Penulis: idmas

Na Hong Shil, ibu Go Rae dan Da Ya, bertemu dengan 4 sahabatnya, termasuk Mak Lampir, untuk makan bersama.

“Aku turut senang, Hong Shil. Hatiku hancur saat kudengar putramu menderita sirosis lever tahap akhir. Syukurlah dia kini baik-baik saja. Bagaimana jika pria itu tidak menyumbangkan levernya? Membayangkannya saja membuat jantungku berhenti. Pasti lebih buruk bagimu…”

Hong Shil menjawab sambil menghela nafas, “Itu amat buruk sampai seolah-olah dunia akan hancur. Mataku berair saat melihatnya sekarang.”

“Omong-omong, pria itu amat berani. Tidak mudah memberikan lever ke orang lain, tapi dia sukarela melakukannya. Untunglah.”

“Aku juga amat bersyukur.” tukas Hong Shil.

“Apa Go Rae masih belum tahu Pak Kang koma?” Mak Lampir ikutan.

“Tentu saja tidak tahu. Dia tidak boleh tahu. Dia dalam proses pemulihan. Itu bisa membuatnya syok. Jangan menyebutkan apa pun di depannya saat kamu menjenguknya nanti, ya?”

“Tidak akan.” jawab mereka hampir berbarengan.

“Baik. Mari cepat makan dan kunjungi dia. Kamu mau makan apa? Aku mau bubur berpugasan daging kepiting. Dae Ryook bilang itu amat populer belakangan. Kamu mau memesan apa, Hong Shil?” tanya Mak Lampir.

“Aku mau bibimbap tiram karena tiram sedang musim.”

“Bagaimana jika kita memesan beragam hidangan dan berbagi bersama?”

“Baik. Mari lakukan itu.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 6

“Ini enak. Cobalah ini.”

“Aku benar, kan? Aku mau membungkuskan ini untuk Go Rae dan istrinya.” kata Mak Lampir.

“Terima kasih, Eun Young.” kata Hong Shil. Eun Yong adalah nama mak Lampir.

“Omong-omong, Eun Young, putramu pasti banyak pikiran karena mantan ayah mertuanya tidak sadarkan diri di rumah sakit seperti itu.”

“Aku tahu. Jika dia terus melihat mantan istrinya…”

“Memangnya kenapa? Apa yang kamu bayangkan? Dia mengencani putri pemilik Grup JS.” sela Mak Lampir.

“Apa? Pemilik Grup JS?”

“Ya. Santap saja makanan kalian.” mak Lampir jadi kesal

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 6

“Bukankah dia putramu, Eun Young?”

“Itu sungguh dia. Mungkin dia kemari untuk mengunjungi Go Rae. Dia mengunjungi bangsal Go Rae waktu itu. Dia tidak perlu datang lagi jika amat sibuk. Tapi kenapa dia lewat sana? Bangsal Go Rae di sebelah sini.” kata Hong Shil.

“Apa dia menjenguk mantan ayah mertuanya?”

“Bukan itu.” cepat ia menyahut, “Dia pasti kemari untuk menjenguk orang lain yang dia kenal. Aku sebaiknya bertanya kepadanya. Kalian pergilah lebih dahulu. Aku akan segera menyusul.

“Baik kalau begitu.”

Sambil berjalan mengejar Dae Ryook, mak Lampir menggerutu, “Berandal ini tidak tertolong. Hei, Dae Ryook!”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 6

“Ibu.”

“Kamu sedang apa di sini?”

“Ya…”

“Apa itu?” tanya mak Lampir melihat bawaan anaknya, “Kamu kemari untuk memberikan sushi itu ke Do Ran Benarkah?”

“Ya.”

“Apa?!! Ya?? Kamu … tidak bisa dipercaya.”

Mak Lampir merebutnya dan langsung membuangnya ke tempat sampah yang ada di situ.

Dae Ryook kaget, “Apa yang Ibu lakukan?!”

“Itu yang ingin ibu tanyakan. Apa dia memintamu membelikannya sushi? Apa dia menempel, memintamu membelikannya sesuatu?” tanya Mak Lampir

“Bagaimana bisa Ibu bilang begitu? Itu tidak benar. Aku melakukan ini karena ingin. Di samping itu, Ibu tahu kondisinya. Dia melalui masa-masa sulit karena ayahnya. Aku bisa berbuat sebanyak ini.”

“Dia bukan mertuamu lagi. Kamu sudah bercerai, jadi, kenapa memedulikannya? Ikutlah dengan ibu.” katanya sambil menyambar tangan anaknya.

“Ibu…” kata Dae Ryook sambil berusaha melepaskan.

Melihat ini, mak Lampir mengancam, “Jika kamu tidak mengikuti ibu, ibu akan langsung menemuinya. Ibu akan pergi dan memberinya pelajaran.”

Dae Ryook tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ibunya tak pernah menggertak. Terpaksa ia mengikuti ibunya.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 6

“Apakah ucapan ibumu benar?” tanya ayah.

“Tidak perlu bertanya. Itu benar. Dia bersama mantannya semalaman dan membelikannya sushi. Dia benar-benar sudah gila.” mak Lampir sewot berat.

“Ayah. Ayah juga tahu kondisi Do Ran. Ayahnya belum sadarkan diri. Tapi setiap kali Nenek kambuh, Do Ran kemari untuk mengurus Nenek. Aku hanya mau membelikannya makanan untuk menghiburnya.” jawab Dae Ryook.

Ayahnya mengangguk-angguk, “Kalian pernah menikah, jadi, sudah sewajarnya kamu mengkhawatirkannya. Tapi seharusnya cukup sampai di situ…”

“Ayah …”

“Dengan banyak hal yang harus diurusnya, dia tidak lupa mengurus nenekmu. Ayah sungguh bersyukur dan harus membayarnya, tapi itu bukan tugasmu. Jadi, berhentilah mengunjunginya mulai sekarang. Ayah akan menemuinya sendiri dan membayarnya. Paham?” sampai di sini, suara ayahnya agak keras terdengar.

“Bagaimana bisa Ayah bilang begitu? Benar, aku tahu tidak seharusnya ke sana. Tapi kini dia membutuhkanku. Ayahnya mungkin mati. Bayangkan betapa takut dan pusingnya dia. Ayah mau aku menjauh darinya? Apa yang akan Ayah lakukan jika menjadi aku? Akankah Ayah cuek terhadap Ibu?”

“Dae Ryook…”

“Sadarlah, Dae Ryook,” ibunya menyela, “Kamu sudah bercerai. Kamu tidak ada urusan dengan Do Ran. Apa dia memohon kepadamu untuk tinggal di sisinya?”

“Bukan begitu…. Aku hanya mau berada di sisinya setidaknya untuk sementara ini. Setidaknya sampai ayahnya sadar. Tolong pahamilah…” kata Dae Ryook.

“Ayah tidak bisa membiarkannya!”
“Ayah…”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 6

“Ada hal yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan. Kamu kira kamu mendukungnya, tapi itu kesalahpahaman besar. Do Ran pasti merasa risi. Kondisinya sudah berat baginya. Jika kamu menggoyahkannya, dia akan makin bingung dan pusing. Berhentilah mengunjunginya demi kebaikan dia. Begitulah yang benar!” kata ayahnya tegas, dan beranjak dari situ.

“Ayah…”

“Camkan kata-kata ayahmu, Dae Ryook! Jangan mencampuri urusannya. Bagaimana jika kamu terlalu sering ke sana dan tersebar rumor? Kamu putra sulung keluarga kita. Camkan itu!” mak Lampir tak kalah sengit.

“Biarkan aku menangani urusanku sendiri.” jawab Dae Ryook pelan seraya pergi.

“Tapi kamu tidak menanganinya dengan baik!” ibunya berteriak keras. Hingga Nyonya Park keluar dari kamarnya.

“Apa itu?” tanyanya.

Mak Lampir tidak menjawab.

Read Full Article

Hong Shil hanya memandang kepergian adiknya yang kelihatannya marah itu. Hong Joo memang meninggikan suaranya, saat menjawab pernyataan kakaknya soal statusnya dengan So Il. Di lobi, ia bertemu keponakannya yang lain, Da Ya. Adik dari Go Rae.

 

“Bi.”

“Da Ya.”

“Bibi kemari mau menemui Kakak?”

“Ya, kini dalam perjalanan mau menjenguk Pak Kang.” kata Hong Joo.

“Begitukah? “Lantas, sampai jumpa.”

“Baik.”

Da Ya berjalan lagi. Namun Hong Joo memanggilnya.

“Da Ya.”

“Ya?”

“Pak Kang kini pamanmu. Bagaimana bisa kamu tidak pernah mengunjunginya? Kamu mengunjungi Go Rae setiap hari.” tegus Hong Joo.

Da Ya terkejut, “Apa Bibi baru saja bilang dia pamanku? Kukira Bibi akan menceraikannya. Apa dia sungguh pamanku?”

“Da Ya. Kami sudah bertukar cincin. Kami bahkan mendaftarkan pernikahan kami. Pak Kang dan bibi resmi menikah.”

“Bi.”

“Jadi, Da Ya, kunjungilah dia dan tunjukkan wajahmu. Kamu harus berterima kasih kepadanya karena sudah menyelamatkan Go Rae. Serta, setelah menyelamatkan kakakmu, dia kini melalui masa sulit.”

“Aku bersyukur atas perbuatannya untuk menyelamatkan Kakak. Aku juga merasa tidak nyaman dan kasihan atas yang terjadi kepadanya. Tapi Bi, itu saja.” jawab Da Ya.

“Apa itu?”

“Bibi lupa perbuatannya? Dia pembunuh ayahku. Bagaimana bisa dia menjadi pamanku? Jangan lupa. Dia mau menebus kesalahannya karena sudah membunuh Ayah, jadi, dia menawarkan levernya untuk Kakak. Tapi apa memberikan levernya menghapus fakta bahwa dia membunuh Ayah? Itu tidak membangkitkan ayahku yang sudah tiada.”

Orang-orang di tempat itu mulai melihat ke arah mereka. Pembicaraan itu menarik perhatian, karena bersangkutan dengan kasus pembunuhan. Orang-orang mulai berbisik-bisik.

Hong Joo hanya menghela nafas panjang. Betapa terkejut dia, saat menoleh, melihat Do Ran ada di situ. Dan.. dia mendengar semua perkataan Da Ya.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 5

“Do Ran…” panggil Hong Joo.

Do Ran tidak menjawab… namun wajahnya menampakkan kesedihan dan kekecewaan mendalam. Ia segera berjalan cepat.. pergi dari situ

“Do Ran…” teriak Hong Joo yang langsung mengejarnya.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 5

“Kamu pasti kesal karena Da Ya. Maaf, Do Ran. Aku akan meminta maaf mewakilinya. Da Ya masih kekanak-kanakan. Kehilangan ayahnya, membuatnya trauma berat. Tolong pahami dia. Seiring waktu, Da Ya akan berubah.” kata Hong Joo

“Saat ayahku bilang dia akan menyumbangkan levernya untuk Go Rae, aku awalnya menentangnya. Aku khawatir ada yang tidak beres. Tapi aku membiarkannya berbuat semaunya. Dengan menyumbangkan levernya, dia mau melepaskan luka yang selama ini dia derita. Dia mau menebus dosanya. Katanya dia bersyukur dia bisa membantu. Itu yang dia katakan kepadaku.”

