Penulis: idmas

Seorang polisi yang menyelidiki kematian mencurigakan seorang Muslim menemukan bahwa istrinya sendiri telah dirasuki oleh hantu pemuda tersebut!

Detail Info

  • Judul : Shivalinga (2017)
  • Rilis : 14 April 2017
  • Negara : India
  • Bahasa : Tamil
  • Sutradara : P.Vasu
  • Produser : R. Ravindran
  • Pemeran : Raghava Lawrence, Ritika Singh, Shakthi Vasudevan, Radharavi, Vadivelu, Jayaprakash, Santhana Bharathi, Vtv Ganesh, Urvashi, Bhanupriya, Madhuvanti, Saara Deva, Pradeep Rawat Bharathi, Danny Kuttappa, Zakir Hussain, P. Vasu
  • Sinematografi : Sarvesh Murari
  • Music : S.S. Thaman
  • Distributor : Across Films.

Plot Sinopsis Film Shivalinga (2017)

Raheem (Shakthi Vasudevan) hendak menyelamatkan seorang pria buta yang ingin mencapai pintu kereta yang terbuka. Akan tetapi orang tersebut ternyata tidak buta dan dia adalah seorang pembunuh. Dia menghempaskan Raheem dari kereta yang melaju hingga tewas.

Sinopsis Lengkap Film Shivalinga (2017)

Kematian Raheem dianggap sebagai tindakan bunuh diri namun tunangan Raheem yaitu Sangeetha (Saara Deva) mengetahui bahwa Raheem tidak mungkin melakukan bunuh diri. Di malam yang sama, Raheem muncul dalam mimpi Sangeetha dia mengatakan bahwa dirinya telah dibunuh.

Di hari berikutnya kasus Raheem diteruskan ke pihak CID atas permintaan dari Sangeetha. Shivalingesh (Raghava Lawrence) adalah petugas dari CID yang menikahi wanita bernama Sathya (Ritika Singh). Keduanya tinggal di sebuah rumah yang berada dekat pemakaman.

Shiva memulai melakukan penyelidikannnya dan di malam yang sama, Sathya melihat hantu seorang anak sehingga membuatnya takut akan tetapi Shiva tidak dapat melihatnya dan dia mengira Sathya hanya khayalannya saja.

Di hari berikutnya Shiva mengunjungi rumah Raheem untuk menyelidiki hubungan dari Raheem dengan ayahnya dan juga Sangeetha. Shiva mencurigai ayah Sangeetha yaitu Krishnamoorthy (Radha Ravi) yang bertanggung jawab atas kematian Raheem karena dia tidak menyetujui hubungan Raheem dengan Sangeetha.

Sementara itu perilaku Sathya menjadi aneh. Dia berkeliling kota sambil mengenakan pakaian hitam dan dia mendekorasi ulang rumah dengan tirai hijau dan bahkan memasak biriyani yang sebelumnya belum pernah dia buat.

Kemudian seorang pelayan rumah yaitu Pattukunjam (Vadivelu) dan beberapa pelayan lainnya memberitahu kepada Shiva mengenai perilaku aneh Sathya. Shiva bertemu dengan Ashok yang merupakan seorang psikiater. Ashok menyarankan kepada Shiva untuk mengamati perilaku Sathya secara diam-diam.

Suatu malam, Shiva pulang lebih awal dan dia mendengar suara seorang pria dan mencium bau cerutu. Shiva menuju kamar Sathya dan dia merasa terkejut ketika mengetahui bahwa jiwa Raheem telah masuk ke dalam tubuh Sathya.

Raheem lalu memperingatkan Shiva untuk memecahkan pembunuhan yang dia alaminya. Shiva mengakses rekaman keamanan stasiun kereta api dan dia menemukan seseorang yang bertindak orang buta sebagai pembunuh.

Shiva melacak pembunuh tersebut dan dia berusaha mengejarnya. Sathya yang masih dikuasai oleh arwah Raheem, menuntut untuk mengetahui mengapa orang tersebut membunuhnhnya. Pria yang telah ditangkap oleh Shiva berusaha melarikan diri dengan melompat keluar dari kereta yang berjalan.

Namun dia jatuh lalu meninggal. Shiva membawa Sathya ke Darga. Dimana Shiva menemui Ibu Sathya (Bhanupriya) dan menjelaskan apa yang dialami Sathya. Mereka lalu dibantu oleh Baba (Pradeep Rawat) menjelaskan bahwa yang dapat membantu mengusir jiwa Raheem adalah Shiva harus memecahkan kasus Raheem.

Shiva memulai penyelidikan dan merpati Raheem membantu Shiva mendapatkan petunjuk. Shiva menginterogasi Sathya di konferensi CID mengenai Raheem. Sathya mengungkapkan bahwa Raheem mendapatkan iPad miliknya yang dirampok oleh seseorang dan dia mengembalikannya kembali. Sathya berteman dekat dengan Raheem. Teman Sathya merasa cemburu karena dia jatuh cinta kepada Sathya hanya karena perasaannya tidak dibalas dan ditolak oleh Sathya.

Sinopsis Lengkap Film Shivalinga (2017)

Pria tersebut murka dan menghancurkan kehidupan Sathya. dia menelepon rumah sakit Sathya dan ayah Sathya yaitu Viswanathan mengangkat telepion tersebut. Viswanathan yang memata-matai seluruh aktivitas Sathya mendengar keseluruhan percakapan dari pria tersebut yang membuat dirinya murka untk menyakiti Raheem.

Setelah terungkap kebenaran, Raheem yang menguasai tubuh Sathya mengancam semua orang yang hadir di aula. Ayah Sathya meminta maaf sebab awalnya dia bermaksud membunuhnya namun mengurungkan niatnya.

Kemudian terungkap bahwa penyelenggara lomba merpati (Zakir Hussain) yang menyewa pembunuh. Karena Raheem merupakan juara terus menerus dalam lomba merpati yang membuat penyelenggara dalam kecemburuan.

Raheem meninggalkan tubuh Sathya dan membiarkannya memiliki tubuh Shiva untuk memberikan keadilan kepada dirinya. Raheem yang menguasai tubuh Shiva menghancurkan anak buah dari penyelenggara lomba merpat tersebut. Raheem kemudian keluar dari tubuh Shiva dan dia membunuh penyelenggara lomba merpati.

Read Full Article

Film ini berkisah tentang Willy Wonka – penuh dengan ide dan tekad untuk mengubah dunia sedikit demi sedikit. Menjadi sebuah bukti bahwa hal terbaik dalam hidup, bisa saja dimulai dari mimpi. Dan… jika Anda cukup beruntung bertemu Willy Wonka, segalanya mungkin terjadi.

Disutradarai Paul King, film ini memasang Timothée Chalamet sebagai Willy Wonka. Ada juga penampilan aktor dan komedian Rowan Atkinson, serta Hugh Grant yang berperan sebagai The Oompa-Loompa. Beberapa aktor dan aktris lain yang turut terlibat diantaranya Calah Lane, Keegan-Michael Key, Olivia Colman, Sally Hwakins (ibu Willy Wonka), Matt Lucas, dan Mathew Baynton.

Plot Sinopsis Wonka (2023)

Willy Wonka, seorang pembuat coklat yang imajinatif, tiba di Eropa untuk mewujudkan mimpinya: membuka tokonya di Gallery Gourmet. Namun, sebelum itu terjadi, dia harus melarikan diri dari binatu tempat dia terpaksa bekerja setelah ditipu. Bahkan jika dia melakukan itu, dia harus berhadapan dengan pesaingnya yang kaya.

Mereka adalah tiga pemilik toko coklat yang membenci produk Wonka dan akan melakukan apa saja untuk menghentikannya. Kehidupan Wonka sepertinya penuh dengan masalah, tapi mungkin dia akan menyelesaikan semuanya dengan bantuan teman-teman barunya dari binatu dan seorang pria oranye kecil yang mencuri coklatnya.

Penjelasan Ending

Setelah Slugworth dan rekan-rekannya, pesaing Wonka, menjebak dia dan temannya Noodle di lemari besi coklat, mereka yakin mereka telah menang. Mereka mengambil sebotol penuh coklat anak itu dan membiarkannya mati. Namun, Lofty melihat dia dan Noodle dalam bahaya dan segera menyelamatkan mereka.

