Penulis: idmas

Baik kita terus maju dengan Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 11. Eun-hee dan Gun-woo tiba di lokasi kecelakaan namun mereka mendapati Ha yoon baik-baik saja sebab dia beruntung tidak berada dalam mobil yang mengalami kecelakaan. Ms. Park tiba di lokasi juga dia merasa khawatir kepada Ha-yoon. Pada saat Gun-woo dan Eun-hee ingin membawanya pulang, seketika Ms. Park meraih Ha-yoon dan memeluknya. Ms. Park meminta agar Ha-yoon pulang bersamanya. Ini membuat Gun-woo dan Eun-hee merasa terkejut.

Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 11

Di dalam mobil Ha-yoon tidur di pangkuan Ms. Park . Setelah itu Ms. Park menemani Ha-yoon untuk membeli pakaian untuknya setelah dia melihat baju Ha-yoon sangat buruk sebagai seorang actor. Gun-woo tiba di lokasi kerja namun dia harus menerima amarah dari Suk-jin sebab dia telah mengabaikan pekerjaan mereka dan lebih memilih untuk menemui Ha-yoon. Gun-woo pun meminta maaf. Di saat itu dari Myung-sun dan Eun-hee melihatnya. Myung-sun hendak menghampiri mereka karena emosi namun ditahan oleh Eun-hee untuk segera pergi meninggalkan mereka.
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 11
Di rumah, Ms. Park memperlihatkan foto Suk-jin saat masih kecil kepada Ha-yoon dan mengatakan kepada Ha-yoon dia adalah paman Suk-jin dia mirip dengannya. Ms. Park lalu bertanya kepada Ha-yoon apakah Ha-yon menyukainya. Ha-yoon mengatakan menyukainya. Ms. Park bertanya, “Bagaimana jika paman (Suk-jin) menjadi ayahmu?”. Ha-yoon menolak dan dia lebih suka Gun-woo menjadi ayahnya. Ini membuat Ms. Park tertegun.
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 11
Eun-hee mengunjungi kantor mengantarkan makanan kepada Suk-jin sebagai ucapan terima kasih dan ini membuat Gun-woo merasa kesal. Suk-jin pulang segera Gun-woo menarik Eun-hee yang juga membawa Gun-woo makan. Gun woo mengatakan ketidaksukannya sebab Eun-hee harus repot-repot membawakan Suk-jin makanan apalagi Gun-woo mengetahui Eun-hee sedang sakit dari Myung sun dan memintanya untuk lebih memperhatikan dirinya sendiri daripada orang lain. Eun-hee mengatakan ini dia lakukan untuk ucapan terima kasih dan permintaan maaf kepada Suk-jin sebab karena dia Gun-woo kena marah.
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 11
 
Suk-jin kembali ke rumah dan mendapati Ms. Park menjaga Ha-yoon yang sedang tidur. Suk-jin menunjukkan ketidaksukaan terhadap Ibunya yang menjaga Ha-yoon. Keesokan harinya, Ha-yoon membawakan minuman kepada Suk-jin. Ibunya memuji Ha-yoon namun Suk-jin masih tidak suka Ibunya memperdulikan anak yang dianggapnya orang lain.  Di saat itu Ms. Park menemukan naskah dimana Suk-jin bukan sutradaranya. Ibunya mempertanyakan ini dan berfikir apa karena Ja-kyung lagi. Suk-jin meminta ibunya keluar .
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 11
 Saat sarapan pagi, Mi-sook mengatakan kepada Ms. Park bahwa makanan ini Eun-hee yang telah menyiapkannya. Di saat itu Ms. Park melihat kemesraan Eun-hee dengan Ha-yoon. Ms. Park meminta Eun-hee untuk berbicara berdua. Di dalam ruangan Ms. Park, Ms. Park meminta kepada Eun-hee untuk menyerahkan Ha-yoon kepadanya. Ini membuat Eun-hee terkejut.
Read Full Article

Lanjut dengan Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happiness Episode 10. Di kedai, Eun-hee mencoba masakan Pak Kang dan dia sangat menyukainya. Sementara di lokasi lain, Gun-woo dan Suk-jin bertemu manager mereka atas kesuksesan mereka dalam menangani acara dan memberikan uang untuk pesta makan malam. Pimpinan mereka menyinggung  direktur Shin mengenai audisi anak dengan menunjukkan di layar tv. Gun-woo mengatakan dia hanya akan melakukan film itu saja dan Gun-woo telah menggagap Ha-yoon keponakannya.

Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happiness Episode 10
 
Selanjutnya, Ja-kyung menemui Gun-woo agar dia dapat berada dalam arahannya. Saat itu Suk-jin melihat mereka. Setelah Ja-kyung pergi, Suk-jin menghampiri Gun-woo. Gun-woo mengatakan dia ingin pindah. Segera Suk-jin mengizinkannya untuk melakukannya sebab itu keinginan Ja-kyung.
Ms. Park menemui Eun-hee memintanya untuk menghentikan Ha-yoon menjadi actor dan mencarikan aktivitas yang lain seperti belajar instrument atau menjadi penyanyi. Namun Eun-hee tidak bisa sebab ini akan membuat Mi-sook disalahkan oleh orang lain.  Segera Suk-jin datang dan Ms. Park pergi.
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happiness Episode 10
Suk-jin menyinggung masalah Ha-yoon dan meminta Eun-hee agar Ha-yoon menghentikan aktingnya setelah menyelesaikan filmnya. Eun-hee menjelaskan bahwa dia ingin melakukannya namun dia tidak bisa melarang Ha-yoon jika dia ingin melakukannya. Suk-jin penasaran darimana Ha-yoon mendapati bakat acting. Ha-yoon mengatakan Suk-jin bahwa dia sebenarnya ingin Ha-yoon seperti Suk-jin sebab dia dari kecil sangat menghormati Suk-jin. Di saat mereka mengobrol, Gun-woo melihat mereka dan nampaknya ada rasa cemburu padanya. Tidak lama, Suk-jin pergi setelah melihat Ja-kyung. Gun-woo menghampiri Eun-hee.
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happiness Episode 10
Suk-jin berbicara dengan Ja-kyung di atap gedung. Ja-kyung mempertanyakan mengapa Ja-kyung mengambil acara lain daripada memikirkan dirinya sendiri. Suk-jin mengatakan kepada Ja-kyung hanya satu yang diinginkannya untuk menanggapi panggilannya saat dia peduli terhadapnya. Segera ini menjadi perdebatan di antara mereka.
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happiness Episode 10
Di tempat lain, Gun-woo dan So-jung mengdakan pertemuan dengan ayah mereka. Di saat itu Gun-woo terus memikirkan saat pertemuan Suk-jin dengan Eun-hee. Segera So-jung menegur Gun-woo segera Gun-woo tersadar. So jung meminta mereka untuk makan bersama sebab dia menganggap sudah lama tidak berkumpul seperti ini. Namun Gun-woo menolak sebab dia ada pertemuan. Segera Gun-woo meninggalkan mereka.
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happiness Episode 10
Ms. Park merasa dilemma dengan debut Ha-yoon. Ms. Park marah kepada Mi sook dengan melemparnya bantal. Mi-sook mengatakan kepada Ms. Park ada hal lucu yang diucapkan Ha-yoon bahwa jika ibunya menikah sebab dia berpikir ayah tiri akan menyakitinya. Segera Ms. Park meminta Mi-sook keluar dari kamarnya. Ms. Park mulai merasakan bahwa dia kehilangan cucunya tersebut.
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happiness Episode 10
Gun-woo dan Myung-soon mengunjungi Eun-hee. Saat mereka mengamati Ha-yoon yang tidur nyenyak, Gun-woo terus memperhatikan Eun-hee yang tersenyum menatap Gun-woo. Eun-hee mengantar pulang Gun-woo dalam perjalanan, Gun-woo menanyakan kedekatan Eun-hee dengan Suk-jin. Eun hee mengatakan dia memang dekat dengannya segera Gun-woo mengalihkan pembicaran bahwa Eun-hee untuk pertama kalinya berpisah dengan Ha-yoon yang akan melakukan shooting di luar kota. Gun-woo menawarkan bantuan jika dia merasa kesepian untuk menghubunginya.
 
Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happiness Episode 10
Di hari berikutnya, Ja-kyung melakukan wawancara mengenai hidupnya dan Ms. Park melihatnya dengan Mi-sook dan anak Mi-sook. Segera Ms. Park mematikan TV lalu pergi. Segera berita memuat bahwa terjadi kecelakaan yang melibatkan kru dan Ha-yoon. Segera Gun-woo mengetahui ini dan tanpa sengaja bertemu dengan Eun-hee yang hendak mengantarkan makanan. Segera dia membawa Eun-hee menemui Ha-yoon. Di dalam perjalanan Eun-hee terus menangis.
Read Full Article

Kita lanjut sekarang dengan Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 9. Tiba di restorannya, Ms. Park melihat di tv iklan jus Ja-kyung dan dia pun mematikannya. Gun-woo mengajak Ha-yoon lokasi shooting acara anak dan dia sangat senang. Malam hari, di kediaman Ms. Park, Suk-jin pulang dan dia dihampiri oleh ibunya yang memintanya untuk memikirkan pernikahan seperti orang lain.

 

 

Di kediaman Pak Lee, Gun-woo bermain game bersama dengan So-jung, tidak lama Pak Lee datang. So-jung menyambut ayahnya sementara Gun-woo justru pergi ke kamarnya.

Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 9

Keesokan hari, di meja makan Mi-sook meminta Suk-jin untuk membantu mengorbitkan Ha-yoon. Suk-jin berusaha menolak. Ms. Park datang yang kemudian Suk-jin meminta kepada ibunya untuk tidak memperhatikan Eun-hee dan Ha-yong. Ini membuat Ms. Park marah dan Mi-sook mengganggap ibunya telah berubah sebab dulunya Ms. Park justru mengirim Eun-hee
ke panti alih-alih tinggal bersama mereka.

Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 9

Di kantornya, Mi-sook menunjukkan video Ha-yoon kepada rekannya dan dia juga telah membuat janji dengan Direktur Shin untuk program anak. Direktur Shin datang dan Mi-sook menunjukkan video Ha-yoon dan dia suka dengan aksi Ha-yoon. Selanjutnya Ha-yoon menunjukkan keahliannya dihadapan Direktur Shin sehingga Ha-yoon dapat mengikuti casting selanjutnya.

 

Di kedai, Bibi Go menerima pria Kang Dae-sang (Kim Young Woong) menjadi juru masak setelah melihat application dirinya. Bibi Go kemudian menunjukkan resume Pak Kang kepada Eun-hee dan dia merasa bahagia sebab ini akan menjadikan usaha mereka akan menjadi sukses.

Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 9

Eun-hee menemui Mi-sook dan Direktur Shin untuk membahas masalah Ha-yoon akan membintangi film. Namun saat itu dia tersinggung saat ucapan Direktur Shin terkait Ha-yoon yang bukan anak kandungnya. Eun-hee  berusaha pergi namun ditahan oleh Mi-sook yang meminta maaf kepadanya dan berjanji tidak akan mengatakan bahwa dirinya mengambil anak yang ditinggalkan lagi dan memintanya untuk menghormati dia dan Ha-yoon.

Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 9

Ha-yoon menjalani final audisi terakhir dan muncul dilayar tv. Mi-sook mengabarkan Eun-hee bahwa Ha-yoon berhasil lolos dan ini membuat Eun-hee dan Ibu Go senang. Eun-hee menghubungi Gun-woo bahwa Ha-yoon berhasil lolos. Gun-woo menyaksikan di tv wawancara Ha-yon di kantor sementara Eun-hee menyaksikan Ha-yoon di kedainya.

 

Di layar tv Ha-yoon diwawancara didampingi Mi-sok. Saat itu VJ menanyakan apakah kamu tahu arti actor jenius? Ha-yoon berkata, “Saya seperti Ibu Saya, Aku seperti dia.”

 

Ms. Park menyaksikannya di restaurant miliknya dan berkata, “Im Ha-yoon adalah putri Eun-hee sekarang. Seluruh dunia tahu sekarang”.

Read Full Article

Lanjut dengan Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 7-8. Suhu badan Ha Yoon makin dingin, Myung Sun akhirnya datang membawa mobil dan bergegas ke rumah sakit. Bayi Ha Yoon diketahui memiliki penyakit jantung bawaan dan harus menjalani banyak pemeriksaan. Eun Hee disarankan untuk membawa Ha Yoon ke rumah sakit besar. Gun Woo yang mendapat kabar dari sopir segera menyusul Eun Hee ke rumah sakit ketika urusannya selesai. Ia juga menghubungi So Jung untuk meminta nomor Dokter Kang.

 

Ha Yoon harus dioperasi dan memiliki kesempatan hidup 50 persen saja. Eun Hee menangis karena tak ingin kehilangan siapapun lagi. Eun Hee melihat Gun Woo tertidur dan menyampirkan mantelnya. Saat terbangun, Gun Woo mengembalikan mantel itu pada Eun Hee yang tidur di sampingnya. Park Bo Ae langsung menelepon ibu panti dan berkata bahwa ia akan membayar biaya rumah sakit. Dalam hati, ia kesal karena Ja Kyung dan Hong Serra meninggalkan bayi itu begitu saja dan membuatnya semakin repot.

 

Dokter Kang selesai mengoperasi Ha Yoon dan bertanya pada Gun Woo apakah ayahnya tahu soal ini. Gun Woo menjelaskan pasien tersebut dari panti asuhan yang disponsori ayahnya. Gun Woo dan Eun Hee sepakat memberikan nama bayi Im Ha Yoon. Gun Woo kemudian pulang dan bertemu dengan adiknya. Kepada So Jung, ia menceritakan ada seorang gadis cantik yang ditolongnya.

 

Eun Hee bergegas memanggil dokter ketika Ha Yoon sadar. Menurut keterangan dokter, kondisi Ha Yoon berangsur pulih. Ha Yoon tersenyum saat digendong oleh Park Bo Ae dan reaksi itu membuat Park Bo Ae kepikiran. Park Bo Ae akhirnya menemui kepala panti dan berkata bahwa ia ingin membiarkan Eun Hee membesarkan Ha Yoon. Saat perjalanan pulang, Park Bo Ae tidak habis pikir, bagaimana bisa Ja Kyung tersenyum setelah menelantarkan anaknya.