“Maaf…” kata Hong Joo sambil meneteskan air mata..

“Kukira… mungkin ada kemungkinan dia bisa dimaafkan. Kuharap begitu… Tapi kurasa itu berlebihan… Walaupun tidak sadarkan diri setelah operasi semacam itu, dia masih belum dimaafkan…” kata Do Ran sambil menangis begitu sedihnya..

“Do Ran…”

“Maaf, Bi. Aku harus ke toko kue. Tolong jaga Ayah.” kata Do Ran sambil beranjak keluar.

“Jangan cemas dan pergilah.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 5

“Pak Kang… Bangunlah, Pak Kang… Pak Kang. Bangunlah…” air mata Hong Joo terus mengalir deras,

***

Do Ran berjalan gontai keluar dari rumah sakit. Tampak sekali kesedihan terpancar dari wajahnya.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 5

Di tokopun, ia membuat roti tanpa semangat. Sesekali ia nampak menangis terisak. Melihat ini, Tae Pung hanya diam memperhatikan. Do Ran tiba-tiba berjongkok dan menangis. Tae Pung ikut jongkok, dan ia mengulurkan sapu tangannya.

“Do Ran, ini.”

“Tae Pung…. Aku amat takut dia mungkin tidak akan bangun. Dua pekan sudah berlalu, jadi, kenapa dia masih koma?” kata Do Ran sambil menangis

“Kuatlah. Dia pasti akan bangun.” Tae Pung coba menghibur.

“Aku tidak peduli apa kata orang lain. Aku hanya ingin dia banguuunnn … ” kata Do Ran sambil menangis keras..

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 5

Di toko yang dikelola adiknya, Yang Ja nampak tengah menikmati makanan.

“Pizza terasa amat enak hari ini. Aku sebaiknya membawanya ke rumah sakit nanti. Yang Soon, kemaskan aku dua loyang pizza agar aku bisa membawanya sepulang kerja.” katanya.

“Baik.”

“Omong-omong, bagaimana kabar Do Ran belakangan ini? Dia pasti cemas karena ayahnya tidak sadarkan diri. Aku penasaran apa dia makan teratur.” tanya Yang Soo.

“Kenapa kamu membahas itu sekarang? Kini aku akan sakit perut.”

“Ayolah…”

“Kenapa dia masih belum sadar? Dia membuat kita semua cemas.”

“Ini sungguh buruk.”

“Kamu sebaiknya tidak bilang apa-apa soal dia ke Go Rae saat menjenguknya di rumah sakit nanti. Dia akan syok jika tahu. Ayahnya Do Ran masih koma karena dia. Dia bisa pingsan jika tahu.”

“Kakak cemas soal hal yang akan terjadi kepada Go Rae melebihi yang terjadi kepada Pak Kang?”

“Bukan itu maksud kakak. Hati kakak hancur saat memikirkan Do Ran. Tapi tetap saja, yang hidup tetap harus hidup. Hanya karena Pak Kang tidak sadarkan diri, bukan berarti tidak masalah bagi Go Rae untuk syok.”

Read Full Article

Wang Dae Ryook terpekur sendirian di ruangannya. Ia masih memikirkan kata-kata yang sudah didengarnya. Pertama, dari Pak Kang. Bahwa pak Kang sendiri merasa heran, kenapa dia tidak ingat momen pembunuhan itu. Hal terakhir yang diingatnya adalah, dia pingsan. Saat mengantarkan makanan untuk Do Ran, Dae Ryook juga sempat mendengar apa yang dikatakan bapak tua itu. Ia mendengar, bapak tua itu mengatakan bahwa semua salahnya. Berkali-kali bapak tua itu minta maaf, karena dia sudah membuat Pak Kang melalui banyak kesulitan.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 4

“Ini aneh. Sangat aneh.”

Dae Ryook mengambil ponselnya, dan menelpon.

“Ini aku. Aku mau meminta tolong. Kasus pembunuhan 30 tahun lalu… Ya, bisakah kamu mencarikan catatan persidangan dan detail kasusnya?”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 4

Mi Ran sedang menemani Go Rae berjalan-jalan di halaman rumah sakit.

“Kamu sudah cukup berolahraga untuk hari ini. Ayo.” kata Mi Ran.

“Apa? Mari berjalan-jalan lagi di sekitar taman.” jawab Go Rae

“Kamu harus pelan-pelan. Jangan terlalu lelah. Mari berjalan perlahan di sekitar sini saja.”

“Mi Ran, apa kabar dia? Dia sungguh baik-baik saja?” tanya Go Rae tiba-tiba.

“Pak Kang? Tentu, dia sudah dipulangkan.” agak tergagap Mi Ran menjawab.

“Jika dia di rumah sakit ini, aku mau berterima kasih.”

“Kita bisa melakukan itu setelah kamu dipulangkan. Kita akan berterima kasih kepadanya nanti.” sahut Mi Ran

“Baik, mari lakukan itu.”

Mereka berjalan lagi. Mi Ran melihat Do Ran baru masuk. Begitu juga Do Ran, yang langsung menundukkan mukanya. Teringat ucapan ibu mertuanya untuk merahasiakan keadaan Pak Kang, Mi Ran langsung mengajak Go Rae berjalan ke arah lain, agar ia tidak bertemu Do Ran.

“Go Rae, mari ke sana.”

Agak kaget Go Rae menjawab, “Apa? Baik…” katanya sambil berbalik mengikuti Mi Ran.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 4

Do Ran hanya berdiri memandang mereka berdua. Sesekali, Mi Ran menoleh memandang kakaknya dengan penuh penyesalan, penuh permintaan maaf. Melihat muka sedih adiknya, Do Ran hanya menganggukan kepalanya sedikit, menyuruh adiknya pergi. Ia lalu berjalan masuk ke rumah sakit.

Saat berjalan di lorong rumah sakit, Mi Ran mengejar sambil memanggilnya, “Kak….”

Do Ran menoleh, “Mi Ran.”

“Maaf Kak. Go Rae belum tahu soal Pak Kang. Karena itulah aku pergi ke arah berlawanan. Maaf.”

Do Ran tersenyum, “Jangan khawatir. Sampai Go Rae pulih, kita akan merahasiakannya.”

“Kakak tidak apa-apa. Apa kata dokter? Ada kabar baru?” kata Mi Ran penuh terima kasih sambil bertanya.

“Ya, dia hanya bilang kita harus menunggu.”

“Kak. Go Rae baru saja bertanya bagaimana kabar Pak Kang. Aku bilang dia sudah pulih dan dipulangkan.” kata Mi Ran lagi.

Do Ran tersenyum, “Ayah kakak akan segera siuman seperti katamu. Kamu tidak perlu merasa bersalah. Kembalilah ke Go Rae.”

“Baik. Aku yakin Pak Kang akan segera sadar. Tetaplah kuat.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 4

“Maaf, Kak..”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 4

“Ayah, aku baru saja melihat Go Rae berjalan-jalan di lobi. Dia sudah baik-baik saja. Dia tampak sehat juga. Aku senang Go Rae sudah pulih.” kata Do Ran kepada ayahnya yang masih terbaring tak sadar.

“Ayah. Aku amat bangga dengan Ayah. Ayah menyelamatkan nyawa seseorang yang hampir mati. Tidak ada di dunia ini yang lebih berharga daripada ini. Sekarang… Ini saatnya Ayah bangun. Tetaplah kuat. Ayah pasti bisa.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 4

“Aku tiba.” saat tiba, ia melihat kakaknya tertawa-tawa sendiri.

“Apa yang amat lucu?” tanyanya.

“Hong Joo, lihat itu. Bukankah itu lucu?” kata Hong Shil sambil menunjuk televisi di depannya.

“Begitu rupanya. Bagus untuk Kakak. Kuharap aku bisa tertawa.”

“Apa?” seperti tersadar, Hong Shil segera mematikan TV. Go Rae dan Mi Ran masuk.

“Hai, Bi.”

“Hai, bagaimana perasaanmu?”

“Aku baik-baik saja.”

“Kenapa lama sekali hari ini?” tanya Hong Shil.

“Kami berjalan-jalan di sekitar taman dan di lobi. Go Rae kini sudah jauh lebih baik.” jawab Mi Ran tersenyum senang.

“Berkat kamu, dia pulih.” kata ibu mertuanya.

“Tidak perlu sungkan.” jawab Mi Ran malu-malu.

“Senang melihatmu, Go Rae. Bibi pergi dahulu.” kata Hong Joo.

“Bi, kenapa pergi cepat sekali? Tinggallah sebentar.”

“Apa maksudmu? Kamu kelelahan. Istirahatlah.” jawab ibunya cepat.

“Sampai jumpa, Go Rae.” kata Hong Joo kemudian pergi. Hong Shil segera mengejarnya ke luar.

“Kurasa ada sesuatu dengan Bibi. Mungkin…”

“Jangan konyol. Dia berusaha memberikan kita waktu berdua.” kata Mi Ran.

“Benarkah?”

“Ya.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 4 Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 4

“Hong Joo.” panggil Hong Shil.

“Hei. Kemari. Kita harus bicara.”

“Ada apa?”

“Kemari.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 4

“Hong Joo…. Jangan kemari lagi. Kakak mohon.” kata Hong Shil.

Hong Joo heran, “Kakak tidak mau aku datang menemui Go Rae? Kakak khawatir Go Rae tahu Pak Kang belum siuman? Baiklah kalau begitu.”

“Hong Joo… Bukan begitu… Kamu mendaftarkan pernikahanmu karena Go Rae. Selama berhari-hari. Kenapa kamu mengunjungi Pak Kang setiap hari?”

“Kak. Apa maksud Kakak?”

“Kakak juga mensyukuri perbuatannya. Maaf atas kejadian yang menimpanya. Kakak yang akan berterima kasih dan meminta maaf kepadanya. Jadi, kamu tidak perlu mengunjunginya lagi. Kakak akan memeriksa kabarnya.” kata Hong Shil.

Hong Joo jadi semakin tidak mengerti, “Aku sampai tidak tahu harus ngomong apa… Kak… Kakak mungkin mengira pernikahan kami hanya demi Go Rae, tapi tidak peduli apa kata orang, kami sudah menikah. Pak Kang adalah suamiku dan aku istrinya!” kata Hong Joo dengan nada meninggi.

“Hong Joo….”

“Lepaskan. Aku harus pergi mengurus suamiku.” jawab Hong Joo cepat sambil mengibaskan tangannya, lalu pergi dari situ.

Hong Shil hanya menatap kepergiannya dengan raut sedih.

Read Full Article

Mak Lampir memasuki kamar anaknya. Ia mendapati kamar itu kosong melompong. Si emak heran,

“Astaga. Apa Dae Ryook tidak pulang kemarin malam?” tanyanya. Ia segera menelpon putra tercintanya. Dae Ryook saat itu masih dalam perjalanan. Ia ada di mobil.

“Ya, Ibu.” jawab Dae Ryook mengangkat telpon emaknya.

“Hei. Kamu di mana? Di mana kamu semalam? Kamu bersama Do Ran?”

“Ya, aku di rumah sakit.” jawab Dae Ryook

“Dengan Do Ran? Kamu pasti gila. Kenapa kamu di sana?” emaknya mulai berteriak.

“Aku sedang mengemudi. Kututup.”

“Hei, Dae Ryook. Dae … Apa yang harus kulakukan dengannya? Dasar bodoh.” gerutu emaknya. Tiba-tiba telponnya berbunyi. Dilihatnya “Jang So Young” menelpon.