Wonka memberikan buku rekening polisi kepada Slugworth, yang membeberkan setiap kesalahan yang telah dia dan rekannya lakukan. Saat penjahat mencoba melarikan diri, mereka mulai melayang. Anak laki-laki itu menjelaskan itu adalah efek dari coklat yang mereka ambil darinya tadi. Anak laki-laki itu memakan sebatang coklat yang dibuat ibunya dan melihat pesannya: yang membuatnya enak adalah dengan siapa kamu memakannya. Jadi dia memberikan sebagian kepada semua temannya.

Selain itu, dia memberi tahu Noodle bahwa dia tahu di mana ibu kandungnya yang sebenarnya. Mereka bersatu kembali dalam dunia musik yang indah, dan Wonka dengan senang hati membantu gadis itu mewujudkan mimpinya. Saat dia berangkat untuk petualangan barunya, dia bertanya kepada Lofty apakah dia ingin menjadi penguji rasa. Oompa Loompa setuju dan membangun pabrik coklat bersama Wonka.

Di akhir, kita bisa menyaksikan teman-teman Wonka bahagia dan juga sukses. Namun, pemilik binatu yang menipu mereka ditangkap. Lebih buruk lagi, mereka juga menjadi cacat setelah meminum salah satu bahan coklat protagonis.

Di akhir cerita, Willy Wonka mengajukan lamaran kepada Oompa Loompa Lofty. Saat dia akhirnya melunasi utangnya, pria kecil itu bisa membantunya dalam petualangan barunya dan mendapatkan lebih banyak coklat daripada yang dia harapkan. Lofty dengan senang hati menerima pekerjaan sebagai kepala penguji rasa. Bersama-sama, mereka pergi ke kastil yang ditinggalkan dan mulai membangun pabrik coklat. Seperti yang kita lihat, filmnya berakhir.

Read Full Article

Sinopsis Lengkap Film Wajah Tum Ho (2016) – Seorang vigilante yang bertudung menyiarkan pembunuhan di saluran berita. Akankah polisi menangkapnya hidup-hidup sebelum dia menimbulkan kematian lagi?

Detail Info

  • Judul Film : Wajah Tum Ho (2016)
  • Rilis : 16 Desember 2016
  • Negara : India
  • Bahasa : Hindi
  • Sutradara : Vishal Pandya
  • Produser : Krishan Kumar, Bhushan Kumar
  • Pemeran : Gurmeet Choudhary, Sharman Joshi, Sana Khan, Leena Kapoor, Rajneesh Duggal, Himmanshoo A. Malhotra, Sherlyn Chopra, Prarthana Behere
  • Genre : Drama, Mystery, Romance
  • Music : Abhijit Vaghani, Meet Bros, Mithoon
  • Sinematografi : Prakash Kutty
  • Distributor : T-Series.

Plot Sinopsis Wajah Tum Ho (2016)

Seorang polisi bernama Ramesh Samiak mengalami kecelakaan setelah pulang dari hotel dan ketika dia sadarkan diri, dia sudah berada di sebuah tempat rahasia dimana dia di rantai. Di tempat yang sama seorang hacker mampu mengontrol saluran TV yang dimiliki oleh Rahul Oberoi (Rajneesh Duggal) dan sang hacker menyiarkan pembunuhan terhadap Ramesh Samiak secara langsung.

Atas kematian tersebut, Inspektur Kabir Desmukh (Shaman Joshi) menginterogasi Rahul Oberoi yang memiliki seorang pengacara bernama Sia (Sana Khan) untuk membela kasus yang menimpanya.

Sia mempunyai seorang pacar bernama Ranveer (Gurmeet Choudhary) yang berprofesi sebagai pengacara penuntut. Selama penyelidikan berlangsung, Inspektur Deshmukh menganggap Karan Parekh (Himmanshoo A. Malhotra) sebagai mitra bisnis Rahul sejak lama yang juga menjadi tersangka.

Sinopsis Lengkap Film Wajah Tum Ho (2016)

Ketika Inspektur Desmukh tiba di hotel untuk menemui Karan, Inspektur Desmukh kehilangan Karan yang ternyata dibunuh dan disiarkan di televisi. Inspektur Deshmukh mulai kesulitan untuk menyelidiki kasus yang terus berkepanjangan.

Hingga pada akhirnya dia mendapatkan informasi bahwa Rahul dan Karan terlibat dalam tindakan pelecehan seksual terhadap seorang gadis bernama Rajni (Prarthana Beher) yang merupakan karyawan di perusahaan tempat Rahul bekerja.

Inspektur Deshmukh kemudian menemui Ranveer yang saat itu sedang bersama Sia. Ranveer menjelaskan bahwa seorang pria tua bersaksi apa yang dialami oleh Rajni dan dia mengajukan keluhan terhadap Rahul dan Karan.

Ketika itu Ranveer mengadili Rahul dan Karan di pengadilan. Namun Ranveer kehilangan kasus tersebut sebab pria tua tersebut telah tewas dalam ledakan api di rumahnya sehingga Rahul dan Karan tidak bersalah.

Sinopsis Lengkap Film Wajah Tum Ho (2016)

Hal ini menjelaskan bahwa Rahul tidak terlibat dalam pembunuhan terhadap Karan dan Ramesh. Polisi menganggap Rajni sebagai tersangka utama. Rahul yang ketakutan ingin melarikan diri ke India, akan tetapi tidak diizinkan karena tingkat gulanya yang meningkat.

Suatu ketika Polisi mengetahui Rajni menghilang dan juga mengetahui bahwa Mac yang merupakan pacar dari Rajni yang merupakan karyawan yang bekerja di perusahaan Rahul, ternyata terlibat dalam pembunuhan yang menimpa Ramesh dan Karan.

Suatu ketika Inspektur Deshmukh mengetahui bahwa Rahul sedang dirawat di rumah sakit dan dia mencari Mac untuk menyelamatkan Rahul agar tidak dibunuh. Namun ketika Inspektur Deshmukh berlari ke belakang ambulans dan dia mengetahui bahwa Rahul menghilang. Mac telah membawa Rahul ke tempat dimana Ramesh dan Karan terbunuh.

Rahul mendapati dirinya dalam keadaan terikat dan dia terkejut saat melihat Sia. Sia mengungkapkan kepada Rahul bahwa dia adalah pembunuh Samik dan Karan. Hal ini selanjutnya diungkapkan oleh Sia bahwa pria tua yang menjadi saksi dalam pelecehan seksual dialami Rajni merupakan ayahnya. Ayahnya meninggal bukan karena sebuah ledakan tetapi dibunuh oleh Rahul, Samaik, dan Karan.

Sia kemudian berusaha membunuh Rahul dengan menaikkan kadar gulanya. Selama proses pembunuhan, Rahul menjelaskan kepada Sia bahwa tidak ada gunanya membunuh dirinya karena pembunuh sebenarnya masih hidup dimana Rahul menjelaskan bahwa Ranveer telah disuap olehnya dan Karan untuk menyelamatkan mereka pada saa itu dan juga merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya. Rahul pun meninggal dan Sia merasa patah hati. Sia lalu membawa Ranveer ke tempat tersebut meminta Ranveer mengakui kejahatannya.

Ranveer menolak namun Ranveer tidak menyadari bahwa dia telah memanggil polisi dan seluruh pernyataannya telah direkam olehnya. Hal ini menyebabkan pertengkaran antara mereka berdua. Inspektur Deshmukh kemudian tiba dengan berkelahi dengan Ranveer. Sia mengambil pistol lalu menembak Ranveer hingga meninggal. Pada akhirnya Inspektur Deshmukh memaafkan perbuatan Sia dan dia meninggalkan pekerjaannya sebagai polisi.

Read Full Article

Kali ini saya bagikan Sinopsis Night Has Come Episode 4. Night Has Come (2023) adalah serial drama Korea yang dibintangi oleh Lee Jae-in, Kim Woo-seok, Choi Ye-bin, Cha Woo-min, Ahn Ji-ho, dan Jung So-ri. Serial sepanjang 12 episode ini mulai tayang 4 Desember 2023.

