Penulis: idmas

Lanjut lagi kali ini kita ke Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4. Kabar sikap Dae Ryook mencampakkan So Young ini langsung sampai ke rumah Mak Lampir. Da Ya yang dihubungi oleh So Young.

“Ibu.”

“Apa? Ada apa?” tanya si Mak.

“Kak So Young baru saja meneleponku. Kak Dae Ryook bilang kepadanya untuk tidak bertemu lagi.”

“Apa maksudmu? Dae Ryook mencampakkannya?” si Mak kaget.

“Ya. Kurasa Kak Dae Ryook mengakhiri hubungan mereka.”

“Benarkah itu?” si Mak yang melotot masih ga percaya juga.

“Kedengarannya Kak So Young amat syok. Dia memintaku bilang kepada Ibu bahwa dia akan tinggal di Amerika untuk sementara. Dia memintaku menyampaikan pesannya kepada Ibu karena dia tidak mau menangis saat bicara dengan Ibu.” kata Da Ya.

“Astaga…. Astaga….!”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

“Aku pulang.”

“Hei, Dae Ryook. Kamu sudah mengakhiri hubunganmu dengan So Young? Benarkah itu?” tanya si Mak.

“Benar. Jadi, berhentilah bicara soal dia kepadaku.”

“Bagaimana bisa kamu melakukan ini?” tanya si Mak ga mengerti sikap anaknya.

“Aku tidak pernah menyukainya. Aku tidak melakukan apa pun yang harus kupertanggungjawabkan. Berhentilah menjodoh-jodohkan.”

“Baik. Lantas, kencani wanita lain. Ibu tidak bisa melihatmu rujuk dengan Do Ran. Jadi, jika kamu tidak menyukai So Young, kencani orang lain.” kata ibunya.

“Aku tidak mau. Aku mau melajang seumur hidupku.” kata Dae Ryook.

“Apa? Kamu akan hidup melajang? Kamu… Kamu pasti mengancam ibu karena ibu tidak merestui kalian. Silakan saja hidup melajang. Lebih baik hidup sendiri daripada hidup dengan putri pembunuh.”

“Ayahnya bukan pembunuh. Jaga ucapan Ibu.” giliran Dae Ryook jengkel. Ia berkata dengan nada tinggi.

“Astaga…. Astaga.” ibunya jadi kaget.

Melihat ini, Da Ya menenangkan ibu mertuanya, “Ibu baik-baik saja?”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

“Ribut-ribut apa ini? Kamu bilang sesuatu kepada Dae Ryook?” rupanya si ayah dengar keributan ini.

“Sayang. Dia mengakhiri hubungannya dengan So Young. Dia sudah gila. Bagaimana bisa dia menolak rezeki? Tebak dia bilang apa. Dia bilang akan hidup melajang tanpa mengencani wanita lain.”

“Keadaannya akan makin buruk karena kamu resah.” jawab suaminya

“Apa? Aku resah? Kamu tidak melakukan apa pun, jadi, aku berusaha mengikat hatinya mewakilimu.”

“Sungguh? Maksudku, bagaimana bisa kamu mengikat hati seseorang? Kamu amat bodoh.” kata suaminya yang langsung berjalan pergi bekerja.

“Apa? Astaga. Apa dia baru saja bilang ibu bodoh? Astaga. Lantas, apa dia membiarkan kekacauan di rumah kita karena dia amat pintar? Ini amat memusingkan. Ibu melakukan ini demi keluarga ini, bukan demi diri ibu. Baik, biarkan mereka berbuat sesuka mereka. Ibu tidak akan ikut campur mulai sekarang.” ia juga masuk ke kamarnya.

Tinggal Da Ya sendirian di situ terbengong-bengong, “Bagaimana bisa Kakak mencampakkan So Young dari Grup JS? Aku tidak paham.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

Mak Lampir sedang tiduran di kamar setelah peristiwa tadi. Tiba-tiba masuk Nyonya Park. Demensia-nya kambuh.

“Ayah, di mana Myeong Hee?” teriaknya. Ia masuk dan melihat si Mak di situ, “Hei! Jalang!”

Dia langsung menghampiri si Mak dan mulai menjambaki rambutnya, “Dasar jalang!”

Si Mak berteriak-teriak ketakutan, “Hentikan!”

Nyonya Park masih mengamuk, “Kenapa kamu di ranjang ayahku? Dasar jalang!”

Untung si bapak belum berangkat, “Ibu, hentikan. Tolong. Ibu, tenanglah.” si bapak berusaha menenangkan ibunya.

“Ayah, di mana Myeong Hee?” tanya Nyonya Park.

“Tolong lepaskan dia.”

“Di mana Myeong Hee?”

“Ibu, lepaskan.”

Semua orang mendengar ini dan masuk ke kamar itu.

“Nyonya Park, berhenti. Astaga.”

“Ibu, kumohon.”

“Ayah. Di mana Myeong Hee?”

Dae Ryook segera berteriak, “Kak. Kak, tenanglah.”

“Ibu, kumohon. Tolong lepaskan.”

“Di mana adikku?” ia mendekati Dae Ryook, “Tolong cari Myeong Hee. Cari Myeong Hee.”

“Hubungi Dokter Kim. Bawa dia kemari. Cepat!”

“Myeong Hee….”

“Tenang, Bu.”

“Bawa dia kemari…”

“Tenang.”

“Myeong Hee.

Nyonya Park terus menerus mencari adiknya. Dae Ryook pergi mencari dokter Kim. Ketiadaan Myong Hee/Do Ran, memaksa ayah Dae Ryook kembali memanggil dokter. Hanya dengan bius, Nyonya Park akan tenang kembali.

“Kamu sudah mengantar Dokter Kim?” tanya Pak Wang melihat Dae Ryook masuk ke kamar Nyonya Park. Nyonya Park sendiri sudah tertidur.

“Ya. Dia menyuruhku meneleponnya jika ada yang terjadi.”

Ayahnya mengangguk dan pergi dari situ. Dae Ryook duduk mendekati neneknya, memegang tangannya dan menghela nafas.

Pak Wang masuk kembali ke kamarnya. Ia melihat si Mak masih terduduk dan menangis.

“Sayang. Mari buat Dae Ryook dan Do Ran rujuk.”

Mendengar ini, si Mak nangis.

“Sejujurnya Do Ran tidak bersalah. Kita menyuruh mereka bercerai karena ayahnya pembunuh. Kamu juga bilang dia gadis baik waktu itu. Tidak peduli betapa kamu menyangkalnya, Dae Ryook mencintai Do Ran. Sayang, mari restui mereka rujuk. Dengan begitu, Dae Ryook bisa bahagia, belum lagi ibuku dan kamu.” kata Pak Wang.

“Kamu yang pintar, jadi, uruslah sendiri. Aku tidak akan ikut campur sekarang.” katanya sambil menangis dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Baik, Sayang. Terima kasih. Aku akan menemui ayah Do Ran dan membahas ini dengannya. Aku rasa dia akan menyetujui ini.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

“Kenapa Anda mau menemuiku?”

“Maaf atas semua yang terjadi. Aku minta maaf.. Aku mau membahas pernikahan kembali anak kita denganmu.” kata Pak Wang.

“Maaf. Do Ran sudah melupakannya. Aku juga menentang ide itu. Istrimu mengunjungi toko kueku dan melarangku bahkan mengimpikan mereka rujuk karena Dae Ryook mengencani seseorang yang baik.”

“Istriku bilang begitu?” Pak Wang agak kaget mendengarnya.

“Di samping itu, aku menyaksikan sendiri betapa putriku melalui banyak kesulitan tinggal dengan keluargamu. Aku tidak mau dia menderita lagi. Aku tidak tahu kapan hari itu akan tiba, tapi aku mau menikahkannya ke keluarga yang damai.”

“Pak Kang…. Dae Ryook dengan tulus mencintainya.” kata Pak Wang.

“Benar, mereka amat saling mencintai. Tapi anda memisahkan mereka. Aku tidak mengerti kenapa anda tiba-tiba melakukan ini. Jika ini karena Nyonya Park, tolong hentikan. Kami sudah berbuat banyak, Pak. Aku tidak mau melihat Do Ran menangis lagi. Aku pergi dahulu. Sampai jumpa.”

Pak Kang berdiri dan meninggalkan tempat itu.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

“Apa? Dia ditolak? Walaupun kamu menemuinya dan memintanya sendiri?” tanya si Mak.

“Benar.”

“Tidak bisa dipercaya. Kita menerimanya, jadi, dia seharusnya melepasnya. Apa dia jual mahal?”

“Bukan begitu. Kurasa tekadnya sudah bulat.”

“Sungguh?” tanya Dae Ryook.

“Dae Ryook… Menyerahlah soal Do Ran. Ayahnya tidak mau melepas Do Ran kemari. Ayah rasa kalian tidak ditakdirkan bersama. Lupakan dia.” Pak Wang berlalu dari tempat itu.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

“Do Ran.”

Do Ran menghentikan kegiatannya mengepel lantai, “Ya?”

“Apa rencanamu hari ini? Ada janji?” tanya Tae Pung.

“Tidak ada apa-apa.”

“Mau menonton film bersama? Aku mau menonton film ini, tapi tidak mau sendirian. Bagaimana menurutmu?” tanya Tae Pung lagi.

Do Ran terlihat senyum, “Baik. Aku juga mau menonton ini.”

“Lantas, akan kubeli tiketnya.”

“Baik.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

Akhirnya, Tae Pung dan Do Ran menonton bersama. Saat keluar dari gedung bioskop, geng si Mak ternyata juga nonton dan mereka melihat Do Ran bersama Tae Pung.

“Hei. Itu menantu Eun Young. Astaga. Aku tidak percaya ini.” katanya sambil memotret. Ia mengirimkan foto ini kepada si Mak.

“Apa ini? Hei, ini tukang roti itu.” kata si Mak saat membuka pesan di ponselnya. “Dia berkencan dengan pekerja paruh waktu?” ia lalu menelpon gengnya,

“Ya, di bioskop. Kamu melihat fotonya? Mantan menantumu baru saja selesai menonton. Dia pasti mengencani pria itu.”

“Dia tidak ada hubungannya dengan kami sekarang. Walaupun kamu melihatnya lagi, jangan kirimi aku foto seperti ini lagi, ya?” kata si Mak dan langsung menutup telpon.

“Apa dia menolak membiarkan mereka rujuk karena pria itu? Tidak mungkin. Dae Ryook jauh lebih baik daripada pekerja paruh waktu. Hanya karena sudah bercerai, dia menonton film dengan sebarang orang?” tanyanya sendiri merasa tidak mengerti dengan sikap Do Ran.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

Dae Ryook ada di kamarnya. Ia masih tidak bisa menerima dan tidak mengerti dengan penolakan Pak Kang. Pintu kamarnya diketuk, ia langsung pura-pura tidur.

“Hei, Dae Ryook. Tahukah kamu Do Ran mengencani seseorang?” tanya Si Mak sambil membangunkan Dae Ryook.

“Apa maksud Ibu?” tanya Dae Ryook sambil bangkit.

“Ini. Lihat ini. Lihat sendiri.” kata si Mak sambil menunjukkan foto kiriman di ponselnya.

Dae Ryook melihatnya, “Dia hanya pekerja paruh waktu di toko kue.” katanya.

“Ibu tahu…, jadi, kenapa Do Ran menonton film dengannya selarut ini?”

“Ibu…”

“Baik. Kamu bisa mati melajang. Wanita yang tidak bisa kamu lupakan mengencani pekerja paruh waktu. Sungguh berbeda. Bagaimana bisa dia mengencani seseorang seperti… Pecundang sesungguhnya di sini. Ibu hanya tidak merasa ibu melahirkanmu.” kata si Mak dan pergi meninggalkan kamar Dae Ryook.

Dae Ryook masih mengerutkan keningnya. Ia bangkit dan beranjak pergi.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 4

“Do Ran. Aku mau pulang hari ini.”

“Sungguh?” tanya Do Ran.

“Pak Kang bilang dia akan memecatku jika aku tidak pulang. Jadi, aku tidak punya pilihan.”

“Tae Pung. Rumah akan lebih nyaman daripada toko. Kamu melakukan hal yang benar.”

“Tentu. Sejujurnya, orang tuaku sudah tiada dan aku hanya punya kakek.”

“Begitu rupanya…” sahut Do Ran.

“Orang tuaku meninggal sudah lama. Kakekku menentang pernikahan mereka. Dia tidak pernah mengakui pernikahan orang tuaku. Hari itu, mereka mengunjungi Kakek untuk meyakinkannya, tapi Kakek tidak membiarkan mereka masuk. Lalu mobil mereka tergelincir di tengah hujan.”

“Tae Pung…”

“Jadi, aku membenci Kakek. Apa yang akan terjadi jika Kakek membiarkan mereka masuk? Akankah orang tuaku masih hidup? Aku amat membencinya.”

Tae Pung lalu senyum, “Aku tahu bukan salah Kakek aku menjadi yatim piatu. Aku harus ada di sisinya sekarang. Hanya aku yang dia punya.”

“Itu benar.” kata Do Ran.

“Terima kasih sudah mendengarkan kisahku.”

“Sama-sama.”

sinopsis drama korea my only one episode 103-104

“Kamu tidak harus mengantarku pulang.” kata Do Ran saat mereka sudah sampai di depan rumah Do Ran.

“Ini sudah larut. Aku akan merasa lebih baik mengantarkanmu pulang.”

“Terima kasih untuk filmnya. Aku menikmatinya.”

“Aku juga bersenang-senang karenamu. Serta aku menikmati makan malam. Aku mau mentraktirmu makan malam juga.”

“Kamu sudah membayar tiket film. Aku harus membayar makanannya.” kata Do Ran

“Kamu sebaiknya masuk, Do Ran.”

“Hati-hati di jalan.”

“Ya.”

Tae Pung berjalan pergi dari situ. Ia berbalik, lalu melambaikan tangannya. Do Ran membalas dengan senyum. Tae Pung tampak senang saat pergi.

Peristiwa ini rupanya dilihat oleh Dae Ryook yang ada di dalam mobilnya. Ia hanya bisa memandang sedih.

Read Full Article

Okay, kita lanjut lagi dengan Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 3. Wang Dae Ryook menunggu dengan hati senang di cafe itu, Kadang, ia tersenyum sendiri. Ia merasa bahagia, karena, tidak lama lagi ia akan bersama lagi dengan Do Ran. Ia percaya, Do Ran akan datang. Namun, yang muncul ternyata adalah Pak Kang, ayah Do Ran.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 3

“Ayah, ada apa kemari?”

“Duduklah.”

“Apa terjadi sesuatu terhadap Do Ran?”

“Aku kemari mewakilinya.”

“Kenapa?”

“Kamu berusaha keras membersihkan namaku atas salah tuduhan. Aku sungguh menghargainya. Aku tidak akan melupakannya. Kurasa kamu mau rujuk dengan Do Ran karena namaku sudah bersih. Tapi sayangnya, hubunganmu dengan Do Ran sebaiknya berhenti sampai di sini.” kata Pak Kang tegas.

“Ayah. Tolong bantu aku rujuk dengannya. Nenek dan ayahku sudah setuju.”