 

Di lokasi syuting, Ja Kyung ingin mengulang adegan namun semua kru menyebut aktingnya sudah cukup. Seok Jin menemui Ja Kyung untuk memuji aktingnya tapi Ja Kyung marah dan meminta Seok Jin tak mengajaknya bicara selama di lokasi syuting.

 

Eun Hee senang mengetahui Park Bo Ae mendukung keputusannya untuk membesarkan Ha Yoon. Ia menggendong Ha Yoon dan berkata dalam hati “Maafkan aku, kamu lahir dari ibu yang salah. Semua ini aku lakukan untukmu.” Eun Hee kemudian mendaftarkan Ha Yoon menjadi keluarga.

Tahun 2016

Eun Hee berjalan memanggil Ha Yoon yang sedang bermain bola dengan anak-anak panti lainnya. Keduanya membeli jajanan ikan di pinggir jalan. Ha Yoon berkata pada ibunya bahwa nanti saat dewasa, ia akan membelikan banyak mobil untuk sang ibu.

 

Malam harinya, Park Bo Ae menelepon dan Ha Yoon bertanya tentang makan malam. Ha Yoon yang tengah makan diminta agar mengunyahnya perlahan agar tidak tersedak..

 

Sebelum tidur, Gun Woo menelepon dan meminta Ha Yoon tak lupa sikat gigi. Eun Hee menceritakan bahwa anaknya menghafal isi dongeng yang sering dibacakan.

 

Gun Woo kemudian dipanggil untuk melanjutkan syuting. Setelah itu, ia mengurungkan niat untuk menelepon Eun Hee.

 

Myung Sun memotong rambut Ha Yoon. Model rambutnya membuat Eun Hee berteriak. Sementara Ha Yoon merasa rambutnya seperti kubis.

 

Eun Hee menemui Ha Yoon yang berada di restoran Park Bo Ae. Park Bo Ae meminta Eun Hee memasukkan Ha Yoon ke TK Cheongdam bahkan ia sudah mendaftarkannya. Mi Sook sempat merasa iri karena Yu Ri tidak boleh masuk ke TK berbahasa Inggris. Eun Hee berterima kasih dan menjelaskan bahwa urusan sekolah Ha Yoon akan dia urus sendiri.

 

Hong Sera ingin Ja Kyung berkencan dengan seseorang tapi permintaan itu ditolak.

 

Keesokan harinya orang-orang membicarakan tentang direktur baru, Lee Gun Woo. Di saat yang sama, Park Bo Ae ingin menemui Seok Jin dan membawakan baju.

 

Ja Kyung menyapa Ha Yoon dan Park Bo Ae melihatnya, Park Bo Ae tak suka. Eun Hee, Ha Yoon dan Gun Woo pamit dengan Park Bo Ae. Ketiganya terlihat seperti ayah, ibu, dan anak.

Read Full Article

Lanjut dengan Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 5-6. Eun Hee memimpikan masa kecilnya bersama Eun Ah dan terbangun di samping bayi yang dibawanya. Dokter menyebut bahwa bayi itu tidak dicuci bersih oleh perawat sebelumnya.

Ja Kyung ingin segera kembali ke industri hiburan. Hong Sera berkata ia akan mengatur segalanya. Hong Se Ra juga meminta putrinya untuk segera menurunkan berat badan.

 

Ibu panti membiarkan Eun Hee merawat bayi tersebut meskipun melanggar peraturan.

 

Hong Sera dan Ja Kyung pergi ke sebuah restoran untuk bertemu dengan direktur Kang. Pertemuan itu digelar di restoran milik Park Bo Ae. Ja Kyung bertanya apakah Park Bo Ae tahu semuanya. Hong Sera menyebut ia tak menceritakan semuanya.

 

Hong Sera bertemu dengan Park Bo Ae saat hendak ke kamar mandi. Tapi Paek Bo Ae tak terlihat bingung atau khawatir atas apa yang tengah terjadi.

 

Ja Kyung awalnya kecewa karena mendapat pemeran pembantu di project terbaru. Namun ia tetap menerima tawaran tersebut.

 

Park Bo Ae pergi ke panti asuhan dan meminta Eun Hee untuk tak merawat bayi itu. Park Bo Ae menemui kepala panti dan membicarakan masalah tersebut. Dengan alasan tak ingin Eun Hee kerepotan mengurus bayi, ia meminta kepala panti mencarikan orangtua yang mau mengadopsi bayi itu. Kepala Panti datang dan membawa orangtua asuh yang ingin mengadopsi bayi itu. Eun Hee memeluk erat bayi Ha Yoon.

 

Eun Hee menemui Park Bo Ae dan mengatakan bahwa ia ingin mengasuh bayi tersebut. Park Bo Ae menyatakan ketidak setujuannya atas keputusan Eun Hee. Eun Hee akhirnya kembali ke panti sambil menangis, ia menghadap kepala panti dan berkata ingin mengadopsi bayi itu. Bagi Eun Hee, tak ada orang yang mencitai bayi Ha Yoon sebesar dirinya. Hal ini terbukti saat ia datang menggendong bayi Ha Yoon dan tidak menangis.

 

Eun Hee kembali mengunjungi Park Bo Ae dan berkata ingin mengadopsi bayi itu dan meminta Park Bo Ae ikut membujuk kepala panti. Park Bo Ae tetap tidak setuju dengan keputusan Eun Hee dan menangis ketika pergi dari rumah itu. Eun Hee mulai membaca kiat-kiat merawat bayi.

 

Hong Sera datang ke kamar Ja Kyung dan menyampaikan bahwa berita kabar comeback sudah tersebar.

 

Di dapur panti, Eun Hee sedang memasak. Myung Sun baru saja tiba dan diminta untuk memeriksa bayi Ha Yoon. Ternyata Bayi Ha Yoon demam tinggi namun kepala panti sedang keluar. Myung Sun menelepon seseorang yang bisa mengantarnya ke rumah sakit. Eun Hee sedih karena tak bisa membawa bayinya ke rumah sakit.

Read Full Article

Kita lanjut sekarang dengan Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happines Episode 3-4. Ceritanya tentang kehidupan Eun Hee dan Eun Ha yang sudah berubah. Keduanya kini harus tinggal di panti asuhan karena ulah Park Bo Ae.

 

Eun Hee dan Eun Ah tidur di panti asuhan. Dalam hati, Park Bo Ae mengaku ia telah membuat anak orang lain menangis demi menghidupi anaknya. Suk Jin bangun dan merasa senang dengan rumah barunya. Ia bertanya pada sang ibu, di mana Eun Hee dan Eun Ah. Park Bo Ae meminta Suk Jin tak lagi membicarakan soal mereka karena tak ada hubungannya dengan mereka.

 

Pemilik panti mengatakan bahwa ada pasangan yang ingin mengadopsi Eun Ah, Eun Hee menangis karena tak ingin berpisah dari adiknya. Park Bo Ae meyakinkan Eun Hee dengan berkata bahwa itu bisa membuat Eun Ah lebih bahagia. Selain itu, Eun Ah juga bisa menjalani operasi mata jika diadopsi.

 

Malamnya, saat menemani Eun Ah tidur, Eun Hee berpesan bahwa adiknya harus bahagia dan dioperasi. Keesokan harinya, Eun Hee membelikan es krim untuk Eun Ah.

