, tapi saya juga mengerti dan memahami keputusan pemerintah ini. Jujur saja, saya sedih dan kecewa dengan ditutupnya situs IndoXXI. Namun, seperti yang diinginkan pemerintah, semoga saja ada solusi untuk mengatasi dahaga akan tontonan gratis dan berkualitas (mustahil ada 🙁 ). Terima kasih kepada IndoXXI yang beberapa tahun belakangan ini menjadi salah satu tempat nongkrong saya. Buat para penerjemah, Lebah Ganteng, Pein Akatsuki, Sultan Khilaf, dan yang lainnya, Thanks brooo… Berkat kalian, saya bisa nonton drama dan film dengan bahasa Indonesia. Walau tindakan kalian bisa dibilang tidak benar, tapi kalian adalah penolong kami… 🙂

Ya sudah, cukup sampai di sini sedihnya. Seperti janji saya, saya akan membagikan list baru sebagai tempat nonton drama Korea streaming, atau tempat nonton film streaming. Ini yang masih bisa diakses sampai artikel ini ditulis. Saya akan campur list ini. Silahkan dipilih sesuai potensi dompet. 😀

Tempat Nonton Drama Korea Terbaik Saat ini

Dramaqu

dramaqu - Tempat Nonton Drama Korea

Di sini, kamu bisa nonton drama dan juga film Korea kesukaan kamu. Mirip dengan IndoXXI namun tampilannya lebih simpel. Menyediakan juga link alternatif bila streamingnya ga jalan.

Netflix

Salah satu keunggula layanan Netflix ada pada konten originalnya. Pun begitu kita bisa menikmati film-film Hollywood serta serial dari berbagai macam negara. Belum lama ini Netflix menghadirkan opsi langganan ponsel dengan tarif Rp 49 ribu per bulan. Pelanggan dimungkinkan untuk download konten dan menontonnya secara offline.

KissAsian

kiss asian

Situs ini menyediakan drama Korea, Jepang, Cina, dan Thailand. Ada anime juga kayanya. Saya sendiri paling akan nonton di sini kalau lagi bokek :D. Hanya saja, situs ini menyediakan subtitle English.

iflix

Tidak jauh dengan Netflix, iflix menawarkan film dari Hollywood dan Indonesia. Selain itu menyajikan serial tv Amerika dan tidak kalah dengan dari penyedia layanan sejenis tersedia konten original. Menariknya semua itu dapat disaksikan secara gratis. Tapi bila ingin bisa sekalian siaran olahraga dan konser harus menjadi pelanggan iflix VIP, tarifnya mulai dari Rp 1.900 hingga Rp 374.400.

123Drakor/KShowID

IndoXXI Ditutup, Ini Tempat Nonton Drama Korea Terbaik Lainnya

Semoga saja situs ini masih bisa diakses ke depannya. Walau update nya tidak sekencang IndoXXI, tapi lumayan juga ‘kan?

HOOQ

Sama halnya dengan iflix, HOOQ menawarkan film Indonesia jadul, Hollywood dan serial TV dari Amerika. Tapi mereka menambahkan konten-konten dari Asia dan buatan sendiri, salah satunya Cek Toko Sebelah The Series. Untuk menikmati konten yang lengkap tersedia paket HOOQ VIP dengan tarif Rp 69 ribu per bulan.

Dramacool

drama cool

Selain drama Korea, situs ini juga menyediakan drama Asia lainnya. Koleksinya juga cukup lengkap. Bisa jadi alternatifmu nonton drakor dengan gratis.

Viu

viu

Bila kamu penggila drama Korea dan asia lainnya, Viu bisa menjadi pilihannya. Tapi mereka turut menyediakan konten original. Kamu bisa menikmati konten Viu secara gratis. Tapi bila mau menikmati konten premium baiknya pilih paket premium dengan harga Rp 10.000 (seminggu) hingga Rp 200 ribu (setahun).

Viki

viki Tempat Nonton Drama Korea
Bukan hanya soal drama Korea saja, Viki juga menyediakan pilihan drama dan serial TV lainnya yang berasal dari Amerika, Jepang, China, dan Thailand.

Itu dia beberapa tempat nonton drama Korea terbaik yang bisa saya bagikan. Silahkan pilih sendiri.

Read Full Article

Kita lanjut sekarang dengan sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 3. Sirene ambulans meraung. Jung-hwan membawa seorang wanita tua yang tak sadarkan diri di punggungnya melewati kantor dengan semua orang di belakangnya. Seon-woong menceritakan bahwa selama masa krisis, semua orang bertanya-tanya di mana harus menyalahkan. Di luar, mereka memuat wanita itu ke ambulans.

 

Seon-woong merenungkan apakah insiden itu terjadi karena ketegangan antara dia dan Myung-joo. Mereka dalam gencatan senjata lemah sejak hari-hari panas mereka sebelumnya, tetapi jelas tidak ada yang memikirkannya.

 

Saat makan siang yang damai, Myung-joo tiba-tiba menyarankan Jung-woo pindah ke kantornya, yang diambil Seon-woong sebagai tindakan “perang”. Jung-woo lebih suka ketika mereka berebut dia dan dengan cepat melompat kapal ke Myung-joo meskipun Seon-woong terlihat pengkhianatan.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 3

 

Jong-hak menarik Seon-woong ke samping dan memintanya untuk lebih pengertian. Tentu, Myung-joo penuh dengan dirinya sendiri, tapi hanya itu dia. Berkat ketegangan mereka yang konstan, Jong-hak bahkan telah mulai minum obat lagi.

 

Ketika Seon-woong kembali, Jung-woo chipper sedang berkemas karena Myung-joo ingin dia segera datang. Jung-woo berhenti sejenak ketika Seon-woong kesal karena dia pergi begitu cepat, tapi dia bahagia melanjutkan ketika Seon-woong menghela nafas dan menyuruhnya pergi.

 

Seorang wanita datang dengan bayi yang menjerit (yang anehnya terus berteriak “ibu”) tepat ketika Myung-joo datang untuk mengumpulkan Jung-woo. Seon-woong menyandera Jung-woo, karena dialah yang awalnya menangani kasus wanita itu. Di tengah teriakan bayi itu, wanita itu meminta mereka untuk menurunkan jumlah denda — itu sebulan penuh dari gaji suaminya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 3

 

Myung-joo muncul dan mulai bertanya tentang anak yang meratap. Dia sama sekali tidak mirip ibunya. Siapa Namanya? Berapa usianya?

 

Secara pribadi, Myung-joo memberi tahu Seon-woong bahwa wanita itu mungkin bukan ibu bayinya. Dia belum merujuk bayi itu dengan namanya sekali dan tidak bisa membuatnya berhenti menangis. Dia mungkin hanya meminjam bayi untuk mendapatkan simpati. Tunggu, jadi apakah itu berarti seseorang baru saja menyewakan bayi mereka?

 

Bahkan jika itu benar, Seon-woong berpikir mereka harus membiarkan hal-hal meluncur karena dia jelas putus asa. Myung-joo melawan mereka hanya memiliki kata-katanya untuk itu – mungkin hal-hal tidak seburuk itu. Myung-joo pergi, memberi isyarat agar Jung-woo mengikuti.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 3

 

Saat dia mengajak wanita itu keluar, Seon-woong melewati pemrotes yang kasusnya ditransfer, tetapi pria itu tidak mengakui dia dan langsung pergi ke kantor Myung-joo membawa hadiah. Seon-woong kembali ke kantornya untuk melihat staf mengepak komputer Jung-woo.

 

Pada pertemuan umum, Ketua Kim terkesan dengan seberapa efektif Myung-joo dalam menangani kasus-kasus yang belum terpecahkan untuk Tim 2. Dia menyebutkan seorang pejabat yang dituduh melakukan penggelapan pajak atau penipuan saham dan terkesan dua kali lipat ketika Myung-joo sudah memiliki laporan disiapkan. Dia melempar Seon-woong tampilan angkuh yang lebih baik-keberuntungan-waktu-berikutnya.

 

Di lift, Seon-woong memutuskan untuk menawarkan cabang zaitun dan mengundang Myung-joo untuk bergabung dengan mereka untuk makan malam dengannya. Jung-woo terlihat aneh, tidak nyaman saat ia naik lift dengan wanita tua (dari adegan pembuka). Myung-joo menunggu sampai semua orang turun dari lift untuk menolak undangan dan membuat Jung-woo dan wanita tua itu kembali ke atas bersamanya.

 

Saat makan malam, Jong-hak berperan sebagai penjaga perdamaian karena Yoon-jin dan Seon-woong sama-sama muak dengan Myung-joo. Seon-woong menyatakan ini sekarang adalah kedua kalinya dia menolak makan dari dia. Ini perang.

 

Kami kembali ke adegan pembuka di mana wanita tua itu dilarikan ke ambulans. Seon-woong dan teman-teman berlari ketika mereka kembali dari makan malam. Jong-hak runtuh karena sakit perut dan “Bagian 2: Kisah Jaksa Hong” dimulai.

 

Pagi sebelumnya, Min-ho telah memanggil Jong-hak ke kantornya untuk memarahi dia karena tidak mengelola Seon-woong dan Myung-joo lebih baik. Bagaimanapun, dia adalah jaksa paling senior. Tapi dia menekankan betapa pentingnya Jong-hak baginya, bahkan menyanyikan lagu (lagu sekolah, saya tebak), dan Jong-hak dipaksa untuk bergabung. Di luar kantor Min-ho, dia menggigit perutnya kesakitan.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 3

 

Tahap dua dari kramnya dimulai saat makan siang di mana Myung-joo telah membasmi Jung-woo. Yang ketiga disebabkan oleh mendengarkan dua wanita memperebutkan putra mereka di kantornya. Dan tahap empat telah dimulai sebagai hasil dari Min-ho menangani kasusnya tentang Seon-woong dan Myung-joo lagi, mengatakan kepadanya bahwa dia bertanggung jawab atas segala kesalahan yang terjadi ketika dia berada di kantor utama.

 

Di kantornya, Jong-hak melampiaskan kekesalannya terhadap Seon-woong dan Myung-joo ke kamar kosong. Tentu saja, saat itulah Seon-woong masuk dan menangkapnya memarahi udara tipis.

 

Jong-hak memasuki tahap lima saat makan malam ketika Seon-woong menyatakan perang. Melihat wanita yang tidak sadar dan mengingat kata-kata Min-ho bahwa dia bertanggung jawab atas kesalahan apa pun saat dia pergi adalah tantangan terakhir yang menyebabkan keruntuhannya.

 

Seon-woong menceritakan bahwa mungkin Jung-woo yang mengalami hal yang paling emosional. Dan dengan itu kita menuju ke “Bagian 3: Hari Keberuntungan Jaksa Kim.”

 

Untuk Jung-woo, hari sebelum kejadian adalah salah satu dari hari-hari di mana semuanya berjalan dengan baik. Di kantor, ia dengan santai meletakkan teleponnya di meja dekat Man-ok yang oohs dan aahs di atas pramugari panas yang ia kencani malam itu. Seon-woong menyela untuk memarahinya karena tidak bekerja tetapi kemudian gua dan meminta untuk melihat foto (bahkan Mi-ran menyelinap puncak). Dengan tidak percaya, Seon-woong bertanya, “Denganmu ?!” Ha.

 

Kemudian, Jung-woo berhasil mendapatkan agen real estat untuk secara tepat mengembalikan setoran sewa penyewa dengan mendapatkan otorisasi, yang mengejutkan semua orang. Dia mengancam akan menuntut jika uang itu tidak dikembalikan. “Aku pemula, jadi aku bisa gegabah.” Jung-woo melirik Seon-woong yang terlihat seperti orang tua yang bangga.

 

Hari Jung-woo menjadi lebih baik ketika Myung-joo memanggilnya jaksa yang “kompeten” saat makan siang. Dia hampir tidak bisa menahan kegembiraannya saat dia pindah ke kantornya. Di atas dunia dan mengunyah apel, kalender dinding menarik perhatiannya. Mereka memiliki wawancara pukul 5:00 sore, yang bukan pertanda baik untuk kencannya yang panas.

 

Ketika mereka menerima teks tentang Kepala Kim yang mengadakan pertemuan malam itu, Myung-joo menebaknya tentang jaksa Seoul yang kedapatan memanipulasi harga saham. Dia meminta Jung-woo untuk melihat kasus-kasus donasi saham dan penggelapan pajak oleh pejabat Jinyeong dan memintanya untuk tinggal di belakang untuk menangani wawancara jam 5.

 

Dia belum membaca file kasus, tetapi kekhawatirannya menguap ketika dia memanggilnya pintar, mengatakan dia percaya dia untuk mencari tahu. Dia tentu tahu bagaimana mengaturnya. Jung-woo beralasan jika dia bisa menyelesaikan wawancara dalam waktu satu jam, dia masih akan sampai ke tanggal tepat waktu.

 

Yang membuat Jung-woo senang, orang yang diwawancarai tiba lebih awal, jadi dia selesai dengan waktu luang. Dia meninggalkan catatan untuk Myung-joo dan memuji dirinya sendiri (dengan banyak aksi bahu) saat keluar. Ha! Wajah Mi-ran.

 

Dengan tangannya di atas gagang pintu, wanita tua itu berjalan masuk sambil menangis. Seon-woong merangkum kisah hidupnya untuk kita. Suaminya meninggal muda, meninggalkannya untuk membesarkan putra pengacau mereka. Dia akhirnya belajar untuk bertanggung jawab, menikah dan memiliki pekerjaan tetap.