“Do Ran sudah membulatkan tekadnya. Jika kamu terus melakukan ini, semua akan terluka. Kamu harus bertemu dengan seseorang yang tepat untukmu. Itu yang harus kalian lakukan untuk satu sama lain. Agar Do Ran bisa melanjutkan hidupnya, aku mau kamu mengakhiri hubungan kalian di sini. Kumohon.. Jaga dirimu.” setelah berkata demikian, Pak Kang pergi dari situ. Dae Ryook hanya memandangnya dengan sedih. Ia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 3

Pak Kang, Tae Pung, dan Do Ran sedang membagikan roti gratis untuk para tuna wisma. Terlihat sekali, Tae Pung mengamati Do Ran dari jauh, sambil tersenyum kecil. Pak Kang bukannya tidak melihat hal ini.

“Apa kamu menyukai Do Ran?”

Agak gugup Tae Pung menyahut, “Apa?” lalu ia melanjutkan, “Pak Kang, apa maksud Anda?”

Pak Kang tersenyum, “Saat aku di rumah sakit, aku mendengar kamu bicara dengan Do Ran.”

“Kenapa Anda mendengar itu?” Tae Pung heran.

“Aku juga bukannya sengaja. Kamu bilang begitu saja. Jika malu, seharusnya bicara di luar.”

Tae Pung tidak langsung menjawab. Ia melihat Do Ran yang dengan gembira membagikan roti gratis.

“Benar. Aku menyukai Do Ran. Aku sudah menyukainya sejak kali pertama bertemu. Aku tidak tahu dia sudah menikah. Maaf.”

“Tidak perlu meminta maaf…. Tae Pung, terima kasih. Walaupun tahu aku terdakwa pembunuhan, kamu tetap bersama kami dan menyukai putriku.”

“Pak Kang. Lantas, apa boleh aku menyukainya?” tanya Tae Pung.

“Kenapa menanyakan itu kepadaku? Tanya kepada Do Ran. Astaga.”

Mendengar ini, Tae Pung merasa gembira. Kata-kata Pak Kang sama saja dengan “restu”.

“Terima kasih.”

Ia tersenyum. Tiba-tiba ponsel Pak Kang berdering. Ternyata, isterinya yang menelepon, “Halo, Hong Joo.”

“Pak Kang, kita akan makan daging malam ini. Pulanglah lebih cepat.”

“Baik.” lalu ia menutup telponnya, “Tae Pung, ayo ke rumahku dan makan malam bersama.”

Mendengar ini, Tae Pung langsung mau.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 3

“Bu Na, terima kasih sudah mengundangku.”

“Tae Pung bekerja amat keras. Apa ini cukup? Aku akan sering mengundangmu makan malam. Silakan ambil sendiri.” kata Hong Joo

“Baik. Terima kasih.”

“Silakan. Mari makan.”

Tiba-tiba Hong Joo terlihat ingin muntah. Do Ran yang melihatnya langsung bertanya, “Bibi baik-baik saja?”

Tae Pung ikutan nimbrung, “Anda sakit? Butuh obat?”

Dengan cepat Hong Joo menjawab, “Tidak, aku baik-baik saja. Aku tidak boleh minum obat sekarang.”

Do Ran kemudian berkata, “Ayah. Kurasa belakangan ini Bibi sering sakit perut. Bi, biar kuantar ke rumah sakit.”

“Do Ran, bukan begitu. Itu… Itu… Itu… Maksudku… Itu…”

Tiba-tiba Pak Kang memasukkan makanan yang dipegangnya ke mulut Hong Joo, yang menerimanya dengan kaget.

“Aaaaa …. Kamu akan merasa lebih baik setelah makan.”

Hong Joo jadi marah, “Astaga….”, ia coba mengambil soju di depannya. Tapi Pak Kang buru-buru mengambil gelas itu.

“Astaga. Hong Joo tidak akan minum hari ini. Maaf … ”

“Kenapa? Dia harus merayakan dengan kita.” kata Do Ran

“Tidak boleh! Dia tidak boleh minum lagi.”

Hong Joo yang sewot, “Kenapa? Kenapa aku tidak boleh minum? Tolong beri aku alasan tidak boleh minum!”

“Begini… Hong Joo…”

Do Ran melihat ayahnya dan Hong Joo bergantian. Ia agak senyum. Sepertinya, dia tahu apa yang terjadi.

***

Do Ran mengantarkan Tae Pung keluar.

“Aku bersenang-senang hari ini. Hati-hati pulangnya, Do Ran.”

“Sampai jumpa, Tae Pung.”

“Sampai bertemu besok, Do Ran.”

Do Ran berbalik mau masuk rumah lagi. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti. Ternyata Dae Ryook.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 3

“Do Ran.”

“Do Ran. Mari bicara kepada orang tua. Aku menemui Pak Kang hari ini. Kamu benar-benar tidak mau rujuk? Itu hanya pendapat Pak Kang, bukan?” tanya Dae Ryook kelihatan khawatir.

“Dae Ryook. Aku tidak mau mengulangi ini lagi. Aku tidak mau orang menderita karena kita. Keluargamu dan keluargaku menderita karena kita. Jika kita putus, semua akan bahagia. Aku akan melupakanmu sekarang. Jadi, kamu harus mengencani seseorang yang selevel denganmu.” Do Ran terlihat menahan tangis

“Apa kamu yakin soal itu?”

“Ya. Aku yakin.” jawab Do Ran.

“Do Ran. Boleh kutanya satu hal lagi? Kamu sungguh bisa melupakanku? Bisakah kamu hidup tanpaku?”

“Ya. Hati-hati mengemudi.” kata Do Ran lalu berbalik dan masuk ke rumah. Sesampai di kamar, ia menangis sedih.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 3

“Selamat datang.” kata Do Ran ketika melihat seorang pengunjung memasuki toko roti.

“Lee Tae Pung ada? Aku mau menemuinya.”

“Aku ingat Anda. Halo.” kata Do Ran.

Tae Pung rupanya mendengar. Ia segera menghampiri, “Kakek. Kenapa kemari?”

“Apa maksudmu? Kakek kemari mau menemui cucu kakek.”

Tae Pung mengajak kakek itu keluar, “Keluar.”

“Kakek. Kukira aku sudah melarang Kakek datang kemari. Kubilang aku akan menghilang jika Kakek menemuiku.” katanya setelah mereka di luar.

“Tae Pung. Mari pulang. Kakek dengar kamu tinggal di gudang toko kue. Hati kakek hancur mendengarnya. Kamu punya rumah. Kenapa menderita di sini?”

“Tolong jangan ganggu apa pun yang kulakukan, Kek!” katanya keras

“Lee Tae Pung!” Pak Kang ternyata ikut keluar, “Beraninya kamu bicara seperti itu kepada kakekmu.”

“Halo. Anda kakeknya?”

“Ya.”

“Silakan masuk dan bicara dengannya. Silakan masuk.”

Tae Pung berusaha mencegah, “Pak Kang!”

“Tae Pung, kamu tidak boleh seperti ini! Aku tidak tahu cerita persisnya. Tapi kamu tidak boleh begini kepada kakekmu. Bawa dia masuk.” kata Pak Kang, “Silakan masuk.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 3

“Tae Pung. Maaf…. Kakek mau minta maaf. Kakek merasa buruk karena menentang pernikahan orang tuamu dahulu. Tae Pung. Bisakah kamu memaafkan kakek? Kakek sudah menua. Bisa meninggal kapan saja.”

“Kakek. Kenapa bilang begitu? Kakek mengancamku?”

Orang tua itu tersenyum, “Kakek bukannya mengancammu. Kakek harap kamu belajar bisnis mulai sekarang. Hanya kamu yang akan mengambil alih bisnis kakek. Orang tuamu juga ingin itu.”

“Kakek. Aku suka begini.”

“Tae Pung! Hanya ini permintaan kakek.

Tae Pung tidak menjawab. Ia bermaksud berdiri dari tempat duduknya. Pak Kang yang sedari tadi ikut mendengarkan percakapan itu, karena toko itu memang kecil, menghampiri, “Tae Pung! Duduklah.”

“Maaf, Pak. Boleh aku bicara?” tanya Pak Kang kepada kakek itu.

“Ya.” kata kakek itu.

“Aku tidak tahu Tae Pung punya kakek. Jika tahu, aku sudah menyuruhnya pulang. Maaf.”

Kakek tua itu tersenyum, “Itu bukan salahmu. Aku memberikan Tae Pung rasa sakit yang tidak bisa terhapus. Ini salahku.”

“Tae Pung. Aku tidak tahu cerita persisnya. Kakekmu datang jauh-jauh kemari untuk meminta maaf dan meminta pengampunanmu. Kenapa kamu menutup hatimu? Kamu merasakan ketulusannya. Tae Pung, pulanglah. Jika kamu tidak pulang, jangan datang ke toko kue.”

“Pak Kang….” sahut Tae Pung

“Aku sungguh-sungguh. Aku tidak bisa membiarkanmu meninggalkan kakekmu sendiri dan bekerja di sini.”

Setelah berkata demikian, Pak Kang meninggalkan mereka. Kakek itu hanya memandangnya. Ia juga melihat kepada Do Ran yang ada di belakang. Dan ia tersenyum …

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 3

Dae Ryook sedang berada di kantornya. Ia sibuk dengan pekerjaan, namun kelihatan tidak bisa berkonsentrasi. Ponselnya berdering, dan ternyata So Young menelepon.

“Ya, So Young? Aku baru mau meneleponmu. Mari bertemu.”

“Aku khawatir kamu ada janji lain. Apa yang mau kamu lakukan hari ini?” tanya So Young.

“So Young. Mari berhenti bertemu.”

“Apa? Apa maksudmu?” tanya So Young.

“Ibuku berharap terlalu banyak darimu.”

“Dae Ryook. Aku memang bilang kepadamu akan bersama sebagai teman, tapi kukira kita dalam proses menuju hubungan khusus.

“Kamu sudah tahu aku belum bisa melupakan mantan istriku. Aku tidak bisa mengencani orang lain. Maaf jika aku membuatmu salah paham.” kata Dae Ryook.

“Dae Ryook….”

“Itu yang ingin kukatakan. Kuharap kamu menemukan seseorang yang baik. Aku pergi dahulu.”

Dae Ryook pergi meninggalkan So Young.

Read Full Article

Berikutnya kita lanjutkan dengan Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 2. Hong Shil bersama dua anaknya, datang mengunjungi Pak Kang. Setelah masuk dan berhadapan dengannya, mereka bertiga secara bersamaan membungkukkan badan penuh hormat. Melihat ini, Pak Kang jadi salting.

 

“Kenapa kalian melakukan ini?”

 

“Aku sungguh minta maaf. Aku meminta maaf dengan tulus.” kata Hong Shil

 

“Tidak perlu. Aku paham perasaan kalian. Aku pasti merasa begitu juga.” kata Pak Kang

 

Go Rae berkata sambil meneteskan air mata, “Anda amat menderita, bukan? Aku sungguh minta maaf. Serta aku amat lega kini nama Anda sudah dibersihkan.” Secara pribadi, saya menyukai akting Park Sung Hoon di drama ini. Walau dia bukan pemeran utama.

 

“Terima kasih. Tapi jika dipikir-pikir, memang aku yang mengawalinya. Jika aku tidak pergi ke sana untuk meminjam uang, jika aku tidak ada di sana, ini tidak akan terjadi. Aku minta maaf. Aku sungguh minta maaf.”

 

Hong Shil tidak menjawab. Ia hanya menangis. Dua anaknya, terutama Da Ya, juga menangis.

***

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 2

 

“Hong Joo. Maaf atas segalanya.” kata So Il

 

“Tidak apa-apa. Jangan bilang apa-apa. Kamu tidak perlu bicara.” jawab Hong Joo sambil menangis.

 

“Terima kasih dan maaf sudah membuatmu sedih.”

 

“Tidak. Aku bersyukur. Aku bersyukur atas semuanya. Aku senang kamu tidak membunuh kakak iparku. Aku bersyukur kamu kembali. Aku bersyukur kamu menyelamatkan keponakanku. Aku bersyukur kamu memberiku bayi.”

 

“Pak Kang…. Ini semua terasa seperti keajaiban dan berkat. Kita tidak perlu putus lagi, bukan?”

 

“Ya, Hong Joo.”

 

“Bisakah kita hidup bersama sekarang?” tanya Hong Joo

 

“Ya.”

 

Mereka berpelukan dan menangis bahagia.

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 2

 

“Sayang. Kamu sudah memberi tahu Do Ran?”

 

“Soal apa?”

 

“Sayang. Jangan pura-pura tidak tahu. Apa lagi? Rahasia kita. Bayi kita.” kata Hong Joo

 

“Itu?”

 

“Kapan kamu akan memberi tahu Do Ran? Akan memalukan jika dia tahu.”

 

“Aku akan memberitahunya di toko kue. Dia akan terkejut jika tahu akan punya adik pada usianya sekarang. Bagaimana aku harus memberitahunya?”

 

“Lantas, apa? Kamu tidak mau memberitahunya Lantas, aku akan…” Hong Joo berjalan.

 

Pak Kang memegangnya, “Tidak. Aku saja yang memberitahunya. Jangan desak aku.”

 

“Ayah, ayo pergi.”

 

“Baik, Do Ran.”

 

Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Ternyata Yang Ja yang berkunjung.

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 2

 

“Ini tidak banyak. Aku membuatkan makanan untuk kalian agar tenaga kalian kembali.”

 

“Untuk kesehatannya? Kamu tidak perlu repot-repot.”

 

“Ini amat bagus untuknya. Pastikan dia memakannya.” kata Yang Ja.

 

“Kamu sungguh tidak perlu melakukan ini. Terima kasih.” kata Soo Il

 

“Soo Il. Karena namamu sudah dibersihkan, haruskah kita mengurus pendaftaran keluarga Do Ran?”

 

“Ibu….”

 

“Kamu pasti merasa amat buruk karena tidak bisa mendaftarkan Do Ran sebagai putri sahmu. Sekarang kamu bisa mendaftarkannya sebagai keluargamu secara sah dan menjadi seorang ayah.”

 

“Aku sungguh boleh melakukan itu?” tanya So Il

 

“Ya, tentu saja. Kamu bukannya sengaja mengabaikannya. Kamu luluh lantak. Kini kamu harus mengembalikan keluargamu yang sempat hilang. Aku yakin Dong Chul memahaminya.”

 

“Terima kasih.”

 

“Do Ran. Jangan lupa bagaimana ibu membesarkanmu. Setidaknya selama 28 tahun, inilah ibumu. Itu tidak berubah.”

 

“Aku tahu itu. Aku tidak bisa melupakan yang ibu lakukan untukku.” kata Do Ran

 

“Baiklah kalau begitu. Tidak apa-apa.” kata Yang Ja. Ia memandang ke arah Hong Joo, “Bu Na. Kenapa kulitmu amat kasar?”

 

“Apa?” Hong Joo terkejut dan salting.

 

“Astaga. Kamu pasti kelelahan setelah merawat Soo Il. Lantas, kamu bisa berbagi dengannya.” ini soal makanan.

 

“Baik.”

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 2

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 2

 

“Ayah.” kata Do Ran saat melihat banyak tulisan di pintu toko.

 

“Semangat, semoga berhasil, Ayah Tampan”, “Semangat, jangan pergi” dan lainnya.

 

“Apa semua ini?”

 

“Entahlah.” jawab ayahnya.

 

Tae Pung keluar dari toko, “Halo.”

 

“Hai, apa ini semua, Tae Pung?”

 

“Ini dari orang-orang yang tinggal di sekitar sini.”