Night Has Come episode 4 melanjutkan apa yang kita tinggalkan di episode 3. Para siswa berjuang dalam kegelapan untuk menemukan ponsel mereka dan berusaha memilih. Suasana menjadi gaduh dan ribut, dan beberapa orang terluka. Sayangnya, suara penyiar terus mengumumkan kematian peserta lainnya, dan mereka bunuh diri.

Bahkan ketika mereka mendapatkan ponsel, mereka kesulitan memutuskan siapa yang akan mereka pilih. Hal ini berubah ketika So-mi memilih Eun-ha, dan sisanya mengikuti jejaknya. Meskipun Eun-ha memilih So-mi, itu sudah terlambat. Yoon-seo mencoba menyelamatkan Eun-ha dengan meminta peserta yang tersisa untuk membagi suara mereka dan memilih orang lain, tapi kesepakatan sudah selesai.

Di sisi lain, Kyung-joon menemukan ponsel Hyeon-ho dan membuangnya. Hyeon-ho marah dan dia berusah mencari ponselnya yang dilempar. Sayang, ia tidak dapat menemukan ponselnya dan gantung diri. Menyaksikan Na-hee dengan putus asa memanggil Hyeon-ho sungguh memilukan!

Pemungutan suara berakhir, dan Eun-ha muncul sebagai anggota dengan suara terbanyak. Dia mengecam semua orang karena memihak So-mi sebelum pergi untuk mengeksekusi dirinya sendiri. Pada titik ini, sebagian besar warga sipil telah tewas, dan para peserta belum menemukan satu pun mafia. Sekali lagi, penyiar mulai memainkan lagu pengantar tidur, dan para siswa tertidur karena malam telah tiba.

Keesokan paginya, Yoon-seo bangun setelah dikejutkan oleh mimpi di mana ia melihat seseorang dicekik. Para siswa bangun dan menemukan tubuh Hyeon-ho masih tergantung di auditorium. Mereka juga menyadari bahwa Joo-hyung sudah mati. Dia dicekik sampai mati oleh mafia pada malam hari. Penyiar memberi tahu mereka bahwa Joo-hyung adalah warga sipil. Dia juga mengumumkan bahwa dokter menggunakan kemampuan penyembuhannya sebelum pemungutan suara sebelumnya berakhir untuk menyelamatkan Cha Yoo-joon.

Para siswa menyalahkan Joon-hee karena menasihati mereka untuk tidak memilih dan memintanya untuk bertanggung jawab. Dia meminta maaf dan dengan sedih berjalan keluar. Kyung-joon dengan cepat mencoba melepaskan diri dari segala kesalahan. Ketika keadaan memburuk, Joon-hee mempertimbangkan untuk meninggalkan area yang ditentukan dan mati tetapi memutuskan sebaliknya.

Sementara itu, para siswa terus berdebat tentang siapa yang harus disalahkan. Jung-won menegaskan Kyung-joon adalah yang paling mencurigakan, tapi dia mencoba mengalihkan perhatian Joon-hee. Dia bilang dia cukup pintar untuk tidak mempercayai Joon-hee dan menyerahkan teleponnya. Bukan salahnya dia lebih cerdas dan hidup. Yoon-seo meminta mereka berhenti berdebat soal permainan. Dia mengklaim mereka hanya perlu menemukan pembuat game tersebut dan semua bisa keluar dengan selamat. Namun, mereka harus memasukkan jenazahnya ke dalam freezer terlebih dahulu. Beberapa siswa, terutama Kyung-joon, awalnya menolak membantu membersihkan jenazah, namun ia terpojok dan dipaksa.

Kemudian, Yoon-seo meminta Joon-hee untuk berhenti menyalahkan dirinya sendiri dan membantu menemukan orang di balik permainan tersebut. Sekali lagi, Yoon-seo menemukan dirinya sendirian di dalam freezer dan mendengar suara aneh. Setelah menyelidiki, dia menemukan dinding kecil terbuka dan melihat hantu mendekatinya. Dia panik dan berteriak, mengingatkan siswa lainnya. Mereka berasumsi dia mengalami serangan asma dan memberinya inhaler sebelum dia pingsan.

Yoon-seo terbangun di rumah sakit bersama Na-hee, yang menjelaskan kepadanya apa yang terjadi. Na-hee sangat menanggung kehilangan Hyeon-ho, yang mulai memengaruhi kekuatan mentalnya.

Di tempat lain, siswa lain mendiskusikan permainan tersebut dan menyarankan agar mereka berterus terang tentang peran mereka, namun tidak ada yang mau menerima umpan tersebut. Kyung-joon menunjukkan bahwa Joon-hee mungkin mafia karena banyak warga sipil tewas ketika mereka memutuskan untuk tidak memilih tadi malam. Ini adalah saran Yoon-hee, dan dia berada di urutan teratas dalam daftar orang-orang yang kemungkinan besar adalah mafia.

Namun, So-mi berpendapat bahwa mafia pun mati setelah mengikuti saran Yoon-hee. Para siswa mengalihkan perhatian mereka ke teman-teman Cha Yoo-joon, mengatakan bahwa mereka mungkin adalah dokter yang menyelamatkannya. Tentu saja, teman-teman Yoo-joon dengan cepat membantah tuduhan tersebut.

Tak lama kemudian, salah satu siswa menyebutkan bahwa So-mi adalah orang pertama yang memilih Eun-ha. Siswa tersebut menunjukkan bahwa Eun-ha telah mengungkap So-mi atas apa yang terjadi pada Dong-hyeon. So-mi membalas para siswa dengan tuduhannya sendiri, sehingga menambah kebingungan dalam cerita.

Percakapan kembali ke Kyung-joon dan mengapa dia menyembunyikan teleponnya. Kyung-joon menyalahkan Woo-ram karena berpuas diri dalam membunuh Lee Joo-young setelah ditolak. Pertengkaran terus berlanjut, semua orang menyebutkan masalah sekecil apa pun yang dialami siswa satu sama lain. Pada akhirnya, Kyung-joon adalah orang pertama yang memberikan suara, dan dia memilih Woo-ram. Mereka bahkan hampir terlibat adu fisik.

Setelah melihat Kyung-joon memilih Woo-ram, antek-anteknya pun mengikutinya. Mereka kemudian memutuskan bahwa mungkin berbahaya jika tetap bersama mereka bertiga. Mereka mencari lebih banyak orang untuk direkrut dan menyuap mereka dengan makanan dari toko makanan ringan.

Yoon-hee mencoba meyakinkan siswa lain untuk tinggal dan berdiskusi, tapi mereka pergi. Segera setelah itu, lebih banyak orang mulai memilih Woo-ram. Sebuah kampanye dimulai di tengah ketika semua orang mencoba membuktikan bahwa mereka adalah warga sipil. Yoon-hee mulai menyalahkan dirinya sendiri karena tidak menghentikan para siswa untuk memilih lagi.

Ketika waktu mendekati tengah malam, Woo-ram meminta peserta lain untuk memilih Kyung-joon sebagai balasannya. Dia memperingatkan mereka bahwa hanya masalah waktu sebelum Kyung-joon datang menjemput mereka. Yoon-hee dan teman-temannya memutuskan untuk memilih Kyung-joon. Jam terus berdetak, dan Ji-soo serta Yoo-joon menjadi orang terakhir yang memberikan suara. Woo-ram pergi mencari dan meyakinkan mereka untuk menyelamatkannya.

Setelah pemungutan suara, Yoon-seo menunjukkan kepada Ju-won dan Na-hee bukaan dinding yang dia temukan dan memutuskan untuk memeriksanya lagi. Kali ini, dia terjeblos dan jatuh menembus dinding. Dia menemukan ruangan yang penuh dengan komputer yang memantau para siswa.

Night Has Come Episode 3 | Night Has Come Episode 5

Read Full Article

Sinopsis Night Has Come Episode 3 – Night Has Come episode 3 dimulai dengan para siswa di Youth Center menerima pesan di ponsel mereka bahwa Dong-hyeon adalah warga sipil. Ini segera memberi tahu mereka bahwa dia sudah mati. Yang masih belum tahu apa yang terjadi sebelumnya, silahkan baca di Sinopsis Night Has Come Episode 2.