 

Wanita itu menjelaskan kepada Jung-woo bahwa dia setuju untuk memakai namanya pada pinjaman untuk teman putranya, dan sekarang dia dipanggil oleh jaksa. Dia menangis bahwa putranya membelikannya perjalanan ke luar negeri, tetapi dia tidak bisa pergi karena dia tidak diizinkan meninggalkan negara itu. Mi-ran berlari tanpa kata setumpuk dokumen di meja Jung-woo.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 3

 

Setelah dengan cepat mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan, Jung-woo memungkinkan wanita untuk melakukan perjalanan, berpikir dia bukan risiko penerbangan. Tapi dia menekankan dia harus datang ketika mereka memanggilnya. Wanita tua itu setuju dan berterima kasih padanya sebanyak-banyaknya.

 

Dalam perjalanan ke teman kencannya, dia bertemu dengan semua orang di lift. Ketika Myung-joo bertanya tentang wanita itu, dia samar-samar mengatakan dia berencana untuk bepergian ke luar negeri. Tampak bijaksana, Myung-joo menolak makan malam dan menyeret Jung-woo dan wanita itu (yang sekarang terlihat gelisah) kembali ke kantornya.

 

“Bagian 4: Penyamaran Kriminal Jung Bok-rye.” Seon-woong menceritakan bahwa seperti siput kerucut, Jung Bok-rye mungkin terlihat tidak berbahaya, tapi dia mematikan. Dia melakukan penipuan dolar tinggi melalui perdagangan dan memiliki kekuatan untuk membangkrutkan usaha kecil. Operasinya melibatkan pembentukan CEO boneka dan membeli perusahaan distribusi yang kecil namun dapat diandalkan.

 

Dia mulai dengan membangun kepercayaan dan kemudian menyerang dengan memalsukan sejumlah besar produk bernilai jutaan. Dia kemudian mengirim orang-orangnya untuk mengambil pesanan dan menghilang bersama barang dagangannya. Secara alami, perusahaan yang menjual produk tidak pernah dibayar dan menyadari bahwa mereka ditipu.

 

Tapi tidak ada yang berhasil menangkapnya. Yang bisa dilakukan penuntutan adalah mengeluarkan APB dan surat dakwaan yang kemudian diarsipkan.

 

Jung Bok-rye memberi tahu antek-anteknya bahwa dia perlu pergi ke luar negeri untuk rapat. Mereka khawatir dia akan tertangkap jika dia mencoba pergi, tetapi dia meyakinkan mereka bahwa ada jalan lain. Dua jam kemudian, dia muncul ke kantor kejaksaan dengan menyamar sebagai neneknya yang imut.

 

Karena Jumat malam, sebagian besar jaksa akan bergegas keluar. Hanya penuntut pemula yang ada di kantor. Semuanya berjalan sesuai rencana. Begitulah, sampai Myung-joo curiga dan memanggilnya kembali.

 

“Bagian 5: Kejaksaan dan Kejatuhan Cha Jaksa.” Di kantornya, Myung-joo duduk untuk membahas kasus ini. Melirik tumpukan dokumen, dia meminta Jung-hwan untuk memesan makanan karena ini akan memakan waktu. Bok-rye memohon simpati Myung-joo tidak berpengaruh.

 

Myung-joo melihat sesuatu yang mengkhawatirkan dalam database penuntutan. Beberapa kantor penuntut di seluruh negeri telah menangguhkan penuntutan, jadi dia diam-diam meminta Jung-hwan untuk memanggil mereka untuk info. Dia hampir tidak bisa menahan senyumnya ketika dia menyadari itu berarti wanita ini adalah penipu dalam skala nasional.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 3

 

Musik paduan suara dimainkan ketika Myung-joo berjemur dalam kemegahan sebuah kasus dengan jenis impor ini tersembunyi di antara kebanyakan kasus yang tidak terpecahkan. Dia secara pribadi dapat mengadakan briefing atau bahkan mendapatkan nama Jaksa Penuntut Tahun Ini. Dia bahkan mungkin meneteskan air mata bahagia saat dia pergi dari Jinyeong dan kembali ke Seoul.

 

Bok-rye meminta untuk menemui dokter karena ia mengaku merasa mual dan memiliki keringat dingin. Ketika Myung-joo menyuruhnya duduk kembali, Bok-rye mengatakan dia memiliki masalah jantung dan menyerahkannya sertifikat medis lama. Menganggap itu palsu, Myung-joo tidak goyah.

 

Sebagai Bok-rye tersandung untuk mendapatkan air, mencengkeram dadanya, dia memohon ambulans dan jatuh ke tanah. Mereka semua menganggap dia berakting, dan Jung-hwan pergi menjemputnya. Ketika dia membalikkannya, dia berbusa di mulut dan merebut. Mi-ran bertindak cepat dan memanggil ambulans sementara Myung-joo menatap dengan kaget.

 

Kita kembali ke adegan pembuka lagi dengan Jung-hwan membonceng Bok-rye di luar. Min-ho kembali dari kantor utama dan berlari ketika ambulans masuk. Kepala Kim menuntut jawaban dari Myung-joo yang terkejut yang hampir pingsan. Dia sangat sadar bahwa dia akan disalahkan secara terbuka untuk ini. Jika Bok-rye mati, semuanya sudah berakhir.

 

Seon-woong merasakan sesuatu dan … mulai menghirup udara? Dia berteriak, “Tunggu sebentar!” Dan menghentikan mereka untuk menutup pintu ambulans. Dia menceritakan bahwa indera penciuman orang berbeda. Ia kebetulan menyukai aroma deterjen.

 

Di dalam ambulans, Seon-woong memberitahu Bok-rye untuk pergi dan bangun sekarang. “Kapan saya harus menambahkan pelembut kain?” Ha. Menyadari jig sudah habis, dia memberinya tampilan yang kotor dan naik, baik-baik saja. Kepala Kim memberi Seon-woong jempol dan Min-ho tertawa.

 

Bok-rye telah membuat pil deterjen yang berbusa ketika bersentuhan dengan air. Di kantor, Seon-woong tersenyum dan memberi isyarat kepada Myung-joo ketika mereka mencampur pil dalam air dan menontonnya berbusa.

 

Bok-rye dikirim ke penjara, dan Myung-joo mendapatkan namanya di halaman depan koran lokal. Terlepas dari upaya terbaiknya, Jung-woo tidak pernah berhasil berkencan dengannya. Seon-woong mengisahkan bahwa banyak jaksa yang meneteskan air mata atas kasus ini.

 

Pada pertemuan tim, Min-ho ada di cloud sembilan, memuji Myung-joo dan Seon-woong sebagai kartu As nya. Entah bagaimana fotonya digunakan di koran daripada Myung-joo yang dia minta maaf, meskipun dia tidak terlihat sangat menyesal. Sisa tim memancing sanjungan dari Min-ho bertanya bagaimana dengan mereka? Dia menyebut Yoon-jin sang Ratu dan Jong-hak sang Joker.

 

Dalam perjalanan pulang, Seon-woong melihat Myung-joo makan ramen di luar sebuah toko. Dia membelikan mereka bir dan duduk. Dia bertanya apakah tidak sulit memiliki tiga kali lipat beban kerja orang lain, tetapi dia mengklaim itu bisa dikelola. Seon-woong menyarankan untuk membagi pekerjaan — dia merasa tidak enak minum bir sementara seorang kolega terlambat bekerja. Dia mengatakan kepadanya untuk menikmati bir dan bangun.

 

Seon-woong menghentikannya untuk mengatakan dia terlalu keras sebelumnya. Dia tersenyum. Dia belum menyerah pada perangnya, kan? Bahkan jika dia tidak mendeklarasikan perang secara langsung, sudah jelas sejak dia memamerkan penguasa tukang kayu itu seolah-olah mengatakan, “Aku punya sesuatu yang tidak kamu miliki.”

 

Dia berkedip dalam kebingungan, membuat Myung-joo bertanya dengan tidak percaya apakah dia benar-benar hanya menggunakannya sebagai pembuka botol. Dia akhirnya mendapatkan apa yang dia bicarakan, tetapi dia tidak memberinya waktu untuk merespons. Meskipun itu adalah langkah kekanak-kanakan, itu membuatnya bertanya-tanya apakah dia layak menjadi penguasa dan apakah dia tipe yang hanya menggunakannya untuk membuka botol. “Yah, kurasa aku akan segera mencari tahu.”

 

Myung-joo kembali ke kantor, meninggalkan Seon-woong bingung dan marah. Myung-joo tiba-tiba berbalik untuk berkata, “Oh, benar. Deterjen … terima kasih. Bukankah itu sebabnya Anda berhenti untuk berbicara dengan saya? “Seon-woong menatapnya, kehilangan kata-kata, dan mencemooh.

 

Min-ho membingkai artikel koran dengan fotonya dan duduk mengagumi itu. Dia ingat pergi ke petugas Wakil Kepala Kejaksaan sebelumnya dan melihat penguasa tukang kayu dalam kotak kaca. Nah, itu sepertinya berlebihan.

 

Jaksa Nam menjelaskan kepada Min-ho (yang pergi ke universitas lain) bahwa ini adalah yang diberikan oleh Profesor Park yang terkenal kepada murid-muridnya yang berharga. Dia jarang memberikannya; terkadang dia berjalan bertahun-tahun di antara pemberian.

 

Min-ho mengenalinya sebagai yang Seon-woong miliki dan bertanya-tanya bagaimana dia mendapatkannya. Sementara itu, Seon-woong duduk di kantornya, memegang penguasa terkenal itu.

Read Full Article

Lanjut sekarang dengan sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2. Semua orang melongo melihat pengumuman pengangkatan Cha Myung-joo yang diposting ke Tim Divisi Kriminal 2. Tim berasumsi dia pasti telah menyebabkan masalah karena dikirim ke sini. Min-ho memberi tahu mereka bahwa tersangka kasus penipuannya baru-baru ini ternyata adalah ayah mertua Wakil Menteri.

 

Yang mengejutkan mereka, Min-ho mengatakan dia setuju untuk dipindahkan. Seon-woong memberi kita rundown, dari dia lulus di tempat pertama di institut untuk menghabiskan lima tahun di berbagai cabang di Seoul. Kredensialitasnya bukan lelucon, membuat semua orang bertanya-tanya mengapa penuntut bergengsi ini akan pernah datang ke Jinyeong.

 

Kami mengunjungi kembali ketika Seon-woong pertama kali melihatnya di kantor. Dia memperkenalkan dirinya dengan sopan, mengatakan dia akan mulai di sana minggu depan dan datang untuk melihat-lihat. Dia berdiri di sana dengan tercengang dan bertanya-tanya apakah dia benar-benar tidak mengingatnya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2

 

Min-ho mengatakan kepada tim untuk bersikap santai tentang transfer. Yoon-jin berpadu dengan “tentu saja,” tetapi wajahnya (dan semua orang) mengatakan sebaliknya. Sementara itu, Seon-woong terus mengulangi “halo” dengan keras, mencoba mencari tahu apakah ucapan Myung-joo berarti dia melupakannya.

 

Benar saja, keesokan harinya, semua orang datang untuk bekerja seolah-olah mereka berusaha ekstra untuk anggota tim mereka yang baru, bukan masalah besar. Seon-woong menyaksikan semua orang berdandan sebelum Myung-joo muncul. Begitu mereka mendengarnya tiba, mereka panik bagaimana terlihat paling kasual.

 

Ketika dia masuk, semua orang mencoba untuk bermain dengan dingin kecuali Jong-hak yang bergegas memperkenalkan dirinya. Ah, Min-ho bahkan tidak membiarkan Bayi Jaksa Jung-woo memperkenalkan dirinya sebelum mereka duduk. Meskipun tempat duduk terbukti menjadi tantangan karena semua orang dengan cepat mencoba melakukan matematika untuk senioritas dan mengatur ulang diri mereka sendiri.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2

 

Min-ho mengatakan kepadanya untuk membiasakan diri dengan kantor untuk minggu pertamanya. Ketika ia mulai berkata, “Baiklah, mari kita mulai bisnis,” Jung-woo melonjak, siap untuk menerima pesanan makan siang. Ha! Myung-joo berbalik untuk melihat dia dan yang lain panik.

 

Dia menyadari kesalahannya dan memutuskan tindakan terbaik adalah berpura-pura berdiri untuk selfie kelompok. Pfft. Semua orang malu tapi ikut. Myung-joo hanya menatap tak percaya, terutama karena mereka mengambil yang kedua.

 

Semua orang menatap saat Jong-hak menunjukkan Myung-joo kantornya (Kamar 309). Kemudian, Jung-woo dan Yoon-jin melakukan seluruh rutinitas “eh, dia tidak semua” meskipun jatuh sendiri beberapa detik yang lalu, sementara Seon-woong masih menutup telepon pada dia melupakannya. Myung-joo duduk sendirian di kantor barunya yang baru dan mendesah dalam-dalam.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2

 

Di kantornya, Kepala Kim memilih Jaksa Nam dan Min-ho bahwa kata-katanya yang mendorong Myung-joo memberi kekuatan untuk melanjutkan sebagai jaksa penuntut. Isyarat musik dramatis dan Myung-joo yang emosional penuh rasa terima kasih. Min-ho dan Jaksa Nam berbagi pandangan dan menyesap teh mereka.