“Hai, So Young. Hari ini? Tentu, aku senggang.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 3

“Aku ke kantor Dae Ryook kemarin untuk mengajaknya makan malam.” kata So Young.

“Begitu rupanya.” emak menjawab pendek.

“Tapi dia pergi bilang ada urusan dengan ayah mertuanya.” kata So Young lagi.

“Dia bilang begitu? Ayah mertuanya?” tanya mak Lampir.

“Ya. Jadi, aku sedih kemarin. Aku ingin tahu apa dia menemui mantan istrinya lagi.”

“Astaga, So Young, tidak. Kenapa dia begitu padahal sudah bercerai? Tidak. Hubungan mereka sudah benar-benar berakhir.” Mak Lampir cepat-cepat menjawabnya.

“Lantas, kenapa…”

“Masalahnya adalah mantan mertuanya dioperasi besar. Mereka kini tidak berhubungan, tapi dia menjenguknya untuk menunjukkan sopan santun. Kamu mengerti?” emak menjelaskan menurut versinya.

“Ya. Jadi, mereka tidak bertemu?”

“Tentu saja tidak. Kamu tidak perlu cemas soal itu.”

“Baik, aku mengerti.”

“Mari nikmati minuman kita.” kata Mak Lampir sambil mengaduk minumannya dengan gemas.

***

Do Ran tengah duduk sendirian di luar kamar di rumah sakit. Tiba-tiba, datang Tae Pung.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 3

“Do Ran.”

“Tae Pung. Duduklah.”

“Kamu belum makan, ya? Kamu tampak buruk. Aku membuat roti lapis ini hari ini. Cobalah.” kata Tae Pung.

“Terima kasih, dan maaf. Pasti berat bagimu bekerja sendirian.”

“Tidak berat. Aku baik-baik saja. Sudah kubilang tidak perlu cemas soal toko roti. Aku akan mengurusnya.”

“Terima kasih.” jawab Do Ran.

“Makanlah.”

Do Ran membuka roti itu. Belum juga ia memakannya, ia menangis. Melihat ini, Tae Pung mengulurkan tangan, memberikan sapu tangannya.

“Ini.”

Do Ran menerimanya, “Maaf. Ada apa denganku?”

“Tidak apa-apa. Jika mau menangis, menangislah.” kata Tae Pung.

Tiba-tiba emak muncul di situ

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 3

Melihat mak Lampir, Do Ran langsung berdiri.

“Ibu.”

“Aku mau bicara denganmu. Aku tidak tahu kamu ada teman.”

“Kamu bisa bicara dengannya. Aku mau pergi.” kata Tae Pung kemudian.

“Hubungi aku jika terjadi sesuatu di toko roti.”

“Baik.” kata Tae Pung yang kemudian meletakkan bungkusan berisi roti lapis itu di kursi. Ia menganggukan sedikit kepalanya pada si emak, dan pergi dari situ.

“Kamu tampak buruk. Pasti berat melihat ayahmu belum sadar. Kudengar operasinya berjalan lancar. Aku yakin dia akan segera siuman… Pasti berat bagimu, tapi kamu harus fokus.”

“Terima kasih, Bu.” kata Do Ran.

“Omong-omong, apa Dae Ryook kemari menemuimu kemarin? Benarkah?”

“Apa?” Do Ran nampak kaget, lalu ia menjawab, “Ya.” kemudian Do Ran menunduk.

“Baik. Aku paham dia mungkin berkunjung karena ini operasi besar. Kalian dahulu pasutri dan ayahmu dahulu ayah mertuanya. Tapi bukan berarti tidak masalah bagi Dae Ryook untuk bermalam di sini denganmu.”

“Maaf, Bu.”

“Orang nanti salah paham. Rumor bisa menyebar juga … Jadi, jika Dae Ryook datang menemuimu lagi, kamu sebaiknya mengusirnya, ya?”

“Baik, Bu.”

“Serta ada lagi. Aku tahu kamu tidak akan mengimpikannya, tapi walaupun keadaan membaik bagimu dan Da Ya karena lever ayahmu, Dae Ryook dan kamu tidak boleh rujuk. Bahkan jangan memikirkannya.”

“Apa?”

“Terimalah ini sebagai uang penghiburan.” kata mak Lampir sambil mengulurkan amplop.

“Tidak, Bu.”

“Ini untuk kesembuhan ayahmu. Terima saja … Jaga dirimu … Aku pergi dahulu.”

Mak Lampir pergi dari situ. Do Ran hanya bisa menangis sedih, sambil memandang amplop itu.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 3

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 3

“Dae Ryook masih menyukai Do Ran. Apa yang harus kulakukan?” kata Mak Lampir begitu tiba di rumah. Berpikir sebentar, ia segera menemui suaminya. Sambil membawakan minum, ia menuju ruang kerja suaminya.

“Sayang. Kurasa kamu harus melakukan sesuatu soal itu.”

“Apa lagi kali ini?” tanya suaminya.

“Kamu tidak bisa lihat? Ini soal Dae Ryook. Dia pergi menemui Do Ran di rumah sakit dan bermalam di sana.”

Suaminya kaget, “Dia bermalam di sana?”

“Ya.” jawab Mak Lampir dengan nada mulai meninggi.

“Aku juga tidak bisa memukul bokong putra dewasaku. Apa yang harus kulakukan dengan Dae Ryook?” katanya

“Mari tunggu dan lihat. Dae Ryook tidak akan gegabah.” jawab suaminya.

“Sayang. Jang So Young, putri tunggal Grup JS, menyukai Dae Ryook. Dia mau mengencani Dae Ryook, tapi Dae Ryook tidak tertarik dengannya. Dia hanya tertarik mengunjungi mantan istrinya di rumah sakit. Tapi kamu mau sekadar menunggu? Bagaimana jika dia kehilangan So Young?” nada si emak makin tinggi aja..

“Jangan bilang kamu mau Do Ran kembali karena dia mengurus ibumu? Kamu berpikir ulang?” terus mak Lampir.

“Bukan begitu.” jawab suaminya.

“Lantas, kamu harus bicara dengan Dae Ryook. Larang dia menemui Do Ran lagi. Lakukan apa pun.” kata isterinya setengah berteriak.

Ayah Dae Ryook hanya mendesah. Dahinya berkerut.

Read Full Article

“Apa? Pak Kang belum siuman?” tanya Nyonya Park.

Dia masih tidak sadarkan diri?” sambung ayah Dae Ryook.

“Ya. Operasinya berjalan lancar dan kak Go Rae sudah siuman, tapi Pak Kang masih koma.” jawab Da Ya.

“Astaga. Bagaimana jika itu kacau? Sayang, bagaimana jika dia tidak sadar selamanya?” tanya ibu Dae Ryook, si mak Lampir.

“Apa maksudmu? Kamu tidak boleh bilang begitu.” kata suaminya.

“Maksudku, dia koma. Itulah alasanku bilang begini.”

Yi Ryook menyela, “Ibu, dokter bilang operasinya berjalan lancar tanpa masalah. Jadi, kita sebaiknya menunggu dan melihat bagaimana dia siuman.”

“Sungguh? Operasinya lancar?”

“Ya.”

“Lantas, tidak masalah. Dia hanya butuh waktu lama untuk siuman. Dia akan baik-baik saja setidaknya demi Do Ran.” kata Nyonya Park.

“Benar, dia melakukannya untuk menyelamatkan nyawa orang, jadi, dia sebaiknya siuman.” sambung ayah.

“Pasti ini hari yang berat bagi kalian berdua. Naik dan istirahatlah.” kata mak Lampir pada anak dan menantunya.

“Benar, naiklah.”

Yi Ryook dan Da Ya naik ke atas dan masuk kamar.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 2

Tiba-tiba ponsel Yi Ryook berbunyi. Da Ya saat itu sedang ada di meja rias.

“Seseorang menelepon ponsel Yi Ryook. Di mana ponselnya?” Da Ya mulai mencari di meja.

“Tidak ada di sini.” lalu ia mengambil jas Yi Ryook, “Apa di sini?”

Belum sempat menemukan ponsel itu, Yi Ryook datang.

“Da Ya, apa itu ponselku?”

“Yi Ryook. Ada yang meneleponmu. Di mana?” tanya Da Ya.

“Di sini. Biar kuambil.” jawab Yi Ryook sambil merogoh saku dan mengambil ponselnya. Ia langsung mengangkatnya.

“Baik. Ada apa? Toko? Baik, aku akan segera ke sana.”

“Apa? Kamu mau pergi pukul sebegini?” tanya Da Ya heran.

“Ada yang harus kuurus di toko. Aku akan segera kembali.”

“Baik. Kamu pasti lelah. Jangan bekerja terlalu keras.”

“Aku tidak apa-apa. Tidurlah lebih dahulu. Sampai jumpa.”

Yi Ryook keluar.

***

Di luar sudah gelap karena memang telah larut. Yi Ryook berjalan, dan berhenti saat melihat seorang wanita yang tampak sedang menunggu.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 2

Wanita itu ternyata Soo Jung, karyawannya sendiri.

“Oppa!” kata Soo Jung saat melihat kedatangan Yi Ryook.

“Kamu sudah menunggu lama? Soo Jung, kamu tidak boleh melakukan ini lagi.”

“Melakukan apa?” tanya Soo Jung.

“Meneleponku pukul sebegini dan menyulitkanku.”

“Begitukah? Aku tidak bisa menghubungimu dan kamu tidak bekerja hari ini. Aku menelepon karena khawatir. Bisakah kamu membiarkanku?” rengek Soo Jung. Ternyata mereka berdua selingkuh.

“Jang Soo Jung, aku sesibuk itu, paham? Berhati-hatilah mulai sekarang. Jika tidak bisa menghubungiku, kamu tahu aku sungguh sibuk. Serta kamu harus pengertian dan memaafkan, ya?”

“Baik, Oppa.”

“Mau makan daging?” tanya Yi Ryook.

“Aku mau daging sapi.”

“Mari makan daging sapi.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 2

Di rumah sakit, Dae Ryook masih menemani Do Ran. Melihat Do Ran, Dae Ryook melepaskan jaket yang dipakainya, dan menyelimutkannya pada Do Ran.

“Aku tidak apa-apa. Ini sudah larut dan kamu harus bekerja besok. Kamu sebaiknya pulang.” kata Do Ran.

“Aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri.”

“Aku bisa sendiri. Kita sudah bercerai. Orang-orang akan bilang apa nanti jika melihat kita?”

“Bagaimana mereka tahu kita sudah bercerai atau belum? Jika kamu keberatan dengan keberadaanku, aku akan duduk jauh darimu.”

Tiba-tiba Tae Pung muncul. Namun, ia tidak jadi mendekat karena melihat Dae Ryook. Ia lalu pergi.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 2

“Permisi.”

“Ya, Pak.”

“Apa operasi bosmu berjalan dengan lancar? Aku cemas.” tanya bapak tua itu.

“Operasinya berjalan lancar, tapi dia masih tidak sadar.” jawab Tae Pung.

“Dia tidak sadar? Dia masih belum siuman?”

“Belum.

Bapak tua itu terlihat terkejut dan cemas.

“Ambillah roti ini.”

“Aku tidak butuh roti. Dia dirawat di rumah sakit mana?” tanyanya.

Bapak tua itu berlari keluar.