Sementara itu, para siswa sukarelawan kembali ke Youth Center dan segera diminta menjelaskan penyebab kematian Dong-hyeon. So-mi dengan cepat mengklarifikasi bagaimana hal itu terjadi. Di sisi lain, Kyung-joon menuntut untuk mengetahui apakah mereka berhasil sampai ke desa tersebut, dan Joon-hee memberi tahu mereka bahwa tidak ada jalan keluar. Mereka terjebak. Saat ini, satu-satunya pilihan mereka adalah menyelesaikan permainan.

Setelah pertemuan, Yoon-jeo diam-diam duduk sendirian dan menangis. Dia merasa bersalah karena dialah yang menyarankan agar mereka menjelajahi garis tersebut. Dia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Dong-hyeon, dan Jung-won menemukan dan menghiburnya. Jung-won memintanya untuk berkumpul dan mencari jalan keluar daripada mengepel. Dalam perjalanan ke kantor, mereka bertemu dengan salah satu siswa yang terus diintimidasi oleh Kyung-joon. Si penindas telah memanggilnya, dan mereka mencoba mencegahnya pergi, namun anak muda itu bersikeras.

Pada saat yang sama, Joon-hee tetap berada di kantor, tempat telepon terus berdering. Dia segera menyadari itu semua hanya ilusi dan telepon sudah lama terputus. Yoon-seo dan Jung-won mendengar Joon-hee berteriak di kantor dan bergegas memeriksanya. Dia memberi tahu mereka bahwa semuanya palsu, mulai dari telepon hingga file di kantor. Tidak ada yang bekerja!

Sementara itu, Kyung-joon dan antek-anteknya terus menindas Da-beom dan memintanya menjelaskan permainan tersebut kepada mereka. Dia menjelaskan bahwa seseorang hanya dapat mengetahui perannya, dan bergantung pada keberuntungan dan pemikiran logis untuk menemukan mafia. Geng tersebut bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika mereka secara acak memilih seseorang untuk dibunuh tetapi dengan cepat memutuskan bahwa itu tidak akan berhasil.

Mereka mempertanyakan mengapa Choi-joon dibunuh dan apa yang terjadi sejauh ini. Namun, Da-beom belum paham dengan aturan permainan mafia ini. Kami juga tidak bisa menyalahkannya. Ini adalah perang psikologis yang intens yang menyebabkan kematian teman-temannya. Kyung-joon mengambil telepon Da-beom dan mencoba melihat apakah dia dapat memilih dari telepon itu. Untungnya, seseorang hanya dapat memilih dari ponselnya sendiri.

Di tempat lain, siswa lain mendiskusikan permainan tersebut dan mencoba mencari mafia dan peserta lain untuk menyusun rencana permainan. Sementara itu, Na-hee dihibur oleh Hyeon-ho dan dia mengobati lukanya. Mereka berjanji satu sama lain untuk bertahan hidup dan bercanda tentang jatuh cinta satu sama lain.

Saat para siswa membagi diri menjadi beberapa kelompok, mereka mencoba mencari tahu cara kerja permainan dan siapa yang membunuh Joon-won. Yoon-seo, Jung-won dan Joon-hee memutuskan mereka harus meminta yang lain untuk tidak memilih agar tidak ada yang meninggal. Sebelum itu, mereka menyelamatkan Da-beom dari Kyung-joon, dan perkelahian pun terjadi. Kyung-joon mencoba membunuh Hyeon-ho tetapi dengan cepat dikalahkan hingga menyerah, meskipun itu hanya berumur pendek. Yoon-seo meyakinkan Kyung-joon untuk berhenti bertindak bodoh dan berkumpul dengan yang lain di auditorium.

Pada saat yang sama, Somi dan kelompoknya mulai saling menyalahkan karena semua orang tampak curiga. Mereka mulai melihat kejadian pada hari sebelumnya. Eun-ha mendapat masalah karena dialah yang dengan bercanda menyarankan agar mereka membunuh Heo Yool. Dia, sebaliknya, menuduh So-mi mendorong Dong-hyeon melampaui batas. Eun-ha bersikeras bahwa dia adalah warga sipil, tetapi argumen So-mi lebih menarik perhatian siswa lainnya.

Setelah semua siswa berkumpul, Joon-hee menyarankan agar mereka tidak memilih, dan Kyung-joon memerintahkan semua siswa untuk meletakkan ponsel mereka di tempat sampah. Tentu saja, beberapa siswa sangat menentang tidak memilih, namun mayoritas menang. Para siswa menaruh ponsel mereka di tempat sampah, tapi Kyung-joon diam-diam menyimpannya.

Sebuah pengumuman mengingatkan siswa bahwa mereka masih punya waktu satu menit untuk memilih, namun mereka memutuskan untuk tidak memilih. Untuk sesaat setelah tengah malam, tidak terjadi apa-apa, dan para siswa mulai merayakannya, mengira mereka telah menang. Namun, alarm berbunyi, dan para siswa mulai berdebat apakah akan memilih atau tidak.

Sayangnya, suara penyiar mulai berkata mengeksekusi orang secara acak, dan para siswa bergegas mengambil ponsel mereka dan memberikan suara. Seorang siswa menarik kabel listrik dan mengeksekusi dirinya sendiri, menyebabkan pemadaman listrik. Para siswa berjuang melewati kegelapan untuk menemukan ponsel mereka dan memilih. Yoon-seo mencoba membantu Joon-hee, yang sepertinya sedang mengalami serangan panik.

Night Has Come Episode 2 | Night Has Come Episode 4

Read Full Article

Sinopsis Night Has Come Episode 2 – Night Has Come Episode 2 dibuka dengan para siswa bangun keesokan paginya dan mencoba memproses apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Yang belum baca sebelumnya, bisa lihat dulu ke sinopsis episode 1. Seperti yang diharapkan, mereka berada dalam keadaan shock, dan mereka menerima pesan di ponsel mereka. Penyiar menjelaskan bahwa tadi malam, sebelum pemungutan suara sebelumnya berakhir, petugas polisi menggunakan kekuatannya.

Para siswa juga mengetahui bahwa mafia mengeksekusi salah satu anggota mereka, Choi Joon-won. Awal permainan putaran kedua diumumkan, dan para siswa diminta untuk mulai memilih. Mereka punya waktu hingga tengah malam untuk memilih seseorang yang mereka curigai sebagai mafia.

Yoon-seo bertanya apakah ada yang melihat Choi Joon-won sementara siswa lain bergegas ke ruang siaran, berharap menemukan penyiarnya. Para siswa membagi diri menjadi dua. Satu tim menemukan Joon-won dibunuh di toilet, dan tim lainnya tidak menemukan penyiar. Ruang siaran kosong.

Yoon-seo memeriksa tekape di sekitar Joon-woon dan menyimpulkan dia terbunuh baru-baru ini. Dia mulai merasa mual. Sementara itu, Kyung-joon meminta Joon-hee untuk bertanggung jawab sebagai ketua kelas. Joon-hee menganjurkan agar mereka keluar dari pusat pemuda dan mencari bantuan dengan cepat.

Joon-hee mengirimkan pesan grup kepada para siswa, memberitahukan mereka bahwa mereka harus segera pergi. Mereka bertemu di luar gedung dan merencanakan langkah selanjutnya. Joon-hee mengatakan dia melihat pompa bensin di dekatnya, dan mereka bisa berjalan ke sana karena telepon mereka tidak berfungsi. Mereka mulai berlari menuju pintu keluar, namun sebuah pengumuman menghentikan langkah mereka. Mereka diberitahu bahwa mereka harus memainkan permainan di area yang telah ditentukan. Para siswa melihat sekeliling dan menemukan bahwa lantainya ditandai. Diberi garis putih.

Seorang siswa kehilangan kesabarannya dan berjalan melewati batas putih. Teman yang lain mencoba menghentikannya dan secara tidak sengaja melewatinya juga. Mereka berdua segera dieksekusi, dan mereka bunuh diri dengan membenturkan kepala mereka ke satu sama lain dan ke batu. Siswa lain menyaksikan dengan ngeri saat kenyataan situasi kembali menimpa mereka. Penyiar memberi tahu para siswa bahwa teman mereka yang meninggal adalah warga sipil, yang berarti permainan masih berlangsung.