 

Sementara itu, Seon-woong duduk dengan dua pria tua yang berada dalam cinta segitiga yang mengakibatkan satu orang mengolesi kotoran sapi di pintu yang lain. Eww. Hal-hal menjadi panas dan mereka harus ditarik terpisah.

 

Saat makan siang mewah, Min-ho bertanya tentang kasus Seon-woong. Seon-woong enggan membahas kasus di meja, tetapi ia akhirnya mengakui kerusakan properti itu karena kotoran sapi yang meretakkan Yoon-jin. Min-ho mencoba mengubah topik pembicaraan tanpa hasil.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2

 

Jung-woo sangat kagum bahwa kedua belah pihak berusia 80-an. Mereka bertanya-tanya bagaimana orang yang bersemangat bisa tentang cinta, tetapi Min-ho tersinggung ketika Jong-hak menganggap itu hanya platonis pada usia itu. Min-ho memanggilnya berpikiran dekat. Apakah mereka pikir mereka tidak akan menjadi tua?

 

Memperhatikan Myung-joo belum mengatakan sepatah kata pun, Min-ho meminta pendapatnya tentang kasus ini. “Ini adalah pelanggaran ringkasan.” Dia kembali makan. Jadi bukan pembicara.

 

Di depan kantor penuntutan, seorang pria berdiri dengan tanda mendesak Seon-woong untuk mendakwa Park Jae-shik. Di dalam, pria itu mengeluh Seon-woong mengabaikan tugasnya; sudah dua bulan dan dia belum didakwa. Seon-woong meyakinkan pria itu bahwa mereka masih menyelidiki upah yang telah lewat untuk mendapatkan bukti yang kuat.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2

 

Seon-woong mengklaim dia orang kedelapan yang mengajukan dakwaan yang sama terhadap Jeongsu Industries. Sejauh ini, mereka sudah bebas dari hukuman atau dengan tamparan di pergelangan tangan. Dia berusaha memastikan yang ini tetap dan meminta pria itu untuk mempercayainya.

 

Seon-woong melaporkan kepada Min-ho bahwa Jeongsu Industries memiliki kebiasaan lima tahun untuk tidak membayar pekerja kontraknya dan telah menggunakan cara curang untuk menjatuhkan dakwaan. Dia ingin mengkonsolidasikan kasus dan hanya perlu satu minggu lagi. Min-ho memberinya izin.

 

Min-ho tiba-tiba bertanya apakah Seon-woong dan Myung-joo dekat di sekolah. Seon-woong ingat dia memperkenalkan kembali dirinya dan menjawab tidak. Meski begitu, Min-ho memerintahkan Seon-woong untuk mengawasinya sebagai sunbae-nya. Ketika sendirian, Seon-woong mengenang kumpul-kumpul sekolah tempat ia mengucapkan, “Betapa menjengkelkannya” dan pergi.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2

 

Dengan enggan, dia mengetuk pintunya, membawa minuman, dan terkejut melihatnya dengan dua wanita minum minuman yang sama (yang dengan cepat disembunyikan di belakang punggungnya). Dia menarik “whoops, salah kamar” dan keluar dari sana, menjatuhkan salah satu minuman. Dia mendengar tawa setelah dia menutup pintu.

 

Seon-woong yang kesal kembali ke kantornya hanya untuk meminta Man-ok membesarkan bahwa ia dan Myung-joo pergi ke perguruan tinggi bersama. Jung-woo kagum: “Apakah kalian berdua dekat?” Seon-woong ingat menawarkan untuk memperlakukannya untuk makan dan dia dengan nyenyak menolaknya bertanya, “Mengapa kamu membelikan aku makan?” Dia dengan gugup bertanya pada Jung-woo bagaimana dia bisa dekat dengan semua orang di departemennya.

 

Mereka memiliki pesta selamat datang untuk Myung-joo, meskipun “pesta” menyiratkan kesenangan, yang tidak dimiliki siapa pun di sini. Seperti seorang fanboy, Jung-woo tidak bisa menahannya lagi dan memberi tahu Myung-joo, membuat semua orang merasa tidak nyaman, betapa dia mengaguminya karena dia bahkan mengejar ayah mertua Wakil Menteri. Dia mengklaim dia baru saja melakukan pekerjaannya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2

 

Saat dia menuangkan minuman untuk semua orang, Myung-joo mengatakan dia membenci jaksa yang bertanya bagaimana dia bisa mengejar seseorang seperti itu. Dia menatap tepat ke arah Seon-woong. Apa masalah besar dalam melakukan pekerjaan Anda? Min-ho memuji pandangannya.

 

Kemudian, geng pergi ke tempat rahasia mereka untuk ronde kedua dan ventilasi. Mereka mengagumi keterusterangan Myung-joo. Sementara semua orang berteori tentang apakah dia akan segera berhenti, Seon-woong terlihat berpikir. Dia akhirnya berbicara untuk bertanya apakah mereka memperhatikan bagaimana dia menatap langsung ke arahnya ketika dia berkata, “Aku benci mendengarnya.” Tidak ada yang tahu apa yang dia bicarakan.

 

Ketika Myung-joo menetap di kantornya keesokan harinya, dia melihat jimat di bawah mejanya dan melemparkannya ke tempat sampah.

 

Seon-woong bertemu dengan wanita dari cinta segitiga tua, berharap dia bisa berbicara dengan pria yang berada di jalan buntu. Dia dengan bangga mengakui bahwa mereka mendengarkannya …

 

Saat makan siang, Myung-joo mengejutkan semua orang ketika dia meminta untuk bertemu dengan mereka semua nanti di kantor Min-ho. Seon-woong diselamatkan dari keheningan yang canggung dengan panggilan yang mengirimnya berlari ke ruang gawat darurat. Di rumah sakit, pengunjuk rasa mengatakan kepada Seon-woong bahwa dia berpikir untuk mengambil uang yang ditawarkan Jeongsu Industries karena dia membutuhkan bantuan merawat putranya dengan epilepsi.

 

Ketika Seon-woong mencoba untuk mencegahnya agar tidak menjatuhkan dakwaan, CHOI TAE-JOONG (Cha Soon-bae) muncul sebagai jaksa penuntut. Menilai dari ekspresi Seon-woong, dia bukan penggemar. Ketika Tae-joong mendorong pria itu untuk menetap, Seon-woong mendesaknya untuk tidak setuju kecuali Park Jae-shik secara pribadi datang untuk memberinya uang dan Seon-woong ada di sana untuk menyaksikannya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2

 

Pada pertemuan di kantor Min-ho, Myung-joo meminta setengah dari kasus baru yang datang ke tim mereka dan semua kasus yang lebih tua dari dua bulan. Dia meminta maaf karena tidak berkonsultasi dengan Min-ho secara pribadi, tetapi dia ingin semua orang hadir untuk menghindari kesalahpahaman.

 

Beban kerja tim mereka adalah 25% meskipun mereka mendapatkan 20 dari 50 kasus per minggu yang masuk ke kantor kejaksaan. Setiap jaksa juga memiliki sekitar 100 kasus yang belum terselesaikan yang terus menumpuk. Myung-joo berkata, selama dia ada di sana, cabang tidak bisa tetap seperti ini dan menganggapnya sebagai mengurangi beban mereka (Anda tahu, daripada mengungguli mereka).

 

Seon-woong muncul tepat saat dia selesai dan bingung dengan suasana. Semua orang memberi tahu dia sesudahnya. Jong-hak dan Jung-woo semua untuk lamarannya, tetapi itu tidak sesuai dengan Yoon-jin.

 

Min-ho pergi ke Kepala Kim untuk membahasnya, mengatakan dia baik-baik saja dengan dia melakukan pekerjaan, tetapi itu secara negatif mempengaruhi suasana kerja. Kepala Kim menggunakan metafora tentang ikan lele dan sarden pada dasarnya mengatakan itu bisa meningkatkan naluri kelangsungan hidup tim.

 

Jung-hwan bertekad untuk tidak melakukannya kali ini dan berpendapat bahwa mereka mengirim penyelidik yang berbeda ke Kamar 309. Tetapi semua orang mengaku sangat sibuk. Saat itu, Myung-joo masuk dan dengan tajam memperkenalkan dirinya kepada Jung-hwan setelah mendengar bahwa dia adalah penyelidik yang baik. Coba tebak siapa itu?

 

Tim terkesan ketika mereka melihat Myung-joo sudah bekerja dengan Jung-hwan pada kasus-kasus lama di kafetaria.

 

Di tempat persembunyian minum, Man-ok memberitahu Yoon-jin bahwa dia akhirnya mengerti mengapa Myung-joo datang ke sini. Dia harus memiliki pendukung. Yoon-jin berpendapat bahwa dia tidak akan dipindahkan jika itu yang terjadi, tetapi Man-ok tidak setuju.

 

15 tahun yang lalu, seorang jaksa yang menjanjikan dikirim ke Jinyeong seperti Myung-joo. Dia dijuluki “Spider-Man” karena koneksinya yang, dalam setahun, membuatnya dipindahkan ke kantor Seoul paling bergengsi. Lima tahun yang lalu, ia menjadi Jaksa Agung. Yoon-jin kagum ketika Man-ok dengan santai memanggilnya dan menempatkannya sebagai pembicara. Dia bertanya apakah dia di “Kabut,” yang harus menjadi nama tempat persembunyian mereka.

 

Seon-woong menerima pemberitahuan bahwa dia tidak senang dan pergi ke kantor Min-ho. Dia berlari ke Myung-joo di sana dan memintanya tinggal. Kasus Jeongsu Industries telah dipindahkan ke Myung-joo, dan dia menginginkannya kembali. Min-ho ragu-ragu dan Myung-joo berpadu dalam menetapkan ulang dua kali dalam sehari agak banyak. Dia tersenyum dan mengatakan kepadanya untuk tidak khawatir — dia akan baik-baik saja dengan kasusnya. Gauntlet terlempar.

 

Setelah Min-ho mengusir mereka dari kantornya, Seon-woong mengejar Myung-joo tetapi dia mengabaikannya. Di kantornya, dia meminta Jung-hwan untuk meminta penyelidik lain karena mereka akan dibanjiri. Mi-ran bekerja untuknya dan Seon-woong sekarang, tetapi Myung-joo meyakinkannya bahwa dia akan segera bekerja dengannya. Mi-ran tidak terlihat bahagia … tapi mungkin itu hanya wajahnya?

 

Myung-joo memerintahkan Jung-hwan untuk mengambil file kasus lama yang menyertakan alasan penundaan mereka dan ringkasan satu halaman dari jaksa yang bertanggung jawab. Jung-hwan ragu-ragu bertanya apakah itu berlaku untuk Seon-woong, mengingat dia adalah mahasiswa seniornya. Dia menjawab dia menjadi jaksa penuntut pertama. Tebak itu ya.

 

Di kantornya, Seon-woong mengeluh kepada seluruh tim tentang penugasan kembali ketika Jung-hwan datang dengan permintaan Myung-joo. Jong-hak sudah siap, tapi Jung-hwan mengatakan hanya jaksa di bawah Myung-joo yang harus patuh. Yoon-jin menelan amarahnya dan setuju.

 

Jung-hwan dengan canggung menyatakan bahwa Seon-woong juga disertakan dan kemudian mundur dari ruangan yang penuh ketegangan. Seon-woong memanggil dan memanggil Myung-joo ke ruang rekaman interogasi. Man-ok mengirimkan pemberitahuan tentang pertempuran Seon-woong mendatang melawan Myung-joo sehingga seluruh staf dapat menguping di balik kaca (dengan makanan ringan, ha).

 

Seon-woong menjabarkannya. Pertama, Myung-joo harus lebih menghormati rekan-rekannya — mereka juga penuntut. Dia mencatat bahwa dia hanya mengatakan ini setelah dia memintanya untuk menulis ringkasan. Poin kedua? Dia berharap dia akan bekerja sama dengan dia dalam kasus Jeongsu Industries. “Apakah itu permintaan?” Setelah berdetak, Seon-woong mengatakan itu saran.

 

Myung-joo tidak berpikir dia membutuhkan saran dari seorang jaksa di bawahnya. Seon-woong berpendapat dia lulus terlebih dahulu, tapi dia menertawakannya sebagai tidak penting. Melangkah lebih dekat, dia berkata, “Kamu tidak menyukai saya, bukan? Saya tahu itu. ”Dia terlihat sedikit terkejut. Dia melanjutkan, “Itu tidak masalah. Aku juga tidak menyukaimu! “Dan keluar badai. Pfft.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 2

 

Myung-joo menatap pintu hanya berkedip. Para penonton yang terkejut keluar dengan diam-diam, sementara Yoon-jin dan Jong-hak merasa ngeri karena malu.

 

Di kantor, Man-ok dan Jung-woo tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan diri mereka sendiri dan bahkan tidak bisa melihat Seon-woong. Dia menceritakan bahwa dia pasti tidak kalah. Nggak. Karena ini adalah maraton, dan mereka baru saja memulai.

 

Setelah memperhatikan ketegangan antara Seon-woong dan Myung-joo saat makan siang, Min-ho mampir ke kantor Seon-woong malam itu dengan bir. Min-ho membawa pertarungan dan mengatakan mereka semua berada di tim yang sama itulah sebabnya ia mengundang Myung-joo untuk bergabung dengan mereka.