 

Sebenarnya Eun Ah tidak ingin pergi tapi Eun Hee berkata bahwa En Ah selalu membuatnya kesal dan tak nyaman jika terus hidup bersama. Eun Hee berlari menemui Myung Sun dan menangis. Eun Ah akhirnya dibawa oleh orangtua asuhnya. Sebelum pergi, ia berpelukan dengan Eun Hee untuk yang terakhir kalinya.

 

Myung Sun memberikan nomor telepon keluarga Eun Ah yang baru. Eun Hee segera meneleponnya dan kebetulan Eun Ah yang mengangkat telepon. Namun Eun Ah hanya menangis dan berkata bahwa ia sangat ketakutan tinggal di rumah itu, “Selamatkan aku, Kak,” kata Eun Ah sebelum sambungan telpon terputus.

 

Eun Hee langsung panik mengetahui adiknya tak bisa dihubungi lagi, ia berkata pada Myung Sun bahwa harus menyelamatkan Eun Ah. Myung Sun tak mengerti akhirnya Eun Hee menjelaskan Eun Ah menangis. Eun Hee memutuskan untuk pergi dari panti asuhan dan menemui adiknya.

 

Ia berhasil menemukan rumah yang ditinggali Eun Ha setelah bertanya dengan orang-orang. Sayangnya, Eun Hee melihat mobil pemadam kebakaran dan ia syok mengetahui rumah adiknya kebakaran. Saat bangun, Eun Hee meneriakkan nama Eun Ha namun sang adik belum ditemukan. Eun Hee menyalahkan ayahnya atas apa yang terjadi. Ia menangis dan memutuskan untuk tak lagi menunggu ayahnya yang tak kunjung datang.

 

Park Bo Ae menyemangati Eun Hee yang kini merasa bahwa satu-satunya keluarga hanya Park Bo Ae.

 

Tahun 2010

 

Kini Eun Hee sudah dewasa, ia menjadi koki dan ahli gizi di panti asuhan tersebut. Suk Jin, anak Park Bo Ae, kini menjadi pegawai kantoran. Teman-teman Suk Jin menduga bahwa Eun Hee menyukainya karena setiap hari selalu membawakan makanan. Eun Hee menelepon Suk Jin yang mengaku sakit saat berangkat ke kantor. Ia berkata membuatkan bubur untuknya dan ibunya juga seperti biasanya.

 

Sementara itu, sebuah artikel memberitakan Kim Ja Yung mantan artis cilik pensiun. Rupanya Kim Ja Yung adalah teman sekelas Suk Jin, ia langsung bertanya untuk memastikan kabar. Rupanya, Kim Ja Yung tengah hamil tua dan berkata bahwa pensiun tidak ada hubungannya dengan Suk Jin. Ia juga meminta agar Suk Jin tak menghubunginya lagi.

 

Hong Sera, ibu Kim Ja Yung marah pada Park Bo Ae karena telah menghancurkan kehidupan anaknya. Park Bo Ae bersikeras bahwa yang memalukan adalah Kim Ja Yung.

 

Eun Hee datang ke rumah Park Bo Ae untuk mengantar bubur. Di sana ia melihat Suk Jin sedang sedih tapi ia tak ingin mengganggu.

 

Hong Sera melihat Ja Kyung tengah kesakitan, akhirnya Kim Ja Kyung melahirkan seorang bayi dibantu oleh bidan.

 

Di rumah Park Bo Ae, Eun Hee memberikan hasil kerja kerasnya. Ia berterima kasih karena selama ini Park Bo Ae tidak pergi meninggalkannya. Saat pulang, Eun Hee terkejut mendengar suara bayi dalam kardus. Ia memanggil Park Bo Ae dan membawa bayi itu masuk. Park Bo Ae tahu bahwa ini adalah kelakuan Hong Sera. Ia meminta Eun Hee membawanya ke panti karena tak ingin melihatnya. Kemudian Eun Hee berkata “Kami dua jiwa yang ditinggalkan, bertemu untuk pertama kalinya. Ha Yoon, anakku.”

Read Full Article

Kita mulai dengan Sinopsis Drama Korea Person Who Gives Happiness Episode 1-2. Ceritanya berawal dari Eun Hee yang mimpi buruk orangtuanya meninggal. Sang kakak membangunkan dan mengajaknya ke kamar orangtua mereka. Namun Pak Im, ayah Eun Hee belum pulang. Keesokan harinya Pak Im datang.

 

Eun Hee keluar rumah menggunakan payung untuk menghampiri ayahnya. Eun Ha mengingatkan sang ayah soal kue ulang tahun, Pak Im berjanji akan memberikannya kue ulanng tahun.

 

Keesokannya, Eun Hee dan Eun Ha pulang sekolah, mereka berjalan bersama dengan menggunakan satu payung. Hampir saja keduanya tertabrak truk. Mereka kesal Nyoya Park tidak menjemput mereka.

 

Saat makan malam, Eun Ha bertanya tentang kabar bahwa Nyoya Park menipu ayah mereka. Eun Hee menjelaskan bahwa Nyonya Park sangat baik jadi tidak mungkin melakukan hal tersebut.

 

Di stasiun, dua anak kecil, Mi Sook dan Yoo Ri tengah membicarakan mereka akan tinggal di sebuah rumah besar di Seoul. Keduanya adalah anak dari Nyonya Park. Pak Im kemudian menghampiri dan bertanya kenapa melakukan itu. Nyonya Park tetap tidak mau mengembalikan uang yang sudah diambil. Mereka berdua bertengkar dan saling tarik tas uang hingga akhirnya Pak Im terjatuh dari jembatan.

 

Sebenarnya Nyonya Park masih bisa menolong namun ia lebih memilih untuk mengabaikan hingga akhirnya Pak Im jatuh ke sungai. Nyonya Park membawa mobil Pak Im dan menjemput dua anaknya di stasiun. Ia kemudian mendatangi rumah Pak Im dan pura-pura bertanya tentang ayah Eun Hee dan Eun Ha. Ia meminta mereka melaporkan jika ada kabar dari ayahnya.

 

Park masuk ke dalam kamar dan mengambil perhiasan. Eun Hee datang dan bertanya memastikan apakah ayahnya tidak akan kembali? Park memberitahu bahwa perusahaan ayah Eun Hee bangkrut dan dia harus mengambil perhiasan utnuk melunasi hutang mereka. Jika tidak, rentenir akan datang dan menyita rumah serta perhiasan.

 

Park mimpi buruk melihat Pak Im datang dan mencekiknya.

 

Eun Hee ada di mobil ayahnya sambil menangis dan bertanya di mana ayahnya berada. Park kemudian datang dan bertanya kenapa Eun Hee belum tidur. Eun Hee bertanya semua barang milik ayahnya ada di dalam mobil, payung yang digunakan Park juga mirip dengan milik ayahnya. Park hanya menjawab bahwa banyak orang memiliki barang yang sama.

 

Keesokan harinya, Park memberitahu bahwa ayah Eun Hee tak akan datang karena bangkrut. Eun Hee sedih dan menangis mendengarnya dan berteriak memanggil ayahnya.

Read Full Article

Kita lanjut sekarang dengan sinopsis Strangers from Hell episode 9 part 2. Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Daftar lengkap recapnya bisa kamu temukan di Strangers from Hell (2019).