 

“Apa? Yang tinggal di sekitar?” tanya Pak Kang sambil melihat tulisan-tulisan itu lagi. “Toko kue terbaik!”, “Kami menyayangimu, maaf”

 

Tiba-tiba serombongan orang datang,

 

“Permisi. Aku minta maaf sudah melempar telur dan menyuruhmu pindah. Kudengar ternyata tuduhanmu salah. Aku menonton berita. Maaf sudah kasar.” kata seorang ibu sambil menyerahkan pot bunga.

 

“Terima kasih.”

 

Seorang ahjussi bertanya, “Pukul berapa roti pertamamu keluar? Anak-anakku amat suka rotimu.”

 

“Aku akan segera menyiapkannya. Tidak akan lama.” jawab So Il

 

“Terima kasih.”

 

“Anak Muda, ambil ini. Hubungi aku saat rotinya sudah siap.” seorang ahjumma menyerahkan tas kosong pada Tae Pung.

 

“Ya.”

 

“Buat yang banyak.”

 

“Terima kasih.” kata Do Ran sambil tersenyum bahagia.

***

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 2

 

“Dae Ryook. Kamu mau bilang apa sampai mengumpulkan kami di sini? Kamu tidak berangkat kerja?” tanya Mak Lampir. Di ruangan itu ada anggota keluarganya lengkap.

 

“Masih ada waktu.” jawab Dae Ryook

 

“Mari dengarkan kamu mau bilang apa.” kali ini Nyonya Park.

 

“Kalian semua tahu nama ayah mertuaku sudah dibersihkan. Jadi, aku akan menikahi Do Ran kembali.” kata Dae Ryook.

 

Mak Lampir sambil kaget, “Ibu tahu kamu akan berbuat begini.”

 

“Kami bercerai hanya karena Pak Kang membunuh ayahnya Da Ya. Tapi ternyata tidak. Jadi, aku mau kembali bersama Do Ran. Aku mau kalian menerimanya dengan hati yang lapang.”

 

“Dae Ryook, apa maksudmu? Kalian sudah bercerai. Kenapa kamu mau rujuk? Itu semua sudah berlalu. Kamu tidak bisa memutar ulang waktu. Tidak ada yang bisa kamu lakukan.” kata si Mak.

 

“Sudah berlalu? Bagaimana bisa Ibu bilang begitu?”

 

“Bukankah kamu mengencani Jang So Young dari Grup JS? So Young menyukaimu. Kamu juga pernah menyukainya. Kamu tidak bisa memasukkan anggur baru ke botol lama.”

 

“Kenapa malah membahas So Young? Dia hanya teman. Yang sungguh kucintai adalah Do Ran. Ayah, bilang kepadaku. Ayah memaksaku bercerai karena dia putri pembunuh, tapi sekarang tidak begitu. Sudah sewajarnya kami rujuk, bukan?” kata Dae Ryook

 

“Ayah, tolong biarkan Kakak berbuat sesuai keinginannya. Dia harus hidup dengan orang yang dia cintai.” kata Yi Ryook, “Jang So Young dari Grup JS? Kakak tidak menyukainya.”

 

“Yi Ryook, kenapa kamu ikut campur? Diam saja.” Mak Lampir sengak.

 

“Baiklah kalau begitu, karena Ibu mau aku diam, aku berangkat bekerja dahulu. Kak, semoga berhasil. Sampai jumpa.” Yi Ryook pergi.

 

“Ibu setuju.” kata Nyonya Park. Semua memandang kepadanya, “Jika itu yang mereka mau, mereka harus rujuk.”

 

“Benar. Kamu sudah dewasa. Kamu bisa berbuat semaumu.”

 

“Terima kasih, Ayah. Aku berangkat bekerja dahulu.” kata Dae Ryook dengan gembira.

 

“Aku juga harus bersiap untuk berangkat bekerja.” kata Pak Wang.

 

“Apa? Astaga. Tidak ada yang membantuku. Aku tidak percaya ini. Aku juga melakukannya bukan demi kebaikanku. Baiklah. Lantas, aku harus bertindak.” kata Si Mak.

***

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 2

 

“Halo, Bu Oh.” kata So Il.

 

“Aku sudah dengar tentangmu. Pertama, aku senang namamu dibersihkan. Kamu pasti sudah melalui masa-masa sulit.”

 

“Terima kasih.”

 

“Sebenarnya itulah alasan aku kemari.”

 

“Apa?”

 

“Pak Kang… Aku tidak yakin bagaimana harus memanggilmu. Begitulah aku dahulu memanggilmu. Kuharap kamu tidak masalah.” kata Mak Lampir repot.

 

“Tidak sama sekali. Panggil saja aku semaumu.”

 

“Terima kasih. Masalahnya adalah aku tidak mau menikahkan putrimu dengan putraku hanya karena namamu sudah dibersihkan. Dari awal, Do Ran dan Dae Ryook tidak ditakdirkan bersama. Serta Dae Ryook kini mengencani orang lain. Apa kamu tahu Grup JS? Putri mereka. Dae Ryook baru saja memutuskan akan mengencaninya. Itu tidak boleh gagal karena Do Ran.”

 

“Aku paham maksudmu. Tolong jangan khawatir. Do Ran tidak akan pernah rujuk dengan Direktur Wang. Aku akan bicara dengannya.”

 

“Terima kasih. Dia akan bertemu dengan orang yang tepat nanti. Baiklah kalau begitu. Aku pergi dahulu.”

 

Mak Lampir lalu pergi. Pak Kang hanya memandangi saja. Saat ia mau masuk kembali, dilihatnya Do Ran di pintu. Ada kesedihan di raut wajahnya. Ia mendengar semua.

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 2

 

“Do Ran. Ayah sudah duga. Nama ayah sudah dibersihkan, tapi kita tetap tidak bisa bersama dengan keluarga itu. Ada terlalu banyak kenangan menyakitkan dengan mereka. Serta Bu Oh baru saja menemui ayah. Kamu tidak bisa bahagia dengan keluarga itu. Kini ayah ingin kamu melupakan Direktur Wang dan melanjutkan hidupmu.”

 

“Jangan cemas, Yah. Aku tahu itu.” kata Do Ran

 

“Baik. Lain kali kamu bertemu dengan seseorang, ayah mau kamu mengencani pria yang menyayangimu dari keluarga yang menerimamu.”

 

“Baik, Yah. Maaf sudah membuat Ayah sedih.”

 

“Tidak apa-apa. Ayah hanya mengkhawatirkanmu. Ayah baik-baik saja.”

 

Tiba-tiba ponsel Do Ran yang ada di atas meja, berdering. Pak Kang bisa melihat siapa yang menelepon. Itu adalah Dae Ryook.

Read Full Article

Kita lanjutkan dengan Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1.

Do Ran berlari sambil memanggil ayahnya. Namun ia tidak berhasil menemukannya. Ia sudah sampai di luar terminal. Ada banyak bisa yang parkir di sana. Ia memandang cemas. Tiba-tiba ponselnya berdering.

“Ya, Dae Ryook?”

“Do Ran, kamu sudah  bilang kepada Pak Kang?”

“Aku tidak bisa menemukannya. Aku tidak melihatnya. Apa yang harus kulakukan?” katanya setengah menangis.

“Apa maksudmu? Dia ke mana? Apa maksudmu? Kamu di mana?” tanya Dae Ryook sambil nyetir.

Belum sempat Do Ran menjawab, sebuah bis melintas di depannya. Do Ran melihat ayahnya duduk di dalamnya.

“Dae Ryook, aku harus pergi. Aku harus pergi.” tanpa menunnggu jawaban, Do Ran berlari mengejar bis itu.

“Pak, tunggu!” teriaknya, “Ayah! Ayah! Pak, tunggu!”

Salah seorang penumpang rupanya melihat Do Ran

“Sopir, tolong hentikan busnya. Ada wanita yang mengejar bus.” teriaknya pada sopir. Pak Kang jadi ikut melihat siapa yang mengejar bis. Ia kaget, karena itu Do Ran.

“Astaga. Maaf.” katanya seraya bangkit dan turun dari bis. Melihat Pak Kang, Do Ran langsung berlari memeluknya sambil terisak.

“Do Ran. Ada apa?” tanya Pak Kang.

“Ayah. Aku amat cemas tidak bisa menemukan Ayah.”

“Do Ran, ada apa?” kata Pak Kang sambil melepaskan pelukannya.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1

“Ayah kira ayah sudah cukup menjelaskan alasan ayah pergi.”

Do Ran berkata sambil terisak, “Ayah tidak membunuh siapa pun. Itu salah tuduh.”

“Do Ran, apa maksudmu?” kata pak Kang kaget.

“Pria tunawisma itu mengakui semuanya. Ayah tidak membunuh siapa pun. Itu tayang di berita. Dia pergi ke polisi untuk mengaku dan menyerahkan diri.”

“Apa? Apa kamu yakin soal itu?”

“Ya. Ya, aku yakin.”

Mata Pak Kang berkaca-kaca, “Bagaimana… ini bisa terjadi? Bagaimana…”

“Jadi, tolong jangan pergi. Ayah tidak harus pergi. Ayah tidak berbuat salah.”

“Do Ran, di mana Pak Yang? Maksud ayah, di mana pria itu?”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1

“Pak Yang.” panggil So Il.

Pak tua itu menoleh. Melihat So Il, pak tua itu langsung berlutut, “Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf. Jika aku tidak mengejarmu saat itu, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi. Aku hanya berusaha mengancammu, tapi aku terlalu emosional. Maaf.”

Do Ran yang ada di belakang ayahnya meneteskan air mata. Pak Yang melanjutkan,

“Mendiang istriku dan aku berbohong. Bahkan…”

Pak Kang langsung menyela, “Bahkan jika begitu… Teganya kamu menjebakku atas dosa seperti itu. Aku hidup dengan rasa sakit yang besar setiap harinya. Teganya kamu melakukan ini kepadaku.”

Pak Kang ingat apa yang harus ia alami selama ini. Bagaimana orang memperlakukannya. Bagaimana Do Ran juga harus menanggung akibatnya. Ia meneteskan air mata. Do Ran juga menangis.

“Teganya kamu melakukan ini. Teganya.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1

“Aku tidak mau putraku hidup sebagai putra pembunuh. Dia sudah sering bermasalah. Aku takut dia tidak menyintas di dunia ini jika dicap anak pembunuh juga.”

“Kamu hanya memedulikan putramu? Bagaimana dengan putriku? Bagaimana dengan hidupnya? Aku harus berpisah dengannya saat dia masih kecil. Dia bercerai karena dia anak pembunuh. Dia dipermalukan orang lain. Tahukah kamu rasa sakit yang harus dia lalui?” Kang So Il berteriak saking marahnya.

“Aku dihukum karenanya. Aku hidup dengan cemas seumur hidupku. Bisnisku bangkrut. Istriku meninggal karena kanker. Serta putra tunggalku juga mati. Kini aku tunawisma, tidak punya apa-apa. Aku segera akan mati karena kanker juga. Aku hanya punya rasa sakit. Aku menderita karena perbuatan kejiku. Maaf. Aku sungguh minta maaf.” kata Pak Yang sambil menangis penuh penyesalan. Pak Kang terhuyung dan memegang meja agar tidak jatuh.

Pak Yang meneruskan, “Kamu tidak akan percaya, tapi aku pergi ke kantor polisi berkali-kali untuk mengakui kebenarannya. Aku amat takut sampai tidak jadi terus. Tapi menantumu mengadakan pemakaman untuk putraku dan membuatku berubah pikiran. Setidaknya sekali dalam hidupku, aku mau menjadi manusia. Maaf. Aku tidak berhak mendapatkan pengampunanmu.”

“Aku tidak percaya ini. Tidak bisa.” Do Ran yang sedari tadi diam sambil menangis, berbicara. Sambil berjalan, “Detektif. Ayahku menghabiskan 28 tahun di penjara karena salah tuduh atas pembunuhan. Karena salah tuduh itu, dia kesulitan seumur hidupnya. Seseorang harus maju dan menjelaskan. Katakan sesuatu. Siapa yang akan mengompensasi ayahku atas hidupnya yang penuh penderitaan ini? Katakan sesuatu. Cepat katakan sesuatu!”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1

Do Ran berteriak-teriak di kantor polisi itu. Ayahnya segera mendekatinya, “Do Ran, ayo pergi.”

“Kita tidak ke mana-mana.” kata Do Ran, “Keluar dan katakan sesuatu. Ayahku tidak bersalah dan siapa yang menghukumnya seumur hidup? Siapa pun? Keluar dan katakan sesuatu. Katakan setidaknya sepatah kata. Kumohon…” teriaknya.

Seorang detektif mendekatinya, “Begini… Aku merasa bersalah, tapi jika begini, Anda bisa meminta sidang ulang atau mengklaim kompensasi atas kerugian terhadap negara. Kami akan berusaha sebisa kami untuk membantu Anda dengan prosedurnya.”

Do Ran memandang detektif itu dengan berlinangan air mata dan mencoba menahan isaknya, “Kompensasi untuk kerugian? Kompensasi untuk kerugian… Berapa banyak uang yang cukup untuk mengompensasi ayahku atas semua rasa sakit dan waktu yang terbuang? Katakan kepadaku, Detektif. Cepat katakan kepadaku! Berapa banyak uang yang cukup? Katakan sesuatu!” tangisnya pecah.

Ayahnya segera mengajaknya pergi, “Do Ran, ayo pergi. Ayo.”

Kali ini Do Ran tidak menolaknya. Pak Yang menangis meraung sambil berlutut. Ia merasa menyesal.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1

“Do Ran. Tidak apa-apa. Semuanya sudah berakhir. Tidak apa-apa. Ayo.”

“Ya, Ayah.”

Mereka keluar dari kantor polisi. Di luar, Dae Ryook ternyata sudah menunggu. Ia berlari mendekati Pak Kang dan Do Ran.

“Do Ran. Ayah.”

“Dae Ryook.” sahut Do Ran

“Kamu membuat Pak Yang mengaku. Ini semua berkat kamu. Terima kasih.” kata Pak Kang

“Terima kasih banyak. Jika bukan karenamu, kita tidak akan tahu selamanya. Terima kasih banyak.” kata Do Ran pula.

“Tidak perlu sungkan. Aku senang kebenarannya sudah terungkap walaupun sudah terlalu terlambat.” jawab Dae Ryook.

“Benar, aku berusaha melihat hikmahnya.” kata Pak Kang.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1

“Kenapa Hong Joo tidak menjawab teleponnya? Kita harus menemui Pak Kang dengannya.” kata Hong Shil.

“Kita mau pergi dengannya? Tapi mereka sudah putus.” kata Da Ya.

“Sudah terungkap dia tidak bersalah. Dia tidak membunuh ayahmu, jadi, bibimu boleh menemuinya. Ada alasan dia harus menemuinya juga.”

“Alasan apa?”

Sadar keceplosan Hong Shil menjawab, “Itu… Terserahlah. Kamu akan tahu cepat atau lambat. Bibimu hamil.”

“Astaga. Bayinya Pak Kang?”

“Ya.”

“Astaga. Dia sudah gila? Bukankah dia terlalu tua untuk melahirkan?”

“Banyak yang kini melahirkan di usia senja.”

“Tetap saja ini tidak benar. Apa Bibi akan melahirkan bayi Pak Kang bahkan sebelum nama Pak Kang dibersihkan? Karena itukah Ibu merahasiakannya dariku?”

“Dia bisa apa lagi? Selain itu, impian hidupnya memang punya anak.”