 

Ketika Seon-woong menggunakan penggaris untuk membuka tutup birnya, Myung-joo mendapat tatapan aneh. Kembali di kantornya, dia mengingat kelulusan ketika orang-orang mendiskusikan siapa yang mendapatkan “penguasa tukang kayu” yang pergi ke siswa papan atas. Dia tertawa tanpa humor ketika dia mengatakan dia selalu bertanya-tanya siapa yang menerimanya.

 

Keesokan harinya, Seon-woong mendapat telepon dari pengacara Choi Tae-joong yang menertawakan seberapa cepat ia mendapatkan penyelesaian. Ini mengirimkan Seon-woong langsung ke kantor Myung-joo di mana ia memarahinya karena tidak menyelidiki Jeongsu Industries lebih lanjut. Tapi dia mengklaim tidak ada cukup bukti untuk didakwa dan korban setuju, jadi itu bukan dia.

 

Seon-woong memunculkan rawat inap putra korban, tetapi Myung-joo tidak menganggapnya relevan. Dia membalas bahwa dia tidak bisa berhubungan dengan pakaiannya yang mahal, tetapi bagi sebagian orang, itu masalah bertahan hidup. Myung-joo menjawab bahwa sebagai anak kaya, apa yang dia ketahui tentang bertahan hidup? Dia menuduhnya ingin berperan sebagai pahlawan dan mengabaikan keputusasaan korban.

 

Suara-suara terdengar ketika mereka bolak-balik tentang apa tugas penuntut sampai Min-ho datang menerobos masuk untuk membawa mereka ke tugas seperti anak-anak yang bandel. Seon-woong menceritakan bahwa tidak selalu mudah untuk mengatakan siapa yang menang, dan dalam beberapa kasus, menang tidak masalah. Kita melihat wanita yang lebih tua dari segitiga cinta meninggalkan kedua pria di belakang.

 

Di apartemennya, Myung-joo yang kelelahan mendapat telepon dari Chief Min, yang telah memerintahkan pemindahannya. Dia berasumsi dia akan berhenti dan memuji dia karena tahu kapan harus menurunkan kepalanya. Dia bilang dia akan mengunjungi Jinyeong, tetapi dia mengklaim dia akan pergi ke Seoul sebagai gantinya. Dia minum setelah menutup telepon, terlihat seperti dia bersiap untuk berperang.

 

Di rumah, Seon-woong kembali ke kumpul-kumpul kampus itu. Dia berbicara tentang bagaimana dia hampir tidak bisa tidur setelah melihat anak-anak yang kelaparan dalam perjalanannya ke Afrika. Khawatir tentang ujian pengacara terasa seperti sebuah kemewahan. Oh, dia salah satunya. Dia hanya harus melakukan sesuatu, jadi dia berpikir untuk mensponsori seorang anak dan ingin orang lain bergabung dengannya.

 

Myung-joo mengejek, “Betapa menjengkelkan.” Mereka sudah berjuang, namun ia menghasilkan $ 10 terdengar seperti tidak ada apa-apa. Sungguh khas untuk anak kaya. Dia menembak ketika dia ingat dia memanggilnya hal yang sama di kantor. Dia ingat dia!

 

Kami mendapatkan beberapa musik pertempuran ketika kemungkinan terakhir Myung-joo datang ke Jinyeong muncul: untuk bersatu kembali dengan seseorang dari masa lalu.

Read Full Article

Kali ini, kami bagikan sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1. Di sebuahtempat yang cukup gelap, suasana terlihat sangat sunyi. Lee Sun Woong melihat pria yang duduk di sampingnya. Kim In Joo mulai dengan puisi “Aku memancing di dekat  sungai ini seharian, tapi yang kutangkap hanya ikan  kecil sebelum berhenti. Meskipun merasa getir,  aku harus merelakannya. Tidak mudah menangkap ikan besar.”

 

“”Pasang tali pancingmu dan lihatlah bulan. Malam telah datang. Aku mendengar suara burung hantu. Aku masih terjaga, jadi, aku tetap di sini sebentar.” Balas Sun Woong

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

 

“Malam ini terlalu indah jika kita hanya melihat joran. Kita juga harus mengagumi bebatuan, air, dan bulan.” Kata Tuan Kim. Sun Woong membenarkan.

 

“Bahkan Gunung Kumgang harus menunggu sampai kau selesai makan.” Kata Tuan Kim

 

“Ini bukan makanan spesial, tapi silakan ambil satu.” Kata Sun Woong membuka makananya. Tuan Kim senang karena itu saran yang bagus

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

 

Tiba-tiba terdengar suara sirine dari atas, polisi sudah ada di atas tebing dengan lampu sentar. Sun Woong dan Tuan Kim bingung, Polisi menyuruah mereka naik ke atas karena dilarang mancing ditempat itu. Sun Woong kaget karena Tuan Kim sudah tak ada di sampingnya.

Tuan Kim kabur dengan masuk ke dalam air. Sun Woo kebingungan karena banyak polisi yang akan menangkapnya. Polisi memperingatakan kalau iini zona dilarang memancing. Semua yang ada di bawah panik.

“Ada kutipan terkenal dari Laksamana Yi Sun Sin. “Mereka yang ingin hidup akan mati, dan mereka yang rela mempertaruhkan nyawa akan hidup.”

Seorang polisi berjalan ke bawah melihat ada sesuatu yang tertutup. Sun Woong akhirnya ketahuan bersembunyi di balik jaket.

“Kurasa aku tidak punya cukup kemauan untuk merelakan nyawa.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di kantor polisi Semua orang sudah berkumpul, salah satu pria dengan bangga memperlihatkan ikan besar tangkapanya. Semua terpana melihat ikan yang masih hidup. Sun Woong melirik melihat ikan yang  besarnya sekitar 50 cm.

“Astaga, bau apa ini? Pak, masukkan itu kembali. Apa yang kamu lakukan? Memangnya ini pasar ikan?” keluh polisi masuk ke dalam ruangan. Sun Woong pun terlihat bersembunyi di balik dinding

“Astaga, kalian semua sangat berani. Kenapa kalian menangkap ikan di dalam pangkalan militer? Itu melanggar hukum. Kalian tahu itu, bukan? Kalian semua pasti tahu itu.” Kata Polisi. Semua menganguk mengerti.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Baiklah, kalau begitu. Mulai darimu, berikan KTP dan jawab saja pertanyaan kami dengan jujur.  Ayo. Duduklah dan Cepat” kata Polisi

Sun Woong duduk melihat ikan yang masih hidup lalu teringat sesuatu  sambil bergumam “Entah apakah dia bisa keluar dengan selamat.” Tuan Kim terlihat masih berenang membelah lautan di malam hari. Polisi mulai menginterogasi orang-orang.

Satu pria mengaku punya toko perangkat keras. Sun Woong yang mendengarnya mengeluh kalau pria itu beruntung. Pria yang lain mengaku pengangguran. Sun Woong mengeluh kalau iri kepadanya. Pria lainya mengaku mengajar piano untuk anak-anak.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Astaga, kenapa kamu melakukan ini padahal kamu mengajar anak-anak?” komentar Polisi. Sun Woong pun mengeluh kalau ia yang melakukan ini

Polisi pun memanggil yang lainya. Sun Woong akhirnya duduk dengan wajah tertunduk. Polisi meminta ID Cardnya. Sun Woong hanya diam dan terlihat ragu. Polisi kembali meminta ID Cardnya. Akhirnya Sun Woong memberikan ID Cardnya pada polis wajahnya terlihat tegang.

Akhirnya Polisi melihat ID Card dan Polisi menanyakan pekerajaanya. Sun Woong menjawab bekerja di sebuah perusahaan. Polisi seperti melihat data Sun Woong lalu memanggilnya. Sun Woong menutup matanya seperti merasa akan dipenjara.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Polisi memanggil Sun Woong lagi mengembalikan ID Cardnya dan menyuruh pergi. Sun Woong bingung tapi polisi menyuruh mereka semua yang sudah selesai boleh pulang dan akan memanggil kalian lain kali.  Sun Woong bisa bernafas lega membawa alat pancingnya dan akan pergi.

Tapi saat akan pergi seorang pria masuk ruangan dan mengenali wajah Sun Woong. Sun Woong panik ingin membalikan badan tapi Si pria mengenal Sun Woong kalau sudah 1 bulan yang lalu dan Sung Woong tak bisa mengelak.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di depan kantor polisi Jinyeong terlihat slogan bertuliskan “Kepolisian Jinyeong Melindungi Keselamatan dan Kebahagiaan Warga”  Sun Woong akan pergi meninggalkan kantor polisi, tapi pria itu malah menyuruh Sun Woong naik ke mobil polisi.

Sun Woong menolak tapi si pria memaksa dan mendorong masuk ke dalam mobil dan menyuruh anak buahnya pastikan mengantarnya dengan aman. Di tengah jalan, Sun Woong meminta menurunkan di sekitar sini. Polisi langsun menolak.

“Dia menyuruhku mengantarmu sampai tempat tujuan.” Ucap Si polisi. Sun Woong pun hanya bisa menghela nafas.

Di kantor kejaksaan, semua seperti sedang keluar untuk makan siang.  Sun Woong menutupi wajahnya saat masuk ke gedung kejaksaan. Semua bingung siapa yang datang dengan mobil polisi. Sun Woong akhirnya turun dari mobil.

“Datanglah tiap kali ada waktu untuk wawancara tambahan. “ kata Polisi. Sun Woong mengangguk mengerti

“Apa yang dia lakukan?” Ucap Jo Min Ho lalu berjalan mendekati Sun Woong begitu dan menyuruh segera berganti pakaian. Sementara yang lainya menatap heran pada Sun Woong dan memilih untuk meninggalkanya.

“Ada apa ribut-ribut? Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa reaksiku berlebihan, tapi kau tidak tahu situasiku.” Gumam Sun Woong sambil mengeluh

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di sebuah ruangan, MC memberitahu Sekarang, kepala cabang akan memberikan pidato. Di depan panggung bertuliskan spanduk “Jinyeong Bekerja Keras untuk Warganya yang Ramah dan Bahagia” Sun Woong sudah berganti pakaian bergegas masuk ruangan.

“Saat dan jika tertangkap polisi, orang seperti kami juga akan mengalami masalah yang sama seperti para penjahat.”

Sementara di depan podium, Tuan Kim menyapa keluarga Cabang Jinyeong dan mengucapkan selamat pagi untuk mereka semua.

“Kami adalah jaksa di Cabang Jinyeong.” Terlihat di dinding bagian depan  tertulis “Kejaksaan Jangwon, Cabang Jinyeong”

Terlihat jembatan dengan air yang membiru. Sun Woong bercerita tentang  Jinyeong, yaitu kota nelayan yang penuh dengan budaya.

“Apa Kau pernah ke Jinyeong? Ini kota pelabuhan yang terletak di pesisir selatan. Sekitar 200 kilometer lebih besar daripada Seoul, tapi seluruh populasinya lebih sedikit daripada Dobong-gu, Seoul.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Sun Woong membandingkan populasi “Dobong-gu, 330.000, Jinyeong, 320.000”

“Fakta bahwa sebagian besar uang korban yang hilang adalah tabungan pensiun penduduk setempat.. Kita, para jaksa di Jinyeong….” ucap Tuan Kim memberikan pidatonya.

“Ini cabang kecil yang hanya terdiri dari 12 jaksa, termasuk kepala cabang. Tapi cabang kami telah mencetak dua rekor unik.

“Pertama, kami satu-satunya cabang yang lupa dikunjungi oleh Jaksa Agung saat dia sedang blusukan ke cabang cabang daerah di luar Seoul.”

Semua jaksa sudah bersiap dengan spanduk “Cabang Jinyeong Menyambut Jaksa Agung ke-39” tapi ternyata Jaksa Agung tak jadi datang. Jaksa ke 40, 41 tak ada yang datang ke tempat mereka.

“Tiga kali berturut-turut. Mengenai rekor yang kedua, aku akan memberitahumu nanti.” Terlihat Kamera yang mengarah pada ruangan 309

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di ruangan rapat, Tuan Kim duduk di tengah. Jaksa Nam duduk didepan Tim Jaksa Jo Min Ho. Ia mengaku  sudah menjadi jaksa selama 18 tahun, dan belum pernah mengalami hal memalukan. Ia menyindir Seorang jaksa dengan sukarela terlibat aktivitas ilegal dan ditangkap oleh polisi.

“Tunggu, aku harus memperkenalkan kolegaku dahulu… Ini Nam Byung Jun, kepala Departemen Kriminal Satu.”

Kau benar-benar menghancurkan reputasi dan citra publik kejaksaan. Bagaimana kita membawa ketertiban dan kedisiplinan ke kota ini? Ketegangan seputar otoritas investigasi meningkat. Jadi, ini tidak bisa dimaafkan.” Kata Tuan Nam tegas.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Pak… Jangan abaikan ini tanpa sanksi. Kita harus mengajukan ini ke komite pendisiplinan. Aku yakin dia pantas menerima teguran keras.” Ucap Tuan Nam pada Tuan Kim

“Astaga, Pak… Perbuatannya tidak dewasa dan memalukan, tapi dia benar-benar menyesalinya. Jadi, tolong maafkan dia.” Kata Tuan Jo membela juniornya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Dampak buruknya telah terjadi. Dia seharusnya berhati-hati sejak awal.” Kata Tuan Nam. Sun Woong akhirnya berdiri membungkuk meminta maaf lebih dulu pada Tuan Kim.