Jong-woo segera menghubungi polisi untuk melaporkan pembunuhan di goshiwon, tetapi petugas menghela nafas ketika Jong-woo mengakui bahwa dia tidak menyaksikan apa-apa. Laporannya ditulis sebagai lelucon dan Jong-woo berteriak bahwa orang sekarat sebelum dengan marah menutup telepon. Telepon berdering lagi dan dia memaksakan air mata saat dia menjawab ibunya. Ibu curiga ada yang tidak beres tapi Jong-woo meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja dan mereka menutup telepon setelah Ibu mengingatkannya bahwa dia selalu ada untuknya.

Bok-soon bertemu dengan wanita di lantai bawah dan mereka mengobrol tentang putra wanita itu, yang sedang belajar untuk Ujian Pegawai Negeri. Bok-soon mengatakan dia harus mengirim putranya ke Eden Goshiwon, tertawa bahwa itu akan menjamin kesuksesannya. Wanita itu mulai berbicara buruk tentang Eden, tetapi menangkap dirinya sendiri dan mengatakan dia sudah belajar di akademi swasta. Namun, senyum Bok-soon terputus-putus, ketika dia meminta wanita itu untuk menemaninya. Mereka pindah ke bar karaoke.

Jong-woo berhenti di pemakaman Jae-ho. Dia menuju ke kamar mandi, bertanya-tanya mengapa itu terjadi. Refleksinya tertawa, “Apakah kamu benar-benar tidak sekarang? Kamu membunuhnya. ”Refleksi itu menyeringai bahwa dia membunuh Jae-ho dan Seok-yoon. Jong-woo berkedip kembali bahwa dia tidak, mengulangi frasa sampai dia terganggu oleh rekan kerja, Sang-man, menanyakan apa yang dia lakukan.

Kembali di Eden, Moon-jo membaca buku Jong-woo untuk Seok-yoon, yang tetap diikat di kursi, menangis pelan pada dirinya sendiri. Deuk-jeong bergabung dengan mereka untuk melaporkan bahwa dia selesai membersihkan, tetapi bertanya-tanya apakah Jong-woo akan kembali. Moon-jo mengatakan Jong-woo akan segera kembali untuk menerima hadiahnya. Deuk-jeong mengatakan Seok-yoon tinggal di sini adalah yang terbaik karena kamu dapat membunuh siapa pun yang kamu inginkan.

Moon-jo bangkit dan memberitahu Deuk-jeong untuk menyelesaikan karena dia memiliki hal-hal yang harus diurus sebelum mereka pergi. Dia bertemu Bok-segera dalam perjalanan keluar dan melihat paket di tangannya, dia tersenyum bahwa Jong-woo beruntung. Dia menghentikannya untuk bertanya apa yang akan mereka lakukan terhadap yang lain ketika mereka pergi. Moon-jo bingung dan Bok-soon menjelaskan bahwa jika Jong-woo kembali, mereka harus membuang dua lainnya dan Moon-jo setuju. “Kita sekarang hanya punya yang bagus di sini, kan?” Dia tersenyum.

Di lantai atas, Deuk-jeong menawarkan Seok-yoon beberapa daging tetapi Seok-yoon terus mengemis untuk hidupnya. Deuk-jeong menyesalkan bahwa Seok-yoon diculik oleh orang yang salah. Dia menjadi marah saat dia menggeram bahwa Moon-jo melakukan apa yang dia mau dan bahkan membunuh Deuk-soon. Deuk-jeong bertanya-tanya apakah dia harus membunuhnya dan kemudian menawarkan Seok-yoon taruhan. Membebaskannya, Deuk-jeong memberinya sampai Moon-jo kembali untuk mencoba melarikan diri.

Seok-yoon tersandung ke lorong sementara Deuk-jeong memanggilnya seperti mereka bermain petak umpet. Bok-soon berlari ke Seok-yoon sebelum ia dapat mencapai tangga dan dia menyembunyikannya saat Deuk-jeong mulai mencari, memegang kapak. Deuk-jeong bertanya apakah Bok-soon telah melihatnya, dan dia bilang dia pikir dia mendengar suara di atap, tetapi kekek dan menunjuk ke selimut dia menyembunyikan Seok-yoon di bawah.

Mereka berpura-pura pergi dan ketika ruangan terdiam, Seok-yoon berdiri dengan hati-hati. Dua lainnya muncul dan Seok-yoon menatap dengan ngeri sebelum Deuk-jeong mengetuknya dengan kapak.

Jung-hwa dan Hyun-ho kembali dari patroli mereka dan dia melihat sebuah kotak dengan anak kucing di stasiun. Hyun-ho menjelaskan seseorang telah dicampur racun dengan makanan kucing dan hanya anak kucing ini yang selamat. Dia mencurigai Eden Goshiwon dan ingat Jong-woo menangis bahwa orang-orang di sana aneh. Dia mencoba memanggilnya, tetapi Jong-woo telah memutuskan untuk menganggap semuanya sebagai mimpi buruk dan tidak menjawab.

Seorang pria muda berlari ke arahnya dan Jong-woo mengenalinya sebagai petugas, Chang-hyun, yang menjemputnya untuk berurusan dengan Sersan Cho (yang mengakibatkan Jong-woo memukulinya dalam jarak satu inci dari hidupnya). Chang-hyun dengan riang bertanya-tanya bagaimana Jong-woo sebelum memperhatikan goresan di wajah dan tangannya.

Di stasiun, Jung-hwa mendesah pada Jong-woo tidak menjawab panggilannya. Dia memelihara anak kucing dan bertanya-tanya apakah dia benar-benar seorang polisi ketika dia tidak bisa melakukan apa-apa. Pada saat yang sama, Reporter Jo bertemu dengan Deuk-jeong untuk bukti yang dijanjikan Deuk-jeong. Dia melewati kaleng kue dengan kartu memori yang disimpan Deuk-soon dan Reporter Jo mengatakan artikel itu akan selesai malam itu.

Deuk-jeong pergi ketika Reporter Jo mulai mengetiknya segera … tidak menyadari bahwa Moon-jo berdiri di sampingnya. “Apakah kamu suka pembunuhan?” Tanyanya, mengejutkan Reporter Jo. Hal berikutnya yang kita tahu, Moon-jo ada di bilik telepon, memanggil laporan mayat tanpa nama. Unit Jung-hwa merespons dan menemukan Reporter Jo ditikam sampai mati di mobilnya.

Chang-hyun mengambil Jong-woo untuk makan, semakin bingung ketika Jong-woo terlihat gugup dan meminta untuk pindah ke sudut restoran. Jong-woo akhirnya menjawab pertanyaan Chang-hyun tentang apa yang dia lakukan di Seoul, dengan mengatakan dia mendapatkan pekerjaan melalui sunbae-nya. Chang-hyun bertanya di mana dia tinggal dan mengomentari kegelisahan Jong-woo. Jong-woo tidak menjawab, jadi Chang-hyun menjelaskan bahwa dia memanggil Jong-woo karena dia menganggapnya seperti saudara dan selalu berterima kasih kepada Jong-woo.

Dia ingat bagaimana ayahnya meninggal ketika dia masuk tentara dan Jong-woo adalah satu-satunya yang peduli dan mencari dia. Dia mengatakan tidak ada yang melakukan itu untuknya sejak itu dan dia sering berpikir tentang Jong-woo dan ingin membantunya.