“Tetap saja. Aku tidak bisa memahaminya.”

Go Rae muncul di situ. Melihat ini Hong Shil berdiri, “Ayo pergi, Da Ya.”

“Aku tidak mau pergi.”

“Jang Da Ya.” teriak kakaknya.

“Jujur saja. Kita mengira dia membunuh ayah kami. Itulah alasan kita membencinya. Kita bukannya sengaja melakukannya. Kita juga bukannya menjebaknya.” jawab Da Ya.

“Itulah alasan kita harus pergi dan meminta maaf. Memang benar kita salah memperlakukannya tanpa tahu kebenarannya.” kata Go Rae

“Benar. Ayo pergi dan meminta maaf.” ibunya menimpali.

“Aku akan pergi nanti. Kalian pergi saja tanpaku hari ini. Aku akan pergi sendiri nanti.”

“Berdirilah, Jang Da Ya!” oppa-nya berteriak.

“Baik, ayo pergi. Ayo.” dengan enggan akhirnya ia mengikuti kakak dan ibunya.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1

“Ayah.” kata Do Ran sambil memberikan minuman.

“Terima kasih.”

“Do Ran. Ayah tidak akan membenci siapa pun atau apa pun. Semua sudah berlalu dan ayah akan membiarkannya. Ayah hanya ingin bersyukur untuk momen ini.”

“Ayah. Bagaimana bisa Ayah melakukan itu setelah menderita bertahun-tahun? Bukan hanya 5 atau 10 tahun. Itu 28 tahun yang lama. Ayah dipenjara 28 tahun. Aku merasa itu benar-benar tidak adil.”

“Tidak, Do Ran. Itu semua salah ayah. Memang benar ayahnya Dokter Jang meninggal karena Ayah.”

“Itu tidak benar. Pak Yang sudah mengaku.” kata Do Ran.

“Jika ayah tidak pergi ke sana untuk meminjam uang… Jika ayah tidak membawa kabur uangnya, itu tidak akan terjadi.”

“Ayah. Itu…” Do Ran mulai berlinang air mata.

“Ayah mengambil uang orang lain dan kabur. Ayah perampok. Pencuri. Ayah seharusnya berusaha membayar biaya operasi ibumu dengan cara lain.”

“Ayah…” Do Ran mulai menangis.

Ayahnya menghela nafas, “Do Ran. Mari jangan salahkan orang lain. Memang benar ayahnya Dokter Jang meninggal karena ayah.”

Do Ran maju memeluk ayahnya sambil menangis. “Ayah….”

“Tidak apa-apa…. Ayah sungguh tidak apa-apa….”

Read Full Article

Okay, kita lanjut dengan Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5.

“Ini Wang Dae Ryook.” katanya sambil menelepon.

Suara di seberang menjawab, “Aku menemukan saksi satunya, sekretaris yang kamu minta kucari. Tapi dia tewas akibat kanker 10 tahun lalu.”

“Dia sudah tiada?”

“Ya. Dia istri rentenir Yang Young Dal.”

“Apa? Mereka menikah? Kedua saksi itu menikah?” Dae Ryook kaget, namun kini dia mengerti kenapa pak tua itu bersikeras Pak Kang yang membunuh.

“Ada yang lain?” tanya Dae Ryook.

“Mereka punya anak. Anaknya baru-baru ini terlibat kecelakaan mobil.”

“Kecelakaan mobil? Dia dirawat di rumah sakit mana? Baik, terima kasih banyak.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5

“Dong Il… Dong Il… Dong Il. Dong Il.” pak tua itu menangis meraung-raung sambil berkali-kali menyebut nama anaknya.

Dae Ryook yang melihat ini, ikut melakukan penghormatan terhadap jenazah anak pak tua itu. Ia membawakan setelan untuk pak tua itu. Tidak sekalipun mereka bercakap. Pak Tua itu merasa amat berterima kasih kepada Dae Ryook atas kunjungan dan hadiah yang diterimanya.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5

“Kamu mau aku menerima Do Ran kembali?” tanya Yang Ja.

“Ya. Sebagai anakmu dan Dong Chul. Bukan sebagai anak pembunuh.”

“Soo Il.”

“Tidak apa-apa. Aku bukan ayahnya Do Ran. Dong Chul ayahnya Do Ran. Maaf, tolong bantu aku. Jika kamu menerima Do Ran lagi, aku tidak akan melupakan kebaikanmu.”

“Tolong jangan bilang begitu. Kamu menyelamatkan nyawa menantuku. Aku yang seharusnya membayar kebaikanmu. Kamu tidak perlu cemas. Do Ran sudah menjadi putriku selama ini. Serta dia putrinya Dong Chul. Jadi, kamu tidak perlu khawatir. Ke mana pun kamu pergi, pergilah tanpa banyak pikiran.” kata Yang Ja.

“Baik, terima kasih.”

Do Ran hanya memandang ayahnya. Dia tidak berkata apa-apa.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5

“Apa? Ayahnya Do Ran pergi?” tanya Hong Shil pada menantunya.

“Ya, Bu. Dia meminta ibuku menerima Kak Do Ran agar Kak Do Ran bisa hidup sebagai putri orang tuaku. Kak Do Ran tidak berbuat salah, tapi dia kesulitan karena ayahnya.”

“Dia mau memutus hubungan dengan putrinya demi putrinya.”

“Ya. Dia akan pergi ke tempat orang-orang tidak bisa menemukannya.”

Go Rae menyela, “Ibu, apa Bibi tahu soal ini? Bibi, dari semua orang, harus tahu dia akan pergi.”

“Jangan bilang apa-apa ke bibimu. Dia sudah melupakannya. Paham?”

“Ya.”

“Jadi, kapan dia pergi?”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5

“Aku mendengarnya dari menantuku. Bahwa kamu akan pergi.” kata Hong Shil.

“Ya.”

“Serta kudengar kamu putus dengan Hong Joo.”

“Benar.”

“Pak Kang. Aku sudah memaafkanmu. Jadi, silakan lepaskan bebanmu dan pergilah. Aku kemari untuk mengatakan itu. Ke mana pun kamu pergi, kuharap kamu akan bahagia.”

Setelah berkata demikian, Hong Shil melangkah pergi. Pak Kang hanya menatapnya. Perlahan, air mata kembali menetes dari sudut matanya, “Maaf… Aku sungguh minta maaf.” katanya sembari menutupi mukanya dan menangis lega.

Dari jauh, Hong Joo melihat kejadian itu.

Do Ran mengantarkan ayahnya. Di sepanjang jalan, tak satupun kata yang terlontar dari mulut mereka.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5

“Semua restoran di seluruh negeri melampaui perkiraan penjualan kita.”

“Sungguh? Itu kabar baik.” kata Dae Ryook. Ponsel Dae Ryook berdering. Ia mengambilnya, namun tidak mengenal siapa yang menelepon.

“Siapa ini?”

“Halo? Ini Yang Young Dal.”

“Yang Young Dal? Pak Yang?” kata Dae Ryook kaget.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5

“Pak Yang.” panggilnya. Pak tua itu memintanya datang ke kantor polisi.

“Aku kemari untuk menyerahkan diri.” kata pak Yang.

“Apa?”

“Aku kriminalisnya. Kim Young Hoon tidak membunuh pria itu. Aku yang membunuhnya.”

Pak Yang lalu menceritakan kejadian sebenarnya.

“Maksudmu, Anda menjebak mertuaku atas pembunuhan?” tanya Dae Ryook.

“Ya.”

“Pak Yang. Teganya Anda melakukan itu.”

“Aku takut. Aku tidak mau putraku hidup sebagai putra pembunuh. Aku sungguh minta maaf. Ini semua salahku. Aku tahu ini terlambat, tapi aku mau hidup sebagai pria baik sekarang. Tolong sampaikan permintaan maafku kepada Kim Young Hoon. Bilang aku sungguh merasa bersalah kepadanya.” kata Pak Yang.

“Terima kasih sudah membeberkan kebenarannya sekarang.”

“Kudengar kamu membayar biaya pemakaman putraku. Terima kasih banyak. Terima kasih sudah menemani putraku selagi dia pergi jauh. Aku tidak akan melupakannya selama masih hidup.”

Pak Yang membungkukkan badannya untuk menghormati Dae Ryook. Kemudian ia berjalan masuk ke kantor polisi.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5

“Ayah. Ayah mau ke mana?” tanya Do Ran

“Ayah belum menentukan. Kamu sebaiknya pergi.”

“Aku mau mengantar.” kata Do Ran.

“Jika tahu ayah ke mana, kamu nanti mau berkunjung. Jadi, pulanglah tanpa tahu apa-apa. Turutilah ayah, Do Ran.”

“Ayaah… ” Do Ran mulai nangis.

“Do Ran. Kita akan bertemu lagi nanti.”

“Aku pergi dahulu.” Do Ran berbalik pergi. Ayahnya memandang dengan sedih.

Do Ran berjalan lesu. Akhirnya ia duduk di kursi yang ada di stasiun itu. Ia merasa sedih. Tiba-tiba ponselnya berdering. Dilihatnya Dae Ryook yang menelepon. Ia menolak panggilan itu. Sebuah pesan masuk. Dae Ryook yang mengirimnya. Ia membuka SMS itu, bunyinya, “Do Ran, tolong angkat teleponnya. Yang Young Dal mengaku bersalah. Ayah dijebak.”

Do Ran terkejut membacanya. Ia segera menelepon Dae Ryook.

“Dae Ryook. Pesan apa ini?”

“Kamu di mana sekarang? Kenapa ponsel Ayah mati? Kamu kini bersamanya?” tanya Dae Ryook berturut-turut.

“Apa arti pesan ini??” tanya Do Ran lagi. Kali ini ia setengah berteriak.

“Seperti yang kutulis. Ayah dijebak. Do Ran, kamu sekarang harus menonton berita.” kata Dae Ryook.

Do Ran membuka link berita yang dikirimkan Dae Ryook di bawah pesannya.

“Kebenaran akhirnya terungkap … Setelah 28 tahun dipenjara”

Do Ran kaget. Ia segera bangkit. Hendak mencari ayahnya.

“Ayah. Ayah!”

Berita di TV yang ada di stasiun itu sedang memberitakan, “Selanjutnya, ada pria yang didakwa bersalah atas pembunuhan setelah 28 tahun. Pada tahun 1991, seorang dokter gigi dibunuh di depan perusahaan pinjaman pribadi. Beberapa dari kalian mungkin masih mengingat kasus ini.”

Melihat ini, Do Ran makin yakin, “Ayah…”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5

Di kediaman Go Rae, ia bersama Mi Ran yang tengah menonton TV.

“Kim dianggap sebagai tersangka dan dihukum penjara seumur hidup, lalu menjalani 28 tahun penjara. Pagi ini …,”

Melihat ini Go Rae berteriak memanggil Ibu dan bibinya, “Ibu. Bibi! Keluarlah!”

Ibu dan bibinya keluar dari kamar.

“…  saksi kasus ini mengaku bersalah, dan berkata dia kriminalisnya, dan itu amat mengejutkan. Polisi bilang Kim yang menderita…

Go Rae berkata, “Ibu harus menonton berita.”

“Dia kabur dengan uang Yang…”

“Kurasa ini kasus Ayah.” kata Go Rae

“… Serta Yang yang berusaha menghentikannya menodongkan pisau ke Kim serta Jang yang berada di TKP ditusuk sampai mati. Setelah kejahatan itu, Yang memindahkan korban ke sebelah Kim yang masih tidak sadarkan diri dan merekayasa TKP.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 5

Mak Lampir dan Da Ya juga sedang menonton berita itu.

“Astaga. Sayang sekali. Dia salah dituduh sebagai pembunuh dan menghabiskan 28 tahun di penjara.” kata Mak Lampir.

“Tunggu, Bu. Tolong diam.” kata Da Ya yang terkejut melihat berita ini.

“Statuta pembatasan sudah kedaluwarsa. Pelakunya, Pak Yang, tidak akan didakwa. Pria yang dituduh sebagai pembunuh untuk…”

Do Ran masih berlari untuk mengejar ayahnya, “Ayah… Ayah… Ayah… ” teriaknya sambil terus berlari. Tapi sang ayah tidak dijumpainya.

Do Ran menangis, “Ayah….  Ayah…. Ayah…”

Sebuah bis beranjak pergi. Apakah Soo Il menumpang bis ini….?

Bersambung ke Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 103-104 Part 1.

Read Full Article

Diperlukan penanganan dokter untuk menenangkan Nyonya Park yang dipaksa pulang oleh Pak Wang dari rumah sakit. Kenyataan ia dipisahkan dari Myong-Hee selalu membuatnya mengamuk.

 

“Aku sudah membiusnya. Dia akan tertidur untuk beberapa saat. Beri tahu aku jika ada yang tidak beres.” kata dokter pada pak Wang.

 

“Baik.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 4

“Apa yang sudah kamu lakukan? Bagaimana bisa kamu menampar pipi Do Ran? Apa kamu sudah gila?” tanya Pak Wang kepada si Mak, isterinya.

 

“Maaf. Aku salah. Aku melakukannya karena dia terus menemui Dae Ryook, padahal mereka sudah bercerai. Aku tidak mau dia menghalangi Dae Ryook. Itulah alasanku melakukannya.”

 

Mak Lampir mulai nangis-nangis, “Tapi aku tidak bisa sekadar menyaksikan putraku rujuk dengan putri si pembunuh itu. Itulah alasanku melakukannya…. Itulah alasannya…. Itulah alasanku melakukannya…”

 

Pak Wang hanya memandang pada isterinya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Entah kenapa. Yang jelas, dia tidak sedang olahraga.

***

 

Pak Kang sedang berdiri di dekat jendela kamar rumah sakit, saat Do Ran masuk mengantar minuman.

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 4

 

“Ayah.”

 

“Hei, Do Ran.” katanya sambil menerima gelas yang diberikan Do Ran.

 

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 4

 

Keluarga Go Rae tiba di situ. Yang Ja segera menghampiri Pak Kang, “Kamu sungguh sudah bangun. Terima kasih banyak sudah repot-repot.”

 

“Dengan senang hati.” jawab Pak Kang. Ia lalu memandang Go Rae, “Pak Jang….

 

“Aku sungguh minta maaf. Kukira Anda sudah pulih dan pulang dari rumah sakit. Maaf sudah membuat Anda melalui semua ini karenaku.”

 

Pak Kang maju dan menjabat tangan Go Rae, “Tidak apa-apa. Aku senang melihatmu sehat seperti ini. Aku amat lega. Sungguh… Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.”

 

“Terima kasih. Terima kasih banyak.” kata Go Rae lagi.

 

“Kamu sungguh tidak perlu merasa terbebani karenaku. Aku hanya mau kamu hidup dengan sehat dan bahagia.”

 

“Pak Kang. Terima kasih banyak sudah menyelamatkan menantuku. Dong Chul pasti juga bersyukur di atas sana. Serta… Serta aku minta maaf atas segalanya.” kata Yang Ja yang menangis dan keluar dari kamar itu.

 

“Terima kasih. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu.” sekarang Hong Shil yang bicara.

 

“Tidak perlu sungkan. Aku yang lebih bersyukur.”

 

Do Ran hanya bisa menangis melihat semuanya.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 4

 

“Kak, kapan Kakak datang?” kata Hong Joo seraya bangun.

 

“Baru saja.”