Setelah menyaksikan kematian brutal teman-teman sekelasnya, para siswa kembali ke dalam dan mendiskusikan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Joon-hee bilang mereka harus menunggu; beberapa siswa tidak setuju, tetapi mereka tidak berani keluar. Seorang gadis meminta yang lain memikirkan apa yang harus dilakukan dengan mayat-mayat itu. Yang lain bertanya kapan guru akan kembali, tapi tidak ada yang tahu.

Yoon-seo bangkit dan berlari ke atap untuk mencari sinyal. Jung-won dan Joon-hee mengikutinya. Kyung-joon menggunakan kesempatan ini untuk mencuri kunci di atas meja, memungkinkan akses ke beberapa ruangan di gedung tersebut.

Di atap, Yoon-seo menemukan bahwa garis putih menentukan area yang ditentukan di mana permainan harus dimainkan. Dari ketinggian, mereka dapat melihat garis memanjang dari bangunan menuju ke hutan. Namun garisnya banyak, dan mereka harus menentukan mana yang nyata.

Ketiganya kembali dan memberi tahu siswa lain tentang temuan mereka. Dengan menggunakan peta, mereka memutuskan untuk mengikuti garis putih dan melihat apakah mereka bisa sampai ke desa terdekat dan meminta bantuan. Awalnya, para siswa takut, tapi Joon-hee mengatakan tidak apa-apa jika mereka tidak melewati batas. Mereka mengujinya sendiri dan tahu bahwa mereka harus berjalan sampai akhir yang tersirat. Mereka mengikuti garis tersebut hingga menemukan jalan setapak.

Para siswa memutuskan bahwa beberapa orang harus memeriksa ke mana arah jalan setapak. Joon-hee menjadi sukarelawan, dan Yoon-hee diminta untuk tetap tinggal karena dia tidak sehat (dia hampir tenggelam di kolam pada hari sebelumnya). Mereka berpendapat dia akan memperlambat Joon-hee. Setelah banyak berkonsultasi, So-mi, Da-hee, Hyeon-ho, dan siswa lainnya dengan sukarela berangkat. Da-hee hanya setuju untuk pergi setelah Hyeon-ho mengajukan diri. Saat mereka mengucapkan selamat tinggal kepada para sukarelawan, Yoon-seo mendengar seseorang memanggilnya, tapi tidak ada siapa-siapa. Dalam perjalanan, Na-hee terluka namun memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan bersama yang lain. Hal ini terutama karena So-mi mendorongnya untuk mengatakan dia baik-baik saja.

Sementara itu, Kyung-joon dan krunya menemukan bar makanan ringan tersebut dan memutuskan untuk menyimpannya sendiri. Yoon-seo meminta beberapa siswa untuk membantunya memasukkan mayat ke dalam freezer. Namun, dia mengambil foto tempat kejadian dan mempertanyakan mengapa mafia membunuh Joon-won jika dia ada di tim mereka. Berdasarkan adegan tersebut, dia merasa aneh ada seseorang yang memukul Joon-won dengan alat pemadam api dari depan.

Joon-won hanya mengalami luka di keningnya; anehnya dia tidak menghindari serangan ketika dia melihatnya datang. Jika tidak, itu berarti Joon-won sengaja membenturkan kepalanya ke alat pemadam kebakaran. Saat memasukkan jenazah ke dalam freezer, para siswa menyadari bahwa suhunya tidak sedingin yang seharusnya dan mencoba menurunkan suhunya. Mereka juga bertanya-tanya bagaimana ponsel mereka masih memiliki daya meskipun tidak pernah diisi dayanya. Meskipun demikian, mereka meninggalkan freezer.

Di jalan keluar, Yoonseo mendengar suara aneh dan mencoba menyelidikinya. Dia mengikuti suara itu ke ruang bawah tanah, dan sepertinya ada hantu tepat di belakangnya. Dia mendengar pintu terbuka dan berjalan ke arah itu. Dia menemukan lebih banyak ruang dan apa yang tampak seperti kantor. Dia mencoba menggunakan telepon rumah, tetapi tidak aktif. Namun, setelah dia meninggalkan ruangan, komputer secara otomatis menyala dan menampilkan rekaman CCTV di berbagai ruangan di gedung tersebut. Yoon-seo kembali ke kamarnya dan menemukan Jung-won mencoba mendapatkan informasi kode permainan melalui bagian belakang. Sayangnya, usahanya gagal.

Jung-won juga mengatakan kepadanya bahwa telepon siswa yang meninggal tidak akan berfungsi atau mengisi daya. Yoon-seo mempertanyakan apakah ponselnya mati bersama pemiliknya. Dia bertanya pada Jung-won apakah dia melihat atau mendengar sesuatu yang aneh. Namun, Jung-won mengatakan semuanya aneh. Yoon-seo memberitahunya bahwa dia curiga dia melihat hantu, tapi Jung-won menampik ketakutan temannya.

Pada saat yang sama, para sukarelawan sampai di ujung garis putih dan melihat sesuatu yang aneh. Orang-orang yang mereka lihat dari jauh tidak bergerak, bahkan burung camar pun tidak bergerak. Seseorang mungkin telah menempatkan orang-orangan sawah di sana agar terlihat seperti manusia.

So-mi dan Dong-hyeon berpikir mereka tidak bisa lagi melihat akhir dari garis tersebut, jadi mereka mendekat untuk menyelidikinya. Sayangnya, Dong-hyeon terpeleset dan akhirnya melanggar aturan. Dari kelihatannya, So-mi mendorongnya alih-alih membantunya saat dia terpeleset. Dia segera dieksekusi, dan dia bunuh diri sama seperti siswa lainnya.

Night Has Come Episode 1 | Night Has Come Episode 3

Read Full Article

Sinopsis Night Has Come Episode 1 – Night Has Come episode 1 dimulai dengan Lee Yoon-seo yang terbangun dari mimpi buruk. Dia sedang tidur di ranjang susun dan terbangun, dan menemukan darah menetes dari ranjang atas dan orang yang tidur di sana tewas. Dia segera lari keluar dari kamar dan menemukan kolam renang ungu. Ada gadis lain di ruangan itu yang melompat ke dalam air, dan semuanya berubah dari ungu menjadi merah. Dia melarikan diri lagi dan bertemu dengan lebih banyak siswa yang terlihat seperti zombie. Dia berbalik untuk berlari lagi, tapi seseorang meninju dia. Ini mengejutkannya dari tidurnya.

Saat ini, Yoon-seo adalah salah satu siswa kelas dua 3 di SMA Yooil yang melakukan karyawisata. Dia sedang membaca buku sebelum dia tertidur di bus. Sementara itu, siswa lainnya dengan lantang memainkan permainan mafia hingga bully-er memerintahkan mereka untuk diam karena ingin tidur. Seorang siswa berpikir untuk melawan si penindas, namun siswa lainnya memperingatkan dia untuk tidak melakukannya. Saat siswa lain bercanda, Yoon-seo tidak bisa berhenti menatap Kim Joon-hee, pria yang dia sukai. Temannya, Oh Jung-won, menggodanya untuk duduk di sebelah Joon-hhe lain kali. Oh Jung-won sedang sibuk membuat game di laptopnya.

Para siswa segera tiba di Youth Centre, di mana mereka akan tinggal selama kunjungan lapangan. Guru mendapat panggilan telepon, tapi sinyalnya lemah, dan dia berjalan pergi, mencoba mencari sinyal yang lebih baik. Sementara itu, para siswa mengambil barang bawaannya dari bus dan menuju ke rumah. Yoon-seo merasakan deja vu, tapi Jung-won mengatakan semua pusat remaja terlihat sama.

Saat mereka memasuki pusat remaja, para siswa secara otomatis memindai kode OR di pintu masuk untuk terhubung ke WiFi dan menginstal aplikasi pusat remaja. Para siswa terus berbicara dengan santai, dan guru tersebut menyerah setelah gagal mendapatkan sinyal telepon yang baik.

Setelah mulai menetap, para siswa ada yang mulai berlatih menari. Ada yang bermain basket. Seorang siswa mengabadikan momen tersebut dengan kameranya. Jung-won dan Yoon-seo duduk sendiri dan memperhatikan siswa lainnya. Jung-woon menemukan aplikasi pusat remaja di bawah standar dan menyatakan bahwa dia bisa membuat aplikasi yang lebih baik.