Detektif Lee muncul di tempat kejadian bersama timnya dan Jung-hwa bertanya apakah pembunuhan ini terkait dengan Jae-ho. Detektif Lee menolak gagasan itu, mengatakan bahwa M.O. sama sekali berbeda. Dia mengakui bahwa kedua pria itu saling kenal, tetapi menyangkal ada alasan untuk berpikir bahwa goshiwon terlibat.

Setelah Jong-woo selesai menceritakan segalanya, Chang-hyun setuju bahwa ia sedang membangun anak sungai. Dia mencoba untuk bekerja melalui pernyataan Jong-woo bahwa semua orang yang meninggalkan Eden telah hilang dan kemungkinan meninggal atau dipenjara di lantai 4 terlarang. Chang-hyun mengatakan itu tidak masuk akal dan bertanya apakah Jong-woo berbicara dengan polisi. Jong-woo menjawab polisi menganggap dia mabuk.

Ji-eun menelepon dan ketika dia menjawab telepon, dia terkejut mendengarnya menangis. Kilas balik mengungkapkan bahwa ia telah menerima SMS dari telepon Jae-ho tadi malam (yang dicuri Moon-jo). Saat dia berjalan ke luar untuk menemuinya, dia mengirim sms bahwa dia terdengar berbeda, menyadari terlambat bahwa dia seharusnya tidak tahu dia ada di rumah. Dia memanggil telepon dan mendengar nada deringnya saat Moon-jo mendekatinya.

Dia menyerahkannya sebuah kotak kue, mengatakan Jong-woo telah mengirimnya untuk mengirimkannya. Dia bertanya di mana Jong-woo dan Moon-jo menawarkan untuk membawanya ke dia. Dia menolak dan berjalan pergi. Ketika dia melihat ke belakang, hanya kotak kue yang tersisa. Saat ia bergegas menuju pintu, Moon-jo melompat keluar dan menyerangnya. Saat ini, dia gemetar memanggil Jong-woo sebelum Moon-jo menarik telepon kembali dan berbicara sendiri.

“Pacarmu ingin bertemu denganmu,” Moon-jo menghela nafas. Jong-woo mendesaknya untuk tidak menyakitinya tetapi Moon-jo mengabaikannya dan mengatakan bahwa dia ingin dia tetap seperti yang dilakukan Seok-yoon. “Maukah kamu melarikan diri lagi?” Dia bertanya, dengan tenang. Chang-hyun menjadi khawatir pada ledakan Jong-woo ketika Jong-woo menggeram bahwa dia akan membunuh Moon-jo dan menuntut untuk tahu di mana dia berada.

“Aku senang,” Moon-jo tersenyum, “Aku akan menunggu di kamarmu.” Jong-woo berlari untuk naik taksi dan Chang-hyun memaksa dirinya masuk, mengatakan Jong-woo tidak bisa masuk ke dalam sarang psikopat saja. Ketika mereka berdiri di luar Eden Gosihwon, Jong-woo berpikir untuk dirinya sendiri, “Jika saya masuk ke dalam, dapatkah saya kembali hidup-hidup? Tetapi pada saat itu saya menyadari bahwa … Saya tidak bisa lagi melarikan diri atau bersembunyi. ”

Bersambung ke Strangers from Hell Episode 10.

Read Full Article

Kita lanjut sekarang dengan sinopsis Strangers from Hell episode 9 part 1. Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Daftar lengkap recapnya bisa kamu temukan di Strangers from Hell (2019).

Setelah ketahuan mengintai di lantai 4, Seok-yoon berdiri membeku karena Moon-jo dengan dingin memberi tahu dia bahwa dia harus pindah sekarang. Nam-bok dan Deuk-jeong muncul kembali di ujung lorong, meninju Seok-yoon tepat saat Moon-jo menyatakan sudah waktunya untuk memulai dan bergegas menyelesaikannya dengan palu.

Jong-woo tersentak bangun di hotel dan, setelah melihat Moon-jo menjulang di ambang pintu, menyambar pisaunya dan meneriakinya dengan keras. Moon-jo mencibir ketika Jong-woo menjepitnya ke dinding, pisaunya menempel di lehernya … kecuali itu bukan Moon-jo, tetapi Ji-eun dan rengekannya membawa Jong-woo kembali ke akal sehatnya. Dia segera menjatuhkan pisau itu dengan ngeri.

Benar-benar ketakutan, Ji-eun badai keluar dari hotel, mengguncang Jong-woo saat ia memohon padanya untuk membiarkannya menjelaskan. Dia berteriak bahwa dia telah menghapus perilaku anehnya sebagai kesulitan menyesuaikan diri dengan kota dan berharap dia akan kembali normal pada waktunya. Sekarang, bagaimanapun, dia menyarankan mereka istirahat dan cepat merangkak naik taksi sebelum Jong-woo bisa mendebat.

Saat menyelidiki hilangnya Detektif Cha, Jung-hwa telah menemukan rekaman CCTV yang menunjukkan mobilnya menuju gunung, tetapi tidak kembali. Dia menuju ke gunung dan menghentikan seorang pria berjalan di sepanjang jalan, bertanya apakah dia melihat kendaraan yang ditinggalkan. Dia mengarahkannya ke arah di mana seseorang bisa disembunyikan dan Jung-hwa terganggu untuk menemukan tabung yang mirip dengan yang dia lihat di belakang van si kembar. Berjalan terus, Jung-hwa menemukan sisa-sisa mobil Detektif Cha yang hangus, dan memanggil maknae Hyun-ho untuk mengkonfirmasi nomor ID kendaraan.

Kembali di kamar hotel, Jong-woo memeriksa teleponnya untuk menemukan teks dari Seok-yoon, melaporkan bahwa dia minum dengan Moon-jo dan tidak berpikir dia sangat buruk. Jong-woo mulai menjawab bahwa dia gila, tetapi sesuatu terasa tidak enak sehingga dia malah menelepon. Panggilan itu tidak dijawab dan Jong-woo menyadari Seok-yoon tidak mengirim teks itu. Setelah mengambil tasnya dan pisau yang dibuang, dia bergegas pergi ke Goshiwon, dengan cepat mengirim pesan singkat kepada Seok-yoon untuk menghubunginya.

Di pegunungan, Jung-hwa diusir pergi ketika tim detektif tiba untuk menyelidiki mobil. Detektif Lee mengejarnya karena tidak mengikuti protokol yang tepat dan Jung-hwa menunjukkan bahwa dia telah mengatakan kepada mereka bahwa hilangnya Detektif Cha kemungkinan karena bermain curang. Detektif Lee melenyapkan kecurigaannya sebagai dugaan liar setelah menemukan jarum suntik acak tetapi mereka terganggu oleh detektif lain yang memberi tahu mereka bahwa ada mayat yang ditemukan dengan bekas jarum di lehernya.

Jong-woo tiba di Eden Goshiwon, mencengkeram pisaunya saat ia mengarahkan dirinya untuk menyelamatkan Seok-yoon. Saat dia menaiki tangga, seorang wanita keluar dari lantai pertama dan mengeluh bahwa penduduk Eden terlalu berisik. Dia membeku saat melihat pisau Jong-woo dan dia terus ke atas. Lantai 3 sunyi dan tidak ada jawaban ketika Jong-woo memanggil Seok-yoon di pintunya.