“Aku sungguh minta maaf. Karena kesalahanku, aku akhirnya mempermalukan kalian semua, termasuk Kepala Kim dan Pak Nam. Itu sangat menyiksaku, dan aku merasa tidak enak. Tidak ada yang bisa kukatakan.” Kata Sun Woong

“Namun, sebagai jaksa penuntut umum negara ini, aku akan menderita karena hati nurani yang bersama jika aku tidak mengatakan ini. Di TKP kemarin, sepertinya ada…” kata Sun Woong melirik pada Tuan Kim

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Pak Lee.. Karena dibutakan oleh keserakahan, orang terkadang memasuki tempat yang dilarang. Karena ini pelanggaran pertamamu, aku akan membiarkannya kali ini.” Ucap Tuan Kim

Tuan Nam dkk langsung mengeluh dengan keputusan Tuan Kim,  Tuan Km tak memperdulikan menyuruh Sun Woong agar duduk. Sun Woong pun langsung mengucapkan terima kasih. Tuan Nam masih ingin protes. Tuan Kim langsung menghentikanya.

“Cukup… Aku tidak mau ini dibahas lagi.” Tegas Tuan Kim. Sun Wong pikir itulah kepala cabang mereka.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Dengan bertekad untuk tidak dipermalukan polisi, dia berenang 2,8 km melawan angin dan ombak. Aku yakin dia akan kehabisan energi di setengah perjalanan.”

Tuan Kim berenang tanpa henti lalu ditengah jalan terlihat lelah membuka cangkang kerang dan langsung memakanya. Ia lalu kembali berenang untuk menyelamatkan diri.

“Jadi, bagaimana dia bisa berenang sejauh 2,8 km? Apakah dia hanya mengandalkan tekad?”

Tuan Kim akhirnya sampai di sebuah pelabuhan dan berjalan pulang demi menyelamatkan diri dari polisi. Ia mendapatkan julukan “Kepala Cabang Jinyeong, Kim In Ju, juga dijuluki Berang-berang Laut”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Keduanya keluar dari ruangan, Min Ho mengeluh pada Tuan Nam itu mengarahkan jari kepada koleganyaseperti itu. Tuan Nam menyindir Min Ho itu seharusnya mengurus timnya dengan nada menyindir kalau lebih baik karena Salah satu dari mereka lebih pantas menjadi pemancing daripada jaksa.

“Satu hal lagi… Astaga, lupakan saja.” Ucap Tuan Nam lalu melangkah pergi. Min Ho penasaran ingin tahu apa itu.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Selesaikan ucapanmu.. Hal lain apa?” teriak Min Ho, Tuan Nam tak peduli langsung berjalan begitu saja.

“Teman-teman, apa yang akan dia katakan tentangku?” tanya Min Ho pada anak buanya, tapi semua memilih pergi.

Sun Woong menatapnya. Min Ho ingin tahu apa itu. Sung Woong hanya diam saja dan pergi.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Itu Kepala Departemen Kriminal Dua, Cho Min Ho. Dia berusaha keras untuk tetap muda. Sayangnya, itu bisa menjadi cukup memalukan.”

Min Ho menaiki sepeda dengan peralatan yang lengkap, lalu masuk ke gedung kejaksaan tanpa berganti pakaian. Oh Yoo Jin baru saja keluar dengan terburu-buru mengunakan jubahhnya, Min Ho menyapa dan bertanya apakah akan menghadiri sidang.

“Iya…. Astaga. Pak Cho.” Keluh Yoo Jin melihat Min Ho. Min Ho tak mengerti bertanya ada apa. Yoo Jin yang terburu-buru pun tak membahasnya.

“Kepala Departemen Kriminal Dua, Cho Min Ho, Baru saja bercerai”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Yoo Jin mengendong anaknya yang sedang minum susu sambil memakain masara. Ia pun bergegas masuk ke dalam ruang sidang dan sudah terlambat. Hakim yang sudah ada di dalam ruangan, Beberapa pria kekar langsung menyapanya.

“Itu Jaksa Oh Yoon Jin. Di Unit Kejahatan Kekerasan, dia sering bertarung dengan geng. Tapi kini dia bertarung dengan bayi-bayinya yang baru lahir.”

Yoo Jin sudah duduk di bangkunya, lalu bingung melihat isi tasnya bukan berkas tapi barang-barang perlengkapan anaknya. Hakim menatapnya, Yoo Jin memberikan kode agar menunda 30 menit. Hakim memberitahu kalau mereka akan menunda selama 30 menit.

“Karena dia juga harus menangani persidangan, yang dibutuhkan Jaksa Oh saat ini adalah…

“Jaksa Oh Yoon Jin, Anggota Unit Kejahatan Kekerasan menjadi ibu pekerja”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Seorang pria sedang menghitung akan didepannya, dengan mulai saling mengalikan angka-angka yang dilihatnya.  Jaksa Hong melihat nomornya yang didapatkan dari menang lotre, setelah itu ia mencoba agar mendapatkan hadiah yang lainya, “Itu Jaksa Hong Jong Hak. Lima tahun lalu, dia membeli tiket lotre yang memenangkan hadiah kedua dan mendapatkan 20.000 dolar. Dia memang pria yang beruntung.”

“Karena bermimpi untuk menjadi kaya sejak itu, dia telah menghabiskan hampir 30.000 dolar untuk tiket lotre. Dia masih yakin akan memenangkan hadiah pertama kelak.”

“Jaksa Hong Jong Hak, Bertugas menangani aktivitas spekulatif”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Itu Jaksa Kim Jung Woo. Dia jaksa pemula, yang dilatih olehku.”

Jung Woo bersadar di depan meja kantor lengkap dengan papan namanya seolah sedang minum dan ada kamera di depanya. Sung Woong bingung bertanya sedang apa.  Jung Woo menyuruh agar pergi saja setelah foto yang bagus langsung menguploud pada SNS.

“Berdasarkan pengamatanku sebagai mentornya, biar kuberi tahu sesuatu. Perjalanannya masih panjang sebagai jaksa.”

“Jaksa baru Kim Jung Woo Dia hanya anak-anak”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di lorong ruangan jaksa banyak yang lalu lalang dengan banyak orang yang berkerja. Sun Woong memberitahu kalau tidak semua orang di kejaksaan adalah seorang jaksa.

“Mereka yang bekerja paling dekat dengan kami adalah para penyidik dan asisten. Penyidik yang bekerja denganku memiliki pengalaman 30 tahun. Namanya Jang Man Ok.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Seorang wanita dengan pakaian khas China dengan membawa rantang dan berteriak menanyakan dengan bahasa mandarin “Di mana suamiku? Aku tidak bisa menghubunginya semalaman. Polisi menyuruhku bertanya ke Konsulat.” Semua sedang makan hanya bisa melongo.

“Tapi saat aku ke sana, mereka bilang dia di sini. Jadi, aku pergi jauh-jauh kemari dari Busan. Apa ada yang mengerti ucapanku?” kata si wanita. Semua masih melongo.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Siapa kamu? Apakah kau istri Mingqing?” tanya Seorang wanita paruh baya dengan bahasa mandarin yang fasih. Si wanita membenarkan.

“Interogasi sudah berakhir. Kau mengerti maksudku?” kata Nyonya  Jang . Si wanita menganguk mengerti.

“Ayo. Aku akan mengantarmu menemuinya.” Kata Nyonya Jang memberikan kode bisa menyelesaiaknya.

“Penyidik Jang Man Ok, Seorang penyidik veteran”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Yoon Jin pun bertanya-tanya Kapan Nyonya Jang belajar bahasa Mandarin. Sun Woong mengaku mulai bertanya-tanya adakah yang tidak bisa dia lakukan. Jong Hak pikir mereka saatnya menyelesaikan ini dan langsung mengatakan Batu, kertas, gunting. Mereka dengan cepat langsung mengeluarkan jarinya, Sun Woong seperti apes, kalah karena membereskan semua piring. Semua akhirnya mengucapkan terima kasih lalu bergegas pergi.

“Terakhir, itu aku.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Sung Woong keluar dari kantor kejaksaan lalu tak sengaja bertemu  seseorang lalu menyapa salah seorang. Setelah itu Ia menaruh bekas makan didekat pot tanaman yang besar.

“Aku sudah menjadi jaksa selama sepuluh tahun. Sudah satu setengah tahun sejak aku pindah ke cabang ini. Sejujurnya, aku tidak pernah sebahagia ini. Karena akhirnya aku kembali ke kampung halamanku, Jinyeong.”

“Aku tidak pernah bekerja di departemen elite seperti Keamanan Publik dan Investigasi Khusus. Aku dari Departemen Kriminal. Sebenarnya, di sanalah tempat 90 persen jaksa berada. Sebagian besar tugas mereka adalah hal seperti ini.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Sung Woong mengangkat telpnya menelp seseorang bertanya apakah ini Bu Park Jung Nam lalu memberitahu kalau ia Jaksa Lee Sun Woong yang  bertanggung jawab atas kasusnya.

“Ya, itu benar…. Kau tidak perlu memanggilku begitu. Kau bisa memanggilku Sun Woong… Omong-omong, Bu, kenapa tidak datang ke sini? Aku tahu ini merepotkan, tapi tolong datanglah sekali saja. Aku akan sangat membantu.” Kata Sun Woong.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Jung Wook pun menatap seniornya dengan tatapan heran. Sun Woong terus bicara memohon agar bisa membantu dan datanglah. Jung Wook bertanya pada Nyonya Jang opa dia harus bertindak sejauh itu. Nyonya Jang menjawab separuh tugas memanggil orang.

“Kau hanya perlu datang ke sini… Tentu saja… Baiklah. Terima kasih, Bu.” Ucap Sun Woong mencoba  menutup telp tapi Nyonya Park terus bicara.

“Jaksa Lee Sun Woong, Karakter utama, seorang ahli memohon”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Nyonya Jang berkomentar kalau Nyonya Park itu sangat keras kepala saat meneleponnya dan menurutnya Kemampuan Sung Woong itu sungguh luar biasa. Sung Woong dengan bangga kalau tidak pernah gagal.

“Omong-omong, wanita itu adalah korban. Kenapa dia tidak mau menemui jaksa?” kata Jung Woo

“Kita lihat saja saat bertemu dengannya. Kita mewawancarai para korban hari ini, bukan?” kata Sung Woong. Nyonya Jang membenarkan nanti pukul 14.00. Sung Woong mengerti.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di ruang interogasi, Seorang pria duduk dengan mata tertutup. Sung Woong duduk dengan Nyonya Jang di sampingnya. Ia memanggil nama Pak Lee Sun Cheol memberitahu Pada tanggal 18 Februari, menerima biaya pengusiran setan sebesar 2.000 dolar tunai dari korban bernama Park Jung Nam.

“Apa itu benar” tanya Sung Woong. Tuan Lee membenarkan. Sun Woong memberitahu Putra korban menuntut karena Tuan Lee menerima uang itu tanpa melakukan pengusiran setan.

“Ayolah, jangan konyol… Pasti ada kesalahpahaman. Aku sudah melakukan pengusiran setan. Sebanyak 21 kali.” Kata Tuan Lee.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Kalau begitu, apakah korban Park Jung Nam atau putranya hadir saat pengusiran setan?”
tanya Sun Woong

“Sebenarnya tidak. Aku sendirian.” Kata Tuan Lee. Sun Woong pikir dari sudut pandang korban, korban tidak akan tahu apakah Tuan Lee sungguh melakukan pengusiran setan.

“Kenapa kamu tidak mengundang korban saat melakukannya?” tanya Sun Woong.

“Astaga, Jaksa Lee… Bu Park adalah salah satu pelanggan tetapku. Tiap kali wanita tua itu dalam masalah, menurutmu berapa kali aku melakukan pengusiran setan? Aku selalu melakukannya sendiri. Itu karena kepercayaan di antara kami.” Kata Tuan Lee.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Kamu pikir aku apa? Aku penipu? Yang benar saja. Aku tidak percaya ini…” kata Tuan Lee marah

“Aku mengerti. Tenanglah… Kalau begitu, adakah yang bisa membuktikan kau benar-benar melakukan pengusiran setan?” tanya Sun Woong

“Paman Gi Bok mungkin melihatnya.” Kata Tuan Lee. Sung Woong pun mencatat nama Paman Gi Bok dan ingin tahu siapa nama keluarganya.

“Jang Gi Bok.” Jawab Tuan Lee. Sung Woong mencatatnya dan ingin tahu  Berapa nomor ponselnya

“Dia mungkin tidak punya ponsel.” Kata Tuan Lee. Sung Woong dan Nyonya Jang terlihat bingung.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Dia meninggal tiga tahun lalu.” Kata Tuan Lee. Sung Woong menghela nafas lalu mengartikan kalau Tuan Lee melihat orang mati

“Tentu saja.. Aku bisa melihat, mendengar, dan bahkan berkomunikasi dengan mereka. Ini semua karena kekuatan misterius dari dewi yang kulayani.” Ucap Tuan Lee. Nyonya Jang bingung mendengar “Dewi”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Kalau begitu, bisakah kau menemui mendiang pamanku? Dia sangat menyayangiku saat masih hidup.” Kata Nyonya Jang  Tuan Lee memikirkan tentang Paman Nyonya Jang.