***

Di rumah sakit, Soo Il masih terbaring tidak sadar.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 2

Do Ran ada di sisi ranjang. Dae Ryook yang tidak mau pulang, berdiri di belakangnya.

“Ayah, ini Do Ran. Putri Ayah. Ayah mendengarku? Ayah…  Sampai kapan Ayah akan seperti ini? Ayah tertidur pulas dan ini membuatku cemas. Ayah dan aku. Kita berjanji melakukan banyak hal. Kita berjanji pergi ke Pulau Jeju di musim semi. Ayah harus bangun. Ayah tidak bisa terus terbaring di ranjang seperti ini. Ya? Ayah… ”

Do Ran menangis sedih.

“Ayah mertua. Aku juga di sini. Tolong bangunlah.” kata Dae Ryook.

Yang diajak bicara cuma terbaring diam. Tidak ada reaksi. Mereka lalu keluar kamar. Do Ran memegangi kepalanya.

“Kamu baik-baik saja?” tanya Dae Ryook.

“Terima kasih, Dae Ryook. Kamu sudah melihat Ayah. Kini pulanglah.” kata Do Ran.

“Kenapa kamu terus mengusirku? Aku akan pergi saat mau. Kamu sebaiknya pulang dan beristirahat. Kamu harus makan teratur dan beristirahat agar bisa mengurus Ayah. Aku akan mengantarmu pulang.”

Do Ran menggeleng, “Aku harus tetap di sini. Ayah bisa bangun kapan saja. Kamu sebaiknya pergi.” kata Do Ran.

“Baik, lantas biarkan aku membawakan makanan.”

Do Ran tidak menjawab. Ia pergi meninggalkan Dae Ryook. Tepat saat Do Ran masuk ke ruangan, bapak tua yang bertanya kepada Tae Pung, sampai di situ.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 2

Ia menemui perawat, “Aku harus melihatnya.” kata bapak tua itu

“Bisakah Anda berhenti? IGD punya jam besuk tertentu. Jika mau berkunjung, datanglah nanti.”

“Aku hanya ingin melihat wajahnya. Ada yang harus kusampaikan. Tolong biarkan aku masuk.”

“Ada apa dengan Anda? Anda tidak boleh masuk.” sahut perawat itu keras.

Bapak tua itu tampak kecewa. Dia hanya memandang So Il dari luar.

“Pak. Young Hoon. Maaf. Aku membuatmu amat kesulitan. Maaf. Maaf.” katanya sambil menangis.

Dae Ryook sampai lagi ke situ. Rupanya, dia membeli makanan untuk Do Ran. Kebetulan, Do Ran tidak ada di situ.

Segera bapak tua itu ia dekati, “Pak. Kenapa kamu kemari?”

Bapak tua itu kelihatan kaget, “Aku amat minta maaf.”

“Pak. Apa ada yang ingin kamu sampaikan ke mertuaku?” tanya Dae Ryook.

“Itu…” belum sempat si bapak tua menjawab, Do Ran muncul.

“Pak, kenapa kamu kemari?” tanya Do Ran heran.

“Bukan apa-apa.” katanya sembari ngeloyor pergi.

“Pak.” teriak Dae Ryook. Lalu berpaling kepada Do Ran.

“Kamu mengenalnya juga?”

Dae Ryook mengejar bapak tua itu. Tapi ia kehilangan jejaknya.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 2

“Kenapa dia kemari? Kenapa dia meminta maaf?” Dae Ryook menjadi penasaran.

Read Full Article

Kang So Il terbaring tidak sadar di ruangan rumah sakit. Dokter dan perawat tampak sedang mengecek kondisinya. Di luar, Kim Do Ran dan Na Hong Ju memandangnya dengan cemas. Di luar ada Mi Ran dan ibunya, serta Go Rae dan Da Ya juga dengan ibu mereka.

 

“Kenapa mereka tidak memberi  tahu apa yang terjadi? Mereka bahkan tidak  memperbolehkan kita masuk. Yang benar saja. Apa ini? Pasti ada yang tidak beres. Sesuatu benar-benar tidak beres, bukan?” So Yang Ja, ibu tiri Do Ran tiba-tiba berkata dengan keras. Hong Ju yang mendengar ini menoleh dengan marah ,

 

“Kenapa kamu bilang begitu? Pulanglah jika kamu hanya mau bilang begitu di sini.”

 

” Ibu.” Mi Ran memandang ibunya tak mengerti.

 

Dokter yang memeriksanya keluar kamar Soo Il

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 1

 

“Dokter, kenapa Pak Kang belum siuman? Apa ada yang tidak beres?” tanya Yang Ja.

 

“Dia masih belum sadar.”

 

“Apa? Dia tidak sadarkan diri? Maksudmu… Dia koma?”

 

“Koma? Apa artinya itu? Apa dia akan mati?”

 

“Tidak. Operasinya sukses. Mari menunggu beberapa hari dan melihat bagaimana dia pulih.” kata dokter sabar.

 

“Baik.”

 

Do Ran memandangi ayahnya sambil menangis. Demikian juga dengan Hong Ju.

 

“Bagaimana jika dia masih tidak sadarkan diri setelah beberapa hari? Apa yang akan terjadi nanti?”

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 1

 

Tiba-tiba Hong Ju ambruk pingsan. Karuan saja semua orang panik.

 

“Apa? Astaga! Hong Joo!”

 

***

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 1

 

“Berkat Demam Korea, hidangan Korea populer di negara lain juga. Kita akan mengembangkan menu untuk menyesuaikan selera mereka dan mengekspornya tahun ini.”

 

Saat rapat ini, Dae Ryook kelihatan gelisah. Berkali-kali ia melihat jam.

 

“Di samping yang ada di menu, kita akan membuat pugasan yang cocok…”

 

Akhirnya rapat itu selesai sudah. Wang Dae Ryook segera turun. Di bawah, ia ketemu dengan So Young.

 

“Dae Ryook.”

 

“So Young, ada apa kemari?”

 

“Ini sudah saatmu pulang. Aku mau meletakkan bunga ini di mejamu dan makan malam denganmu. Aku hampir melewatkanmu, bukan? Apa kamu sudah mau pulang?” tanya So Young.

 

“Maaf kita tidak bisa Aku ada urusan hari ini.”

 

“Begitu rupanya. Aku tidak mengabari sebelumnya secara sengaja karena ingin mengejutkanmu.” kata So Young kecewa.

 

Tiba-tiba ponsel Dae Ryook berbunyi. “Hai, Yi Ryook. Apa? Ayah mertua kakak kenapa? Baik, kakak akan ke sana. Aku harus pergi.”

 

“Baiklah.”

 

“Sampai jumpa lagi.”

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 1

 

“Apa? Ayah mertuanya? Apa dia masih menemui mantan istrinya?” kata So Young kesal

 

***

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 1

 

“Go Rae yang nyaris mati sebelum operasi kini baik-baik saja. Kenapa donornya koma? Kuharap dia pulih tanpa masalah apa pun. Bagaimana jika ada yang tidak beres? Ini sungguh membuat ibu cemas.” kata Yang Ja.

 

“Bu So. Tolong bantu aku.” kata Hong Sil

 

“Apa? Aku? Bantu apa?”

 

“Kalian juga dengar. Jika terkait operasi semacam ini, jika terjadi hal buruk ke salah satu, orang-orang di sekitarnya bisa syok. Itu alasannya identitas donor dan penerima harus dirahasiakan. Tapi kasus kita merupakan pengecualian karena kita keluarga. Jadi, tolong jangan bilang apa-apa soal kondisi Pak Kang ke Go Rae. Walaupun dia sudah pindah ke bangsal umum.” kata Hong Sil

 

“Tentu saja.”

 

“Tolong, Bu So. Hati-hati dengan ucapanmu. Dia akan syok jika tahu. Situasinya akan buruk jika begitu.” tambah Hong Sil yang tahu belaka, ibu Mi Ran ini susah berhenti kalau sudah nyerocos.

 

“Tentu saja. Aku tahu sebanyak itu. Jangan cemas.” kata Yang Ja.

 

“Ibu, ayo keluar. Bibi harus istirahat. Ayo.” kata Mi Ran kepada ibunya.

 

***

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 1

 

“Kak, aku akan tinggal di sini. Beristirahatlah di launs atau semacamnya. Kita juga tidak diperbolehkan mengunjungi bangsalnya hari ini. Kakak bisa pingsan jika begini terus…” kata Mi Ran sambil menangis melihat keadaan kakaknya.

 

“Tidak. Dia akan segera sadar. Dia akan mencari kakak saat sadar. Kakak harus tetap di sini. Kakak baik-baik saja.” kata Do Ran.

 

“Maaf, Kak. Ini semua salahku.” kata Mi Ran.

 

“Sebenarnya, aku menyuruh ayah kakak melakukan tes karena ingin menyelamatkan Go Rae. Aku sungguh minta maaf.

 

Do Ran memandang adiknya, lalu memegang tangannya, “Kakak bilang tidak apa-apa. Dia akan segera sadar. Serta ini yang dia inginkan. Jadi, jangan bilang begitu.”

 

“Baik, Kak. Tidak ada yang akan terjadi kepadanya.”

 

Ibu mereka tampak sangat lelah, tertidur di kursi di belakang Mi Ran.

 

“Kini pulanglah dengan Ibu.” kata Do Ran.

 

“Aku tidak bisa meninggalkan Kakak sendirian.”

 

“Tidak apa-apa. Cepatlah.”

 

“Baik. Aku akan membawa Ibu pulang dan kembali. Ibu, ayo.” kata Mi Ran sembari membangunkan ibunya.

 

Sambil menguap, ibunya bangun, “Baik. Repot-repot di rumah sakit hari ini membuat ibu pusing.”

 

Ia menghampiri Do Ran, “Do Ran. Ibu akan kembali besok. Kamu juga sebaiknya tidur. Ya? Aigoo..”

 

Mi Ran dan ibunya pergi. Di luar, Dae Ryook terlihat berlari ke dalam. Ia mencari kamar So Il dirawat. Pada saat yang sama, seorang perawat keluar dari kamar So Il. Do Ran yang ada di sana, langsung mendatanginya.

 

“Bu, bagaimana kondisi ayahku? Bagaimana kondisnya? Maksudku, Kang Soo Il. Dia sudah sadar?”

 

“Belum. Akan kuberi tahu saat dia sadar.” kata perawat itu.

 

“Tunggu. Bolehkah aku masuk dan melihatnya sebentar? Kumohon. Biarkan aku masuk sebentar.” kata Do Ran sambil menangis.

 

“Tidak. Anda tidak diperbolehkan masuk kecuali saat jam besuk.” kata perawat itu lagi.

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 1

 

“Ayahku mungkin bangun saat mendengar suaraku. Dia sedang koma, tapi dia mungkin bisa mendengar suaraku. Jadi, tolong biarkan aku masuk.” kata Do Ran memohon.

 

“Maaf. Tunggu sampai jam besuk besok.” jawab perawat itu yang segera meninggalkan Do Ran yang menangis. Tangisan Uee sangat natural. Matanya merah, dan sesenggukan yang memang terdengar seperti menangis beneran. Saya aja sampai berkaca-kaca saat nulis sinopsis ini. 🙂

 

Setelah perawat itu pergi, Dae Ryook sampai di situ.

 

“Do Ran.”

 

Melihat Dae Ryook, Do Ran lupa bahwa mereka bukan pasangan suami isteri lagi.