Dengan hati-hati membuka pintu, dia melompat ketika Seok-yoon muncul di belakangnya, tertawa bahwa dia ingin bermain lelucon. Jong-woo meraih kerahnya dan membentak bahwa itu tidak lucu. Mengacungkan pisaunya, dia menuntut untuk mengetahui apakah Seok-yoon bersekongkol dengan tetangga mereka. Seok-yoon dengan canggung terkekeh bahwa dia ada di pihak Jong-woo dan kemudian suara Moon-jo berbisik di lorong, “Apakah kamu tidak merasa kehangatan di tanganmu?”

Lorong kosong, namun, Jong-woo melepaskan Seok-yoon. Jong-woo dengan gelap memperingatkannya untuk keluar dari goshiwon, tetapi Seok-yoon melanjutkan nada ceria yang kaku ketika dia mengakui dia tidak bisa. Dia mencoba untuk mengambil tangan Jong-woo saat dia dengan gemetar mengatakan mereka tidak perlu takut pada tetangga mereka, setelah menyadari bahwa mereka adalah orang baik.

Jong-woo membangunkannya, meludah bahwa dia gila. Seok-yoon memanggil Jong-woo saat dia berjalan pergi, memintanya untuk kembali saat kita melihat darah menetes ke pergelangan kaki Seok-yoon. Dia mencoba untuk mengocok setelah Jong-woo, air mata di matanya saat dia memohon padanya untuk hidup bersama dan menontonnya tampil. Jong-woo mengabaikan tangisan dan meninggalkannya.

Begitu dia pergi, Moon-jo menjulurkan kepalanya keluar dari kamarnya sendiri, mengajari “Lihat? Anda pikir Anda sudah dekat, tetapi pada akhirnya Anda semua adalah orang asing. “Seok-yoon mengendus bahwa ia mencoba yang terbaik dan Moon-jo mengakui upayanya. Sayangnya, dia masih gagal dan Moon-jo meraih kepalanya karena dia mengatakan Seok-yoon sekarang akan menghadapi hukuman.

Pada saat yang sama, Nam-bok meraih kepala Hee-joong dan berpikir bahwa dia pikir Hee-joong akan mati sekarang. Dia berjanji untuk mengiris Hee-joong bersama semua orang dan menusukkan pisaunya ke sisi Hee-joong. Hee-joong headbutts dia dan Nam-bok dengan marah menyeka darah dari hidungnya sebelum mengetuk Hee-joong dengan botol. Sebelum dia dapat melakukan lebih banyak kerusakan, Nam-bok pergi untuk menjawab panggilan.

Ini petugas pembebasan bersyaratnya dan Nam-bok meyakinkannya bahwa dia ada di rumah saat dia memutar telepon untuk menunjukkan tangga. P.P. mengatakan gelang kaki Nam-bok menunjukkan baterai lemah dan dia harus kembali ke kamarnya dan segera mengisinya atau kalau tidak polisi akan datang. Nam-bok berjanji untuk melakukannya, mengutuk dalam bahasa aslinya begitu panggilan berakhir.

Bok-soon menemukannya di sana dan Nam-bok terkejut bahwa dia dapat berbicara bahasa Mandarin. Dia mengatakan kepadanya bahwa mantan suaminya adalah seorang ekspatriat dan Nam-bok menawarkan dia untuk datang ke kamarnya jika dia merasa kesepian. Bok-soon mengatakan kepadanya bahwa dia selalu bisa mengatakan anak-anak di panti asuhan yang pembohong dari mata mereka dan menuduh Nam-bok berbohong sekarang. Dia tertawa dan mengatakan kepadanya bahwa suaminya telah meninggal dengan tergelincir dan jatuh dari tangga, tertawa bahwa dia harus memperhatikan langkahnya.

Tubuh yang ditemukan para detektif adalah Jae-ho dan Jung-hwa dengan hati-hati bertanya apakah jarum suntik itu ditemukan. Seorang perwira mulai mengatakan tidak, tapi Detektif Lee memotongnya untuk mengatakan padanya bahwa mereka akan mengotopsi mayat dan jika obat yang digunakan pada Jae-ho sama dengan yang ada di jarum suntik, maka dia akan pergi memeriksa Eden Goshiwon . Jung-hwa mencoba untuk berdebat bahwa orang lain bisa mati sebelum itu dan Detektif Lee menyuruhnya keluar.

Di ruang operasi di lantai 4, Seok-yoon terisak ketika Moon-jo mendesah bahwa ia ingin tahu apa yang terjadi di lantai 4 dan penyewa kamarnya sebelumnya. Moon-jo mengangkat rantai gigi, tersenyum, “Mereka semua ada di sini.” Lalu ia mengambil alatnya dan merobek gigi keluar dari mulut Seok-yoon. Sementara itu, Bok-soon turun ke bawah untuk memberi makan Hee-joong dan mengerutkan kening pada darah yang mengelilinginya, mencengkeram Nam-bok yang berani menandai “properti” -nya.

Deuk-jeong kembali ke kamarnya dan mengeluarkan setumpuk kartu memori yang tersembunyi di dalam kotak sepatu. Dia terkikik bahwa kembarannya adalah yang terbaik dan kembali ke sebelumnya ketika dia menemukan Reporter Jo bersembunyi di luar. Dia berjanji untuk memberikan Reporter Jo eksklusif pada pembunuh berantai. Reporter Jo bertanya apakah dia mengejar uang, tetapi Deuk-jeong mengatakan dia ingin memberi pelajaran kepada seseorang. Dia menambahkan bahwa itu bukan satu, tetapi dua orang dan menawarkan untuk membawa bukti Reporter Jo.

Moon-jo terus merobek gigi dari mulut Seok-yoon, bertanya-tanya bagaimana perasaan Jong-woo setelah menerimanya. Seok-yoon memohon untuk hidupnya, tetapi Moon-jo hanya mengatakan kepadanya untuk menunggu sementara dia menambahkan gigi ini ke rantai (yang sekarang saya lihat adalah gelang pesona). Sementara itu, Ji-eun memegang gantungan kunci boneka yang diberikan Jong-woo saat dia berdiri di luar gedungnya. Dia mulai mengirim pesan permintaan maaf, tetapi menghapusnya dan pergi ke warnet.

Keesokan paginya, maknae Hyun-ho menemukan Jung-hwa tidur di meja mereka, menghabiskan sepanjang malam meneliti goshiwon. Di tempat lain, Jong-woo menerima teks bahwa Jae-ho telah meninggal dan langsung tahu Moon-jo adalah pelakunya. Dia kemudian ingat permohonan putus asa Seok-yoon tadi malam dan menyadari kesalahan yang dia buat meninggalkannya.

Bersambung ke Strangers from Hell Episode 9 Part 2.

Read Full Article

Kita lanjut dengan Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2. Untuk part sebelumnya, bisa kamu baca di sini. Daftar sinopsis lengkap drama Be Melodramatic bisa kamu temukan di sini.

Seung-hyo kemudian menjadi komedian profesional, dan bahkan muncul di iklan TV, sementara Han-joo harus belajar bagaimana menjadi seorang ibu tunggal yang bekerja. Dia bisa mendapatkan pekerjaan pemasaran di sebuah perusahaan produksi drama, di mana dia terus diremehkan.