“Beraninya kamu berbohong di depanku, dasar wanita licik? Apa Kau tahu sedang bicara dengan siapa? Beraninya kamu membohongiku dengan mulut kotormu itu?” teriak Tuan Lee seperti kerasukan. Nyonya Jang dan Tuan Lee kaget.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Mereka pun keluar dari “Ruang Investigasi” Sung Woong pun pamit pergi dengan Tuan Lee dan akan menghubungi lagi. Tuan Lee pun berjalan dan tiba-tiba seperti merasakan sesuatu, lalu menjerit ketakutan sampai terjatuh. Sung Woong dan Nyonya Jang melihatnya bingung.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Ada apa dengannya?” tanya Sung Woong heran dan semua orang yang ada di dalam ruangan pun langsung keluar.

“Kakiku sakit.” Ucap Tuan Lee sepert kerasukan hantu wanita, Semua panik karena ada hantu wanita?

“Aku harus menemui ibuku… Tapi kakiku sangat sakit dan aku tidak bisa berjalan… Ibu!” jerit Tuan Lee. Sung Woong meminta agar Tuan Lee tenang.

“Kau akan baik-baik saja. Aku akan membantumu.” Kata Sung Woong. Yoon Jin melihat dengan Min Ho mengajak pergi karena ketakutan.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di depan kamar 309 dan terlihat kosong tanpa berpenghuni.

“Cabang Jinyeong punya sejarah lain yang aneh. Itu berkaitan dengan ruang 309 yang terletak di Departemen Kriminal Dua. Selama lima tahun terakhir, pemilik ruang 309 berganti 11 kali.”

“Tapi yang mengejutkan adalah setelah bekerja di kantor 309, mereka bersebelas berhenti bekerja sebagai jaksa. Mereka juga melarikan diri.”

Sung Woong menceritakan Nyonya Jang mencoba mengetes Tuan Lee, tapi itu menjadi bumerang menurutnya pria itu tidak main-main. Yoon Jin mengartikan kalau Tuan Lee itu mendadak kerasukan. Sung Woong membenarkan.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Kudengar dahulu tempat ini adalah pemakaman.” Kata Tuan Hong. Jung Woo tak percaya mendengarnya.

“Apa Kau tidak tahu? Lokasi sial yang dahulunya pekuburan harus digantikan dengan energi kuat seperti kantor kejaksaan. Jika tidak, akan terjadi bencana.” Jelas Yoon Jin

“Apa itu artinya ada hantu di cabang kita?” tanya Jung Woo. Tuan Hong pikir sulit mengatakan tidak ada hantu.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Apa Maksudmu ada atau tidak?” kata Jung Woo penasaran. Sun Woong mengaku ada.

“Gadis yang memakai sepatu hak tinggi.” Ucap Sun Woong, Semua melonggo ketakutan, Yoon Jin ingin tahu apa maksud ucapan Sun Woon itu

“Apa Kalian tidak tahu? Kurasa sekitar lima tahun lalu. Ada kasus seorang gadis berusia sekitar delapan tahu menghilang dengan sepatu hak tinggi milik ibunya. Empat hari kemudian, sepatunya ditemukan di dekat tanggul laut, tapi gadis itu tidak ditemukan.” Ucap Sun Woong.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Semua menjerit tak percaya.  Sun Woong memberitahu sepatu hak tinggi itu satu-satunya barang bukti Jadi, polisi tidak tahu siapa penculiknya dan Kasus itu belum terpecahkan.

“Tapi jaksa yang menangani kasus itu menggunakan ruang 309. Tiap kerja lembur, dia selalu mendengar suara itu.”

Jaksa sendirian di ruangan melihat berkas “Kasus Anak Hilang” lalu tiba-tiba merasakan sesuatu di lorong kantornya.

“Dari ujung lorong, dia bisa mendengar suara seseorang mendekat perlahan menuju ruang 309. Suara sepatu hak tinggi…”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Semua langsung menjerit ketakutan, Tuan Hong mengeluh Yoon Jin yang berteriak terlalu berlebihan. Yoon Jin memberitahu tentang cenayang itu bilang, “Kakiku sakit.” Ia merasa kalau itu hantu sepatu hak tinggi. Semua langsung membenarkan.

“Lalu apakah anak itu tewas?” tanya Tuan Hong. Yoon Jin pikir Mungkin sebabnya dia menjadi hantu dan kembali kemari.

“Mungkin dia menyimpan dendam.” Ucap Sun Woong. Jung Woo pikir Ruang 309 adalah ruang terburuk.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Kisah yang sungguh seram, sedih, dan malang. Tapi kalian tahu apa yang seram, sedih, dan malang?” kata Min Ho. Semua langsung mendekat dan peasaran.

“Ruang 309 telah kosong selama beberapa bulan, tapi kalian bergosip tentang hantu seperti ini tanpa merasa khawatir.” Ucap Min Ho.

Semua hanya bisa menghela nafas mendengarnya. Bahkan Sun Woong berpura-pura mengeluh sup ini asin.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di rumah, Sun Woong mencari keyword “Kemampuan gaib cenayang” dan “Hasil Pencarian” bentuk dengan gambar-gambar yang  menakutkan. Ia pun ketakutan saat melihat dari depan pintu seperti ada seseroang, ternyata Tuan Hong masuk rumah. Sun Woong pun bernafas lega.

“Kau sudah pulang… Astaga. Birnya sudah mau habis.”ucap Tuan Hong membuka kulkas.

“Kalau begitu, belilah… Jangan datang dengan tangan kosong dan menyambar kulkas.” Kata Sun Woong.

Saat itu datang seorang pria dengan kacamata masuk ke dalam rumah, Di kantor ia selalu menyapa dengan menyebutkan tugas dan namanya yaitu Penyidik Lee Jung Hwan seperti terus berganti-ganti partner.

“Ini Penyidik Lee Jung Hwan. Tiap kali jaksa baru datang ke ruang 309, dia dipindahkan ke sana sebagai penyidik.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Kau sudah pulang. Aku datang karena mendengar suara kaleng bir dibuka.” Kata Jung Hwan mengambil bir dalam kulkas.

“Tidak bisakah kamu memakai celana panjang? Bagaimana jika ada yang melihatmu?” komentar Sun Woong melihat Tuan Hong hanya mengunakan celana pendek.

“Lagi pula, hanya kita yang ada di sini. Karena kita berkumpul di sini, mari bersulang.” Kata Tuan Hong. Semua pun langsung bersulang.

Tuan Hong lalu menganti berita di TV, sebuah drama tentang jaksa yang mengaku ini akan mencegah dia menjadi menteri lalu memberikan USBnya. Si pria mengaku bangga dan akan memercayai Jaksa Kim seperti biasanya.

“Apa itu? Drama tentang kejaksaan lagi?” keluh Tuan Hong. Sun Woong melihat drama hanya bisa tertawa mengejek.

“Mungkin ada dua tipe jaksa di kepalamu. Pertama, jaksa yang telah menjadi budak kekuasaan.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Tuan Hong menganti channel seorang reporter sedang melaporkan adlam ruang sidang “Menurut dokumen yang disediakan pihak penuntut, hakim dan jaksa yang menangani kasus ini…Sidang akan segera dimulai.”

“Jaksa lainnya adalah orang suci yang melawan kejahatan di masyarakat.”

Sun Woong terdiam saat melihat sosok wanita berdiri di podium. Wanita itu memberitahu ia adalah Jaksa Cha Myung Ju dari Unit Khusus Dua yang bertanggung jawab atas penyelidikan Yayasan Berkat.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Aku di sini menggantikan Wakil Kepala Jaksa Woo Min Jae Yayasan Berkat telah.” Ucap Myung Ju

“Apa Cha Myung Ju memimpin pertemuan? Di mana bosnya?” kata Tuan Hong. Sun Woong mengeluh kalau tak mungkin tahu.

“Pada penipuan asuransi ini, total kerugiannya mencapai 200 juta dolar. Dan jumlah biaya medis telah dibesar-besarkan untuk…” kata Myung Jun.

“200 juta dolar? Apa kerugian pada kasus dukun itu?” tanya Tuan Hong. Sung Woong menjawab Dua ribu. Tuan Hong memastikan lagi. Sung Woong menjawab Dua ribu dolar.

“Seperti inilah sebagian besar jaksa.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Jung Woo baru saja datang, Semua menyapa Jung Woo yang baru pulang. Tuan Hong mengajak Jung Woo agar minum bersama mereka. Jung Woo mengeluh tolong jangan ganggu saat ada di rumah lalu masuk ke dalam kamar. Tuan Hong mengeluh melihat tingkah Jung Woo lalu bertanya apakah Sun Woong masih tidak tahu kode aksesnya

“Aku berusaha. Kita tonton acara lucu saja dan tertawa sekeras mungkin. Siapa tahu Pak Kim akan penasaran dan keluar?” kata Sun Woong.

“Baiklah. “Men on a Mission”. Tapi Kapan kita harus tertawa?” ucap Tuan Hong bingung melihat tayangan Knowing brother.

Sun Woong mulai tertawa walaupun tak mengerti, Semua sengaja ikut tertawa keras. Sementara di kamar Jung Woo terlihat galau menatap ponselnya, saat melihat seseorang yang menelp dan langsung mengangkatnya dan mengaku mendapat nomornya dari Dosen Jeong.

“Ye Rim, aku menyukai suaramu… Kamu punya waktu akhir pekan ini?  Sabtu ini.” Kata Jung Woo penuh semangat.

“Pekerjaan Jaksa tidak istimewa.”

Tuan Hong duduk melemaskan otot tanganya yang kaku tapi tanganya malah kram. Dua anak buahnya hanya bisa mengelengkan kepala lalu membantu memijit dan memberikan semportan penghilang rasa sakit.

“Kami lebih sering terjebak di ruang 33 meter persegi ini. Kami bertarung dengan banyak tersangka, korban, dan saksi.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Yoon Ji bertemu dengan pria yang terlihat marah karena ini berbeda dari perkataanmu kepada polisi. Ia tak percaya pria itu berani melakukan padanya karena tampak baik.

“Dan kami kewalahan dengan tumpukan dokumen besar sepanjang waktu. Tapi beberapa dari kami bersaing dengan sesuatu yang sangat berbeda.”

Jung Woo menatap ke arah meja Sun Woong yang penuh dengan berkas kasus sampai kepalanya tak terlihat.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di Ruang Rapat Min Ho, Min Ho mengatakan Seperti yang mereka tahu, Departemen Kriminal Dua punya lebih banyak kasus tidak terpecahkan daripada Departemen Kriminal Satu pada bulan lalu. Ia merasa anak buahnya itu berpikir makin banyak, makin baik.

“Kenapa ada banyak kasus yang lebih lama dari tiga bulan? Apa Kalian membentuk semacam ikatan dengan mereka? Apa Kalian tidak mau melepasnya?” ucap Min Ho membuat semua hanya tertunduk diam

“Tidak berakhir di sana. Kita memiliki sejumlah kasus terkenal peringkat dua dan kasus autopsi. Sebagai tambahan, jumlah anggota staf kita tertinggi kedua. Karena kita Departemen Kriminal Dua, haruskah kita selalu berada di posisi kedua?” keluh Min Ho

“Akankah departemenku berada di posisi pertama? Akankah? Jawab aku.” Kata Min Ho. Semua menjawab “Ya”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Min Ho pikir sudah cukup untuk rapatnya dan akan memulainya,  Jung Woo pun berdiri.  Tuan Hong mengangkat tangan kalau menyarankan makan pasta. Min Ho memastikan kalau yang dimaksud kedai pasta Italia di persimpangan.

“Ya, kedai pasta Italia.” Ucap Tuan Hong, Min Ho mengerti dan menyuruh berikutnya seperti meminta mereka menyarankan restoran yang bagus

“Bagaimana dengan Kedai Bibi?” kata Yoon Ji. Jung Woo pun menuliskan  Kedai Bibi. Jung Woo pikir akan memilih itu.

“Kita akan mengambil suara nanti. Kenapa kamu belum mengerti?” keluh Min Ho dna bertanya apa ada lagi?

“Sup Belut Nenek.” Kata Sun Woong mengangkat tangan, semua hanya bisa mengeluh mendengarnya. Jung Woo pun menuliskan Sup belut.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di sebuah kedai sup belut, sangat ramai dan penuh. Semua orang mondar mandir bahkan yang mengantri pun sibuk mengobrol. Jung Woo sampai harus berdiri karena banyak yang lalu lalang dibelakangnya. Min Ho pun terdesak karena ada orang yang mendorong bangkunya dari belakang.

“Tidak bisakah kau memesan tempat?” keluh Min Ho iri melihat ada yang makan di ruangan duduk di bawah tanpa terganggu orang yang lalu lalang.

Saat itu Min Ho menerima telp dari Kepala dan terlihat kaget lalu mengucapkan terima kasih dan menutup dengan wajah sedih. Tuan Hong dan Sun Woong ingin tahu ada apa. Min Ho memberitahu kalau  Ada orang baru. Keduanya pun terkejut.

“Akhirnya? Itu bagus.” Ucap Sun Wong dan mengucapkan Selamat begitu juga Tuan Hong

“Lagi pula, tidak ada yang bertahan lebih dari sepekan” komentar Jung Woo. Sun Woong langsung menendang kakinya. Jung Woo pun hanya bisa terdiam. Min Ho hanya diam saja dan menyuruh mereka makan saja.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Min Ho melamun di kantor kejaksaa teringat dengan Tuan Lee seperti kerasukan hantu wanita mengatakan “Kakiku sakit.” Lalu cerita Sun Woong yang menakutkan “Tiap kali kerja lembur, dia selalu mendengar suara itu. Dari ujung lorong, dia bisa mendengar suara seseorang mendekat perlahan menuju ruang 309. Suara sepatu hak tinggi…

“Apakah karena itu orang-orang terus berhenti?” ucap Min Ho seperti sangat frustasi memikirkanya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Seorang wanita masuk memberikan majalah “Momen terbaik Jaksa” Nyonya  Jang bingung kenapa memberikan itu padanya. Mi Ran hanya menunjuknya. Nyonya Jang pun bertanya apakah Sun Woong ada di majalah itu.