 

“Dae Ryook, aku harus bagaimana?” tanyanya sambil menangis.

 

Dae Ryook segera memeluknya, “Jangan cemas. Dia kuat. Dia akan segera siuman.”

 

“Benar? Dia akan baik-baik saja, bukan?” tanya Do Ran.

 

“Tentu. Percayalah kepadaku.” kata Dae Ryook berusaha menenangkan Do Ran.

Read Full Article

Kita lanjut lagi dengan sinopsis drama Korea Hotel Del Luna episode 4 part 5. Si hantu buta langsung teringat tangan itu lagi, setelah melihatnya menggeber motornya. Ia ingat, tangan itulah yang ia pegang sesaat sebelum ia mati di jalan karena kecelakaan. Tangan itu milik orang yang menabraknya, yang tidak mau menolong, malah pergi meninggalkannya. Wajahnya yang semula cantik, berubah menjadi mengerikan. Segera ia membonceng orang itu. Tampak jelas dendam di wajahnya yang berubah semakin menakutkan. Motor itupun melaju.

Di restoran milik Sanchez, Chan Seong yang mendengar perkataan Man Weol jadi terkejut setengah mati. Ia tahu apa yang dimaksud Man Weol. Tanpa berkata, ia segera lari menuju tempat orang itu bekerja.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

Ia berlari sekencang-kencangnya. Sampai di toko, ia mendapati toko itu sudah tutup. Ia berlari lagi mencoba mengejar orang itu. Ia menggunakan jalan-jalan sempit untuk mengambil jalan pintas. Akhirnya ia berhasil menemukannya. Segera ia melompat ke tengah jalan, mencoba menghentikan kendaraan itu.

Pengemudi sepeda motor itu terkejut melihat Chan Seong di tengah jalan. Ia tergelincir dan terjatuh hanya beberapa senti dari tangan Chan Seong yang terlentang. Suara keras terdengar saat motor itu beradu dengan aspal. Si pengemudi bergulingan di jalan. Chan Seong memandang ke arah si hantu wanita dan berteriak,

“Jika kau lakukan ini, kau akan berubah menjadi abu dan menghilang.” Chan Seong melihat si hantu buta menatap tajam si pengemudi motor. Aura balas dendam terlihat jelas dari wajahnya yang berubah menakutkan.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

“Jangan pergi seperti itu. Aku akan pastikan dia dihukum atas apa yang dia perbuat. Aku berjanji!” teriak Chan Seong. Si Hantu masih memperlihatkan wajah menakutkannya. Perlahan … wajah itu menjadi biasa kembali.

Saat Chan Seong menoleh, ia melihat Man Weol sudah ada di sana.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

“Kau menemukan pria yang melakukan tabrak lari enam bulan lalu?” tanya polisi kepada Chan Seong, saat ia menyerahkan si pengendara motor ke kantor polisi.

“Jadi, kau menangkapnya sendiri dan membawanya ke sini?”

“Ya, dia menabrak seorang wanita buta yang sedang menyeberang jalan dengan motornya, lalu kabur.” kata Chan Seong.

“Benarkah? Astaga, kau luar biasa.” polisi itu menyahut sambil mengetik dan mengatakan, “”Dia menabrak seorang wanita buta yang sedang menyeberang jalan…”

***

Chan Seong berjalan pulang. Di jembatan, ia bertemu dengan si hantu wanita buta. Di tangannya, ada sekuntum bunga.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

“Kau tamu pertama yang kukirim ke hotel ini. Aku dengar, kau akan pergi ke tempat yang bagus jika menerima bunga itu.” kata Chan Seong.

“Terima kasih. Kenangan yang kumiliki tentang tangannya adalah kenangan yang menakutkan. Tapi aku bodoh mengingatnya sebagai kenangan hangat.” kata hantu wanita yang terlihat cantik, dan tidak buta lagi.

“Mungkin kau tipe orang seperti itu. Tipe orang yang selalu berusaha mengingat kenangan indah atas tragedi besar terlepas dari seberapa kecil kenangan indah itu.”

***

Chan Seong kembali ke hotel. Tampaknya, ia sudah mulai mengerti bagaimana pekerjaannya. Di lobi, ia melihat hantu yang meminta kopi, yang bertemu dengannya di sky bar.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

“Son-nim. Kau mau kopi lagi?” si hantu mengangguk. Chan Seong mengambil cangkir dan berjalan menuju lift. Ia bertemu dengan ayah dan anak.

“Bukankah tempat ini luar biasa?” kata si ayah pada anaknya.

Melihat ini Chan Seok mendekati mereka dan berkata, “Ada pantai berpasir jika kau pergi ke luar. Anakmu akan menyukainya.”

“Terima kasih. Ayo bermain air. Ayolah. Kau ingin Ayah menggendongmu?” mereka berjalan pergi.

“Ayah dan anak itu datang bersama karena kecelakaan mobil.”kata Hyun Joong yang mendekatinya.

Di lantai atas, Man Weol mengamati kejadian itu, “Dia masih belum sadar bahkan sesudah apa yang dilihatnya.” katanya.

“Sajang-nim. Kami sudah melihat pohon di taman. Semuanya merasa sangat khawatir. Pohon itu sudah mati selama lebih dari 1.000 tahun. Kenapa tiba-tiba hidup kembali?” tanya Seo Hee yang mendekati Man Weol, yang tidak menjawab pertanyaan itu.

***

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

“Ma Go bilang bahwa seseorang akan datang dan membantuku pergi. Sepertinya orang itu di sini.” kata Man Weol.

“Apa orang itu Ku Chan Seong?” tanya Sun Bi.

“Benar.”

“Apa yang Jaebiin-nim katakan?”

“Dia bilang, dia akan menjagaku dan akan mencoba membuat bunga dan daunnya bermekaran. Sepertinya aku akan pergi sesudah bunga berguguran.” kata Man Weol.

“Lalu, bagaimana dengan kami? Apa yang akan terjadi pada kami?” tanya Sun Bi

“Kenapa bertanya padaku? Terserah kalian. Kita bisa menyerahkan semuanya dan pindah ke Alam Baka. Atau kau dapat bergentayangan di dunia ini sebagai arwah penasaran dan berubah menjadi abu. Terserah dirimu.” kata Man Weol.

“Kami harus tinggal di hotel sedikit lebih lama. Dan kau tak bisa pergi lebih awal.” kata Seo Hee

Sun Bi ikutan ngomong, “Kita harus melepaskan Ku Chan Seong. Selain itu, dia adalah pilihan ketiga, dan ada kandidat keempat.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

Ternyata kandidat keempatnya Ju Sung Ju yang mendiami tubuh Kim Yu Na.

“Arwah sudah mengambil tubuhnya. Dan dia juga berani. Dia sangat cocok.” kata Sun Bi

“Kita punya kandidat lain. Aku membantunya mencuri tubuh, jadi aku pasti bisa memanfaatkannya untuk melawannya. Selain itu, keluarganya juga kaya.” kata Man Weol.

“Ayo kita lepaskan Ku Chan Seong.”

“Dia tak akan pergi. Aku menyuruhnya pergi, tapi dia menolak.”

“Ku Chan Seong bisa melihat hantu sekarang. Dan dia menetap juga.”

“Bahkan jika aku mengusirnya dengan mengembalikan matanya, dia akan melihat hantu dan hotel.”

“Ma Go akan bisa mengambil kemampuannya untuk melihat hantu.”

“Kau pikir wanita tua itu akan mengizinkan? Dia yang mengirimnya padaku.” kata Man Weol

“Kita tak bisa membunuh manusia, tapi jika kita membiarkannya, kita harus naik bus.”

“Ada cara untuk memperbaikinya tanpa membunuhnya.” kata Seo Hee tiba-tiba.

“Kamar 13 di hotel ditempati sekarang.”

“Tamu di Kamar 13?”

“Tamu di Kamar 13 membenci suara napas manusia. Jika manusia melihat tamu di Kamar 13, manusia akan menjadi gila.”

“Apa kau menyarankan agar kita membuatnya gila?” tanya Man Weol.

“Ya. Jika dia menjadi gila dan berkeliaran seperti orang gila, dia tak akan bisa datang ke sini meskipun dia melihat hantu. Dunia ini akan mengisolasi orang-orang seperti itu tanpa keterlibatan kita.”

“Rumah Sakit Jiwa.”

“Sajang-nim, apa kau menyetujui ini?”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

“Di mana Ku Chan Seong sekarang?” tanya Man Weol sambil tersenyum jahat.

Ternyata, Chan Seong tertidur di bawah pohon besar. Ia sedang mimpi saat Man Weol datang mendekat.

“Berandal ini terus membuat kebunku terlihat semakin mengerikan.”

Man Weol menendang kaki Chan Seong. Ternyata ga bangun juga. Tampaknya ia begitu lelah.

“Tak ada yang memberitahumu untuk mengejar hantu tanpa tidur. Kau bahkan tak punya banyak waktu tersisa sebagai orang waras. Sepertinya kau akan membuang waktu berhargamu untuk tidur. ”

Man Weol berjongkok di depan Chan Seong.

“Sangat disayangkan. Tapi semua salahmu. Aku sangat menyukaimu, tapi aku benci kau bisa melihat diriku.” kata Man Weol. Ia mencoba mengambil daun yang jatuh menempel di bahu Chan Seong. Saat itulah, Chan Seong membuka mata. Dan … tersenyum.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

“Kenapa kau tersenyum?”

“Apa kau datang ke sini, sehingga kita bisa tidur bersama? Sebegitu sukanya melihatku tidur?” tanya Chan Seong.

“Kau memimpikanku lagi?”

“Penasaran? Duduk. Aku akan ceritakan… seperti apa kau dalam mimpiku.”

“Inilah yang kubenci. Aku seharusnya mengatakan untuk diam, atau aku akan merobek mulutmu, tapi berniat duduk di sebelahmu. Aku benci pikiranku dalam sepersekian detik itu.”

“Kau hidup selama lebih dari 1.000 tahun, tapi kau melepaskannya sejenak. Pasti keuntungan luar biasa di pihakku.” kata Chan Seong

“Benar, perubahan ini sangat berarti bagiku, dan kau harus membayarnya. Kau setuju bahwa kaulah yang mempersulit hidupmu sendiri. Apa pun yang terjadi padamu, semuanya salahmu.”

“Jika sesuatu terjadi padaku, aku yakin kau akan melindungiku.” kata Chan Seong. Ini membuat Man Weol tertegun, “Katamu kau akan melindungiku karena aku manusia yang lemah. Kaulah yang menghentikan motor tadi.”

“Tidak, aku tak peduli bahkan jika kau meninggal dalam kecelakaan itu.” Man Weol mencoba mengelak.

“Aku tahu semuanya. Aku melompat (ke tengah jalan) karena aku percaya padamu.”

“Aku bilang, tidak.” elak Man Weol

“Aku percaya kau akan melindungiku. Jadi, tolong lindungi aku jika sesuatu terjadi padaku. Aku akan tetap di sebelahmu.” kata Chan Seong

“Aku akan mengusirmu.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

Chan Seong hanya tersenyum lebar, dan pergi meninggalkan Man Weol sendiri di bawah pohon itu. Man Weol memandang kesal ke arah Chan Seong pergi.

Chan Seong teringat daun yang di pegangnya, “Apa berasal dari mimpi? Sepersekian detik Jang Man Weol?”

Tiba-tiba terdengar langkah kaki. Seo Hee mendekatinya.