Setelah gagal berkomunikasi dengan guru dari kelas lain, guru tersebut memanggil Jon-hee, ketua kelas. Dia memintanya untuk memastikan para siswa pergi ke kamar masing-masing dan mengatakan dia akan memilih orang lain dari kelas yang berbeda. Guru juga meminta wakil presiden, Kim So-mi, untuk memastikan para siswa tetap mengenakan seragam mereka sampai mereka dapat mengambil foto bersama.

Para siswa segera menyadari bahwa mereka tidak bisa mendapatkan sinyal apa pun di ponsel mereka. Tiba-tiba, suara dering keras dan pemadaman listrik membuat para siswa ketakutan. Ternyata seorang siswa sedang bermain-main untuk menakuti teman-teman sekelasnya. Dia mulai menceritakan kisah hantu tentang seorang siswa yang pernah melakukan bunuh diri di pusat tersebut. Sisanya menganggapnya sebagai lelucon, tapi Yoon-seo tampaknya takut.

Adegan beralih ke para bully-er sekolah yang sedang melakukan “kerjaan” mereka. Secara acak menjemput sesama siswa lain yang meminta mereka membayar kembali uang utang mereka. Pemimpin geng, Ko Kyung-joon, melontarkan lelucon kejam pada siswa tersebut.

Di tempat lain, Jung-won dan Yoon-seo tinggal di kamar mereka namun menyadari internet tidak berfungsi. Yoon-seo tidak merasa terganggu saat dia membaca novel, tapi tidak demikian halnya dengan Jung-won. Mereka mendapat pesan menyambut mereka ke permainan mafia dan memberi mereka informasi tentang pekerjaan masing-masing dalam permainan tersebut.

Mereka bisa sebagai warga sipil, dokter, polisi atau mafia. Sesuai aturan permainan, mulai jam 8 pagi hingga tengah malam, peserta akan memilih anggota mafia melalui voting. Pada tengah malam, anggota dengan suara tertinggi akan dieksekusi. Usai voting, semua peserta kecuali mafia akan tertidur. Selama ini, mafia harus mengeksekusi seseorang sebelum jam 6 pagi. Permainan berakhir ketika tim mafia atau tim sipil membunuh tim lain dan menang. Tercatat juga bahwa warga sipil, dokter, dan polisi berada dalam tim yang sama.

Permainan pun dimulai. Para siswa mendapat pesan di ponsel mereka yang meminta mereka untuk mengkonfirmasi peran mereka. Para siswa menganggap ini adalah permainan acak dan menyenangkan dan mulai memberikan suara. Mereka memutuskan untuk memilih Heo Yool sebagai mafia. Setelah pemungutan suara, Yoon-seo dan Jung-won menyadari bahwa mereka tidak pernah mendaftar untuk permainan tersebut dan mempertanyakan cara kerjanya tanpa internet. Mereka pergi menemui Joon-hee untuk menanyakan kembalinya guru tersebut. Mereka terkejut karena gurunya belum kembali dan tidak ada orang dewasa lain di dalam gedung.

Mereka memutuskan untuk memeriksa kantor, namun sambungan telepon rumah pun tidak aktif. Yoon seo mendapat pesan acak untuk segera menuju ke kolam renang di paviliun. Saat berada di sana, Kim So-mi dan teman-temannya dengan nada mengejek mencoba mengadakan pesta ulang tahun untuknya. So-mi melempar Yoon-seo ke kolam renang, dan dia hampir tenggelam. Bukan karena Yoon-seo tidak bisa berenang. Rasanya seperti ada kekuatan tak terlihat yang menariknya ke bawah.

Untungnya, Joon-hee tiba tepat waktu untuk menyelamatkannya setelah menyelamatkan anak laki-laki yang diintimidasi oleh Kyung-joon dan antek-antek pengganggunya. Joon-hee mengajak Yoon-seo beristirahat di rumah sakit dan menemaninya sampai dia bangun. Dia khawatir dia kembali trauma setelah masuk ke kolam untuk menyelamatkannya. Rupanya, Joon-hee berhenti berenang setelah kejadian penting di masa lalu.

So-mi datang untuk meminta maaf secara pura-pura, dan Yoon-seo bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Para siswa berkumpul di lorong, dan sebuah pengumuman memenuhi udara. Pengatur waktu enam puluh detik dimulai di ponsel siswa, mengingatkan mereka bahwa mereka memiliki waktu 1 menit sebelum pemungutan suara berakhir. Semua siswa dengan suara bulat memilih Heo Yool karena mereka mengira dia adalah seorang mafia.

Heo Yool mulai mendengar dering keras dan berlutut sebelum tersandung dinding. Dia mengangkat kepalanya, dan matanya berputar dan berwarna keputihan. Dia kemudian mulai membenturkan kepalanya ke lantai, dan beberapa siswa mencoba menghentikannya, tetapi tidak berhasil. Dia berdiri dan mulai membenturkan kepalanya ke karya seni di dinding. Akhirnya, dia melompat keluar jendela dan jatuh hingga tewas. Sebelum para siswa sempat memproses apa yang terjadi, diumumkan bahwa Heo Yool adalah warga sipil.

Episode ini berakhir dengan lagu acak terdengar diputar, dan para siswa tiba-tiba tertidur.

Next: Night Has Come Episode 2

Read Full Article

Sinopsis Drama Korea Run On Episode 4 – Episode 4 Run-On dimulai tepat dari bagian terakhir yang kita tinggalkan saat Seon Gyeom mengaku menyerang juniornya dan meminta Mi-Joo menerjemahkan kata-katanya. Dia juga melakukannya, dan saat mereka pergi, Anggota Kongres Ki dan Dan-A keduanya berada dalam posisi yang canggung. Sedemikian rupa sehingga Dan-A bahkan menugaskan rekannya menuangkan air ke reporter untuk menggoreng barang elektronik mereka. Sayangnya keadaan menjadi lebih buruk ketika media mulai berasumsi bahwa cedera Woo-Sik sebenarnya disebabkan oleh Seon-Gyeom.

Di belakang panggung, Ki muncul namun Seon Gyeom memiliki lebih dari cukup amunisi untuk digunakan melawannya. Dia membalas omelan Ayahnya, menjelaskan kepadanya bahwa dia tidak pernah peduli terhadap putranya sendiri, mengemukakan kekecewaan Ki ketika bahu Seon Gyeom terluka. Pikiran pertama Ki adalah bagaimana karir lempar lembingnya berakhir.

Seon-Gyeom akhirnya pergi dan membawa Mi-Joo bersamanya. Ki mengalihkan perhatiannya ke pelatih dan anak buahnya, mengatakan kepada mereka bahwa dia akan mengawasi mereka mulai saat ini.

Di belakang panggung, Woo-Sik dipaksa mengikuti reporter Inggris namun tanpa penerjemah, dia berada dalam posisi yang sulit. Namun, Dan-A berhasil membuatnya tetap terisolasi dan jauh dari pengintaian untuk saat ini. Dia sendiri yang bekerja sama dengan mereka dan mengumpulkan semua reporter untuk menyusun kisah nyata seputar apa yang terjadi. Sebuah cerita yang melibatkan Woo-Sik menjadi korban dalam semua ini.

Seon-Gyeom dan Mi-Joo tiba di Pulau Jeju dan akhirnya berbagi makan siang bersama. Di sana, mereka berdiskusi tentang berlari dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan di lintasan.

Ketika mereka kembali, Ki mencoba membayar Mijoo dengan tiket pesawat. Dia menolak meskipun menerima suap awal, dan memberitahu sekretaris Ki bahwa pekerjaannya belum selesai. Mengangkat bahunya, dia pergi setelah menyelesaikan tugasnya, sementara Mijoo melakukan yang terbaik untuk tidak membiarkan artikel skandal online mengenai situasi Seon Gyeom mengganggunya.

Dan-A memberi tahu Seongyeom mengenai apa yang diharapkan dari media saat mereka bersiap menghadapi gelombang pertanyaan yang akan datang. Tepat sebelum mereka keluar untuk menyambut mereka, Seon Gyeom meminta Mi Joo melewatkan bagian tentang dia yang menyerang anak laki-laki untuk membantu Woo Sik. Khawatir dengan Anggota Majelis Ki, dia rupanya melakukan ini untuk memastikan dia tidak terluka. Namun Mi-Joo tidak peduli dan menjelaskan kepadanya bahwa mereka perlu mengungkapkan kebenaran dan tidak peduli dengan dampaknya; kebenaran perlu diungkapkan.