 

“Kak. Apa biasanya semengantuk ini saat hamil? Aku tidak melakukan apa pun selain tidur seharian hari ini. Kenapa mataku amat berat? Aku sebaiknya menemui Pak Kang sekarang.”

 

“Hong Joo… Pak Kang sudah siuman.”

 

Hong Joo terkejut, “Apa? Dia sudah bangun? Kapan?”

 

“Beberapa saat lalu.”

 

“Kenapa Kakak baru memberitahuku?”, katanya dan langsung turun dari tempat tidur, “Aku tertidur pulas tanpa tahu dia sudah siuman. Aku harus langsung menemuinya.”

 

“Hong Joo…. Kamu tidak akan memberitahunya soal kehamilanmu, bukan?”

 

“Kak. Aku khawatir karena agak terlalu tua untuk menjadi seorang ibu, tapi dia akan bahagia mendengar kabar ini. Jadi, untuk apa aku merahasiakan ini darinya?”

 

“Kamu sungguh ingin bayimu hidup seperti Do Ran?”

 

“Kak…. ”

 

“Dia diceraikan karena dia putri pembunuh. Dia kehilangan segalanya karena aib itu.”

 

“Kak. Teganya Kakak melakukan ini kepada Pak Kang. Kakak lupa dia menyelamatkan Go Rae? Bagaimana bisa… Apa mau Kakak?”

 

“Ya. Kakak bersyukur dia menyelamatkan Go Rae. Kakak tidak akan melupakan perbuatannya. Tapi Hong Joo…  Pria itu… Dia membunuh suami kakak. Dia tidak bisa menjadi keluarga kita. Jadi, Hong Joo…”

 

“Kak. Jangan bicara lagi. Aku akan, apa pun yang terjadi, merawat bayi ini.” kata Hong Joo seraya berlalu.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 4

 

“Pak Kang!” teriak Hong Ju sesampainya di kamar.

 

“Bu Na…” hanya Do Ran yang ada di sana.

 

“Kudengar dia sudah siuman. Di mana dia?”

 

“Dia berjalan-jalan untuk berolahraga.”

 

“Dia berjalan-jalan sekarang? Semuanya baik-baik saja?”

 

“Ya, hasil tesnya bagus dan dia bisa segera pulang.”

 

“Sungguh?” tanya Hong Joo dengan gembira, “Aku akan pergi menemuinya.”

 

“Baik. Silakan.” kata Do Ran. Di jadi senang ada orang selain dirinya, yang menyayangi Pak Kang”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 4

 

“Pak Kang…”

 

“Pak Kang….  Aku tahu kamu akan pulih total. Terima kasih, Pak Kang. Maaf. Tanpa tahu kamu sudah siuman, aku berbaring seharian. Aku merasa amat mengantuk.”

 

“Hong Joo. Mari duduk. Ada yang ingin kusampaikan.” kata Soo Il.

 

“Aku juga mau menyampaikan sesuatu. Kamu dahulu.”

 

“Hong Joo. Jangan menemuiku lagi. Walaupun kamu datang, aku tidak akan ada di sini.”

 

“Apa maksudmu? Kamu mau pergi?” Hong Joo terkejut.

 

“Ya.”

 

“Ke mana kamu akan pergi? Aku akan ikut denganmu.”

 

“Aku akan pergi ke tempat di mana tidak ada yang bisa menemukanku. Tempat yang tidak diketahui siapa pun.”

 

“Pak Kang. Kamu tidak boleh pergi. Apa pun kata orang, kamu tidak boleh lemah. Kamu tidak boleh pergi.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 4

 

“Pak Kang. Aku akan ikut denganmu. Aku akan mengikutimu. Mari pergi jauh. Mari pindah dan tinggal bersama.”

 

Pak Kang langsung berbalik. Hong Joo melanjutkan, “Aku hamil. Aku mengandung bayi kita.”

 

“Hong Joo. Do Ran-ku kehilangan segalanya karena aku. Karena perbuatanku, Do Ran dipanggil putri pembunuh. Memiliki orang yang dicintai menderita karenaku adalah sesuatu yang tidak mau kualami lagi.”

 

“Hong Joo. Tolong tinggalkan aku. Kumohon. Berpura-puralah… Berpura-puralah aku sudah mati dan tiada. Hanya panggil aku orang jahat dan lupakan aku. Kumohon.” Pak kang mulai menangis.

 

Hong Ju yang berurai air mata akhirnya berkata, “Jika aku pergi, akankah itu membuatmu sedikit lebih baik? Baik. Mari lakukan sesuai keinginanmu. Pergilah ke tempat orang tidak mengenalmu. Aku akan… Aku akan menjagamu tetap di hatiku. Tapi bayi ini… Aku akan merawatnya. Aku akan merawatnya dan mengasuhnya.”

 

Hong Ju kemudian meninggalkan Pak Kang sendirian di tempat itu.

Read Full Article

“Myeong Hee, kemarilah. Ini ada semur pauhi kesukaanmu.” kata Nyonya Park sambil berusaha membukanya. Kelihatannya ia kesulitan membuka, “Kenapa tidak mau terbuka?”

“Biar aku saja.” kata Do Ran menghampiri.

“Tidak, biar aku coba.” nyonya Park ngeyel. Akhirnya karena licin, semuanya malah tumpah dan mengotori kardigan yang dipakai Nyonya Park.

“Astaga. Astaga, semuanya tumpah. Astaga, bau.”

“Tidak apa-apa, Geum Byung. Akan kubersihkan. Lepas kardiganmu.” kata Do Ran sambil memunguti.

“Haruskah?”

“Angkat kakimu.”

“Astaga, baunya. Bagaimana ini?”

“Sudah.” kata Do Ran sambil berdiri. Tiba-tiba dia terhuyung.

“Astaga. Myeong Hee, ada apa? Kamu sakit? Kamu merasa pusing?”

“Aku tidak apa-apa. Aku hanya merasa pusing tadi. Kini aku baik-baik saja.”

“Lepas kardigan Kakak. Akan kubersihkan itu di toilet.”

“Tidak apa-apa. Aku ikut denganmu, Myeong Hee. Ayo ke sana bersama.”

“Baiklah.”

Mereka beranjak akan keluar dari kamar itu. Tiba-tiba terdengar suara.

“Apa? Kurasa tadi suaranya Soo Il.” kata Nyonya Park.

Mereka menatap Pak Kang yang terbaring. Mulutnya kelihatan bergerak,

“Do… Do Ran.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 3

“Ayah. Ayah barusan memanggil namaku? Ayah bisa melihatku?” tanya Do Ran.

“Do Ran…” suara Pak Kang terdengar lagi.

“Ayah, bisa lihat aku? Ayah sungguh bisa melihatku?”

Pak Kang membuka mata, “Ya…”

Nyonya Park juga yang di dekat Do Ran, “Soo Il…  Myeong Hee, kenapa kamu terus memanggilnya “Ayah”?”

Do Ran seperti tidak mendengar ini. Ia masih tak percaya apa yang dilihatnya, “Ayah. Akan kupanggilkan dokter, ya?” kata Do Ran berlari ke luar. Nyonya Park mengejarnya tentu.

Do Ran menuju ruang jaga perawat, “Perawat, ayahku sudah siuman. Dia barusan memanggil namaku. Segera periksa dia. Cepatlah!”

“Baik. Akan kupanggilkan dokter. Tolong tunggu di kamar.” kata mbak perawat.

“Terima kasih banyak. Terima kasih.” Do Ran berlari tergopoh-gopoh menuju kamar. Nyonya Park mengintil di belakangnya.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 3

“Beri tahu aku namamu. Siapa namamu?” tanya pak dokter.

“Aku Kang Soo Il.”

“Kamu tahu siapa dia?” tanya dokter lagi.

“Dia putriku. Kim Do Ran.”

Nyonya Park memandang Do Ran, “Apa maksudnya? Namamu Myeong Hee.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 3

“Pak Kang Soo Il baik-baik saja.”

“Sungguh? Lantas, bisakah dia menjalani kehidupan normal?” tanya Do Ran.

“Ya. Kamu tidak perlu khawatir. Operasinya berjalan lancar. Karena kini dia sudah siuman, semua akan baik-baik saja. Kami akan mengamati kondisinya selama beberapa hari lagi untuk berjaga-jaga sebelum dia keluar.”

Do Ran terlihat gembira sekali, “Terima kasih. Terima kasih banyak.”

“Terima kasih. Terima kasih, Dokter.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 3

“Ayah. Ayah baik-baik saja?” tanya Do Ran menangis bahagia.

“Do Ran.”

Melihat ini Nyonya Park melongo, “Astaga… Soo Il, dia Myeong Hee. Sedang apa kalian? Myeong Hee, kenapa kamu terus memanggilnya “Ayah”? Soo Il juga memanggilmu dengan nama asing. Kamu sudah gila atau apa? Astaga.”

Pak Kang hanya memandang Nyonya Park.

***

Di rumah Dae Ryook, ayahnya sedang menghadapi semua anggota keluarga.

“Apa? Ibu bersama Pak Kang di rumah sakit?”

“Ya.” jawab mak Lampir

“Bisa-bisanya kamu mengirimnya ke sana? Do Ran sedang merawat ayahnya.”

“Lantas, aku harus bagaimana? Tidak ada yang bisa kulakukan saat Ibu mencarinya. Kalau tidak, Dokter Kim akan memberinya sedatif.” jawab mak Lampir.

“Hubungi Do Ran dan tanya bagaimana kabar Ibu sekarang. Kita harus membawanya kembali.”

“Aku tidak bisa menghubunginya. Kalau mau, telepon saja sendiri.” kata mak Lampir lagi.

“Apa? Astaga…” kata Pak Wang. Ia segera mengambil ponselnya. Belum lagi ia mengetik angka, ponselnya berdering. Dilihatnya, Do Ran yang menelepon.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 3

“Ini aku. Kudengar Ibu di sana.”

Bukan suara Do Ran yang menjawab, melainkan pak Kang, “Ini aku, Pak. Kang Soo Il.”

Pak Wang terkejut, “Apa? Astaga. Pak Kang. Kapan kamu siuman?”

“Belum lama ini.”

“Pak Kang sudah siuman?” tanya mak Lampir.

Pak Wang melanjutkan, “Aku sangat lega mendengarnya. Semua orang khawatir.”

“Pimpinan. Tolong segera kemari dan bawa Nyonya Park pulang.” suara pak Kang terdengar dingin dan sinis. Tidak seperti biasanya.

“Apa? Itu… Apa Ibu baik-baik saja? Jika dia baik-baik saja, aku hendak mengirim Pak Choi untuk menjemputnya.”

“Anda dan istri Anda harus datang dan menjemputnya. Ada yang ingin kukatakan kepada kalian. Aku juga sedang tidak sehat. Aku ingin Anda datang dengan Bu Oh.” kata Pak Kang.

“Baiklah. Aku segera ke sana.”

“Tunggu. Kenapa ekspresimu begitu? Pak Kang bilang apa?” tanya mak Lampir.

“Kamu harus bersiap-siap. Mari kita jemput Ibu.”

Mak Lampir kaget, “Aku? Aku tidak perlu ke sana. Kamu bisa pergi sendiri.”

“Ayahnya Do Ran memintaku datang denganmu.”

“Aku? Dia mau aku datang?” tanya si Mak.

***

Nyonya Park dan Do Ran sedang berada di mini market.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 3

“Myeong Hee. Mari beli susu pisang ini. Ini kesukaannya Soo Il.”

“Baiklah.”

“Mari beli satu lagi. Ini untukmu.”

***

Di dalam kamarnya, Pak Kang duduk terpekur. Ia ternyata bisa mendengar saat emak-emak di luar membicarakannya dan Do Ran.

“Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Kamu melihat matanya? Apa dia sungguh pembunuh?”

Ia juga mendengar semua ucapan mak Lampir.

“Aku bilang tidak akan merestuimu walaupun kamu melangkahi mayatku. Kamu putri seorang pembunuh. Jika punya hati nurani sedikit saja, kamu tidak akan melakukan ini.”

Tiba-tiba pintu kamar diketuk. Masuklah pak Wang dan mak Lampir.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 3

“Astaga, tetap berbaringlah. Syukurlah kamu siuman tanpa masalah apa pun.”

“Terima kasih.” kata pak Kang tanpa menatap mereka.

“Kamu akan merasa tidak nyaman. Bersandarlah. Omong-omong, di mana Ibu?” tanya pak Wang.

Pintu kamar terbuka, masuklah Nyonya Park dan Do Ran.

“Astaga. Ayah sudah datang. Soo Il baru saja siuman.” kata Nyonya Park.

“Ya. Ayah tahu. Omong-omong, apa yang mau kamu katakan?” tanya Pak Wang.

“Tolong bawa Nyonya Park dan segera pergi dari sini. Mulai sekarang, setiap kali demensia Nyonya Park kambuh, kuharap kalian tidak meminta bantuan Do Ran.”

Do Ran kaget, “Ayah…”

“Bagaimana bisa kalian melakukan ini kepadanya? Sampai sekarang, aku diam saja. Tapi aku mendengar semuanya selagi berbaring.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 3

Giliran si Mak yang kaget.

“Kalian benar. Aku kriminalis. Aku kriminalis yang tidak bisa dimaafkan. Jika tidak bisa membayar dosaku dalam kehidupan ini, aku akan membayarnya setelah mati sekalipun. Walaupun jatuh ke api neraka, aku tidak berhak bilang apa pun. Tapi hanya karena aku kriminalis, bukan berarti Do Ran juga. Kalian boleh memperlakukanku dengan tidak benar, tapi tidak ada yang berhak lancang ke putriku, Do Ran.” sampai di sini suara pak Kang meninggi.

“Do Ran menikahi Direktur Wang karena mereka saling mencintai. Dia berusaha yang terbaik untuk menyesuaikan diri. Dia mencurahkan segenap hatinya untuk mengurus Nyonya Park. Dia orang baik. Tapi…” pak Kang berhenti dan agak terisak.

“Tapi… Bagaimana bisa kamu menamparnya? Bagaimana bisa kamu selancang itu?” mak jadi kaget sekali.

“Tapi tetap saja kalian membuat Do Ran mengurus Nyonya Park. Kalian tidak punya hati nurani?” pak Kang menangis.

“Apa… Dia menamparnya?” tanya pak Wang.

Do Ran menyela, “Ayah. Cukup… ” ia menangis.

Pak Kang melanjutkan, “Bu Oh. Kamu bilang kepada putriku bahwa kamu tidak akan pernah merestuinya karena dia putri pembunuh. Dia sudah bercerai, jadi, dia bukan keluargamu lagi. Jangan membuat putri pembunuh mengurus ibu mertuamu yang berharga. Bawa dia ke sanatorium atau lakukan apa pun yang kamu mau. Jangan memanggil putriku lagi.” suara pak Kang meninggi lagi.

“Ayah… ” Do Ran memandang ayahnya sambil menangis.

Pak Kang memandang Do Ran juga, “Do Ran. Jika kamu menemui Direktur Wang atau mengurus Nyonya Park lagi, ayah akan memutus hubungan denganmu. Kamu paham? Pimpinan Wang, Bu Oh. Cegah Direktur Wang menemui Do Ran. Hanya itu yang ingin kukatakan. Tolong pergi dengan Nyonya Park. Serta jangan menghubungi putriku lagi. Tolong pergi.”

“Kamu menakutiku, Soo Il.” kata Nyonya Park yang menempel pada Do Ran.