“Aku hampir lupa… Itu Asisten Sung Mi Ran.”

Sun Woong yang baru masuk mendengarnya kalau ada ia dalam majalah itu. Nyonya Jan menunjuk foto Sun Woong yang kecil sementara dibagian depan ada foto Cha Myung Joo saat diwisuda. Ia pun tak pecaya Mi ran bisa menemukan wajah Sun Woong yang kecil.

“Mustahil untuk mengetahui apa yang dia pikirkan.” Mi Ran duduk lalu merobek kertas dengan cutter lalu tersenyum bahagia entah apa yang dilakukanya.

“Asisten Sung Mi Ran Dia hanya mengucapkan dua kata per hari”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Saat itu telp berdering, Nyonya Jang pun menjawab “Cabang Jinyeong, Departemen Kriminal Dua. Lalu terlihat kaget dan berkata semoga tidak terluka parah. Sun Woong yang mendengarnya ingin tahu Apa yang terjadi.

Sung Woong masuk ke ruangan rawat inap lalu bertanya apakah Bu Park Jung Nam di sini. Seorang pria menyapa Sun Woong yang datang. Sun Woon pun menyapa Nyonya Park yang terbaring dengan tangan di gips dan memberikan minumna pada anaknya.

“Sudah kubilang aku enggan datang. Kau memohon kepadaku dengan putus asa. Jadi, aku merasa tidak enak dan berubah pikiran. Tapi kau lihat apa yang terjadi?” Ucap Nyonya Park

“Maafkan aku… Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Sun Woong penasaran.

“Sebuah mobil tiba-tiba muncul. Dia terjatuh saat berusaha menghindarinya.” Kata anaknya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Astaga. Itu pasti membuatmu takut.” Ucap Sun Woong simpati. Nyona Park pikir dugaanya benar.

“Siapa pun yang mencoba menyakiti Sun Cheol akan mendapat masalah. Apa Kau mengerti?” keluh Nyonya Park

“Itu tidak masuk akal. Aku selalu menghina cenayang itu. Bukankah seharusnya aku sudah mati?” kata Anaknya. Nyonya Park langsun memukul anaknya yang berani mengatakan itu.

“Ibu bicara omong kosong. Ibu terobsesi. Ibu punya masalah.” Keluh sang anak. Nyonya Park meminta anaknya berhenti bicara.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Pak, aku mau kamu pergi. Apa kamu tahu? Aku tidak tertarik menggugat dia atau semacamnya. Tolong jangan datang atau meneleponku lagi.” Ucap Nyonya Park. Sun Woong hanya bisa melonggo bingung. Anaknya pun tak percaya ibunya mengatakan hal itu.

“Sayang sekali… Meskipun kau mencabut gugatan, kejahatan seperti ini bisa dihukum terlepas dari kehendak korban. Pertama, kami harus menyelidiki apakah dia melakukan pelanggaran.” Kata Sun Woong

“Apa yang dia katakan?” keluh Nyonya Park tak mengerti. Sung Woong mempersingkat kalau Nyonya Park tidak bisa membatalkan gugatannya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Ibu harus bagaimana sekarang? Selesaikan ini. Ibu tidak mau mendekati kantor kejaksaan. Inilah yang dikatakan cenayang itu. Dia bilang ada hantu jahat bergentayangan di kantor kejaksaan. Kau lebih baik pergi dari situ jika tidak mau mengalami masalah. Pergilah sekarang. Aku perlu istirahat.” Kata Nyonya Park marah

“Baiklah… Semoga kau cepat sembuh. Aku akan meneleponmu.” Kata Sun Woong. Nyonya Park melarang Sun Woong berhenti meneleponnya.

“Bagaimanapun juga, aku tidak akan datang…” tegas Nyonya Park. Sung Wooong mengerti dan meminta maaf tapi akan tetap meneleponnya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Sung Woong pun akhirnya keluar ruangan dengan wajah kecewa. Anak Tuan Park mengantarnya keluar. Sun Woong mengeluh Nyonya Park itu begitu memercayai Lee Sun Cheol. Anak Nyonya Park memberitahu kalau Lee Sun Cheol memprediksi beberapa hal dengan akurat.

“Sekitar tiga tahun lalu, seorang pencuri masuk ke rumah kami, dan Sun Cheol sudah meramalkannya. Tahun lalu, ada kebakaran di ladang kami. Dia sudah memprediksi dan menyuruh kami berhati-hati.” Kata Anak Nyonya Park

“ Itu cukup menarik.” Komentar Sung Woong sambil menunggu lift. Anak Nyonya Park merasa bukan seperti itu

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Ibuku sering diramal. Beberapa ramalan kebetulan terjadi.” Kata Anak Nyonya Park. Sung Woong mengerti

“Omong-omong, Apa pencurinya sudah tertangkap?” tanya Sun Woong. Si anak menjawab tidak.

“Seseorang membobol rumah kami, tapi tidak banyak yang dicuri. Jadi, kami tidak melakukan apa pun.” Jelas si anak. Sun Woong mengerti.

“Bagaimana kebakaran bermula di ladangmu?” tanya Sun Woong. Si anak juga tak tahu kalau Mungkin ada yang membuang puntung rokok di sana.

“Tunggu. Kau bilang, ibumu terjatuh saat berusaha menghindari mobil?” kata Sun Woong. Si anak membenarkana. Sun Woong pun menganguk mengerti.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Nyonya Jang melihat Sun Woong sudah kembali dan bertanya Apakah wanita itu terluka parah. Sun Woong sambil membaca berkas memberitahu kalau Nyonya Park bilaang  tidak mau mendekati kantor mereka mengira dirinya terluka karena hantu.

“Dia ketakutan.” Cerita Sun Woong. Nyonya Jang bertanya Apakah Sun Woong percaya pada hantu?

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Seperti yang mungkin kamu tahu, kita mendengar beragam kisah saat bekerja di kejaksaan. Adakalanya roh korban muncul di mimpi jaksa dan mengatakan di mana dia dimakamkan. Aku sudah mendengar banyak kisah dari tiap cabang sehingga aku mulai percaya pada hantu” ucap Sun Woong

“Tapi lucunya, beberapa hantu bisa ditangkap. Bisakah kau mengumpulkan rekaman kamera pengawas dari lokasi pada hari kecelakaan Park Jung Nam?” kata Sun Woong. Nyonya Jang menganguk mengerti.

“Ayo tangkap hantu ini.” Kata Sung Woong. Nyonya Jang tersenyum bahagia.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di ruangan, Seorang peramal sedang berbicara dengan hantu. Min Ho mengunakan kacamatanya duduk menjauh seperti ketakutan. Akhirnya si peramal memberitahu di tempat kerjanya ada wanita menakutkan bahkan melihat dia memakai sepatu hak tinggi.

“Masalahnya, dia suka sendirian. Jadi, tiap ada yang datang ke ruangan itu, dia mengganggu dan mengusir mereka.” Kata Si peramal

“Lalu aku harus bagaimana?” tanya Min Ho bingung. Si peramal menyuruh Min Ho mengambil jimat kertas ini dan menempelkannya di ruangan itu diam-diam.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Jadi, Apa tempelkan saja di ruangan itu diam-diam?” tanya Min Ho

Akhirnya Min Ho masuk ke ruangan 309, lalu memberanikan diri menempelkan jimat dengan lem. Ia lalu berjalan keluar dan teringat ucapan si peramal “Satu hal lagi. Setelah menempelkannya, kau tidak boleh berbalik meskipun kau mendengar suara aneh apa pun.”

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Min Ho mendengar suara sesuatu teringat terus perintah Peramal “ Jangan pernah menengok ke belakang.” Akhirnya Ia bergegas masuk ke dalam lift dan makin mendengar suara saat akan berbalik teringat kembali suara Peramal “ Jangan berbalik apa pun yang terjadi.” Tanpa menoleh belakang pun langsung menekan lift.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Min Ho dan Jung Hwan sudah ada didepan pintu mengedornya menyuruh mereka keluar karena harus menjemput orang baru. Tapi tak ada sahutan, Min Ho heran kalau ini hari yang penting dan bertanya-tanya  kmana mereka pergi

Sun Woong sedang pergi ke tempat pancing lain, sementara Jung Woo pergi ke terminal bus sambil menelp memberitahu kalau baru sampai dan menanyakan keberdaanya lalu melihat bus nomor 11 Cheonil Express.

“Halo… Senang bertemu denganmu. Silakan turun.” Sapa Jung Woo pada wanita yang bernama Ye Rim saat berada di depan pintu.  Ye Rim pun tersenyum melihat Jung Woo

“Kau pasti lelah… Terima kasih sudah datang.” Kata Jung Woo penuh semangat. Ye Rim mengaku memang agak lelah. Jun Woo pikir Lalu lintasnya macet Ye Ri mengaku Tidak apa-apa dan berjalan meninggalkan terminal.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Seorang pria terlihat kebingungan sambil menelp saat itu Min Ho dan Jung Hwan datang. Mereka menyapa pegawai baru yang datang dari Seoul dengan memperkenalkan diri lebih dulu.

Min Ho mengemudikan mobilnya, si pria duduk disampingnya melihat hari yang indah. Min Ho pun bertanya apakah pria itu sudah menikah. Si pria terlihat gugup dan menganguk. Min Ho  bertanya lagi apakah punya anak. Si pria menganguk lagi.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Astaga, kukira kau bujangan.” Kata Min Ho memuji. Si Pria malu merasa tak seperti itu.

“Kau tinggal di mana?” tanya Min Ho. Si pria menjawabtinggal di Seoul. Mereka pun
menyebrangi jembatan terbesar Junyeong.

Min Ho seperti mengajak Si pria tentang Junyeong ke tempat galangan kapal dahulu ada di sana  dan pergi ke tempat lain yang sangat terkenal. Si pria melihat tempat dengan lantai kaca merasa  Terlihat baru dan mereka pun langsung selfie.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Jung Woo juga mengajak Ye Rim ketempat yang sama, Ye Rim terlihat bahagia melihat pemandangan yang bagus. Min Ho pun mengajak si pria ke pasar dengan memperlihatkan hasil laut yang bagus dengan bertanya berapa harganya.

Sementara Jung Woo membawa si wanita ke pameran lukisan. Ye Ri mengaku selalu ingin datang ke sin dan mengucapkan Terima kasih banyak sudah mengajaknya ke tempat itu. Jung Woo tersenyum tapi beberapa saat kemudian menguap karena tak begitu suka lukisan.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Jung Woo mengajak Ye Rim ke sebuah restoran dengan pemandangan dimalam hari dengan bangga kalau ini pasti luar biasa. Ye Rim menganguk. Jung Woo memberitahu kalau ini restoran perpaduan terpopuler di Jinyeong.

“Pemandangannya indah, bukan?” ucap Jung Woo bangga. Ye Rin membenarkan kalau pemandangannya menakjubkan.

Sementara di lantai atas, Min Ho mengajak si pria dalam restoran lesehan mengucapkan terimakasih sudah datang jauh kemari karena pasti sibuk. Si pria pikir tak masalah karena senang mencari udara segar.

“Ini restoran sashimi terpopuler di Jinyeong. Tempat ini sangat populer. Lepaskan jaketmu.” Kata Min Ho. Si pria pun melepaskan jasnya.

“Kau suka sashimi, kan?” ucap Min Ho memastikan. Si pria menganguk. Min Ho memberitahu Sashimi di sini meleleh di mulutnya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Mereka mulai makan, Si pria berkomentar rasan Enak sekal dan Luar bias dan mengajak bersulang. Min Ho mengucapkan Terima kasih sudah datang sementara si pra mengucapkan terima kasih sudah menemaninya. Min Ho pun menawarkan pria itu  lobster ini.

“Terima kasih. Akan kucoba.. Tapi Pak, aku harus ke toilet.” Ucap Si Pria. Min Ho pu mempersilahkan.

“Dia pasti mengidap sindrom iritasi usus.” Komentar Jung Hwan. Saat itu Min Ho mengeluarkan jimat dari saku celanya.

Ia teringat yang dikatakan si peramal “Sedangkan jimat ini harus ditaruh di dalam jaket orang baru. Itu akan membuatnya tinggal di Jinyeong selamanya.” Min Ho berjalan akan menaruh dalam jaket, tapi pria itu datang. Min Ho melongo kaget.

“Apa? Apa yang kau lakukan, Pak?” kata si pria. Min Ho berpura-pura  hanya mencoba memeriksa labelnya.

“Jaket ini sangat bagus. Kainnya luar biasa Kau sangat modis.  Astaga, keren sekali.” kata Min Ho. Si pria Terima kasih lalu mengambil jasnya lalu pergi.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di lantai bawah Jung Woo membahas kalau Dosennya, Maksudnya paman Ye Rim selalu menyayanginya sejak masih kuliah. Ye Rim seperti baru mengetahuinyanya. Jung Woo bertanya apakah Ye Rim mendengar sesuatu tentangnya. Ye Rm mengaku tidak ingat apa pun.