Wawancara dilanjutkan dan Mi-Joo menerjemahkan kata-kata Woo-Sik persis seperti yang dia ucapkan. Setelah itu, Woo-Sik berjanji membelikannya makanan suatu hari nanti sebagai ucapan terima kasih. Usai wawancara, Seon Gyeom menyusulnya dan menawarkan mengantarnya ke bandara. Dia menolak tetapi mengatakan kepadanya bahwa dia menyukainya.

Sementara Seongyeom melanjutkan pemotretannya, Mijoo pulang. Lee Yeong-Hwa sementara itu, muncul di Akademi dan melihat sebuah cincin di dasar kolam renang. Sayangnya Dan-A mengagetkannya dan dia terjatuh dengan kepala lebih dulu ke dalam air. Ups!

Dan-A membantunya namun sebenarnya dia hanya melakukan itu untuk mendapatkan perhiasannya kembali. Dia sama sekali tidak memiliki satu kalimat murahan atau rayuan, malah menugaskannya untuk melukis gambarnya. Dia melakukan yang terbaik untuk mencairkan hati sedingin es itu dan dia berhasil mengikisnya sedikit sebelum pergi.

Seon Gyeom pada akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada trek, mengakui pada dirinya sendiri bahwa dia awalnya mulai berlari dari Anggota Majelis Ki. Kini Ayahnya banyak berinvestasi dalam kemajuan putranya, Seongyeom tampaknya kehilangan motivasinya.

Mi-Joo kembali ke Dan-A dan menerima sambutan yang cukup dingin. Itu hanya menjadi lebih buruk ketika Mi-Joo mengetahui Seon-Gyeom menyukainya…tapi awalnya juga menyukai Dan-A yang hanya membuat segalanya menjadi canggung. Mi-Joo bertahan melawan Ratu Es kali ini dan akhirnya pergi. Saat dia melakukannya, Dan-A berkomentar bahwa Mi-Joo cukup pintar.

Ketika Mi-Joo muncul di kamar hotel Seon-Gyeom, dia segera memanggilnya karena dibayar oleh Ayahnya. Dia mengaku mengambil uang itu saat episode ini hampir berakhir.

Read Full Article

Sinopsis Run On Episode 3 – Usai ciuman mereka di episode sebelumnya, episode 3 Run On dimulai dengan Seon-Gyeom jatuh ke pelukan Mi-Joo dan pingsan karena minum terlalu banyak. Tae-Ri segera menghadapi para reporter di mobil mereka dan memberi tahu mereka untuk tidak mengatakan apa pun atau mereka bisa kembali dan melihat mereka dituntut.

Seongyeom bangun di pagi hari dan berpakaian. Hanya saja, pakaian yang Mi-Joo miliki untuknya antara lain kemeja bermotif macan tutul dan celana jeans ketat. Saat mereka pada akhirnya duduk makan, Seon Gyeom berjanji mencuci piring setelahnya. Saat dia bertanya bagaimana dia bisa berada di sana, kami memotong kembali ke kilas balik lucu yang melibatkan Seongyeom yang menempel di punggung Mijoo dalam keadaan mabuk.

Usai makan, Mi-Joo memberi Seon-Gyeom tumpangan ke rumah sakit. Hanya saja, dalam perjalanan dia memutuskan untuk mengambil boneka mainan untuk Woo-Sik. Boneka mainan itu berasal dari keterampilan menembaknya yang sempurna di arcade. Dia memenangkan boneka teddy besar untuknya dan menyerahkannya saat percakapan beralih ke ciuman mereka. Dia menepisnya karena Mi-Jo tersinggung dan akhirnya pergi.

Seon Gyeom muncul di rumah sakit dan bertemu Woo Sik, menyerahkan boneka teddy sementara dia terkekeh melihat pakaian flamboyan Seon Gyeom. Pada akhirnya dia berterima kasih pada Seon Gyeom dan membungkuk dalam-dalam. Meninggalkan rumah sakit, jelas Seon Gyeom mengejar Mi Joo namun mempunyai pengaturan keluarga yang harus dihadiri pada jam 3 sore keesokan harinya, yang berfungsi sebagai pengalih perhatian yang cukup mengalihkan pikirannya dari berbagai hal.

Bersama saudara perempuannya, Seon Gyeom muncul di rumah Ayahnya saat foto reuni mereka diambil. Seongyeom mencoba yang terbaik untuk terlihat bahagia dalam potret keluarga mereka namun jelas bahwa dia sama sekali tidak bahagia.

Mijoo sementara itu, memeriksa berita dan melihat gambar yang diunggah Seon Gyeom. Memikirkan kata-kata sebelumnya, dia bertanya-tanya kapan dia merasa tidak nyaman dengan kehidupan keluarga mereka di depan umum.

Bagaimanapun, Seon Gyeom segera dimarahi oleh Ayah Anggota Majelisnya, Ki Jeong-Do, saat makan siang. Pelanggaran Seongyeom berdampak buruk terhadapnya dan dia berusaha mengingatkan putranya mengenai hal ini. Saat Seongyeom memperjuangkan kasusnya, Ki memecahkan piring dan pada akhirnya berjalan pergi, mengucapkan selamat ulang tahun kepada mereka. Eun-Bi mengikutinya keluar dan menyerahkan sekantong makanan untuk mengucapkan selamat tinggal.

Mi-Joo akhirnya menonton La La Land dan menangis di akhir. Saat dia mengutuk temannya karena memilih film emosional untuk diterjemahkan, dia keluar setelah itu dan mengagumi indahnya matahari terbenam. Matahari terbenam yang sama, ternyata Seongyeom kebetulan memakan Japchae juga.

Dan-A berbicara terhadap Eun-Bi dan memberi tahu dia bahwa dia berhasil menyelesaikan situasi dengan penyerangan tersebut. Semua ini hilang ketika dua anak laki-laki dari tim lari menyampaikan pernyataan mereka kepada komite tim lari. Mereka menganggapnya sebagai kesalahpahaman sederhana dan memutuskan untuk tidak mengutuk Seongyeom atas penyerangan.

Setelah bertemu dengan anggota tim lari, Seon Gyeom naik taksi pulang sementara Mi Joo dipanggil menemui Anggota Kongres Ki. Dia menugaskan Mijoo untuk mengendalikan putranya, menyerahkan amplop uang dan menyuruhnya melaporkan kepadanya mengenai semua yang dilakukan Seon Gyeom. Dengan amplop uang, Mi-Joo pergi dengan membawa banyak hal untuk dipikirkan.

Keesokan harinya, Eun-Bi dan Seon-Gyeom muncul untuk wawancara di mana Mi-Joo bekerja sebagai penerjemah. Dia segera memanggil pewawancara berbicara bahasa Inggris dan hanya menanyai Eun-Bi. Ini adalah momen yang singkat namun membantu Seon Gyeom memandangnya dengan lebih baik sebelum dia bergegas pergi, tidak dapat memandang Seon Gyeom atas apa yang harus dia lakukan.

Malamnya, Seon Gyeom mengagetkan Mi Joo ketika dia keluar untuk berlari dan menepuk bahunya di taman. Pada akhirnya dia berhasil menenangkannya dan juga mendorong Mijoo menunggu sementara dia kembali ke lintasan dan terus berlatih.

Mempertimbangkan perkataan Woo-Sik, Seon-Gyeom akhirnya berjalan bersama Mi-Joo dan berbicara mengenai mimpinya. Dia tidak memiliki alasan yang jelas untuk berlari dan sangat kesulitan menemukan semangatnya.

Di pagi hari, Woo-Sik kembali berlatih menyaksikan Seon-Gyeom dan yang lainnya berlari. Seon Gyeom duduk bersamanya dimana Woo Sik mengakui dia tidak senang dia tidak bisa lari. Dia juga bertanya-tanya apakah akan memaafkan Gyu-Deok atau tidak. Seongyeom hanya mengangkat bahu, mengatakan kepadanya bahwa dia tidak perlu melakukannya jika dia tidak mau.