Pak Wang berkata, “Aku paham maksudmu. Aku tidak tahu apa ucapan istriku ke Do Ran, tapi aku minta maaf. Maaf. Ayo pergi, Bu.” ajaknya pada Nyonya Park.

“Kamu tunggu apa lagi? Keluarlah lebih dahulu.” katanya kepada si Mak.

“Tidak mau.” kata nyonya Park.

Tiba-tiba pak Kang berteriak keras dan mengagetkan semua orang.

“Cepat keluaaaar!!!”

“Astaga, Soo Il. Kakak takut, Myeong Hee. Soo ll, jangan menakutiku.”

“Ayah.”

“Maaf. Aku sungguh minta maaf. Ayo pergi, Bu.” kata pak Wang.

“Aku tidak mau pergi. Aku mau tinggal dengan Myeong Hee.”

Pak Wang memaksa Nyonya Park untuk pergi. Nyonya Park berteriak-teriak tidak mau, namun pak Wang tetap memaksa, setengah menyeretnya. Si Mak ikut keluar. Ia berhenti sejenak seperti ingin mengatakan sesuatu, namun tidak ada yang keluar dari mulutnya. Hanya, matanya menunjukkan permintaan maaf dan penyesalan.

Do Ran beranjak mengikuti keluar.

“Berhenti, Do Ran. Jangan pergi.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 3

Do Ran urung pergi. Ia berjalan mendekati ayahnya.

“Ayah…” Do Ran menangis sedih.

“Do Ran. Kamu tidak pantas mendapat ayah seperti ini. Biarkan ayah pergi. Tanpa bisa melakukan apa pun kepadamu, ayah hanya merugikanmu. Maaf. Ayah seharusnya tidak berada di sisimu.” Pak Kang menangis. Do Ran juga menangis makin terisak.

“Do Ran. Biarkan ayah meninggalkanmu. Ayah tidak mau melihatmu kemalangan lagi. Jadi, ayah mohon, Do Ran. Biarkan ayah pergi.” Pak Kang menangis mengguguk.

Do Ran mendekati ayahnya sambil menangis, kemudian memeluknya. Mereka bertangisan.

Read Full Article

Tae Pung kembali ke kamar Pak Kang. Ia mendapati Do Ran duduk diam menunduk. Jelas sekali sakit hati dan kesedihannya. Tae Pung melangkah masuk dan duduk di samping Do Ran. Melihat Tae Pung masuk, Do Ran menyeka air mata dari sudut-sudut matanya.

“Aku minta maaf dan malu karena selalu menunjukkan sisi diriku ini padamu.”

“Kenapa kamu minta maaf dan malu? Kamu tidak berbuat salah. Dia hanya memikirkan diri sendiri, menerobos kemari, dan mengasarimu. Dia yang salah. Ini bukan salahmu.”

“Do Ran. Aku mau melindungimu. Tidak bisakah kamu memutus ikatan hubunganmu di masa lalu dan bergantung kepadaku sekarang?”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Apa maksudmu, Tae Pung?” tanya Do Ran.

“Aku menyukaimu. Setiap kali kamu menderita, hatiku juga hancur. Apa kamu tahu senyumanmu begitu cantik? Aku mau membuatmu tersenyum lagi.”

“Tae Pung…”

“Maaf. Aku tahu melebihi siapa pun soal kondisimu saat ini. Kamu hanya harus memperhatikan Pak Kang. Maaf.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Do Ran. Hubungi aku kapan pun kamu butuh bantuan. Aku akan berlari kemari. Aku akan menemanimu.”

Kata-kata Tae Pung menciptakan suasana canggung di ruangan itu.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

Dae Ryook masih memikirkan kata-kata yang diucapkan pak tua itu. Masih terngiang jelas di telinganya bahwa pak tua itu merasa yakin bahwa Kim Young Hoon/Pak Kang yang membunuh ayah Da Ya.

“Apa aku salah?” katanya.

Ia jelas mendengar ucapan pak tua itu saat mengunjungi Pak Kang. Jelas bahwa pak tua itu meminta maaf berulang kali. Dan ia mengatakan semua terjadi karenanya.

“Tidak, pasti ada sesuatu.” katanya yakin.

Ia membuka-buka kembali dokumen yang ia terima dari sunbae-nya. Ada banyak informasi di sana.

“Ah … Benar. Pegawai wanita itu juga ada di TKP. Aku harus mencarinya. Dia pasti tahu sesuatu.”

Ia segera beranjak.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

Do Ran masih berada di sisi ayahnya. Kata-kata si Mak terlintas lagi. Betapa ia mengatakan tidak akan merestui walau Do Ran melangkahi mayatnya. Si Mak bahkan mengatakan bahwa ia puteri seorang pembunuh. Kalau ia punya nurani, ia tidak akan melakukannya.

Kim Do Ran menghela nafas panjang. Saat itulah masuk Dae Ryook.

“Do Ran.”

“Ada apa lagi kemari?” tanya Do Ran.

Melihat sikap Do Ran berubah, Dae Ryook heran, “Ada apa? Apa terjadi sesuatu?”

“Mari bicara di luar.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Do Ran. Aku sudah memikirkannya. Kita tidak boleh menyerah seperti ini.”

“Direktur Wang. Jangan kemari lagi.” kata Do Ran.

“Do Ran….”

“Terima kasih sudah menyelidiki kasus ayahku. Berkat kamu, aku sempat merasa ayahku mungkin saja dijebak dan berharap ada yang salah dengan kasusnya. Tapi kita sudah dengar kemarin. Dia yang melakukannya. Aku kesulitan menerimanya semalam. Aku tidak mau banyak berharap, tapi pada akhirnya semua itu hancur.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Do Ran… Untuk kali terakhir…” belum sempat Dae Ryook meneruskan, Do Ran sudah meneruskan kalimatnya,

“Sekarang, aku tidak mau mencemaskan apa pun selain kesembuhan ayahku. Aku akan mencari tahu soal kasus ayahku. Jangan datang ke sini lagi. Ayah sendirian. Aku harus pergi.” Do Ran berlalu meninggalkan Dae Ryook yang hanya berdiri saja.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Ya. Mari cari juru tulisnya dahulu.” katanya. Ia mengambil ponsel dan menelepon, “Hai, ini Wang Dae Ryook. Aku ingin minta tolong…”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Anda bahkan tidak bisa minum air?” tanya bu dokter.

“Ya, dan itu membuatku stres. Bahkan air putih berbau busuk, begitu pula nasi matang. Saat hendak makan sundae karena mengidamkannya, tiba-tiba aku tidak tahan baunya. Aku suka sup kimchi, tapi kini menatapnya saja muak. Dokter, apakah aku akan mati kelaparan?”

Dokter tertawa kecil, “Itu tidak akan terjadi. Itu karena kehamilan Anda masih tahap awal. Kami akan merawat Anda selama beberapa hari dan menginfus Anda. Anda perlu beristirahat. Anda menjadi ibu di usia yang cukup tua, jadi, harus berhati-hati.”

“Baiklah, Dokter.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Hai, ini aku. Do Ran, maafkan aku. Aku tidak enak badan dan tidak bisa menjenguk hari ini.”

“Bibi sakit parah? Ada apa?” tanya Do Ran.

“Itu … Akan kuberi tahu nanti. Sakitku tidak serius, jangan khawatir. Aku akan sembuh jika beristirahat. Bilang ke ayahmu aku tidak bisa datang, tapi dia tidak perlu khawatir… Tidak, Do Ran. Sambungkan dengannya. Akan kuberi tahu dia sendiri.”

“Sebentar, Bi… Ayah, Bi Hong Joo mau mengatakan sesuatu.”

Do Ran mengangsurkan ponselnya ke arah telinga ayahnya.

“Pak Kang? Aku… Aku tidak bisa makan banyak belakangan ini, jadi, sedang dirawat di rumah sakit untuk diinfus. Jangan khawatir. Meski kamu merindukanku hari ini, bertahanlah dan tunggu aku, ya? Aku cinta kamu, Sayang.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

Demensia Nyonya Park kambuh, dan dia sedang mengejar Da Ya.

“Dasar jalang!”

“Nenek…” Da Ya berlari terus.

“Dasar jalang! Beraninya kamu mengusir Myeong Hee dan enak-enakan makan di rumah ini sendirian? Kamu itu anaknya simpanan. Ini bukan rumahmu, Jalang!”

“Nenek…”

“Nyonya Park…”

“Ada apa lagi sekarang?”

“Lepaskan aku, Bu!”

“Astaga.”

“Bu Cho, hubungi Do Ran sekarang juga.”

“Baik.”

“Berandal! Tetap di sana! Akan kubunuh kamu hari ini!”

“Lepaskan aku!”

“Nenek…”

“Dasar berandal licik.”

“Ibu.”

“Ibu”

“Selamatkan aku.”

“Lepaskan! Kamu. Mari selesaikan ini sekarang. Musuh memang ditakdirkan bertemu. Kamu mengusir Myeong Hee ke mana? Kamu mengirimnya ke mana? Kembalikan Myeong Hee.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Apa? Dia menanyakan Myeong Hee?” tanya Do Ran mengangkat telpon Miss Cho.

“Ya. Aku harus bagaimana? Bisakah kamu mampir?”

Do Ran bisa mendengar Nyonya Park berteriak-teriak dan memaki.

“Maafkan aku. Ayahku dirawat di rumah sakit. Aku tidak bisa ke sana.”

“Astaga, maaf. Seharusnya aku tidak menelepon. Kamu pasti mencemaskan Pak Kang. Akan kuhubungi Pimpinan untuk membereskan ini. Jangan khawatir soal Nyonya Park dan jagalah ayahmu.” kata Miss Cho.

Teriakan Nyonya Park makin keras terdengar. Do Ran jadi serba salah. Akhirnya …

“Bi Cho, tunggu.” katanya

“Ya, Nona Kim.”

“Bisakah kamu mengantar Nenek kemari?”

“Ke rumah sakit?”

“Ya. Sampai dia ingat kembali, akan kujaga dia bersamaku.” kata Do Ran.

“Kamu yakin itu tidak apa-apa?” tanya Miss Cho

“Ya. Dia akan tenang begitu sudah bersamaku. Tidak apa-apa.”

“Baiklah, akan kubawa dia.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Memang dia salah apa? Pimpinan dan istrinya jahat sekali. Seharusnya mereka membiarkan Do Ran kembali.” kata Miss Cho setelah menutup ponselnya.

“Bi Cho!”

Tiba-tiba Da Ya dan Mak Lampir menyerbu masuk. Dikejar oleh Nyonya Park.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Nyonya Park. Mari kita ke tempat Myeong Hee.” kata Miss Cho.

“Apa? Kamu tahu dia di mana?” tanya Nyonya Park.

“Ya. Tadi aku bicara dengannya. Dia memintaku membawa Anda ke sana.”

“Sungguh? Benarkah? Baiklah. Lantas, aku harus bersiap.” jawab Nyonya Park yang berubah tenang dan senang.

“Kupikir kalian mengusir Myeong Hee. Maaf. Myeong Hee melarangku membenci kalian. Maaf.” Nyonya Park kelihatan senang dan pergi dari situ.

“Bu Cho. Apa yang terjadi? Untuk apa membawa Ibu ke Myeong Hee? Kamu menelepon Do Ran?” tanya Mak Lampir.

“Ya.”

Mendengar ini, mata Mak Lampir melotot sambil berteriak, “Miss Choooooo! Beraninya kamu meneleponnya!!” katanya marah.

Miss Cho jadi agak takut, “Itu karena…” ia melihat ke arah Da Ya.

“Ibu. Aku memintanya menelepon Do Ran. Do Ran setuju merawat Nenek tiap kali dia menggila.” jawab Da Ya.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Kamu akan membuat ibu matiiiiiii !!!” teriaknya.

“Do Ran menyuruhmu membawa Ibu ke sana?” tanyanya kemudian.

“Ya. Dia akan bersama Nyonya di rumah sakit.” kata Miss Cho.

Mak Lampir jadi sewot, dia berteriak-teriak.

“Semua ini salah Ibu. Kenapa dia terus menanyakan Myeong Hee? Kenapa? Aku harus bagaimana? Ini membuatku gilaaaaa !” teriaknya sambil berjalan pergi.

***

Do Ran sedang memijati kaki Pak Kang ketika Nyonya Park masuk.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

Nyonya Park menghambur  memeluk Do Ran, “Myeong Hee. Myeong Hee. Kenapa kamu di sini? Kenapa tidak berkunjung? Kamu sedang merawat siapa?” tanyanya.

Saat melihat siapa yang terbaring, “Astaga. Itu Soo Il. Kenapa… Sedang apa dia di sini? Dia sakit parah?” tanyanya khawatir. Kita tahu ya? Nyonya Park pas demensia, naksir Pak Kang.

Jawab Do Ran, “Kak Geum Byung. Dia habis menjalani operasi dan belum sadarkan diri. Jadi, aku sedang menjaganya.”

“Apa? Dia belum sadarkan diri? Astaga, Soo Il. Soo Il, tidak. Soo Il, kumohon sadarlah. Astaga.” Nyonya Park menangis.

“Jangan menangis. Dia akan segera siuman. Pasti.” kata Do Ran.

“Baiklah. Aku tidak akan menangis. Dia akan segera siuman. Myeong Hee. Kita harus makan dengan teratur dan tetap tegar agar bisa membantunya sembuh. Kami membawakanmu makanan lezat.” kata Nyonya Park sambil memandang Miss Cho. Kelihatannya, Miss Cho juga menangis sedih. Tahu juga ‘kan? Miss Cho juga naksir Pak Kang.

Sambil menyeka air matanya, “Nona Kim. Kamu pasti tidak makan teratur karena sibuk merawatnya, jadi, Bu Yeoju mengemaskan ini.” ia menyerahkan bungkusan makanan.

“Terima kasih. Sampaikan terima kasihku untuk Bi Yeoju.” kata Do Ran.

“Aku harus pergi. Bu Oh melarangku berlama-lama. Sampai jumpa.” tanpa menanti jawaban Miss Cho keluar sambil menangis. Do Ran mengejarnya,

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 2

“Bi Cho. Bi Cho…”

Nyonya Park ikutan, “Myeong Hee…. Myeong Hee. Aku mau ikut.”

“Jangan mengikutiku keluar. Kembalilah ke dalam.” kata Miss Cho di luar kamar. Ia masih saja nangis.

“Baiklah, sampai jumpa.” Do Ran kemudian masuk. Diikuti Nyonya Park.

Di luar, sambil menangis Miss Cho berkata, “Dia pasti akan merepotkan karena selalu mengikutinya. Tapi Do Ran tidak menunjukkan bahwa dia kesusahan. Dia menantu terbaik yang pernah ada. Pak Kang-lah yang berbuat salah. Nona Kim tidak salah apa-apa.”

Ia pun pergi dari situ.

Read Full Article

“Dia dijebak? Ayahku? Dae Ryook. Apa maksudmu?” tanya Do Ran.

“Aku juga tidak yakin. Aku ragu apa harus memberitahumu. Tapi kurasa kamu harus tahu.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Do Ran. Pria tunawisma itu adalah saksi kasus ayahmu. Dia saksinya.”

“Saksi mata? Saksi?” tanya Do Ran masih tidak menyangka.

“Dahulu, ayahmu… Saat insiden itu terjadi, ayahmu kehilangan ingatan. Jadi, dia menanyakan insiden itu ke pria itu. Ayahmu bertanya kepadanya apa dia sungguh melihat ayahmu membunuh.”