“Jaebiin-nim. Aku butuh bantuanmu dengan seorang tamu.” katanya

“Baik. Di kamar mana tamu itu berada?” tanya Chan Seong.

“Tamu jangka panjang di Kamar 13.” kata Seo Hee

Chan Seong menemui Sun Bi untuk mendapatkan barang yang diinginkan tamu kamar 13.

“Bakar dupa ini di Kamar 13.” kata Sun Bi sambil menyerahkan kotak berisi dupa.

“Baik, aku akan melakukannya.”

“Tamu itu sangat pemilih. Maaf sudah mengganggumu.” kata Sun Bi.

“Aku mulai terbiasa melihat hantu sekarang. Jangan khawatir.”

Chan Seong meninggalkan Sky Bar.

“Maaf. Rasanya seolah aku sudah menyerah pada kebajikanku sebagai seorang sarjana. Aku malu.” kata Sun Bi seolah kepada dirinya sendiri.

“Dia teman baik, aku suka.” kata pula Hyun Joong yang ketemu Chan Seong tadi.

Chan Seong berjalan, mencari kamar 13. Ia tidak tahu bahwa semua sudah diatur. Semua ini adalah cara untuk menyingkirkannya dari hotel.

Seo Hee menemui Man Weol, “Sekarang, Jaebiin-nim sedang dalam perjalanan ke Kamar 13.” katanya.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

Chan Seong sudah berdiri di depan kamar 13. Menggunakan kunci yang diberikan Sun Bi, ia membuka pintu kamar itu. Agak kaget juga dia menyaksikan ruang dalam kamar itu. Tidak seperti kamar lain, kamar ini memiliki lorong yang panjang. Agak takut, dia berjalan masuk. Belum ada 10 langkah, pintu kamar itu tiba-tiba menutup sendiri dengan keras. Chan Seong kaget setengah mati. Tapi, ia terus berjalan masuk. Sampai ia menemukan pintu lagi. Ia memberanikan diri membuka, dan masuk ke dalamnya.

Kamar ini lebih pas disebut sebagai gudang. Agak terang, namun tampak kotor dan usang. Ia melihat sebuah meja yang terletak di depan lemari besar. Di atas meja, terlihat tempat untuk menyalakan dupa. Chan Seong segera berjalan dan meletakkan kota dupanya. Ia ambil sedikit, lalu menyulutnya. Sosok menyeramkan menatapnya dari dalam lemari itu. Chan Seong berbalik akan meninggalkan ruangan itu.

“Di mana tamu itu?” tanyanya seolah pada diri sendiri.

Tiba-tiba terdengar suara terkekeh di belakangnya. Asalnya sepertinya dari lemari itu.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

Chan Seong menjadi penasaran dan mendekati meja itu lagi. Suara kekeh itu terdengar makin jelas, disertai suara napas memburu tak beraturan. Ia mulai berjalan mendekat Namun tiba-tiba …

“Ku Chan Seong!” terdengar teriakan memanggil namanya. Ia menoleh. Ia melihat Man Wol sudah ada di situ.

“Jangan menatap. Jangan biarkan dia mendengar napasmu.” teriak Man Weol seraya mendekati Chan Seong. Ia memegang bahu Chan Seong.

“Tapi suaranya…”

“Jangan dengarkan!” kata Man Weol.

“Kenapa?” sambil menanyakan ini, Chan Seong sudah akan menoleh. Man Weol memegang wajah Chan Seong dan mencegahnya menoleh. Makhluk itu sudah keluar dari lemarinya.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 5

Akhirnya Man Weol menarik wajah Chan Seong ke arah wajahnya, agar Chan Seong tidak menoleh. Man Weol … menciumnya …

Chan Seong jadi kaget, dan ia tidak jadi menoleh. Ciuman Man Weol membuatnya kaget.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Kita tunggu saja nanti.

Read Full Article

Baiklah … kita lanjut ke sinopsis drama Korea Hotel Del Luna episode 4 part 4. Chan Seong berjalan menuju toko roti itu bersama hantu buta yang sudah tak lagi buta. Mereka berhenti sejenak. Si hantu buta memandangi toko itu. Ingatannya melayang ke saat ia datang ke toko itu semasa hidup. Dengan bantuan tongkatnya, ia masuk ke toko itu. Tiba-tiba seseorang bertanya kepadanya.

“Roti jenis apa yang kau cari?”

“Roti yang kau panggang sekarang baunya sangat enak.”

Mendengar ini, seseorang itu pergi lalu beberapa saat kemudian, ia sudah kembali.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Ini roti kastanye. Hangat, bukan?”

“Dan lembut.”

“Aku baru saja memanggangnya.”

Hantu itu ingat, setiap kali pergi ke sana, dia memegang tangannya dengan hangat.

“Jantungku berdegup kencang, aku takut dia tahu bagaimana perasaanku. Aku bahkan tak pernah bicara dengannya
dengan benar.”

“Meski kau tak tahu wajah atau namanya. Tapi kau akan tahu pasti saat kau pegang tangannya, bukan?” tanya Chan Seong. Si hantu mengangguk.

“Jika kau memegangnya dengan tangan itu, kau hanya akan membuatnya takut. Haruskah kuberi tahu mereka dan mencari tahu?”

Hantu itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

Berpikir sejenak, akhirnya Chan Seong berkata, “Baik, aku akan pinjamkan tubuhku.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Wah, roti di sini adalah yang terbaik.”

“Terima kasih.”

“Kau membuat roti dengan tangan ini. Ini tangan yang bagus.” kata Chan Seong sambil memegangi tangan pelayan toko roti itu. Tentu saja si pelayan jadi heran dan agak risih.

“Bukan dia.” pikir Chan Seong.

Ia mulai menjajal tangan pelayan toko itu satu demi satu. Tapi tak ada yang “mak greng” rasanya. Tinggal satu orang tersisa, Pasti ini orangnya, pikir Chan Seong. Setelah mencoba berbagai cara, ternyata juga bukan orang itu. Malah, orang-orang di situ maksudnya para pelayan, menjadi curiga dengan tingkah Chan Seong, Ribut-ribut pun terjadi. Beruntung, datanglah Sanchez, teman sekamar Chan Seong ke toko itu.

“Chan Seong. Sedang apa?”

“Sanchez.”

Sanchez mendekati mereka dan meminta maaf pada para pelayan toko roti. Untungnya, Sanchez adalah pelanggan tetap toko itu. Jadi sebagian besar pelayan toko itu mengenalnya.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 4

“Apa yang kau katakan pada mereka?” tanya Chan Seong setelah mereka keluar toko.

“Aku bilang kau bukan orang aneh. Aku meminta mereka untuk mempercayaiku. Mereka bilang kau tak boleh kembali membeli roti.”

“Maaf, Sanchez.”

“Kenapa kau melakukan itu? Kau bilang kau akan pergi ke hotel tadi pagi. Sedang apa di sini?”

“Seorang tamu memintaku mencari seseorang di sana.” kata Chan Seong.

“Dasar. Kau bisa saja meminta nama bukannya memijat tangan semua karyawan.”

“Aku punya alasan.” jawab Chan Seong membela diri.

“Kau seharusnya meminta bantuanku. Aku pelanggan tetap di sini.”

“Apa kau ingat setiap karyawan yang bekerja di sini?” tanya Chan Seong.

“Tentu saja, berandal.”

Chan Seong menjadi gembira. Ia memegang tangan Sanchez … tiba-tiba Sanchez jadi risih.

“Lepaskan.”

***

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Apa aku satu-satunya yang melihat benda hijau ini?”

“Dedaunan… sudah mulai tumbuh.”

“Bukankah cantik? Ayo kita ambil foto.”

“Kita seharusnya tak mengagumi tapi meratapi. Ini pertanda bahwa hotel akan menemui kekacauan.”

“Kenapa?”

“Jang Man Weol dihukum karena terikat ke pohon ini. Perubahan seperti pada pohon pasti artinya hukuman dia akan segera berakhir.”

“Apa salahnya itu?”

“Pikirkan soal apa yang akan terjadi sesudah dia pergi. Kita masih di sini karena dia, jadi, apa yang akan terjadi pada kita? Kita harus naik bus ke Alam Baka.”

“Tak boleh. Aku belum bisa pergi.”

“Aku juga.”

“Kenapa tiba-tiba terjadi? Apa yang berubah?”

“Kita kedatangan manajer umum yang baru. Sepertinya Ku Chan Seong ada hubungannya dengan ini.”

***

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Orang yang kau cari sedang bekerja di sini sekarang.”

Terlihat seorang pelayan bertopi keluar, melayani tamu.

“Halo, ini kopi yang kau pesan.”

“Itu dia.”

“Perlu diketahui bahwa rasanya lebih enak diaduk.” kata si pelayan pada tamu.

“Terima kasih.”

“Apa kau ingin memegang tangannya?” tanya Chan Seong.

Si hantu mengangguk senang. Ia lalu masuk ke dalam tubuh Chan Seong. Ia kemudian menemui pelayan itu.

“Halo, aku adalah pelanggan tetap toko roti tempatmu bekerja.”

“Oh. Ya. Aku harap kau juga sering datang ke sini.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

Saat bersalaman, si hantu yang ada dalam tubuh Chan Seong jadi teringat saat pertama kali tangannya dipegang oleh si pelayan.

“Hangat, bukan? Dan lembut. Aku baru saja memanggangnya.”

Chan Seong lalu berkata, “Luangkan waktu di sini dan kembali ke hotel nanti.”

Ia lalu pergi meninggalkan hantu itu di toko roti.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Apa kau merasa bangga?”

Chan Seong kaget. Ternyata, Man Weol sudah menantinya di luar.

“Itu sepadan.” jawab Chan Seong.

“Apa ini mobil baru?”

“Ya, bukankah manis? Warna cokelat norak tak cocok untuk mobil. Yang cerah lebih bagus.”

“Jadi, kau pergi dan membelinya?”

“Ke depannya aku beli lagi, menyenangkan.”

“Biarkan aku pergi jika kau ingin membelinya sekarang. Aku lebih suka tidur.” kata Chan Seong.

“Baik, ayo kita tidur.” jawab Man Weol

“Ya?”

“Ayo tidur bersama. Aku akan melihat mimpimu saat ini.”

“Mengatakan kau ingin tidur denganku adalah sesuatu yang tak pantas dikatakan oleh atasan.”

“Aku akan membiarkannya. Apa kau lebih suka makan?”

“Aku tak pernah bilang tak akan tidur. Aku hanya tak mau tidur denganmu.” kata Chan Seong.

“Bukan itu yang kukatakan. Aku hanya mengajakmu makan.”

“Kau sadar perkataanmu konyol, ‘kan?”

“Kau bilang kau akan menjagaku. Melihat aku tidur dan makan dengan baik adalah cara kau melakukannya.”

“Ku Chan Seong. Lihat aku. Apa yang ingin kau makan?”

Chan Seong tak kuasa menolak lagi.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Tempat ini tren di media sosial. Aku ingin mencicipi makanannya.” kata Man Weol.

“Kau tahu, ‘kan? Kau tahu ini adalah tempat temanku.” kata Chan Seong. Toko itu adalah milik Sanchez.

“Apa kau akan percaya jika aku bilang tidak?”

“Kenapa bertanya?”

Seorang pelayan datang.

“Apa yang lezat di sini?” tanya Man Weol.

“Kenapa bertanya jika kau tak akan memesannya?”