“Aku dikenal sebagai mahasiswa hebat selama masa kuliah. Semua dosenku selalu berkata, “Pria sepertimu harus menjadi jaksa.” Kata Jung Woo bangga

“Aku ingat pamanku menceritakan kisah menarik.” Ucap Ye Rim. Jun Woo ingin tahu kisah apa yang dimaksud.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Saat dia masih menjadi jaksa, cabang paling selatan tempat dia bekerja berada di Daejeon. Dia bilang cabang itu adalah tempat untuk menunjukkan kemampuan. Khususnya saat masih baru, hanya nilai yang menjadi ukuran.” Kata Ye Rim

“Peringkat lima besar akan masuk ke Kejaksaan Pusat Seoul. Setelah itu, masuk Cabang Timur, Selatan, dan Barat di Seoul. Lalu apa pun di luar Seoul… Dia bilang, makin rendah nilai kita, kita akan makin jauh dari Seoul.” Kata Ye Rim

“Andai saja aku tidak melakukan kesalahan saat mengisi jawaban.” Ucap Jung Woo sedih

“Jung Woo… Kamu cukup manis… Kau bukan sekadar kutu buku.” Puji Ye Rim, Jung Woo pikir seperti itu dan mereka pun langsung bersulang.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Min Ho mengantar si pria keluar dari restoran, Si pria mengucapkan terima kasih atas makanannya, Si pria juga mengaku senang ini sesuai dengan seleranya dan sekarang bisa sering menyantap makanan seperti ini. Si pria hanya tersenyum.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita melihat-lihat kediaman kita, dan melanjutkan babak kedua?” ucap Min Ho penuh semangat.

“Tidak, terima kasih. Aku akan melihat-lihat dan pergi nanti.” ucap  S pria. Min Ho bingung karena sebaiknya ikut dengan mereka.

“Pak, kau mungkin membuatnya tidak nyaman.” Bisik Jung Hwan. Min Ho mengerti lalu mempersilahkanya untuk melihat-lihat.

“ Kami akan ke rumah dinas.. Sampai nanti.”kata Min Ho melihat si pria pergi tapi akhirnya langsun memanggilnya kembali.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Min Ho menatap si pria sambil memegang bahunya mengaku senang bertemu dengannya lalu memeluknya mengaku menyambutnya dengan tulus di Jinyeong sambil memasukan jimat ke dalam saku celana. Si pria bingung tapi Min Ho menutupinya dengan menepuk erat pundaknya.

“Tangan lebih cepat dari mata.” Bisik Jung Hwan bisa melihatnya. Min Ho menyuruh Jung Hwan diam saja dibanding mengejeknya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di dalam mobil, Min Ho ingin tahu pendapat Jung Hwan apakah firasatnya bagus kali ini. Jung Hwan menganguk dan yakin akhirnya kita bertemu dengan pemilik sejati ruang 309. Min Ho dengan bangga kalau tadi itu sangat genius.

“Tanganmu sangat cepat. Itu sungguh luar biasa.” Ucap Ji Hwan tapi saat itu si pria bisa menemukan jimat dalam saku celana dan langsung membuangnya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Ye Rim sudah naik bus “Jinyeong ke Seoul” si pria melihat kursi disamping Ye Rim lalu duduk dan mengeluarkan ponselnya.

“Pertama-tama, senang bertemu kalian hari ini.” Tulis Si pria. Ye Rim juga menulskan pesan pada Jung Woo. “Terima kasih sudah mentraktirku makanan enak hari ini.”

“ Aku menikmatinya. Aku senang melihat laut dan menikmati udara segar hari ini.” Tulis Si pria. Jung Woo pulang ke rumah dengan senyuman bahagia.

“Tapi aku mengirim SMS ini dengan penyesalan mendalam. Aku yakin kau akan menemui orang yang jauh lebih baik dariku. Jaga dirimu.” Tulis Ye Rim

“Setelah memikirkannya baik-baik, kurasa ini bukan tempat yang tepat untukku. Terima kasih atas keramahanmu.” Tulis Si Pria.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Min Ho akhirnya membaca pesan dari si pria sambil mengumpat kesal kalau membawanya berkeliling seharian dan mentraktirnya makan tapi berani menolaknya. Jung Hwan pun terlihat kesal.

***

Sun Woong  pulang ke rumah dengan alat pancingnya lalu mengeluh melihat Jung Hwan sudah menyiapkan bir di meja, Sung Woong ingin tahu apa yang sedang dilihatnya itu. Jung Woo memberikan ponselnya

“Terima kasih sudah mentraktirku makanan enak hari ini Aku yakin kamu akan menemui orang yang lebih baik dariku. Jaga dirimu”” ucap Sun Woong membaca pesan dari Ye Rim.

“Dia bilang Jaga dirimu”? Bukankah dia baru bertemu denganmu hari ini?Jika mengkhawatirkanmu seperti ini, dia seharusnya tidak mencampakkanmu.” Komentar Sung Woong

“Benar sekali.” ucap Jung Woo tersenyum bahagia. Sun Woong heran kalau Jung Woo tersenyum padahal Ye Rim mencampakkanya.

“Apakah dia mengejekmu? Itu bahkan membuatku marah. Benar, kan?” kata Sun Woong

Jung Woo membenarkan dengan mengunakan bahasa banmal. Sun Woong marah langsung meminting kepala Jung Woo. Jung Woo panik menepuk tangan Sun Woong agar melepaskanya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Tuan Nam tak percaya kalau orang itu sudah berhenti padahal baru tiba di Jinyeong beberapa jam.Ia pun ingn tahu alasan pria itu berhenti, lau berkomentar kalau ini rekor baru. Tuan Kim dan Min Ho hanya bisa tertunduk diam.

“Pak Cho. Apa kamu membuat kesalahan?” ucap Tuan Nam. Min Ho mengaku tentu saja tidak.

“Dia hanya tidak ditakdirkan menjadi bagian dari kantor kita.” Kata Mn Ho  Tuan Kim dengan santai mengartika kalau ini orang ke-12

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Jangan diambil hati. Mari kita pikirkan ini dengan perspektif jangka panjang.” Kata Tuan Kim. Min Ho menganguk mengerti.

“Aku yakin pemilik sejati ruang 309 akan segera muncul. Atau… Kita mungkin akan menjadi pemilik baru ruang 309  Aku sudah lama memikirkan ini. Bagaimana jika mengosongkan ruang itu dan menjadikannya ruang meditasi? .” Kata Tuan Kim. Min Ho bingung

“Kita bisa menggelar beberapa matras yoga di satu sisi. Lalu di sudut lain, kita bisa nikmati teh yang nikmat. Kita juga bisa memutar musik yang menenangkan. Para pegawai Cabang Jinyeong bisa datang tiap kali mereka lelah bekerja dan menggunakannya sebagai tempat untuk memulihkan tenaga.” Ucap Tuan Kim.

“Ruang 309, maksudmu? Apa Kau sungguh membicarakan ruang 309?” kata Min Ho gugup.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Daripada terus membiarkannya kosong, bukankah itu lebih baik?” kata Tuan Kim. Tuan Nam langsung setuju.

“Sayang sekali jika ruangan itu kosong.” Kata Tuan Nam. Min Ho pkir  anggota keluarga baru akan bergabung dengan kami kelak…

“Pak Cho… Di salah satu sisi ruang meditasi aku akan menaruh sepeda statis agar kau bisa berolahraga. Anggap itu sebagai keluarga barumu dan gunakan sesukamu.” Ucap Tuan Kim.

Min Ho ingin bicara tapi Tuan Nam sengaja memuji kalau itu ide yang bagus dan mengaku kalau iri kepadanya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Di ruangan lain, Sun Woong bertemu kembali dengan Tuan Lee mengucapkan  Terima kasih sudah datang meskipun mendadak meneleponnya. Tuan Park mengaku Tidak masalah karena Dewinya memberitahu bahwa akan menerima telepon dari kejaksaan.

“Jadi, aku sudah mempersiapkan diri sebelumnya.” Kata Tuan Lee. Sun Woong mengerti

“Kalau begitu, apakah dewimu memberitahumu kenapa kami meneleponmu?” tanya Sun Woong

“Ya. Kurasa aku tahu kenapa aku kemari. Korban, Bu Park Jung Nam, telah mencabut gugatannya. Itulah yang dikatakan dewiku.” Kata Tuan Lee yakin.

Sun Woong menawarkan secangkir kopi. Tuan Lee memperbolehkan. Sun Woong lalu menceritakan kalau Bu Park Jung Nam terluka parah dan bertanya apakah sudah menemuinya. Tuan Lee menganguk dan berharap dia cepat sembuh dan bahkan menjadwalkan pengusiran setan berikutnya.

“Dia terluka karena kau dan dewimu. Jadi, kuharap kau bekerja sama dalam penyelidikan.” Ucap Sun Woong. Tuan Lee pikir seperti  itu.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Omong-omong, tampaknya dewimu juga bisa berkemudi. Fakta bahwa Bu Park Jung Nam jatuh saat mencoba menghindari mobil terus menggangguku. Jadi, aku memeriksa kamera dasbor dari mobil-mobil yang diparkir di sekitarnya.” Ucap Sun Woong memperlihatkan foto dari blackbox

Saat kejadian Nyonya Park sedang berjalan dan tiba-tiba mobil melaju dengan kencangnya dan membuatnya terluka.  Sun Woong bertanya apakah Tuan Lee  tahu siapa pemilik mobil itu. Tuan Lee panik mendengarnya. Sun Woo memberitahu Dia adalah sepupunya, Pak Lee Min Cheol.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Apa Kau tahu Pak Lee Min Cheol menelepon siapa tepat setelah kejadian itu?” ucap Sun Woong

Peramal yang bernama Lee Min Cheol menelp Sun Cheol, melaporkan kalau sudah selesai. Tuan Lee pun memujinya. Sun Woong bisa tahu kalau peramal itu menelepon Lee Sun Cheol.

Flash Back

Nyonya Jang pergi ke kantor polisi sambil memberikan minum ingin tahu Apa tidak ada barang berharga yang bisa dicuri. Polisi menjawab ada tapitidak ada yang hilang.

“Selain itu, kami sedang menyelidiki kasus mencurigakan di lingkunganmu yang berkaitan denganmu mengingat kemungkinan kalian juga berkaitan. Memeriksa semua kasus kecil akan membutuhkan waktu lama.” Ungkap Sung Woong

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Tapi terlepas dari hal itu, kau membahayakan nyawa korban dengan mencoba menabrakkan mobil ke arahnya. Itu adalah percobaan pembunuhan atau konspirasi untuk membunuh. Konon, manusia lebih menakutkan daripada hantu. Kau baru saja membuktikannya.” Kata Sun Woong menyindir.

“Kau akan mendapat masalah karena ini!” ucap Tuan Lee kembali berpura-pura kesurupan.

“Kau sebaiknya berhenti menyebabkan masalah dan menyewa pengacara. Minumlah sebelum dingin. Interogasinya akan memakan waktu. Ayo ke ruang interogasi dan Bawa kopimu.” Kata Sun Woong tak takut. Tuan Lee tak bisa berkata-kata.

“Sepertinya ada kesalahpahaman.” Kata ucap Tuan Lee tapi Nyonya Jang mengajak agar bergegas.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Kau mungkin menyadari. Sebenarnya, tidak semua jaksa ingin bekerja di Cabang Jinyeong. Jaksa Agung lupa mengunjungi kami tiga kali, dan 12 jaksa baru berhenti dari cabang kami berturut-turut. Tapi itu tidak mengejutkan.”

“Bagaimanapun juga, kami datang ke kantor tiap hari. Apa pun yang terjadi, kami menjalankan tugas. Lagi pula, ini tempat kerja kami, dan Jinyeong juga membutuhkan jaksa.”

Min Ho menatap ruangan 309 yang kosong lalu menghela nafas dan pergi. Sementara di ruangan terlihat sangat sibuk dengan semua kasus yang harus diselesaikanya.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

Sun Woong pun hanya sendirian di malam hari mengeluh kalau lelah lalu berpikir akan pulang dan pergi ke toilet, saat itu melihat ada seoran wanita lewat dengan pakaian putih.

“Tapi kemudian… Orang ini tidak ada kaitannya dengan Jinyeong.”

Saat itu Myung Joo berdiri didepan ruangan 309. Sun Woong melihat Myung Joo bertanya-tanya kenapa wanita itu ada di sini. Keduanya pun saling menatap.

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

[EPILOG]

Seorang memegang “Surat Panggilan” dari kejaksaan. Sun Cheol panik memegangnya.

“Lima tahun lalu”

Seorang pria datang pada Sun Cheol  kalau tiap malam,  mendengar langkah kaki dari ujung lorong. Ia mendengar Suara sepatu hak tinggi tapi saat keluar, tidak ada apapun di sana.

“Kurasa itu berkaitan dengan kasus yang kuhadapi.” Kata si pria. Sun Cheol bertanya Kasus apa

Sinopsis Drama Korea Diary of a Prosecutor Episode 1

“Seorang anak hilang saat berjalan memakai sepatu hak tinggi. Sepertinya aku dikunjungi oleh anak itu.” Kata si pria.

“Kamu bekerja di ruang berapa?” tanya Sun Cheol.

Saat itu Sun Chul mengingat ada Ruang 309 lalu menyuruh Min Ho Jangan menoleh ke belakang.

Read Full Article