“Jadi, ayahku tidak ingat momen itu? Lantas, bagaimana dia menjadi pembunuh?” tanya Do Ran

“Ayahmu kehilangan ingatannya. Walaupun tidak ingat, setelah pergumulan antara ayahmu dan ayahnya Da Ya, ayahnya Da Ya tewas. Itulah alasan ayahmu dituduh sebagai pembunuh.”

“Ayahku sungguh bilang begitu? Tapi kenapa dia tidak bilang apa pun kepadaku?”

“Karena dia tidak ingat apa-apa. Mungkin itu tidak mudah dikatakan. Kukira dia kehilangan ingatan setelah syok. Tapi pria tunawisma yang datang ke IGD terus meminta maaf.”

“Itu tidak terasa benar.” kata Do Ran sambil terisak.

“Pak Kang bersikeras dia tidak ingat. Pisau yang dijadikan barang bukti mengandung dua sidik jari. Tapi hanya Ayah yang dijadikan tersangka. Itu tidak mungkin benar. Wanita dari kantor pinjaman yang merupakan saksi mata lainnya, punya kesaksian bertentangan. Pertama dia bilang Pak Kang mengancamnya dengan pisau. Tapi saat dikatakan ada sidik jari pria itu, dia mengubah kisahnya dan bilang pisau itu milik mereka.” lanjut Dae Ryook.

“Aku tidak percaya ini. Bagaimana ini bisa terjadi?”

“Aku harus menemukannya dahulu dan menanyakannya secara mendetail.”

“Ayo kita cari dia. Biar kubantu mencarinya.” kata Do Ran. Ia seperti mendapatkan air segar dari dahaga. Ada harapan yang muncul kembali dalam dirinya.

“Baik. Kita cari dia.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Astaga. Apa sungguh ada bayi yang tumbuh di tubuhku? Nak, ibu akan melindungimu.”

Telpon Hong Joo berdering. Dilihatnya, Do Ran yang menelepon.

“Ya, Do Ran? Ayahmu sudah siuman?” tanyanya.

“Bukan itu. Aku ada urusan mendesak. Aku ingin tahu apa Bibi bisa datang. Aku resah meninggalkannya sendiri.”

“Tentu saja bisa. Aku akan mengemas barang-barang dan ke sana.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Hong Joo, kamu mau ke mana selarut ini?” tiba-tiba Hong Shil muncul.

“Aku mau ke rumah sakit menjenguk Pak Kang.”

“Sekarang? Kamu sudah pergi tadi siang. Kamu pergi lagi? Putrinya merawatnya semalaman.”

“Do Ran ada urusan mendesak. Jangan menungguku dan tidurlah. Aku akan bermalam di rumah sakit.” kata Hong Joo.

“Astaga. Aku harus bagaimana dengannya? Apa yang dia pikirkan?”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Kurasa begini bisa, Do Ran.” kata Dae Ryook sambil memotong gambar pak tua itu lewat editor gambar. Lalu memasukkan foto itu ke ponsel mereka.

Mulailah mereka mencari.

“Permisi, pernahkah kamu melihat pria ini?” tanyanya sambil menunjukkan foto pak tua itu.

“Aku tidak tahu.” jawab seorang tunawisma enggan karena merasa tidurnya terganggu.

Mereka terus bertanya, di lorong yang biasa digunakan pak tua itu untuk tidur. Banyak dari mereka yang tidak tahu. Sampai kemudian,

“Aku tahu pria ini. Dia sudah cukup lama tidak kemari. Kudengar ada yang melihatnya di Taman Tapgol.”

“Di Taman Tapgol?” tanya Do Ran.

“Dia ayah berandal itu.”

“Terima kasih.”

Mereka segera beranjak dari sana.

Sementara itu, mak Lampir gelisah di rumah.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Astaga. Apa Dae Ryook bersama Do Ran lagi hari ini?”

Segera ia menelpon Dae Ryook. Panggilannya tidak diangkat.

“Dae Ryook. Dia pasti bersama Do Ran lagi hari ini. Apa yang harus kulakukan dengannya?”

Tiba-tiba Da Ya muncul di situ.

“Ibu sedang apa di kamar gelap ini? Kak Dae Ryook belum pulang?”

“Da Ya. Ambil kunci mobil.”

“Kenapa, Bu?”

“Bawa ibu ke rumah sakit. Ibu harus berurusan dengannya. Ibu tidak bisa membiarkan ini.”

Sampai di rumah sakit, ia melihat Hong Joo tertidur di dada Pak Kang.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Hong Joo…”

Hong Joo terbangun, “Mbak Eun Young, kenapa kemari selarut ini?”

“Di mana Do Ran? Kenapa kamu di sini?”

“Do Ran sibuk hari ini, jadi, aku yang mengurus Pak Kang. Ada apa?”

“Do Ran pergi ke mana? Mungkinkah dia bersama Dae Ryook?”

“Entahlah. Eun Young. Apa kamu khawatir mereka sedang bersama?”

“Jangan bertanya. Ini bukan urusanmu.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Do Ran. Aku akan memeriksa di belakang. Lihatlah sekeliling sekali lagi.”

Do Ran berjalan. Saat itulah ia melihat pak tua itu.

“Ahjussi!” teriakan Do Ran membuat Dae Ryook menoleh. Ia juga melihat pria itu.

“Ahjussi!”

Melihat Do Ran dan Dae Ryook, pak tua itu langsung berlari kabur. Do Ran segera mengejar, diikuti Dae Ryook.

“Ahjussi!”

“Ahjussi!”

Pak Tua itu terus berlari. Kejar-kejaranpun terjadi. Sampai akhirnya, pak tua itu menemui jalan buntu. Tembok kawat tinggi ada di depannya. Tak mungkin ia bisa melompat.

“Ahjussi! Kenapa Anda kabur?” tanya Dae Ryook.

“Siapa bilang aku kabur? Aku hanya sedang berlari.” elaknya.

“Ahjussi, Anda mengenalku, bukan? Aku putri pemilik toko kue. Kami sudah mencarimu ke mana-mana.”

“Kenapa kamu mencariku?”

“Maaf, Pak. 28 tahun yang lalu…”

“Aku tidak mau membahas itu lagi.” sahutnya cepat.

“Aku sudah melihat referensi dan catatan persidangan kasus itu. Tapi ada yang mencurigakan. Anda tahu benar soal insiden itu.” kata Dae Ryook

“Ahjussi, Tolong beri tahu aku apa yang sebenarnya terjadi hari itu. Anda sungguh melihat ayahku membunuh? Ahjussii… Tolong beri tahu yang sebenarnya.”

“Dia membunuhnya! Kim Young Hoon pembunuh! Aku melihatnya! Ayahmu membunuhnya! Aku melihatnya sendiri! Ayahmu membunuh seorang pria dan dia pembunuh!” kata pak tua itu berteriak.

Mendengar ini, Do Ran hampir terjatuh. Dae Ryook segera memegangnya, “Do Ran…”

“Ahjussi, Anda yakin?” tanya Dae Ryook

“Ya, aku yakin. Kamu kira aku berbohong? Hanya karena aku hidup seperti pengemis, bukan berarti kalian berhak meremehkanku! Jangan mencariku lagi!”

Setelah berkata demikian, pak tua itu pergi.

“Ahjussi! Tunggu!” Dae Ryook bermaksud mengejar.

“Dae Ryook, berhentilah.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

Do Ran menangis sedih lagi. Dae Ryook segera mendekatinya.

“Do Ran. Mari pergi dahulu…”

Mereka lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Pak tua itu bicara seorang diri, “Hidupku sudah berakhir. Maaf. Aku akan masuk neraka setelah mati. Tapi aku tidak akan pernah bisa menjadikan putraku putra pembunuh. Maaf…”

Ia menangis.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

Mak Lampir keluar dari rumah sakit. Ia langsung berjalan dan masuk ke mobilnya.

“Kenapa Ibu kembali sendiri? Kakak tidak di sini?” tanya Da Ya.

“Tidak. Do Ran juga tidak ada. Hanya ada bibimu di kamarnya.”

“Bibiku? Apa artinya kini mereka bersama?” tanya Da Ya.

“Tidak mungkin.”

“Dae Ryook tidak seceroboh itu. Ayo pulang dahulu. Kita menghabiskan waktu dengan datang kemari.”

Belum sempat mereka beranjak, sebuah mobil putih melintas dan berhenti di depan mereka.

“Ibu, bukankah itu mobil Kak Dae Ryook?”

“Astaga. Ibu tidak mengira, tapi mereka sungguh bersama?”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Hati-hati di jalan.” kata Do Ran

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Apa yang mereka lakukan? Ibu tidak akan membiarkan ini.” Mak Lampir beranjak ingin keluar dari mobil.

Da Ya mencegahnya, “Ibu, tenanglah. Jika Ibu membuat keributan sekarang, Kak Dae Ryook akan mengamuk dan makin menempel kepada Do Ran.

“Apa? Dasar bodoh. Tidak ada yang bisa disukai dari wanita itu. Astaga, lihat dia. Dia memberikan pandangan menyedihkan dan Dae Ryook merasa terlalu bersalah untuk pergi. Sungguh licik. Kenapa ibu tidak bisa melepaskan lintah itu dari anak ibu?”

“Ibu, tidak bisa begini. Kita pulang saja dahulu.” kata Da Ya.

“Tidak, ibu tidak bisa pergi seperti ini. Ibu akan memberi mereka pelajaran.” Mak Lampir mau keluar lagi dari mobil. Kembali Da Ya mencegah.

“Ibu, tenanglah. Kata Ibu, Bibi juga ada di sana. Urus saja diam-diam nanti.”

“Apa? Benar juga, kamu benar. Apa yang harus ibu lakukan dengan Dae Ryook?”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Do Ran. Kamu tidak harus kemari. Aku bisa menemaninya.”

“Bibi Na…” kata Do Ran setengah terisak.

Melihat ini Hong Ju heran, “Ada apa? Apa terjadi sesuatu?”

“Tidak… Aku amat bersyukur Bibi selalu menemani ayahku. Terima kasih.”

“Tidak perlu berterima kasih. Aku hanya melakukan yang harus kulakukan. Jangan cemas. Aku akan tetap menemaninya.”

“Bibi Na…” Do Ran mengambur memeluk Na Hong Joo.

“Sudah … Tidak apa-apa…” kata Hong Joo menenangkannya.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

Esok harinya, Do Ran sedang ada di pinggir ranjangnya menemani ayahnya yang masih belum sadar. Tiba-tiba pintu bergeser dan Mak Lampir masuk.

“Ibu…”

Mak Lampir dengan tampang kejam langsung berjalan mendekat dan … “Plakk!!”

Ia menampar pipi Do Ran. Tentu saja Do Ran terkejut. Yang tidak mereka sadari, saat pipi Do Ran kena tampar, Pak Kang yang tertidur terlihat bereaksi seperti ikut merasakan.

“Ibu…” katanya.

Mak Lampir jadi sinis, “Ibu? Aku bukan ibumu. Kenapa kamu tidak bisa menjaga perilakumu selagi aku baik?”

“Kenapa Ibu melakukan ini kepadaku?”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Kenapa? Kamu tahu kenapa. Aku melarangmu menemui putraku. Aku menyuruhmu mengusirnya jika dia kemari lagi. Tapi kamu malah memanggil putraku setiap malam dan memakai ayahmu yang sakit sebagai alasan. Kamu membuatnya memeluk dan menghiburmu setiap malam. Apa yang kamu rencanakan? Apa kamu ini lintah? Kenapa kamu tidak mau melepaskan putraku?”

Do Ran tertegun dan menundukkan mukanya,”Itu…”

“Dae Ryook harus mengencani putri pemilik Grup JS. Jadi, kenapa kamu menghalanginya? Kamu mau makin menghancurkan hidupnya? Itu yang kamu mau? Aku bilang tidak akan merestuimu walaupun kamu melangkahi mayatku. Aku tidak mau bertindak sejauh ini, tapi kamu putri pembunuh. Jika punya nurani sedikit saja, kamu tidak akan melakukan ini.”

Kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Mak Lampir benar-benar tajam dan amat menyakitkan hati Do Ran. Ia makin tertunduk … menangis …, “Maaf. Aku tidak akan melakukan ini lagi. Aku tidak akan menemuinya lagi.”

“Kamu sebaiknya menepati janjimu. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan jika kamu menemuinya lagi. Kamu mengerti?”

Mak Lampir berjalan seperti akan pergi. Tapi ia berbalik dan berkata, “Jangan membenciku. Itu semua karena ayahmu yang tidak sadarkan diri. Bencilah dia. Paham?” katanya. Ia segera membuka pintu dan pergi.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

Di luar, Tae Pung berdiri mematung melihat kepergian Mak Lampir. Dia hanya memandang Do Ran yang terduduk di kursi sambil menangis terisak-isak. Tae Pung mendengar semua perkataan Mak Lampir tadi kepada Do Ran. Ia bisa memahami, hati Do Ran pasti sakit. Tae Pung segera berbalik dan mengejar Mak Lampir.

“Bibi!” panggilnya.

“Hei, Bi!”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 101-102 Part 1

“Apa kamu baru saja memanggilku bibi?”

“Ya, Anda.”

“Lancang sekali. Kamu tidak tahu aku siapa?” Mak Lampir sewot.

“Kenapa Anda terus datang dan memperlakukannya dengan buruk padahal dia sudah bercerai? Apa putra Anda tahu soal perilaku Anda ini?” kata Tae Pung.

“Siapa kamu sampai ikut campur?” Mak Lampir ingat, “Bukankah kamu pekerja paruh waktu di toko kue? Sadari tempatmu, Bedebah.” teriak si Mak.

“Bibi. Jika Anda mengasari Do Ran dengan ucapan atau tindakan lagi, aku tidak akan menoleransinya.” kata Tae Pung mulai kesal juga.

“Memangnya kenapa kalau begitu? Ini bukan urusanmu.”

“Kamu menyukainya, begitu? Bagus. Kalian akan menjadi pasangan yang sempurna. Semoga berhasil.!”

Mak Lampir segera pergi. Tae Pung hanya diam saja. Kesal juga dengan sikap si Mak.

Read Full Article

Wang Dae Ryook memasuki kamarnya dengan kesal. Ia merasa tidak sependapat dengan orang tuanya, walaupun yang mereka katakan juga tidak salah. Tiba-tiba, masuk neneknya.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Nenek…”

“Duduklah…” sahut neneknya, “Dae Ryook. Nenek mendengar perbincangan di ruang keluarga. Apakah begitu sulit melupakan Do Ran?”

“Nenek… Aku butuh bantuan Nenek. Bicaralah dengan Ibu dan Ayah. Do Ran sedang amat kesulitan. Aku harus menemaninya.”

“Dae Ryook. Nenek tahu benar bagaimana perasaanmu. Nenek kasihan kepada Do Ran dan mau bersamanya. Tapi… Dae Ryook,  Jika kamu melakukan ini, ini akan tambah berat baginya. Kalian juga tidak akan rujuk.”

“Lantas, Nek, bantu kami rujuk.”

“Astaga…! Dae Ryook. Jika itu memungkinkan, kenapa ayahmu membuatmu menceraikan Do Ran? Astaga. Kita harus bagaimana?”

“Nek..”