“Kau kenal aku dengan baik.”

“Aku mau ini. Kau makan ini. Aku ingin mencoba keduanya.” kata Man Weol.

Pelayan itu lalu pergi.

“Chan Seong!”

Chan Seong mendengar ini dan tahu bahwa itu Sanchez, “Sanchez adalah teman sekamarku. Dia mudah takut, jadi, jangan menyebutkan apapun soal hantu.”

“Kau pasti berbohong kepada Sanchez soal bekerja di hotel normal.”

“Hai. Apa kau menemukan orang yang kau cari?” tanya Sanchez setelah dekat.

“Ya, berkatmu. Ini rekanku.”

“Pasti dia juga seorang pengusaha perhotelan. Aku sangat menghormatimu.”

“Kami akan memesan nomor 2 dan nomor 15.”

“Baik. Ayo lihat.”

“Bekerja di hotel sulit, bukan?” kata Sanchez ke arah Man Weol, “Chan Seong sudah gila sejak dia mulai bekerja di sana. Bosnya adalah orang gila, bukan? Bosnya itu… Siapa namanya?”

“Jang Man Weol.” jawab Man Weol sewot.

“Ya, Jang Man Weol. Aku ingat karena namanya sangat kacau. Pokoknya, dari apa yang kudengar, karyawan harus mengutuk bos mereka agar kerjanya nyaman. Aku akan menaruh pizza di sini sebagai ganti kepala bos itu, nikmati makananmu sambil merobeknya. Robek, gigit, dan kunyah, mengerti?” kata Sanchez tanpa sadar orang yang dibicarakannya ada di depannya. Chan Seong hanya meringis elik.

“Butuh lebih dari satu pizza untuk melampiaskan amarahmu. Pesan satu lagi.” kata Man Weol kesal.

“Aku tak pernah menyebutmu orang gila. Aku hanya bilang kau sangat menyulitkan.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Apa yang salahnya itu? Bukankah kadang-kadang kita semua sedikit gila? Ini mengingatkanku pada roti yang kau janjikan. Bagaimana hasilnya di toko roti?” tanya Man Weol.

“Semuanya berjalan dengan baik. Tangannya membawa dia ke tempat yang tepat.” jawab Chan Seong puas.

“Apa begitu? Kenangan hantu itu bisa salah. Bergentayangan begitu lama membuat mereka lupa apa yang penting.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 4

“Terkadang, mereka hanya ingat apa yang ingin mereka ingat. Katamu dia hanya mengingat tangannya. Betapa indahnya sebuah kenangan. Namun, itu tak berdampak.”

Man Weol kembali melanjutkan, “Dia hidup dengan umur yang lama, jadi, kenapa dia mengingat sepasang tangan yang membuat beberapa potong roti untuknya?”

“Apa yang kau maksudkan?” tanya Chan Seong.

“Kenangan penting hantu sebagian besar mirip. Kenangan saat mereka mati.”

Chan Seong menjadi kaget. Ia lalu ingat, kenangan apa yang ada pada hantu itu saat kematiannya.

Di tempat lain, si hantu yang merasa senang menemukan orang yang memiliki tangan yang dicarinya, masih ada di toko tempat orang itu bekerja. Ia terus mengawasinya… sampai waktu orang itu pulang. Saat orang itu menggeber motornya, dengan tangannya … si hantu jadi teringat sesuatu … tangan itu … yah … tangan itu yang memegang tangannya saat ia meninggal karena kecelakaan, tertabrak motor. Tangan itu ….

Wajah cantik si hantu … seketika berubah menjadi hantu yang mengerikan… ia ingat sekarang …

Read Full Article

Mari kita lanjut ke sinopsis drama Korea Hotel Del Luna episode 4 part 3. Seorang baker sedang menguleni tepung di meja. Ia sepertinya akan membuat roti. Ia tidak sadar, ada arwah yang sedang menungguinya. Sekilas itu terlihat disaat tepung itu tertabur ke udara. Ia tampak terampil menggunakan tangannya. Tiba-tiba, muncul bayangan tangan yang memegang tangan si baker. Sepertinya, si baker merasa, tapi ia hanya berhenti sebentar lalu meneruskan kerjanya. Saat di rasa cukup, ia meninggalkan adonannya, dan pindah ke sisi yang lain. Di meja, adonan itu bergerak sendiri. Ada terlihat bekas tangan di adonan itu.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 3

Adonan itu bergerak-gerak sendiri. Karuan saja, ia menjadi ketakutan… ia segera berlari kalang kabut sambil berteriak ketakutan. Pengunjung toko roti merasa heran, namun juga terkejut.

***

Sementara di rumah Chan Seong.

“Chan Seong, keluar! Chan Seong! Chan Seong, ini. Aku membeli roti yang paling menakjubkan.” kata pria ini sambil berjalan masuk.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 3

“Ada hantu terlihat di toko roti yang sering kukunjungi. Hantu meremas adonan roti ini, jadi aku menunggu untuk membelinya.”

“Sanchez, jangan berkata seperti itu. Aku tak ingin mendengarkan hantu bahkan di rumahku sendiri.” kata Chan Seong kepada pria yang ternyata bernama Sanchez ini. Sepertinya ia temannya.

“Hei, bagaimana jika hantu itu mengikutiku pulang karena hantu yang membuat ini?” kata Sanchez. Chan Seong sendiri juga kaget, karena di belakang Sanchez, ada arwah wanita buta yang pernah ditemuinya dulu. Perasaan, arwah itu sudah dibawanya ke Hotel Del Luna.

“Kenapa kau datang? Kenapa kau datang lagi?” teriak Chan Seong kepada si hantu buta.

Melihat tingkah Chan Seong, Sanchez jadi heran.

“Chan Seong, sedang apa? Kau membuatku takut. Tak ada hantu di sini. Ini hanyalah roti.”

Chan Seong tak menggubris Sanchez. Ia masih memandangi si hantu buta.

“Apa kau mengikutinya ke sini?” tanya Chan Seong. Hantu buta itu menggeleng.

“Apa kau mengikuti roti?” tanya Chan Seong lagi. Kali ini hantu itu mengangguk.

Sanchez jadi bingung juga,”Chan Seong, maaf atas kisah konyolku. Ayo makan roti saja. Ya?”

“Sudahlah. Kau saja. Sepertinya aku harus kembali bekerja.” Chan Seong jadi kesal.

“Chan Seong. Hei, jika kau bertingkah seperti itu, bagaimana aku bisa makan roti ini?” Sanchez jadi takut juga. Celingak-celinguk ia. Kalau-kalau ada hantu beneran di situ.

***

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Ku Chan Seong membawa lagi tamu yang meninggalkan hotel.”

“Dia keluar hotel, pergi ke toko roti, dan membuat roti. Dia seharusnya tak melakukan hal seperti itu.”

“Dia yang seharusnya pergi dengan limusin hari ini, ‘kan?”

“Ya, Jaebiin-nim menemui Sajang-nim untuk mendapatkan tanda tangannya untuk mengubah reservasi limusin.”

“Apa dia ingin makan roti sebelum meninggalkan dunia ini? Bahkan dia tak bisa makan roti dari dunia ini.”

“Dia seharusnya memanggil layanan kamar. Kenapa dia pergi ke toko roti? Hyun Joong, tak bisakah kau memberi perhatian yang lebih baik untuk para tamu yang datang dan keluar? Kau ingin naik bus ke Alam Baka?” kata Seo Hee setengah berteriak.

“Aku menerima banyak kemarin, jadi aku kebanjiran.” elak Hyun Joong.

“Lakukan pekerjaanmu dengan benar.”

“Kejam. Bukan? Bagaimana bisa mengatakan untuk naik bus.”

“Ya, itu hal yang sulit untuk dikatakan.” kata Sun Bi kalem.

“Kenapa dia sangat gelisah seperti itu? Oh, tanggal 25 akan segera tiba. Hari itu akan tiba. Kita akan melewatinya dengan aman, bukan?”

“Benar. Jika yang terjadi 42 tahun lalu terjadi lagi, Seo Hee pasti akan diseret ke Alam Baka.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Hantu tak boleh membuat ulah dengan bergentayangan. Dia belum melakukan hal besar, jadi katakan padanya untuk menjaga reservasi dan pergi ke Alam Baka.” kata Man Weol.

Chan Seong mengibaskan tangan di depan hidungnya. Bau alkohol menyengat keluar dari mulut Man Weol, “Aku ingin mengubah reservasi itu. Silakan tanda tangani.” katanya sambil menunjukkan selembar kertas.

“Ada seseorang yang benar-benar ingin dilihatnya.”

“Tak ada hantu yang tak punya orang yang ingin mereka temui.”

“Dia tak pernah melihat orang itu saat masih hidup. Itu sebabnya dia ingin melihatnya.”

“Dia buta saat masih hidup. Bagaimana bisa dia mengenal seseorang padahal belum pernah melihatnya? Dia bahkan tak tahu namanya. Kenapa dia mencari seseorang yang bahkan tak dikenalnya? Lupakan, pergi. Berhenti menggangguku.” kata Man Weol.

“Katanya dia mengingat tangannya. Jika dia memegang tangan, dia bisa merasakannya.”

“Itu omong kosong yang dilontarkan hantu. Pergi. Pergi!” teriak Man Weol.

“Apa kau juga melontarkan omong kosong? Katamu kau bisa tahu dari perasaanmu. Bahwa aku jelas bukan orang itu. Maka kau juga tak tahu.”

Man Weol tertegun, “Kau… jelas bukan dia.”

“Jadi, kau harus tanda tangani ini.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

Chan Seong memegang tangan Man Weol dan mulai menggunakan tangan itu untuk menandatangani dokumen itu. Sejenak Man Weol tertegun. Ia jadi teringat peristiwa saat “si kapten” mengajarinya menuliskan namanya, Man Weol.

“Aku akan menemukan orang yang ingin dia lihat dan mengirimnya pergi. Dia adalah tamu pertama yang kubawa. Jadi, aku ingin mengirimnya dengan baik. Jangan mencoba untuk mendapatkan uang darinya. Dia tak punya.” kata Chan Seong.

“Kenapa kau melakukan sesuatu yang tak menghasilkan uang? Kau diperdaya oleh hantu itu. Kau sangat lemah. Kau adalah sasaran empuk hantu.”

“Kau benar. Jika aku lebih keras dan bertahan, aku tak akan berakhir di sini. Aku menyesal menjadi manusia lemah yang sangat kau sukai.” kata Chan Seong.

Man Weol jadi sewot, “Apa kau bersikap sarkastik?”

Melihat ini, Chan Seong buru-buru menjawab, “Maksudku, itu nasibku.”

“Aku tak menyesal membawamu dan menyulitkan hidupmu.

“Kau benar-benar berpikir kau melakukan itu? Kau tahu pepatah, “Manusia menyulitkan hidupnya sendiri”. Mungkin bukan karena kau menyeretku ke sini. Dan mungkin akulah yang mendorong diriku ke tempat ini.” kata Chan Seong. Ia menyodorkan segelas air putih kepada Man Weol, yang kelihatan masih tak habis pikir dengan sikapnya.

“Minumlah. Kau harus minum air sebanyak alkohol, sehingga kau tak akan merasa kering. Aku akan membawa roti saat kembali. Tempat yang kita kunjungi adalah toko roti terkenal. Ini adalah tempat yang dikunjungi komedian Kim Joon Hyun. Cobalah permainan “Satu Gigitan”.” kata Chan Seong.