Suatu malam, setelah seharian teriak di tempat kerja dan merawat bayinya yang sakit, Han-joo telah menyaksikan wawancara dengan Seung-hyo. Dan mendengarnya menceritakan kembali bagaimana dia menjadi komedi, wajahnya berkerut.

Han-joo menangis, dengan Seung-hyo tertawa di layar dan bayi In-gook menjerit di latar belakang.

Kembali ke sofa bersama geng kami, Eun-jung menggerutu bahwa ia harus membunuh bajingan itu. “Maka kamu tidak akan bisa bertemu denganku,” sebuah suara berkata. Dia berbalik untuk melihat seorang pria tersenyum hangat dan balas tersenyum. “Kamu benar,” katanya. “Maaf.” Yang lain melihat sekeliling dengan bingung – mereka tidak melihat siapa pun di sana.

Jin-joo kemudian menceritakan bahwa Eun-jung selalu menyukai film dokumenter, membawa kita ke latar belakang ketiga dan terakhir. Gadis tangguh kami Eun-jung mulai sebagai pekerja magang yang menyedihkan di sebuah perusahaan film dokumenter. Bos dan rekan kerjanya memperlakukannya seperti sampah, tetapi dia terus mengatakan pada dirinya sendiri untuk menanggungnya.

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Tapi hanya ada begitu banyak yang bisa diambil Eun-jung. Setelah makan malam bersama, bosnya menjadikannya sebagai pengemudi yang ditunjuk. Dan begitu dia memilikinya sendirian di mobil, dia berkata, “Mengapa kamu tidak memanggilku Oppa?”

Itu adalah jerami terakhir – Eun-jung mengutuk, menabrakkan mobilnya ke tumpukan kotak, dan kemudian mengejarnya dengan pipa. Tepat, sista.

Eun-jung berhenti dari pekerjaannya dan mendapatkan kantor sendiri untuk memulai perusahaan dokumenternya sendiri. Pacarnya mendukung tetapi waspada, melihat bahwa “kantor” sebenarnya adalah atap apartemen kumuh.

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Proyek besar pertama Eun-jung adalah sebuah film dokumenter yang mewawancarai orang-orang pro-Jepang. Dia tidak mendapat dukungan sampai dia bertemu dengan seorang pemilik kafe bernama HONG DAE (Lee Joon-woo, pria yang dia senyumi di adegan masa kini).

Hong Dae dapat berhubungan dengan perjuangannya karena dia sendiri adalah seorang pengusaha, jadi dia lebih dari bersedia untuk berinvestasi dalam filmnya. Eun-jung terkejut tapi berterima kasih.

Keduanya menjadi mitra, dengan Hong Dae membantu Eun-jung mendapatkan narasumber. Sulit mendekati orang-orang pro-Jepang tanpa menyinggung perasaan mereka, tetapi Hong Dae akhirnya mengumpulkan kelompok yang mau berbicara.

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Pasangan itu berbagi minuman pada malam sebelum syuting, dengan Eun-jung sangat senang dengan Hong Dae sehingga dia menawarkannya bagian yang lebih besar. Meskipun dia menghargai tawaran itu, dia menjelaskan bahwa ada sesuatu yang dia temukan lebih menarik daripada uang. Ketika dia bertanya apa, dia hanya tersenyum padanya.

Maju cepat ke rilis film, yang begitu besar sehingga membuat Eun-jung jutawan semalam. Dia bahkan tidak bisa menonton film dengan teman-teman perempuannya karena sudah terjual habis. Teman-temannya bercanda bahwa dia terlalu baik untuk teater berdebu dan secara dramatis mengantarnya keluar. Hee.

Narasi Jin-joo berlanjut bahwa Eun-jung tidak tergila-gila dengan uang itu karena dia menemukan sesuatu yang lebih berharga: cinta.

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Kami kemudian beralih ke adegan Eun-jung dan Hong Dae bermesraan saat mereka berjalan ke apartemennya. Namun, mereka membeku ketika mereka menyadari bahwa seseorang sedang duduk di sofa. Itu adalah adik Eun-jung dan calon cowok cowok di masa depan – Hyo-bong (aha).

Dia menyuruh pasangan itu untuk menyimpan barang-barang PG-13 saat dia ada, dan mereka pergi ke kamar tanpa sepatah kata.

Keesokan paginya, Eun-jung terbangun dengan wajah tersenyum yang sama yang dia cintai. Mereka saling berpelukan di tempat tidur, benar-benar bahagia. Tapi gambar itu memudar menjadi pasangan yang saling memegang di tempat tidur rumah sakit, dengan Hong Dae yang ada di gaun rumah sakit.

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Melihat beanie di atas kepalanya, dia bertanya apakah dia menginginkan rambutnya. Dia bercanda bahwa rambutnya tidak secantik itu, tetapi wajahnya dibuat untuk itu. “Kamu cantik juga,” katanya, serius. “Itu sebabnya tidak apa-apa.”

Setelah Hong Dae meninggal, Eun-jung terus hidup dengan Hyo-bong di apartemen mereka. Meskipun dia masih berjuang, dia bisa tersenyum dan tertawa dengan teman-temannya lagi. “Kami pikir dia menjadi lebih baik,” Jin-joo menceritakan. “Tapi…”

Suatu hari, Hyo-bong membuka pintu kamar mandi untuk memeriksa Eun-jung. Dan sementara kita tidak melihat apa yang terjadi di dalam, jeritan Hyo-bong cukup mengatakan.

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Gadis-gadis mengunjungi Eun-jung di rumah sakit, dan melihat dia tidur, pergelangan tangannya semua dibalut, membuat mereka menangis.

Setelah Eun-jung pulih dan kembali ke rumah, teman-temannya mulai datang untuk memeriksanya. Akhirnya, Jin-joo, Han-joo, dan In-gook kecil semua pindah ke apartemen secara permanen.

Saat makan malam, Eun-jung menyipitkan matanya pada semua orang dan bertanya apakah mereka hanya pindah untuk menghemat uang sewa. Teman-teman hanya melanjutkan makan, seperti dia. “Apa pun alasannya,” kata Jin-joo, “kita semua suka hidup bersama.”

Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2 Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 1 Part 2

Eun-jung sedikit demi sedikit menjadi lebih baik, tetapi ada satu perubahan yang diperhatikan orang lain. Dia mulai berbicara dengan Hong Dae seolah dia masih di sana. Yang lain memilih untuk membiarkannya, dan Jin-joo menduga itu karena mereka takut. Mereka hampir kehilangan dia, jadi satu perubahan kecil tidak tampak seperti masalah besar.

Di masa sekarang, para gadis mengobrol tentang kehidupan dan betapa kerasnya itu kadang-kadang. Meski begitu, kata Han-joo, mereka juga bisa membuat kenangan indah. Adapun Jin-joo, dia akan lebih suka jika mereka tidak melihat ke masa lalu atau masa depan. Sebaliknya, dia akan suka jika mereka fokus pada masalah tepat di depan mereka, seperti keinginan mendadak untuk ramen. Dengan itu, ketiganya membuat pot besar ramen dan terus berharap hal-hal baik dalam hidup.

Bersambung ke Sinopsis Drama Korea Be Melodramatic Episode 2 Part 1

Read Full Article