“Malangnya kamu… Astaga…”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

Sementara, di rumah sakit, sambil duduk menunggui ayahnya, Do Ran terngiang dengan perkataan Da Ya. Bahwa ayahnya, yang terbaring di depannya, adalah pembunuh ayah Da Ya. Tidak mungkin bisa menjadi paman Da Ya.

“Dia mau menebus kesalahannya karena sudah membunuh ayahku, jadi, dia menawarkan levernya ke Kak Go Rae. Tapi apa memberikan levernya menghapus fakta bahwa dia membunuh ayahku?” itu yang dikatakan Da Ya kepada bibinya saat itu.

Kim Do Ran menghela napas panjang, “Ayah. Tae Pung dan aku membuat dan menjual roti hari ini. Kami mengikuti resep Ayah dan bekerja keras, tapi rasanya pasti berbeda. Kami pelan-pelan kehilangan pelanggan. Orang terus bertanya kapan Ayah akan kembali. Saat kami membagikan roti gratis, para tunawisma pun bertanya. Ayah sungguh populer. Orang-orang merindukan roti yang Ayah buat. Jadi, Ayah, segeralah bangun. Ya? Ayah….”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

Dengan gembira, So Yang Ja, masuk ke rumah besannya.

“Bu Na…! Mi Ran…! Go Rae…!” teriaknya sambil celingak-celinguk.

“Di mana semua orang?”

Tiba-tiba ia kaget saat melihat ke meja. Ia melihat sesuatu yang bersinar. Ternyata … itu sebuah labu yang besar.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Astaga…! Apa itu?”

“Astaga…! Ya ampun. Lihat ini. Aku tidak pernah melihat labu sebesar dan sebersinar ini. Ini tidak bisa dipercaya.” Ia berjalan mendekatinya. Saat akan memegangnya, tiba-tiba labu itu terbang …

“Hei, astaga. Labu, kamu mau ke mana? Kamu mau ke mana? Kembali.”

Ia membuka mata, kemudian duduk. Ternyata … mimpi. Haha

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Ada apa?” tanya adiknya yang ikutan terbangun.

“Yang Soon. Kakak rasa Mi Ran hamil.”

“Omong kosong macam apa yang Kakak bicarakan?”

“Astaga…! Bisakah labu semacam itu bahkan ada di mimpi? Kakak tidak pernah melihat labu sebesar itu. Kakak bersumpah itu mimpi bayi Mi Ran. Kakak tidak percaya ini. Astaga… Labu…” teriak Yang Ja yang kelihatan senang sekali. Yang Soon hanya memandangi kakaknya.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Ada apa?” tanya Hong Shil melihat Hong Ju seperti ingin muntah saat akan meminum kopi pagi itu.

“Sudah kakak bilang jangan minum kopi dahulu.”

“Ada apa denganku? Apa sakit perut? Aku merasa mual dan perutku tidak enak.” kata Hong Joo bertanya-tanya.

“Sakit perut tidak bertahan selama itu. Tidak, Hong Joo. Apa kamu…”

“Kenapa kak?”

“Ibu meninggal karena kanker perut. Mari pergi ke dokter sekarang. Ayo…” kata Hong Shil seraya mendekati adiknya.

“Tidak apa-apa. Nanti sembuh sendiri.”

“Kamu sudah lumayan lama mual-mual. Kita harus melakukan sesuatu. Kita pergi sekarang. Ayo…”
“Kak…  Aku baik-baik saja.”

Kakaknya tidak menggubris dan langsung menyeret Hong Joo.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Dokter bilang apa tadi? Dia hamil?” tanya Hong Shil terkejut.

“Ya, aku yakin itu. Temuilah dokter kandungan agar lebih pasti.” Hong Joo juga kaget… tapi ia kelihatan senang.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Lihat di sini. Ini uterus dan titik putihnya adalah bayinya.”

“Apa itu… Itu sungguh bayi?”

“Ya. Akan kubiarkan Anda mendengar detak jantungnya.”

“Apa itu sungguh detak jantung bayinya?”

“Ya, berdetak dengan baik dengan ritme reguler dan bayinya tampak sehat.”

“Terima kasih, Dokter.”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Aku tidak percaya ini. Aku akan punya bayi. Ada bayi yang bertumbuh di dalamku.” Hong Joo benar-benar merasa bahagia.

“Hong Joo.”

“Apa kak?”

“Apa kamu akan merawat bayinya?”

“Kakak khawatir karena aku tua? Aku harus merawatnya.”

“Hong Joo. Dengarkan baik-baik. Kakak tidak akan bilang begini jika ayahnya orang lain. Tapi kamu tahu siapa Pak Kang. Kamu mau bayimu hidup seperti Do Ran? Sebagai anak pembunuh?”

“Kak…”

“Maaf sudah bilang begini dan bukannya menyelamatimu. Tapi kakak akan bilang begitu sebagai kakakmu. Jangan bilang siapa-siapa dahulu agar kita bisa mempertimbangkannya….”

“Tidak, Kak. Aku akan merawat bayi ini. Jadi, jangan bilang hal buruk begitu lagi.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Ibu, ada yang tidak beres?” tanya Go Rae saat melihat ibunya seperti memikirkan sesuatu.

Agak kaget ibunya buru-buru menjawab, “Apa? Semua baik-baik saja.”

Tiba-tiba So Yang Ja masuk.

“Astaga. Kamu juga di sini…” katanya sambil tertawa senang.

“Selamat, Go Rae.”

Mi Ran langsung menyahut, “Ibu bersikap konyol. Dia sudah lama dioperasi.”

“Kamu kira ini soal operasi? Saat kamu punya bayi yang sama persis denganmu, itu akan menggemaskan. Membayangkannya saja membuat ibu amat bersemangat..”

“Ibu.”

“Apa?”

“Apa maksud Ibu?”

“Bu Na. Kurasa Mi Ran hamil.”

Hong Shil bengong, “Tidak, aku yakin.”

“Mi Ran…”

“Ibu.”
“Apa?”

“Tidak.”

“Kamu hamil. Kamu tidak tahu, tapi ibu tahu. Mari kita pergi ke dokter kandungan nanti.” kata Yang Ja.

“Ibu salah. Bagaimana bisa aku tidak tahu?” tanya Mi Ran.

“Kamu yakin tidak hamil?”

“Ya… Ada apa dengan Ibu?”

“Kenapa tiba-tiba menyebutkan bayi? Mi Ran yakin kamu salah.” kata Hong Shil.

“Lantas, mimpi bayi siapa itu? Dalam mimpiku, aku pergi ke rumahmu. Di ruang keluarga, aku menemukan labu emas yang besar dan berkilau. Itu amat besar dan berkilau. Aku hampir terbutakan. Itu mimpi soal seseorang yang akan menjadi terkenal.”

“Aku tidak percaya dia mendapatkan mimpi bayi. Dia memimpikan bayi Hong Joo.” kata Hong Shil dalam hati.

“Aneh. Kamu yakin tidak hamil?” tanya Yang Ja lagi pada Mi Ran.

“Iyaa…”

“Aneh sekali. Jika bukan mimpi soal kamu, soal siapa itu? Siapa lagi di rumah itu yang mungkin hamil? Apa kamu?”

“Apa? Aku?” tanya Hong Shil terkejut.

“Aku hanya bercanda. Kenapa kamu amat terkejut?” kata Yang Ja sambil tertawa.

“Ibu, itu mimpi bodoh.”

“Itu bukan mimpi bodoh. Itu soal bayi. Tunggu… Apa menurutmu Do Ran hamil?”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Pak Kang… Sayang… Maukah kamu bangun sekarang? Kamu mendengarku? Ada yang mau kusampaikan. Kamu harus bangun sekarang. Kumohon…”

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Rekaman persidangan dan detail yang Anda minta.”

“Terima kasih.”

“Anda akan melihat beberapa hal tidak masuk akal. Pertama, tersangka terus bilang dia tidak ingat kejadiannya. Di lokasi penyelidikan, tersangka mereka ulang situasi sebelum pembunuhan, tapi gagal melakukannya pada momen pembunuhan terjadi. Dia mungkin berpura-pura tidak ingat. Tapi anehnya, sidik jari dua orang ditemukan di pisau, tapi hanya Kim Young Hoon yang menjadi tersangka.”

“Sidik jari dua orang?” tanya Dae Ryook.

“Ya. Sidik jari Kim Young Hoon dan Yang Young Dal, saksi. Tapi Yang Young Dal tidak pernah dicurigai.”

“Bagaimana itu bisa terjadi?”tanya lagi Dae Ryook

“Karena itulah aneh. Kurasa ada saksi lain.”

“Saksi lain?”

“Ya. Wanita yang bekerja di perusahaan Yang Young Dal. Kesaksiannya memainkan peranan krusial. Tapi kesaksiannya juga membuatku bertanya. Kesaksian keduanya berbeda dari yang pertama. Pada pernyataan pertama, dia bilang Kim Young Hoon membawa pisau dan mengancam mereka. Tapi setelah dia dengar soal sidik jari, dia mengubah kesaksiannya dan bilang Kim Young Hoon mengancamnya dengan pisau yang mereka punya di kantor.”

“Dia mengubah kesaksiannya? Kenapa?”

“Kasus ini ditutup 30 tahun lalu. Walaupun polisi menyelidiki ulang kasusnya, mereka tidak akan menemukan saksi lain atau mengubah tuduhan. Aku tidak tahu kenapa Anda menyelidiki kasus ini, tapi tidak akan ada yang berubah kecuali saksi mengubah kesaksiannya.”

“Terima kasih. Ini akan amat membantuku.” kata Dae Ryook, sambil membuka-buka dokumen itu.

“Tidak perlu sungkan.”

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Do Ran kini di rumah sakit.” kata Tae Pung saat melihat siapa yang datang.

“Aku tahu. Aku kemari bukan untuk menemuinya. Aku mau menanyakan sesuatu kepadamu.”

“Kepadaku?”

“Kamu tahu pria tunawisma yang membersihkan gang?”

“Ya.”

“Apa kamu melihatnya hari ini?” tanya Dae Ryook.

“Tidak, aku sudah tidak melihatnya selama beberapa hari. Kenapa kamu bertanya?”

“Kapan dia biasanya kemari? Di mana dia biasanya tinggal?”

“Dia biasanya berada di lorong bawah tanah dekat sini. Tapi aku tidak tahu dia tinggal di mana. Kenapa kamu bertanya?”

“Ini penting. Jika kamu melihatnya lagi, tolong hubungi aku. Aku harus menemuinya. Kumohon.” kata Dae Ryook sambil menyerahkan kartu namanya.

“Baik. Akan kulakukan itu.”

“Aku permisi.”

“Tunggu.”

“Bukan apa-apa. Aku akan menghubungimu.”

“Terima kasih.”

Dae Ryook pergi meninggalkan toko. Ia mendatangi lorong yang dimaksud Tae Pung. Tapi ia tidak menemukan orang tua itu.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

Do Ran berjalan di lorong rumah sakit. Tiba-tiba, langkahnya dihentikan 2 orang ibu.

“Permisi.”

“Ya?”

“Maaf, tapi bisakah kamu pindah ke rumah sakit lain?”

“Apa maksud kalian?” tanya Do Ran heran.

“Kami dengar ayahmu pembunuh. Kami tidak bisa membiarkan pembunuh berada di rumah sakit dengan banyak orang.”

“Putraku akan berada di sini untuk sementara waktu. Kami takut berada di sini karena ayahmu. Kami tidak bisa pindah rumah sakit karena dia. Jika ayahmu pindah, kami akan tenang.”

“Mantan napi tidak boleh berada di rumah sakit?”

“Apa yang begitu sulit dipahami? Orang-orang di sini tidak nyaman. Mereka bilang mereka takut.”

“Benar. Ayahku mantan napi. Tapi kini dia koma. Memangnya kalian kira dia bisa apa?”

Ribut-ribut ini membuat banyak orang keluar dari kamar. Termasuk Hong Shil.

“Apa yang ayahku pernah lakukan kepada kalian? Kalian tidak bisa menyuruh kami pindah. Apa ayahku membuat kalian risi?” nada Do Ran mulai meninggi. Matanya juga berkaca-kaca.

“Astaga…” hanya ini yang emak-emak itu katakan.

“Ayahku tidak sadarkan diri karena menyumbangkan levernya untuk menyelamatkan nyawa orang. Dia kini nyaris tidak bisa bernapas. Bagaimana bisa kamu bilang begitu kepadanya. Kalian mau melihat ayahku melakukan apa lagi? Pembunuh sebaiknya mati seperti ini saja? Itu yang kalian inginkan?” Do Ran sampai berteriak keras. Lalu bergegas pergi.

“Astaga. Buah tidak jatuh dari pohonnya. Kamu lihat matanya?” orang itu masih di luar.

Di dalam kamar, Do Ran masih mendengar orang-orang itu membicarakan ayahnya, dan bagaimana mereka takut.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Ayah. Aku tahu Ayah sengaja tidak bangun. Ayah, aku tahu Ayah sudah melalui banyak hal. Tidak peduli apa pun yang Ayah lakukan, tidak peduli betapa beratnya bagi Ayah untuk memulai kembali, Ayah tidak bisa meninggalkan masa lalu. Itu alasan Ayah tidak mau bangun.”

Do Ran menyeka air matanya, “Ayah, aku baik-baik saja. Ayah boleh pergi jika mau. Jangan cemaskan aku. Walaupun Ayah pergi seperti ini, aku tidak akan membenci Ayah. Ayah bisa berbuat sesuka hati Ayah. Ayah boleh pergi seperti ini. Pergilah ke tempat Ayah merasa nyaman. Mari akhirnya semuanya di sini.” sampai di sini, tangis Do Ran pecah. Ia menangis terisak-isak.

***

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

Di mobilnya, Dae Ryook masih membolak-balik dokumen yang ia dapat dari sunbae-nya. Ia masih ingat perkataan sunbaenya, “Pertama, tersangka terus bilang dia tidak ingat kejadiannya. Sidik jari dua orang ditemukan di pisau, tapi hanya Kim Young Hoon yang menjadi tersangka. Wanita yang bekerja di perusahaan Yang Young Dal. Kesaksian keduanya berbeda dari yang pertama. Dia mengubah kesaksiannya.”

Wang Dae Ryook berpikir keras.

“Kurasa ini… Ini aneh.”

Ia segera memasang sabuk pengaman, dan melaju menuju kembali ke rumah sakit. Ia pikir, Do Ran harus tahu ini.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Do Ran!”

Dae Ryook mengejar Do Ran. Akhirnya, ia bisa mengejarnya sampai di luar.

“Do Ran.” panggilnya.

Kim Do Ran menoleh. Terlihat sekali, ia berjalan sambil menangis. Melihat mantan suaminya, Do Ran langsung menghampiri.

“Dae Ryook…. Aku tidak bisa melakukan ini lagi…. Apa yang kini harus kulakukan? Tidak peduli Ayah berbuat apa, kejahatannya tidak pernah pergi. Apa pun yang dia lakukan, dia akan dikutuk seumur hidupnya. Jadi, aku… Aku menyuruh Ayah pergi jika itu yang dia inginkan…” kata Do Ran sambil terus menangis.

Wang Dae Ryook berusaha menenangkannya, “Do Ran. Sadarlah…”

“Do Ran… Dengarkan aku. Ayah… maksudku, Ayahmu… Kurasa dia dijebak atas pembunuhan.

Sinopsis Drama Korea My Only One Episode 99-100 Part 7

“Dia dijebak? Ayahku??” Do Ran sungguh terkejut mendengar ini.

Read Full Article