“Kenapa kau bersikap baik? Kau membuatku gugup. Apa kau memberiku racun?”

“Aku ingin mencoba dan menjagamu. Jika aku memberimu air dan roti, siapa tahu? Daun sudah tumbuh dari pohon kering, mungkin bunga bisa bermekaran.”

“Jangan. Kau pikir aku benih yang bisa tumbuh saat kau beri air? Aku adalah pohon tua yang sudah kering selama lebih dari seribu tahun.”

“Pohon itu kini berdaun. Sepertinya akan bermanfaat.”

“Kenapa kau menggangguku?”

“Apa aku mengganggumu? Katamu kau tak merasakan apa-apa. Sepertinya tak benar.”

“Ealah … Hei, Chan Seong. Jangan lakukan. Jangan datang ke sini lagi.” teriak Man Weol.

“Kenapa? Aku harus bekerja.”

“Kau tak harus datang ke sini. Aku akan membiarkanmu pergi.”

“Kini aku tak punya tujuan. Aku meninggalkan hotel terakhir karena kau. Sekarang aku punya reputasi buruk dan aku tak bisa kembali.” kata Chan Seong

“Ada hotel lain yang disukai Forbes.”

“Mereka menyukaiku saat mereka tak tahu aku bisa melihat hantu. Kini tak lagi. Dan kau tak punya manusia lain selain aku.”

“Kau yang ketiga di urutan. Ada 1 dan 2 di urutan, dan mereka lebih baik daripadamu.”

“Oh, mereka! Mereka sangat tangguh dan kuat sehingga kau tak bisa memperdayainya. Kau butuh target yang mudah sepertiku. Manusia yang bisa membereskan dendam mereka. Di sini, aku nol.” kata Chan Seong.

“Chan Seong! Jika kau terus begini, aku benar-benar tak akan menyukaimu.”

“Kau menyukaiku karena aku tak mengganggumu. Kau tak menyukaiku karena aku mengganggumu. Aku lebih suka yang terakhir. Aku akan menemani tamu ke luar.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4

“Dia akan terus membuatku kesal? Dia pikir aku bercanda karena kini pohon itu sudah pergi.” kata Man Weol kesal.

Read Full Article

Lanjut lagi kita ke sinopsis drama Korea Hotel Del Luna episode 4 part 2. Man Weol berdiri seorang diri di depan pohon itu. Ia teringat pekataan Chan Seong bahwa melihatnya dalam mimpi. Ia juga teringat ucapan nenek Ma Go,”Daun bertunas, serta bunga bermekaran dan berguguran. Waktu hidup dan mati akan mengalir sekali lagi.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 2

“Wanita tua jahat itu menipuku.” gerutunya.

Terngiang kembali ucapan Chan Seong,”Pria yang mengajari cara menulis namamu, Man Weol. Itukah orang yang paling kau rindukan selama kau tinggal di sini?”

***

Perkataan ini membuatnya seperti melihat kembali peristiwa ratusan tahun yang lalu, saat ia menjadi tahanan si kapten, bersama dengan kawannya, sesama perampok.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 2

“Astaga. Seorang budak kabur!” teriak para prajurit.

“Apa kau serius? Temukan dia.”

“Siapa yang kabur?”

“Dia tak ada. Cari ke luar.”

Para prajurit berlalu. Man Weol bergeser sambil memegangi perutnya. Ia kelihatan kesakitan. Tiba-tiba ia mendengar suara di belakangnya. Ia segera menghunus belatinya. Ketika suara itu semakin jelas mendekat, Man Weol segera menerjanganya. Ternyata orang itu lincah. Dia bisa menghindari serangan-serangan Man Weol. Sampai akhirnya, orang itu berhasil menangkap tangan Man Weol yang akan menusuknya. Walau wajahnya sudah keserempet belati itu, hingga meninggalkan luka kecil.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 2

Setelah melihat wajah orang yang diserangnya, Man Weol jadi kaget. Ternyata orang itu adalah si kapten, yang memandangnya sambil terengah, namun wajahnya menyunggingkan senyum. Si kapten lalu membimbing Man Weol kembali duduk.

“Aku dengar, pasar tempat perdagangan budak dari Goguryeo diserang. Dan, sepertinya mungkin kau dan orang-orangmu, makanya aku datang untuk memastikan.” kata si kapten sambil membalut luka Man Weol.

“Syukurlah aku lincah. Aku hampir terbunuh oleh belatimu.”

“Tidak, aku menyelamatkanmu karena aku lincah.” kata Man Weol.

Si kapten langsung tertawa, “Aku sangat berterima kasih, tapi mau dibagaimanakan ini?” tanyanya sambil menunjukkan pipinya yang tergores belati.

“Wajahku sangat berharga. Bagaimana kau akan menebus untuk ini?” si kapten lagi.

“Tak boleh begini. Putri dari Kastil Yeongju menyukai wajahmu. Dengan apa kau akan merayunya kini?” kata Man Weol lagi.

“Kau pikir dia hanya mengagumi wajahku?” kata si kapten jadi kesal, hingga ia agak keras membalut luka Man Weol. Yang membuat Man Weol berteriak kesakitan.

“Dasar cengeng.”

Dari luar terdengar keributan. Ada suara yang berteriak di antara riuh prajurit.

“Lepaskan. Lepaskan aku. Aku bilang, lepaskan!” teriak orang itu.

“Diam! Cepat bawa dia ke sini. Apa yang kau tunggu?”

“Bangun!”

“Berandal! Lepaskan! Lepaskan.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 2

Dari dalam, Man Weol yang mendengar suara ini, langsung mengenalnya.

“Yeon Woo! Yeon Woo.”

Si kapten segera menangkapnya lagi, karena Man Weol mau lari keluar.

“Lepaskan. Yeon Woo. Itu Yeon Woo!”

“Tutup mulutmu!” Jika kau keluar, kau akan ketahuan juga.” kata si kapten sambil membekap mulut Man Weol. “Aku berjanji. Aku pasti akan menyelamatkannya dan membawanya padamu. Aku berjanji.”

Kata-kata ini sedikit menenangkan Man Weol. Si kapten melepaskan bekapannya pada mulut Man Weol.

***

Dan … si kapten memenuhi janjinya. Ia membawa Yeon Woo dengan selamat.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 2

“Yeon Woo. Yeon Woo! Kau baik-baik saja?” tanya Man Weol khawatir.

“Aku baik-baik saja.” kata Yeon Woo.

Ingatan ini benar-benar membekas dalam pikiran Man Weol. Kata-kata Chan Seong bahwa ia sudah menunggu orang itu selama periode waktu yang lama ini … mungkin … benar. Tapi Man Weol… sepertinya menolak itu.

Ia memandangi pohon di depannya yang kini tak lagi kering. Sudah berdaun lebat.

“Ini … sangat hijau dan mencolok. Tampak menakutkan.” katanya.

***

Di saat yang sama, Chan Seong yang ada dalam perjalan pulang menumpang kereta, membuka matanya. Rupanya, ia juga memimpikan hal yang dipikirkan Man Weol.

“Yeon Woo. Salah satu nama mereka adalah Yeon Woo. Dia berada di Komplotan Jang Man Weol.”

Tiba-tiba, di depannya nenek Ma Go muncul. Seperti biasa, ia membawa bunga.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 2

“Apa kau menjual bunga itu?” tanya Chan Seong.

“Berapa harganya? Berikan satu.”

“Tidak, tak apa. Aku sudah memberikan milikmu. Ayahmu hampir mati, mencoba memetik bunga untukmu. Berkat itu, dia tak pernah mencuri dan menjalani kehidupan yang rajin. Dan dia juga membesarkan seorang putra yang hebat sepertimu.”

Mendengar ini, Man Weol terkejut. Saat memandang teliti, ia jadi ingat dengan wajah nenek ini. Dia adalah nenek penjual bunga yang ditemuinya saat masih kecil di danau. Saat ia bersama ayahnya..

“Bunga. Bukankah kau…”

“Jadi, bagaimana? Bagaimana kerjanya di hotel?” tanya nenek Ma Go tanpa menjawab pertanyaan Chan Seong.

“Apa kau mengatur ini?”

“Yang kulakukan adalah membuka jalan.” kata si nenek.

“Maksudmu itu bukan kebetulan dia pergi ke hotel?”

“Aku yang menanam pohon. Astaga, pohon itu sudah menumbuhkan cabang runcing dan tak ramah kepada yang lain. Aku ingin kau merawat pohon itu dengan baik. Ya? Jika kau kesulitan, kau bisa datang menemukanku.” kata nenek itu sambil menyerahkan kartu nama. Dan tiba-tiba, ia menghilang.

Chan Seong kaget. Nenek itu lenyap begitu saja. Kebetulan, kereta itu juga sudah akan berhenti di stasiun tempat ia turun. Ia segera berlari keluar, namun kehilangan jejak si nenek. Ia berlari menyusuri jalan yang sepi. Berhenti sejenak, ia melihat seorang kakek tua, yang memegangi sekuntum bunga. Bunga yang biasa dibawa si nenek.

Chan Seong bermaksud mendekatinya. Namun baru akan melangkah, tiba-tiba berhenti sebuah mobil hitam tepat di depan si kakek. Sopir membukakan pintu belakang dan menyilahkan si kakek masuk. Chan Seong hanya memandanginya dengan tertegun. Tiba-tiba, ia mendengar gonggongan anjing berkali-kali. Chan Seong menoleh. Anjing itu menggonggong ke arah mobil yang ditumpangi si kakek. Chan Seong sepertinya tahu.

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 2

“Permisi. Sebentar.” Chan Seong mencegah mobil itu pergi. Ia lalu membuka pintu belakang.

“Eoreusin.” Chan Seong menunjukkan anjing itu pada si kakek. Kakek itu jadi kaget.

“Soon Dol, nakal. Kau tak boleh di sini. Ini bukan tempat di mana kau dapat bergabung denganku. Mengerti? Kau. Ya ampun. Tempat tujuanku bukan tempat yang bisa kau ikuti.” katanya kepada anjing itu.

Di tempat lain, tepatnya di rumahnya, para petugas sudah datang. Tetangga juga ada yang di situ. Kakek itu dan anjingnya, meninggal di dalam rumah.

“Dia meninggal sendirian. Sepertinya sudah beberapa hari. Pintunya terbuka. Kenapa anjing itu tak keluar? Aneh.”

Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna Episode 4 Part 2

“Kau tak harus ikut denganku. Malangnya kau.” Anjing itu memandanginya.

“Baik. Ayo kita pergi bersama, ya? Kita pergi bersama.” ia lalu menggendong anjing itu lalu memasuki mobil. Mobil itu berjalan pergi. Plat belakangnya tertulis, “TO HEAVEN”.

Chan Seong hanya memandangnya. Di sisi lain jalan, Grim Reaper juga memandangi mobil itu sampai hilang.

Chan Seong teringat ucapan Sun Bi si bartender, “Ma Go memetik bunga-bunga dan membagikannya kepada orang-orang yang menuju Alam Baka. Dan arwah yang berpamitan bersama Ma Go bertuju ke kedamaian.”

“Eoreuni tadi … apakah Ma Go?”

Chan Seong mengambil kartu dari saku bajunya. Di sana tertulis alamat, “Toko Obat: Pasar Gyeongdong,
Gang Kedokteran 11-28.”

Read Full Article