Hari pertama di luar pelatihan dimulai dan Seongyeom segera menghadapi Ayahnya ketika dia menyadari dengan kecewa bahwa dia telah membayar para pengganggu. Seongyeom jelas tidak senang dan Mijoo dapat merasakan ada sesuatu yang terjadi ketika dia melihatnya berlatih.

Seongyeom pada akhirnya membuat keputusan berani tidak berlari dan pergi setelah balapan pertama. Tidak seperti Woo-Sik yang jelas-jelas didorong oleh hal ini, Seon-Gyeom mengakui kepada pers bahwa dia tidak mencalonkan diri karena, dia tidak bisa. Dia secara terbuka mengaku menyerang juniornya dan berjanji untuk menghadapi konsekuensi apa pun yang mungkin menimpanya. Mi-Joo hanya bisa menonton dengan kaget saat episode ini hampir berakhir.

Read Full Article

Sinopsis Run On Episode 2 – Kita memulai episode 2 Run-On dengan pertemuan Seon-Gyeom dan Mi-Joo untuk pertama kalinya, secara resmi. Dengan Dan-A mengawasi obrolan mereka, dia pergi dan berjanji mengirimkan semua detail yang dibutuhkan kepada “gofer”.

Mi-Joo bergumam pelan, mengambil koran untuk dirinya sendiri dan melihat artikel yang menggambarkan gosip tentang kencan Tae-Ri dan Seon-Gyeom. Dia bukan satu-satunya yang melihat berita, ketika Seongyeom memeriksa artikel dan menjelaskan tindakannya. Ternyata dia bertemu dengan Tae-Ri yang terkenal tapi tidak ingat siapa dia. Gambar yang diambil oleh wartawan mengikuti pukulan lucu dari dirinya yang tidak dia ingat.

Di kota, Mijoo bertemu Seon Gyeom dan meminta korek api punggungnya. Hanya saja, kebetulan itu ada di pusat latihan dan dia tidak memilikinya saat ini. Saat mereka berbicara bersama, Seon Gyeom menyebutkan skandal yang sedang beredar dan bagaimana dia tidak berkencan dengan siapa pun. Akhirnya dia berhasil meyakinkannya untuk mengajaknya makan malam dalam waktu dekat.

Mi-Joo berjuang untuk fokus terhadap pekerjaan meskipun setelah jadwal Seon-Gyeom dikirim. Dia mengirim pesan padanya sambil melakukan trek yang menampilkan daftar waktu dan tanggal yang memungkinkan untuk bertemu. Dia memilih salah satu opsi sebelum mengetahui dari Mae-Yi bahwa Han telah memenangkan penghargaan Film Terbaik. Setelah melihat melalui gambar, dia bahkan mengetahui mengenai Seon Gyeom dan bagaimana Ibunya adalah Ji Woo.

Kembali ke lapangan lari, Woo-Sik mendapati dirinya diintimidasi oleh anak laki-laki lain. Dia terpaksa mengangkat papan kayu sementara Gyu-Deok memukulinya dan memukul berulang kali. Dengan papan kayu di tangan, mereka memukulinya hingga babak belur dan bergegas pergi. Seongyeom melihat mereka pergi di tengah hujan lebat dan berlari membantu. Di sana, dia menemukan Woo-Sik setengah sadar di tanah.

Seon Gyeom membawanya ke rumah sakit namun jelas dia dalam keadaan yang buruk. Woo-Sik akhirnya mengakui hal ini dan terbuka, menangis ketika Seon-Gyeom berjanji untuk menutupi tagihan rumah sakitnya. Dalam perjalanan keluar, Woo-Sik menjelaskan kepadanya bahwa dia takut, terutama usai memukul Gyu-Deok.

Seon Gyeom langsung kembali ke ruang ganti dan memukul Gyu Deok dengan pukulan kaku di rahang. Keduanya bertarung dengan kejam dan pada akhirnya Seon Gyeom meninggalkan ruangan bersama Gyu Deok dan Gi Beom yang babak belur dan memar.

Setelah itu, dia langsung menemui pelatih dan mengakui bahwa dia telah menyerang kedua anak laki-laki tersebut. Pelatih mengetahui semua mengenai pelecehan tersebut dan ingin Seongyeom menutupi semuanya. Namun dia tidak menerima semua itu dan menuntut untuk menemui komite disiplin. Dengan kontes internasional tim lari dalam waktu satu tahun, masa depan Seongyeom berada dalam bahaya. Harga dirinya menguasai dirinya dan dia akhirnya pulang.

Kembali ke akademi Dan-A, Dan-A memberitahu kakaknya untuk membereskan dirinya sendiri, meninggalkan pot bunga yang hancur di kantor untuk dia bersihkan. Myung-Min melompat untuk membantu namun jelas Tae-Woong adalah orang aneh di keluarga.

Mi-Joo terus bekerja dengan terjemahan subtitle-nya namun di kedai kopi, bertemu Dan-A yang muncul dan duduk di seberangnya. Dia berpura-pura tertidur sebelum akhirnya menginterogasi Ju-Kyung mengenai apa yang dia ketahui dan di mana dia bertemu Seon-Gyeom.

Saat keluar dari pintu dia mengagumi karya seni di dinding, mengubah pencahayaan untuk menonjolkan warna. Hanya saja, saat melakukan hal itu, sayangnya dia mendapat cat di sekujur tubuhnya. Dan-A menginginkan lukisan itu untuk dirinya sendiri dan pada akhirnya berbicara terhadap pemiliknya, membelinya dengan harga dua kali lipat dari harga pembelian toko.

Saat dia pergi, Young-Hwa muncul dan mengetahui bahwa seseorang telah membeli lukisannya. Dia juga secara resmi diperkenalkan kepada Mi-Joo, yang akhirnya bertemu dengannya jauh dari insiden pelemparan tas di episode sebelumnya.

Dan-A yang berhati dingin menemukan Seon Gyeom di kantornya dan menertawakan dia menyerang anak-anak lain. Seongyeom tidak menganggapnya lucu dan setelah memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi, meninggalkan kantor.

Namun di jalan keluar, dia bertemu dengan Jae-Gyu, kepala agensi Choi Tae-Ri. Dia berjuang untuk menghubungi Dan-A. Seongyeom menahan pria tersebut cukup lama hingga mobilnya ditarik pergi menuju parkir ilegal.

Keesokan harinya, Seongyeom menyadari dia lupa mengenai pertemuannya dengan Mijoo yang mengirim pesan beberapa kali menanyakan di mana tepatnya dia berada. Saat Seongyeom bergegas di jalan, dia berlari melewati Mijoo. Ketika Mijoo memberi tahu dia, Seongyeom dengan cepat berlari kembali dan menyapanya. Ternyata dia awalnya salah memilih tanggal untuk kencan mereka.

Tetap saja, pasangan itu pergi bersama dan pergi ke bioskop. Ini adalah film berbahasa Inggris dengan subtitle namun pasangan tersebut bertahan hingga akhir dimana Mi-Joo melihat kredit terjemahannya muncul di akhir. Setelah itu, mereka pergi untuk “makan malam bisnis” bersama untuk mendiskusikan film yang baru saja mereka tonton serta karier dan impian Mi-Joo.

Saat mereka terus makan, perhatian beralih terhadap Seon Gyeom yang menyebutkan kariernya dan juga bagaimana dia pernah menjadi pelempar lembing sebelum menjadi pelari cepat. Seon Gyeom cukup ringan dan Mi Joo memanggilnya untuk menggoda. Saat mereka saling bertatapan, Mijoo menarik diri dan mengucapkan selamat tinggal saat mereka berdua berpisah… hingga Mijoo kembali dan memutuskan untuk mengantar Seongyeom yang mabuk ke mobilnya.

Di sana, dia bertemu dengan Tae-Ri yang jelas merupakan suatu kebetulan namun agennya tidak melihatnya seperti itu… hingga Mi-Joo muncul di jalurnya. Menyadari ada reporter di dekatnya, Seon Gyeom memanfaatkan itu untuk keuntungannya dan mencium Mi Joo, mengklaim dia adalah pacarnya. Saat dia terlihat kaget, dia tersenyum padanya.

Read Full Article